5

Beberapa Hal Penting Yang Berkaitan Dengan ASI (Bagian 1)

air susu ibu pentingASI atau Air Susu Ibu adalah makanan alamiah yang sesuai untuk bayi. Dan sangat dianjurkan bagi para Ibu agar memberikan ASI sampai bayi berusia 2 tahun. Alhamdulillah sampai usia anak saya saat ini yaitu 13 bulan, Afa masih diberikan ASI oleh ibunya walau ibunya tetap bekerja setengah hari. Tentunya jika usia bayi sudah memasuki 6 bulan, maka selain ASI diberikan juga makanan pendamping ASI. Jadi untuk pemberian ASI secara eksklusif (ASI saja) kita bisa memberikannya kepada bayi hingga usianya mencapai 6 bulan.

Nah, btw ada yang tahu gak sih gimana caranya koq ASI bisa ada sedangkan ketika belum hamil dan melahirkan, seorang wanita tidak keluar ASI nya hehe pertanyaan yang bagus neh. Yuk kita cari jawabannya!

Ternyata… selama sekitar 9 bulan seiring proses kehamilan itu sendiri, terjadilah proses penyiapan ASI. Payudara atau mammae akan membesar dan tegang serta mampu laktasi atau memproduksi dan mengeluarkan air susu yang akan dikonsumsi bayi. Lantas bagaimana prosesnya?

Sebagai akibat pengaruh hormon somatomammotropin, estrogen dan progesteron payudara atau mammae akan mulai membesar, tetapi saat awal ini belum mengeluarkan air susu. Pengaruh hormon estrogen akan menimbulkan hipertrofi (pembesaran dan penambahan jumlah) sistem saluran, progesteron menambah sel-sel asinus (kelenjar) pada mammae dan somatommatropin juga mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus dan menimbulkan perubahan dalam sel-sel sehingga terjadi pembuatan kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin. Dengan demikian mammae dipersiapkan untuk laktasi. Selain pengaruh tersebut, progesteron dan somatommatropin akan mempengaruhi terbentuknya lemak di sekitar kelompok-kelompok alveolus sehingga mammae menjadi lebih besar. Papilla mammae (puting payudara) akan membesar, lebih tegak dan tampak lebih hitam seperti seluruh aerola mammae (kelenjar air susu) juga tampak lebih jelas menonjol di permukaan aerola mammae. Semua itu akibat pengaruh hormon tersebut.

Pada kehamilan sekitar 12 minggu ke atas, dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih yang disebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Meski kolostrum telah dapat dikeluarkan, pengeluaran air susu belum berjalan karena prolaktin (hormon yang merangsang pembuatan air susu) ini ditekan oleh PIH (prolactine inhibiting hormone)

Dengan dilahirkannya plasenta/tali pusat, pengaruh hormon estrogen dan somatommotropin terhadap hiphotalamus hilang, sehingga prolaktin dapat dikeluarkan dan laktasi bisa terjadi. Dengan kata lain, dengan hilangnya pengaruh hormon estrogen, progesteron dan somatommatropin terhadap hiphotalamus, PIH (prolactine inhibiting hormone) tidak bekerja sehingga tidak bisa menekan prolaktin dan demikian air susu bisa keluar karena tidak ada yang menghambat proses pengeluarannya. Berbeda ketika masih proses kehamilan, kolostrum yang keluar sesudah partus (melahirkan), agak kental dan warnanya agak kuning.

Nah, demikianlah proses bagaimana ASI terjadi dari proses penyiapan sampai dengan pengeluarannya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu buat kita 😀 agak aneh gak sih kalau Ayah ngebahas masalah ini! 

Sumber : Majalah Nikah

papapz

Kang Ian a.k.a Papap. Sudah lama jadi blogger, ingin jadi parenting blogger tapi selalu sok sibuk. Ujung-ujungnya malah curhat di blog :P

5 Comments

Leave a Reply to papapz Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *