Be The Best Father

Terkadang di satu titik saya seringkali merasa lelah dengan berbagai macam aktivitas harian. Bangun pagi, beres-beres rumah, kadang siaran pagi, nganter istri ke sekolah (ngajar), ngurusin anak-anak, nganterin arfa ke TK, lalu berangkat kerja. Setelah 8 jam di kantor, pulang kembali sibuk ngurus rumah dan anak-anak. Mandiin, nyuapin, nyebokin, sampai ngelonin anak-anak hingga mereka lelap tertidur.

Hai guys, saya ayah dengan 3 anak yang masih kecil-kecil dan saya mandiri tanpa bantuan ortu atau mertua. Ada baby sitter yang bantu setengah hari dan selebihnya saya dan istri yang harus turun tangan. Memang terkadang di satu sisi dirasa lebay jika harus mengeluh. Tapi apa mau dikata semua ini harus saya jalani demi terciptanya keutuhan rumah tangga dan stabilitas pemerintahan skup terkecil di rumah ini. hehe.

together

Menjadi ayah yang baik memang gampang-gampang susah. Sebenarnya saya lebih banyak belajar dari pengalaman daripada membaca buku atau artikel parenting di majalah dan internet. Terkadang saya tidak punya waktu untuk membaca, makanya seringkali saya stuck dan tidak bisa menorehkan kata-kata. Hehe klise.

Alhamdulillah sampai saat ini anak-anak sangat dekat dengan saya, ayahnya. Walau tidak dipungkiri ibu mereka memiliki kedekatan emosional juga karena mereka tumbuh dan besar di perut ibunya, dan setelah lahir pun disusui dan banyak bersama dengan ibunya walau dalam satu kondisi ibunya harus keluar rumah untuk mengajar di sekolah.

Well, saya sih sebenarnya belum pantas mendeklarasikan diri menjadi seorang ayah yang super baik. Kalau mau dinilai mungkin saya akan menilai diri saya dengan nilai 7/10. Lumayan lah karena terkadang saya suka emosian juga sama anak, suka marah-marah kalau pikiran lagi sumpek apalagi ditambah kalau sedang ada masalah dengan istri. Anak seringkali menjadi pelampiasan.

Saya juga terkadang lepas kontrol dan suka bertindak keras sama anak. Tapi jujur saya akui setelah itu saya menyesal dan saya selalu menangis setelahnya. Saya selalu bertanya mengapa saya bisa begitu? Apakah karena dulu saya juga pernah diperlakukan yang sama oleh Ayah saya? Saya seringkali mencoba bersabar walau kadang di satu titik saya lepas kontrol dan berlaku tidak baik di depan anak-anak.

Memang sih anak-anak selama ini walau suka saya marahin, dibentak atau dikasarin mereka tidak akan lama pasti akan kembali dekat dan tergantung dengan saya. Saya sih selalu mencoba untuk berusaha bersabar dan terus bersabar. Namanya anak-anak pasti ada aja kerjaannya yang bisa bikin orang tuanya mengkel. Rumah gak bisa rapi dalam satu jam, ompol kadang dimana-mana, sampah bekas makan, jajan makanan ringan berceceran, jemuran baju yang sudah kering juga teronggok di sudut kasur, apalagi mau nyetrika hehe.. setumpuk baju yang menunggu disetrika pun tak terjamah.

Menjadi seorang ayah yang baik memang sebuah keharusan, tapi tentunya kita memiliki cara sendiri untuk bisa menjadi baik dimata anak-anak. Kadang saya tidak menyangka, dalam kurun waktu 6 tahun menikah sudah dianugerahi 3 anak. Betapa repotnya, apalagi istri bekerja.. Saya hanya bisa berharap semoga saya selalu sehat dan dijaga oleh Allah dan agar anak-anak juga tetap sayang sama saya dan tetap menjadikan saya sebagai ayah yang terbaik untuk mereka.

Maafkan papap nak, belum bisa memberikan yang terbaik untuk kalian.. ^^

Tak Terbayang Menjadi Ayah

tak menyangka menjadi ayah

Waktu begitu cepat bergulir ya friends.. Sekarang usia papap udah 30 lho! Tapi masih aja ngerasa  ABG.. atau kalau dilihat-lihat (dari tugu monas :D) masih cocok lah jadi anak kuliahan gitu  ^^ Sebenarnya kalau dilihat dari muka, asli lho masih banyak temen papap yang mukanya jauh lebih tua daripada usianya. Alhamdulillah banget ya, papap kebalikannya…selalu masih merasa muda wkwk.

