Istri Cerewet dan Suami Pendiam

Menikah, berarti berkonsekwensi untuk menerima apapun kondisi pasangan kita. Karena kita sudah memilih dia untuk menjadi istri atau suami kita. Bener gak friends? So.. jangan nyesel di kemudian hari dan terus bilang “kayanya gue salah pilih pasangan dech..what? Kenapa baru sekarang-sekarang ya bilangnya? Setelah bertahun-tahun hidup bareng bahkan udah punya anak lebih dari satu.

Mungkin blog ini hanya curhatan seorang cowok berusia 30 tahun, punya anak 3 yang masih kecil-kecil dan seringkali ikutan rempong kaya emak-emak. Tapi papap akan berusaha objektif dalam menulis.. ini hanya tentang suami dan istri ya^^

Ok, sebenarnya papap gak mengidentifikasikan diri sebagai seorang laki-laki pendiam. Dulu sih iya, minder, kuper, pendiam dan gak gaul gitu dech. Tapi setelah nikah sama mamam, papap jadi ikut-ikutan suka banyak omong. Papap juga gak bilang mamam istri yang cerewet. Konotasi cerewet dan bawel koq kesannya nyebelin banget ya? hehe. Padahal kan suami aja yang kadang merasa gak nyaman dengan cerewetnya istri. Mungkin bagi kaum hawa, ya..para istri. Cerewet adalah sebuah hal yang sangat identik, dan seolah-olah menjadi karakter yang harus ada pada setiap jiwa seorang istri dan juga ibu.

Sebenarnya ada hikmah yang terpendam dibalik cerewetnya seorang istri. Biasanya istri yang cerewet itu termasuk tipe cewek yang blak-blakan, spontanitas dan jujur wkwk. Ya iyalah.. istri yang cerewet gak mungkin menunda untuk waktu yang tidak ditentukan jika menemukan sesuatu hal yang tidak cocok dengan pikiran dan keinginannya. Dia pasti akan langsung ngomong bla..bla..bla..panjang lebar dan maksa suami buat dengerin tuh semua omongannya. Ya curhat, ya ngomel, ya ngomentarin sesuatu, sampai ngegosipin tetangga juga suami harus ikut dengerin. Duh..!

Tapi yang jadi masalah, adalah ketika suami gak mood untuk nanggepin. Mending kalau suaminya tipe pendiam dan menenangkan. Kalau sama-sama lagi crash? itu bisa jadi cek cok bahkan mungkin sambil olahraga lempar piring di dapur xixi. Pengalaman yaa pap? Iya, tapi gak pake lempar piring..paling lempar bantal 😛

Mengubah karakter istri yang cerewet itu agak susah. Kalau sudah bawaan biasanya ya gak akan 100% gitu berubah.. mungkin bisa jadi pas diceramahin ustadz/ustadzah, si istri iya iya ho oh.. sambil manggut-manggut tapi pas balik ke rumah kumat lagi cerewetnya xixi.

So..kudu gimana atuh kalau punya istri yang cerewet dan bawel? solusinya simpel aja. Jadilah suami yang bisa menjadi menenangkan hati sang istri. Ok, jika istri lagi cerewet di akhir bulan.. mulailah kasih jurus kata-kata “jika gajian nanti, mamah mau dibeliin apa?” kalau gak mempan juga. Terpaksa kasbon dulu dah biar diem xixi. Tega banget si pap..emang sematre itu kah seorang istri? Yaa.. memang ada ya tipe istri yang kaya gitu? dan manusiawi kali yah..kalau lagi gak ada fulus hidup ini kayanya pengen uring-uringan terus.. bawaaanya nafsu aja deh hehe.

Nah, tapi kalau istri tipenya penyabar ya alhamdulillah deh. Paling nanti ngedumel dalam hati aja dan siap-siap malamnya nanti tidur di ruang tamu wkwk.

Intinya ni friends.. cerewet itu gak bakalan lepas dari fitrah seorang wanita. Jika masih dalam taraf wajar-wajar saja maka hiburlah hatimu wahai para suami bahwa istri kita itu masih ada buat kita, masih perhatian, ingin kita lebih baik lagi dan berbagai macam itikad baik istri terhadap kita. Daripada ni ya istri diam-diam gitu tapi nikam dari belakang? Repot juga kan. Lebih baik istri terus terang deh mengkomunikasikan apa pun dengan suami.

Dan ingat..suami pun harus ikhlas dan ridho dengan segala macam omongan, omelan, curhat dan segala macam bentuk apapun itu. Kalau misal istri ngingetin, negur, ngritik ya terima aja jika bener. Tapi kalau gak bener ya diingatkan dengan baik. Susah sih ya cewek kan terbuatnya dari tulang rusuk. Kalau tulang rusuk kambing mah enak..kalau perempuan kan beda. Didiemin bengkok terus..di paksa dilurusin malah patah.

