Buat Perjanjian Waktu agar Anak Tidak Kecanduan Internet

Hai sobat papap dimana saja berada. Suka merasa pusing gak, jika anak-anak sudah mulai terpapar dan kecanduan internet dan gawai? Kalau iya, sama dong hehe. Fenomena kecanduan internet pada anak-anak kian marak dalam beberapa waktu terakhir lho, apalagi selama pandemi Covid-19. Akibat kecanduan internet, anak-anak jadi malas belajar dan kesehatan, baik fisik maupun mentalnya, ikut terpengaruh.

So.. gimana dong caranya agar anak-anak tidak terus terusan mengakses internet? Padahal mungkin kebanyakan dari mereka hanya mengakses video di youtube atau bermain game online. Nah, salah satu cara untuk mengatasi anak kecanduan internet ialah dengan memberi mereka batasan waktu. Berlakukan batasan waktu bagi anak-anak dalam mengakses internet.

Dalam hal ini, perlu diingat bahwa orang tua atau wali memegang peranan penting dalam mengatasi kecanduan internet anak-anak. Karenanya, mereka diharapkan bisa dengan jelas memberikan batasan waktu bagi anak-anak untuk mengakses internet.

Jadi, sebelum memberikan gawai atau fasilitas mengakses internet sebaiknya orang tua membuat kontrak dengan anak untuk akses penggunaan internet. Misal, boleh akses berapa lama, jika mengakses berlebih sanksinya apa.

Terus cara berikutnya, memberi pengertian kepada anak soal alasan pembatasan penggunaan gawai dan internet. Berikan penjelasan dampak negatif yang didapat saat kecanduan internet, seperti munculnya masalah kesehatan mata, saraf, bahkan alami depresi.

Langkah lain yang bisa dilakukan ialah dengan memberikan anak-anak kegiatan alternatif selain internet. Misalnya, dengan memfasilitasi kegiatan sesuai dengan hobi atau kesukaan anak-anak yang sebisa mungkin tidak menggunakan internet.

Sebagai orang tua kita bisa mengalihkan perhatian anak kepada kegiatan lain yang positif atau bermanfaat. Memang sih ini merupakan tantangan terberat bagi orang tua. Apalagi jika kita juga masih sibuk bekerja. Tapi semoga sobat papap semuanya tetap semangat ya dalam membimbing anak-anak, apapun kondisinya. Salam ^^

Credit
Sumber tulisan: https://republika.co.id/berita/qiugb7414/atasi-anak-kecanduan-internet-dengan-buat-perjanjian-waktu
Sumber gambar: https://newsmedia.co.id/cp-pub/uploads/images/post/2018/06/internet.jpg

5 jam main hape

anak main hape

Oke.. Akhirnya aku menulis lagi. Kadang jadi Ayah cape juga! Apalagi dengan 3 anak yang masih kecil-kecil. Malah sebentar lagi anakku insya Allah akan nambah 1 lagi. Banyak temenku yang takjub.. Karena ada diantara mereka yang hanya baru 1 atau paling enggak 2 anak.. Atau bahkan mungkin juga ada yang belum punya anak. Opps masya Allah sih..Alhamdulillah.. Anak kan rezeki juga iya kan? Satu sisi rezeki..satu sisi amanah yang nantinya pasti akan dipertanggungjawabkan juga :'(

O ya, sehari-hari.. Ketika aku dan istriku bekerja. Aku dibantu oleh seorang pengasuh yang udah bantuin aku semenjak anak pertamaku lahir.. Sekitar 6 tahun. Tapi sekarang Arfa dah SD kelas 1 jadi udah gak diasuh lagi karena sekolah dari pagi sampai sore. Kalau Hanaan, sekolah TK sampai setengah 11 jadi paling bareng pengasuh setelah pulang sekolah aja. Yang terakhir Hana, karena masih berusia 2 tahun jadi otomatis yang paling banyak berinteraksi dengan pengasuh.

Kebetulan hari ini Sabtu, aku ada kegiatan undangan dari Kepolisian di convention hall sebuah hotel di Kota Cirebon. Istriku pergi ke sekolah untuk ngajar dan menunggu siangnya aku jemput pasca kegiatanku selesai.

Sebenarnya, anak-anakku sehari-hari udah gak berani bermain hape di rumah. Kalau dulu iyaa.. Kadang aku gak bisa control dan kadang kalah dengan rengekan anak-anak saat ingin bermain hape.

Kebetulan hari Sabtu Arfa dan Hanaan sekolahnya libur. Pagi tadi.. Arfa duluan yang ngerengek minta main hape.. Aku kasih waktu itu..dan aku kasih waktu sampai selesai sarapan. Tapi salahnya waktu itu aku lupa ambil saat aku buru-buru mau berangkat ke acara di hotel.