Papap dulu nikah di usia 24 tahun. Sebenarnya gak muda-muda banget dan gak juga terlalu ketuaan ketika ngebet banget pengen nikah. Hmm..kalau dipikir-pikir dulu papap kejebak juga sih dengan mindset “nikah itu indah” walau ternyata memang indah, tapi banyak juga sih kelabunya, hehe.

Yah..tapi setidaknya kalau dulu waktu masih jomblo malam minggu papap itu selalu kelabu. Sekarang malam minggu papap gak terlalu kelabu banget, tapi ada warna warninya sedikit. Itu juga kalau lagi duit xixi.

Papap gak kebayang lho, di usia 30 tahun, di usia pernikahan yang baru 6 tahun saja, papap sudah diamanahi 3 anak. 2 cowok, 1 cewek. Wih alhamdulillah dah lengkap dong tuh yaa.. gak rencana nambah pap? Masya Allah pengennya sih punya anak buanyaak… tapi sebenarnya pengen stop dulu. Pengen nafas dulu deh.. pengen nyantai dulu hehe..walau rezeki anak kan gak boleh ditolak ya. Tuh masih banyak koq temen papap yang belum punya anak.. kasian bahkan sampai rela keluar uang puluhan juta buat hanya pengen punya anak.

Di usia 5 bulan pernikahan, mamam istri papap, hamil anak pertama, Arfa. Alhamdulillah walau sempat ‘kosong’ 5 bulan tapi akhirnya bisa hamil juga. Yang kedua nyusul ketika Arfa usia 18 bulan. Mamam ‘ngisi’ lagi anak yang kedua, Hanaan. Dan terakhir Raihanah nyusul ketika mamam kuliah di Malang. Heran juga sih padahal LDR tapi bisa ‘jadi’ juga xixi. Qodarullah, sudah takdirnya kali ya ^^

Nah jadilah cerita jomblo di blognya papap dulu kini berubah dengan cerita tentang Ayah yang sok gaul ini di papapz.com. Jujur aja papap masih merasa malas untuk nulis lagi, entah kenapa friends. Papap koq merasa sangat lelah dengan segala bentuk rutinitas, baik di kantor ataupun di rumah bersama mamam dan anak-anak.

Bayangin deh friends, mengasuh 3 anak yang rentang usianya 2 tahun. Arfa sekarang 4 tahun 10 bulan, Hanaan 2.5 tahun, dan Raihanah mau 6 bulan. Mantap terasa deh.. Ini bukannya mau leebay lho ya mungkin masih banyak yang lebih-lebih dari papap bahkan tetangga komplek ni ya ada yang punya anak lebih dari 3, ada yang 9 bahkan 10 atau ada juga yang lebih dari itu kali ya haha.

Memang mengasuh anak itu butuh seni tersendiri lho friends, setiap anak kan memiliki karakter yang unik dan gak sama. Dan memang benar Arfa sama Hanaan aja beda banget karaternya dan cara penanganannya juga beda-beda lho. Arfa itu orangnya seringkali cepat panik, agak emosional, selfish, dan kurang nyaman dengan banyak orang yang tidak dia kenal. Sedangkan Hanaan itu orangnya kalem, supel, sangat komunikatif, dan mandiri. Kalau Raihanah, masih belum terlihat karakternya karena masih bayi , tapi kayanya lebih mirip mamamnya hehe.

ayah super tahu
Dan kenapa saat ini banyak sekali orang yang ngeshare terkait ilmu parenting? Karena memang penting banget lho ilmu tentang mengasuh anak ini. Bukan hanya untuk seorang Ibu, tapi juga untuk seorang Ayah. Saya suka heran jika ada Ayah yang masih cuek dengan masalah mengasuh anak. Ada Ayah yang tugasnya hanya mencari nafkah saja, dan untuk urusan duit mungkin pintar. Tapi untuk urusan mengasuh anaknya nol banget. Bahkan anak-anak jadi gak deket karena Ayahnya sering banget ninggalin anak hanya untuk mencari duit. Ya kalau masalah bekerja mah penting ya friends.. kan memang sudah tugasnya. Tapi masa 7-8 jam bekerja masih kurang juga? Kan ada hak waktu kita juga untuk keluarga. Kasian lho anak-anak yang lebih sering ditinggal Ayahnya itu, seperti kekurangan image seorang Ayah. Hiks..