Sangat..sangat..harus ekstra sabar dengan ibunya anak-anak. Ya Allah berikanlah kesabaran pada hamba-Mu ini. aamiin

Tips Ketika Bertengkar Dengan Istri

ketika bertengkar dengan istri

Pertengkaran dengan istri seringkali terjadi dengan banyak sebab. Dan ketika marah istri pun terkadang bisa juga seperti singa buas yang siap menerkam hehe. Jangan salah lho.. apalagi jika istri kita memiliki karakter keras. Sepertinya istri tidak akan takut menghadapi suami yang dipikirnya ngeyel. Istri pasti akan mengeluarkan sejuta omelan yang terkadang membuat kuping sang suami panas dan juga memicu emosi untuk bertengkar dengan istri.

Nah, ketika situasi seperti ini.. seorang suami dituntut untuk menjadi seorang yang pandai membawa dirinya. Memang terkadang ego suami pun tinggi dan tidak ingin direndahkan istri dan biasanya di awal-awal pernikahan akan sulit seorang suami mengalah dan ingin juga menang sendiri.

ketika bertengkar dengan istri

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan suami ketika dia sedang bertengkar dengan istrinya, yuk simak:

1. Bersabar. Hmm.. sabar memang selalu mendatangkan kebaikan. Tapi sabar disini bukan berarti diam aja. Mau tidak mau suami juga harus memiliki wibawa. Terkadang ketika bersalah, suami juga tak ingin diomeli begitu saja. Dan ini langkah pertama, diharapkan dengan bersabar dan berusaha menyikapi dengan kepala dingin suami akan terhindar untuk juga bersikap sama bahkan akan lebih ekstrim terhadap istrinya.

2. Berusaha menenangkan istri dan tidak meladeni sedikitpun ocehannya. Seperti yang dikatakan di awal, dibalik kelemahan dan kelembutan seorang istri jangan sangka tidak ada kekuatan padanya. Ketika tertekan dan bebannya sudah tak sanggup lagi dia pikul, maka dia akan segera seperti gunung merapi yang siap meletus dan mengeluarkan laharnya. Hii serem kan hehe.

3. Kalau kesalahan itu memang asalnya dari diri seorang suami. Maka lebih baik suami yang meminta maaf terlebih dulu. Mungkin sering suami datang terlambat, atau di hari libur pun seperti saya harus tetap masuk untuk rapat dan pekerjaan lain. Nah, biasanya istri tertekan karena harus mengurus si kecil sendirian sementara orang lain libur bersama keluarganya.

4. Terkadang sikap istri juga menjengkelkan, cerewet, sukanya nyuruh-nyuruh dan gak mau ngertiin suami. Kalau udah kaya gini sebenarnya wajar juga kalau suami ngeluh berharap istri juga bisa mengerti suami. Nah, disini saya berharap agar para istri juga introspeksi bahwa bukan suami saja yang banyak kekurangannya tapi istri juga sama saja jadi gak usahlah istri terlalu cerewet apalagi di saat suami lelah dan stress dengan pekerjaannya. Itu hanya akan memicu pertengkaran aja.

4. Menasihati istri agar dia sadar dan gak usah memicu pertengkaran. Malu kan sama tetangga kalau sampai ketahuan sering bertengkar? Kalau dia semakin menjadi dan histeris, biasanya ada barang yang dilempar atau memukul-mukul suami. Maka ada dua alternatif. Pertama ketika dia menyuruh kita pergi, maka lebih baik pergi saja dulu menjauhi istri sampai keadaan istri tenang. Tapi ingat loh jangan pergi ke rumah janda wkwk. Kedua. Ladeni saja istri sebisanya, bantah dan kemukakan argumen walau saya pikir itu percuma apalagi istri sedang emosi tingkat tinggi. Jangan biarkan kita kalah, kalau dia berusaha memukul diamkan biar dia pukul kita atau kalau sudah merasa sakit, pegang tangannya kuat-kuat lalu tenangkan sebisanya biasanya istri akan masih histeris dan bilang pada kita ” papa jahat.. bla..bla…” sambil nangis-nangis. Nah peluklah istri kita dan tenangkan seperti layaknya menenangkan anak yang lagi nangis. Usap kepalanya dan ajak dia tidur di kasur atau duduk di kursi untuk menenangkan dirinya. Biasanya istri akan masih merajuk tapi dijamin marahnya akan reda karena biasanya masalah pemicu pertengkaran hanya sepele dan sudah pasti istri butuh kita kecuali kalau suami sudah terbukti salah misal ketahuan selingkuh wkwk kalau gitu mending kabur aja deh atau langsung menyerahkan diri ke pihak yang berwajib hehe.

6. Setelah pertengkaran selesai. Dan sudah pasti bikin lelah. Minumlah segelas air putih. Selanjutnya langsung minta maaf ke istri dan menasihati istri dengan baik. Terus motivasi istri agar dia menjadi istri yang baik dan solehah. Masalah sudah pasti ada namun pertengkaran buknlanlah jalan satu-satunya.

Yuk jadi pasangan yang harmonis. Suami istri yang kompak dan selalu rukun.. terbukalah selalu dan dekatkan komunikasi. Insya allah keluarga akan tetap utuh. Aamiin.