Curhat

curhatCurhat

Tidak ada rumah tangga yang 100% bahagia dan sempurna. Banyak sekali cerita yang berbeda dalam setiap rumah tangga. Berbagai konflik silih berganti. Namun setiap orang memiliki cara dan solusi untuk mendamaikannya.

Ketika satu masalah terjadi, terkadang semua perasaan berkecamuk dalam hati. Apalagi jika pasangan dan cuek dan enggan berkomunikasi. Sudah tentu kita terkadang mencari pelampiasan dengan mencurahkan segala isi hati.

Ya. Curhat.. memang terkadang menjadi sebuah solusi alternatif untuk mencoba menumpahkan keresahan dan kegelisahan dalam hati. Curhat pada sahabat.. Curhat pada saudara kandung.. Curhat pada Ustadz.. Curhat sama pimpinan. Yah, curhat sah-sah saja koq asal kita tidak membuka seluruh masalah dengan gamblang seperti ketika kita melepas semua baju ketika akan mandi. Hmmm..

Curhat memang terkadang bisa menjadi solusi jika orang yang dicurhati seorang yang amanah, berpengalaman dan mengetahui bagaimana solusi yang terbaik, tidak memihak salah satunya dan tentunya bijak dalam memberikan arahan atau kritikan.

Tapi kebanyakan curhat juga malah menjadi bumerang ke depannya, bisa saja orang yang dicurhati seringnya tidak amanah, ember dan malah bocorin masalah rumah tangga kita sama semua orang, tidak netral dan malah tidak bijak ketika memberikan saran dan solusi. Waduh.. ketika hal itu terjadi, yang ada nyesel deh udah curhat dan kata-kata yang sudah keluar dari mulut kita pun tidak bisa kita tarik lagi.

Hati-hati ketika akan curhat. Lebih baik sebelum curhat sama manusia..curhat dulu deh sama Allah yang Maha Kuasa baru setelah itu kita cari solusi secara nyata. Memang kita tidak bisa membohongi diri kita ketika kita tidak suka pada pasangan kita. Tapi apalah daya.. dia yang telah kita pilih untuk menjadi teman dalam hidup kita. Mau ngeluh dan balik lagi? Gak bisa kan.. Lebih baik yuk cari solusi dan gapai kehidupan rumah tangga penuh hamoni.

Bisa?

gambar: http://www.hidupkatolik.com/foto/bank/images/kkel-curhat-hidup-katolik.jpg

2 Hal Pemicu Konflik Dalam Rumah Tangga

konflik rumah tangga

konflik rumah tanggaKonflik di dalam rumah tangga muncul akibat berbagai macam masalah yang terjadi diantara pasutri. Masalah-masalah di dalam rumah tangga yang bisa memicu konflik biasanya terjadi akibat adanya ketidak seimbangan di dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang sifatnya urgent. Dan apabila kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi, seringnya penyikapan dari salah satu pasangan akan selalu berujung negatif, sehingga akan menciptakan sebuah konflik di dalam kehidupan rumah tangganya.

Berikut ini 2 hal pemicu konflik dalam rumah tangga, diantaranya adalah:

1. Masalah Finansial atau Keuangan keluarga

Menurut saya masalah pemicu konflik yang paling besar yang umumnya melanda pada pasangan suami istri dalam kehidupan rumah tangganya adalah masalah finansial atau keuangan keluarga. Suami pengangguran atau di PHK, suami memiliki gaji kecil sehingga tidak bisa memenuhi semua kebutuhan keluarganya, memiliki banyak hutang yang sudah lama belum bisa terbayar,  gaji istri lebih besar daripada suami, dan masalah-masalah lainnya yang menyangkut dalam hal keuangan inilah sumber pemicu konflik pertama yang menjadikan ketegangan diantara pasangan suami istri.

Pasangan suami istri yang tidak siap dengan kondisi seperti ini biasanya akan selalu bertengkar dan saling menyalahkan, mungkin bisa jadi akan berujung kepada perceraian, atau salah satu dari pasangan kabur dari rumah dan meninggalkan keluarganya begitu saja.

Beberapa solusi dari masalah ini diantaranya adalah:

  • Hal yang harus diperhatikan para pria sebelum menikah adalah memantapkan kondisi finansial terlebih dulu. Ini bukan berarti kita harus memiliki semuanya, tapi dengan kesiapan kondisi keuangan akan memudahkan kita dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang notabene sangat membutuhkan banyak sekali pengeluaran uang.
  • Hendaknya Anda sudah bekerja atau memiliki penghasilan sendiri sebelum menikah.
  • Hendaknya suami bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang ada apabila suatu saat dirinya di PHK dari pekerjaaanya. Menabung untuk membangun bisnis sendiri adalah solusi pertama yang bisa dicoba. Tidak mungkin kan kita sampai tua bekerja terus menjadi karyawan?
  • Hendaknya suami terus berusaha walau bagaimanapun hasilnya untuk selalu bekerja dan menghasilkan uang. Ini adalah untuk menutup pintu fitnah dari bahaya laten suami pengangguran alias benalu dalam keluarga.
  • Peran istri sangat mendukung dalam masalah ini. Apabila mengetahui kondisi suami yang baru saja di PHK atau usaha yang sedang dirintisnya mengalami kebangkrutan, jangan sekali-kali bersikap antipati dan mencibirnya. Berusahalah sabar dan menerima keadaan, teruslah menyemangati suami agar tetap berusaha dan mencari pekerjaan atau menumbuhkan kembali semangat wirausahanya. Biasanya konflik terjadi akibat istri yang terlalu menuntut dan tidak sabar dalam menghadapi kondisi suaminya, mungkin berbeda halnya apabila suami memang cuek dan tidak mau berusaha dengan keras untuk bekerja.

2. Masalah S*ksual dan Keturunan

Masalah kedua yang bisa menjadi pemicu prahara dalam rumah tangga adalah ketika salah satu pasangan tidak bisa atau kurang dalam memenuhi kebutuhan s*ksualnya. Jangan pernah menganggap remeh masalah ini. Banyak sekali konflik yang terjadi akibat masalah ini. Suami yang impoten, suami atau istri yang mandul, suami yang terkena ejakulasi dini dan tidak bisa lama dalam memuaskan istrinya, atau sebaliknya istrinya yang hyper s*x dan selalu merasa kurang, dan masih banyak masalah s*x lainya yang bisa menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga.

Efek dari masalah ini adalah terjadinya perselingkuhan, mencari kepuasan dengan “jajan” di luar, pisah ranjang hingga perceraian. Saya rasa masalah ini tidak memandang kaya dan miskin, ketika salah satu pasangan tidak bisa memberikan kepuasan sebagaimana mestinya maka dipastikan akan terjadi perang dingin dalam rumah tangga. Untuk itulah sekali lagi jangan pernah menganggap remeh masalah ini.

Beberapa solusi dari masalah ini diantara adalah:

  • Menjalin komunikasi yang baik diantara suami istri. Jangan selalu memendam kekecewaan dalam hati. Kemukakanlah kekurangan Anda kepada pasangan. Apakah itu suami yang ejakulasi dini, atau istri yang selalu belum mencapai orgasme ketika berhubungan dan yang lainnya. Intinya jangan malu untuk terus terang dengan pasangan anda. Mungkin anda ingin mencoba variasi se*s gaya baru, maka utarakanlah hal itu terhadap pasangan anda. Selama itu aman dan dalam konteks yang diperbolehkan kesehatan dan agama, maka silakan untuk mengondisikannya dengan pasangan anda.
  • Konsultasikan dengan dokter pribadi Anda, khususnya kepada dokter yang menangani masalah kelamin. Mungkin dokter akan memberikan solusi dan obatnya apabila memang itu sebuah penyakit yang disembuhkan. Jangan khawatir, setiap penyakit itu ada obatnya.
  • Untuk masalah pasangan yang sudah lama belum diberikan keturunan. Saya rasa ini hanya masalah waktu saja. Tidak ada yang menjamin bahwa seseorang tidak akan mempunyai anak. Sebagai muslim tentunya kita percaya bahwa ada Allah yang menentukan segalanya. Jadi saya sarankan untuk selalu berdo’a dan berusaha.

Mungkin cukup dua masalah saja yang akan saya angkat dalam postingan kali ini. Dua pokok masalah ini memang seakan menjadi momok yang menakutkan bagi pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangganya. Tapi jangan khawatir, jika anda bisa menghadapinya dengan bijak, maka ketakutan itu tidak akan terjadi.

Semoga bermanfaat ^^

NB: Mohon maaf ada kata-kata yang sensor 😀

Bertengkar Bukanlah Solusi

bertengkar bukan solusiSifat ego dan emosional memang pasti ada di diri setiap orang, yang membedakan adalah kontrol diri seseorang berbeda dengan yang lainnya. Begitu juga dengan pasangan suami istri, ketika sifat ego dan emosional ini dimunculkan dalam diri setiap pasangan, maka sudah pasti yang akan terjadi hanyalah pertengkaran dan perselisihan.

Memang tidak enak jika sedang bertengkar dengan pasangan, hawanya pasti pengen marah-marah dan membanting sesuatu hehe. Saya menyadari bahwa saya pun tak terlepas dari kedua sifat jelek ini. Bahkan dulu ketika saya masih kecil dan sampai menjelang ABG yang sedang labil-labilnya saya masih sering ngamuk-ngamuk jika keinginan saya tidak terpenuhi 😀

Continue reading “Bertengkar Bukanlah Solusi”