ortuku sahabatku

Masih inget dulu papap ketika masih kecil lebih sering ditinggal Bapa merantau, perasaan papap hampa gituh yang ada hanya Ibu saja. Makanya gak tahu kenapa sampai sekarang papap gak bisa terlalu dekat dengan Bapa. Dan sebagai penebus kehampaan papap, sekarang setelah menjadi seorang Ayah, papap ingin selalu dekat dengan anak-anak papap. Dan Alhamdulillah 3 anak papap semuanya dekat banget. Yah walaupun tak jarang kena omelan, atau terkadang ketika lost control papap juga suka tak sadar memukul, mencubit dll (jangan ditiru ya friends) tapi fitrah papap sangat sayang sama mereka. Kadang nyesel kalau udah bentak-bentak atau mukul anak, terus papap langsung minta maaf sama mereka sambil ngutarain alasan kenapa papap seperti itu. Jangan sampai ya anak sakit hatinya. Duh..

Nah friends, itu sedikit cerita singkat papap hingga menjadi seorang Ayah..sebenarnya jadi Ayah itu gampang-gampang susah. Kalau seorang cowok nikah terus habis itu punya anak, otomatis kan predikatnya langsung berubah jadi seorang Ayah. Tapi tidak semua Ayah bisa merasakan nikmatnya kebersamaan dengan anak-anak mereka. Yuk para Ayah terus belajar menjadi lebih baik 🙂

Salam papapz.com

Gak Jaman Lagi Doong, Anak Takut Sama Ayah ^^

Sosok Ayah, apalagi di jaman-jamannya saya kecil dulu adalah sosok yang sangat disegani atau mungkin bahkan dengan bahasa lain sedikit “ditakuti”. Entah mengapa sampai sekarang, Saya masih memiliki perasaan segan untuk selalu terbuka dengan Ayah.

Tapi, setelah kini Saya menjadi seorang Ayah, Saya ingin mengubah image Ayah yang disegani dan ditakuti menjadi sosok Ayah yang disenangi dan dirindukan. Bahagia sekali, ketika si Sulung Arfa lahir dan itu adalah tanda perjalanan Saya sebagai seorang Ayah dimulai.

Sekitar tiga setengah tahun yang lalu saya menjadi seorang Ayah, dan kini si bungsu Hanaan putra ke-2 Saya pun mulai menemani keceriaan Saya bersama anak-anak. Memang anak adalah anugerah Tuhan yang tiada terhingga, maka tak heran terkadang permasalahan lama tidak segera mendapatkan anak akan selalu menjadi momok menakutkan bagi setiap pasangan suami istri.

Continue reading “Gak Jaman Lagi Doong, Anak Takut Sama Ayah ^^”

Tips Menjadi Ayah Yang Smart

ayah yang smartMenjadi ayah adalah dambaan setiap pria yang sudah menikah. Namun, apakah semua pria tahu bagaimana menjadi seorang ayah yang baik? Pertama-tama tentunya anda harus membaca postingan saya yang berjudul “Persiapan Menjadi Seorang Ayah“. Nah, setelah anda mempersiapkan semuanya barulah anda kini siap menjadi ayah (tentunya kalau anak anda sudah lahir ya hehe). Menjadi ayah itu menyenangkan loh! Memang terlihat repot apalagi bagi ayah muda seperti saya. Namun, semua kelelahan dan kerepotan itu akan terbayar dengan tumbuh kembang bayi kita. Bayangkan, ketika belum punya anak, apa-apa cuma berdua. Tapi setelah punya baby, semua terasa begitu hidup karena ada aktivitas seru lain yang harus kita lakukan.

Continue reading “Tips Menjadi Ayah Yang Smart”

Bahagianya Menjadi Seorang Ayah

bahagia menjadi seorang ayahSebenarnya saya sudah lama saya gak curhat-curhatan di blog gak kaya waktu bujangan dulu. Maka dari itu, setelah saya kini jadi seorang suami dan ayah saya merasa kangen untuk curcol di blog baru ini. Mumpung formatnya personal blog jadi saya akan banyak menceritakan diri saya sendiri dan keluarga saya tentunya hehe narsis.com.

Hingga saat ini usia pernikahan saya sudah memasuki tahun ke-3, atau tepatnya 2 tahun 3 bulan 16 hari 😀 (coba hitung tanggal pernikahan saya hehe) dan Alhamdulillah kini sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang ganteng, lucu, menggemaskan, sehat, kuat dan cerdas (masya alloh, ngalem anak dewek :D).

Continue reading “Bahagianya Menjadi Seorang Ayah”