Pas acara di hotel aku juga lupa gak tanya ke pengasuh, anak-anak ngapain aja..rupanya setelah aku berangkat anak-anak lanjut main hapenya. Entah nonton berapa judul film doraemon di Youtube ditambah juga main game. Yang pastinya pengasuh bilang dari jam 9 mereka main hape sampai aku pulang..itu dua anak masih asyik liatin hape sambil dicas.. Duuh bahaya banget siih!

Istriku langsung maraah dong! Selama ini istriku sangat tidak suka jika anak-anak kecanduan hape..entah itu nonton atau juga main game. Anak-anak hanya terdiam sambil terlihat saling menyalahkan dan merasa bersalah.

Pantas sih istriku marah besar.. Aku juga merasa bersalah dan kecewa banget sama anak-anak karena 5 jam mereka betah liat hape! Aku gak bisa nyalahin juga pengasuh anak-anak..karena sudah pasti pengasuhku kalah sama anak-anak dan dia kerepotan buat kontrol 3 anak sekaligus apalagi dengan keinginan yang berbeda-beda.

Akhirnya dengan penuh kesal aku suruh anak-anakku tidur siang dengan mengultimatum anak-anak dengan tidak akan memberikan kesempatan untuk bermain hape lagi!

Oke guys.. Punya pengalaman yang sama gak sih ngadepin anak saat mereka kecanduan hape/gadget. Intinya jangan pernah berikan kesempatan kepada mereka untuk bermain hape. Kadang banyak orang tua yang tidak ingin repot ketika anak merengek atau tantrum. Banyak orang tua yang ingin anaknya anteng dengan hanya memberikan mereka hape.

Tapi mau sampai kapan? Aku juga setuju.. Berlama-lama bermain hape tidak bagus buat fisik dan psikis anak.. Aku berniat akan lebih kontrol dengan anak-anak dan tidak akan memberikan hape lagi!

Tips Menghentikan Kecanduan Si Kecil pada Gadget

tips-kecanduan-gadget

Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Salah satunya dalam hal gadget. Sedianya pemakaian gadget memang bukan untuk si kecil. Dan seharusnya pula, orangtua senantiasa bijak dalam mengenalkan gadget pada putra putrinya.

Menurut Saya, mengenalkan gadget pada si kecil sama dengan menciptakan masalah baru baik bagi Anda para orang tua terlebih bagi anak Anda.

Bagaimana tidak, banyak anak yang dikenalkan dengan gadget sejak dini sehingga akhirnya anak menjadi kecanduan dan tidak bisa mudah lepas begitu saja. Bermain game, menonton video dan berbagai aktivitas online atau offline lainnya bersama gadget.

Kalau anak sudah kecanduan, lalu orang tua pun akhirnya banyak yang mengeluh dan dengan terpaksa membiarkan anak dalam kecanduannya tanpa solusi.

Saya punya tips untuk Anda para orang tua yang saat ini mungkin sudah terbuka pikirannya dan terketuk hatinya untuk mengembalikan si kecil pada fitrahnya ^^. Anda tak mau bukan anak Anda akan terkena semua dampak negatif kecanduan gadget, baik dari sisi kesehatan, psikologi, hilangnya fase emas si kecil, dan berbagai efek negatif lainnya.

Yuk cek tips menghentikan kecanduan gadget pada si kecil ala papapz.com

1. Istilah mencegah lebih baik dari mengobati memang sangatlah pas diaplikasikan oleh para orang tua. Mencegah si kecil kecanduan gagdet lebih mudah daripada mengobati si kecil yang sudah terlanjur kecanduan. Jadi, jangan pernah coba-coba mengenalkan gadget pada anak Anda dengan berbagai alasan apa pun. Apalagi si kecil dalam masa pra sekolah dan lebih banyak beraktifitas di dalam rumah. Biasanya nih, banyak orang tua yang tak mau repot dan direpotkan oleh anak-anak mereka. Jadi mending anteng berjam-jam deh sambil mantengin gadget daripada orang tua harus stay terus nemenin anak. Hmm padahal ini pola pikir yang keliru ya..

2. Nah tips pertama memang menjadi sebuah peringatan dan himbauan bagi para orang tua yang belum mengenalkan anak dengan gadget. Lalu bagaimana caranya nih jika Anda sudah terlanjur mengenalkan gadget pada anak dan anak Anda juga sudah mulai kecanduan? Nah hal yang harus dilakukan yaitu:

  • Jangan sekaligus melarang anak bermain gadget. Hal tersebut sama saja seperti Anda mengizinkan anak makan tapi setelah itu Anda larang anak Anda makan, bahkan makanannya Anda ambil atau bahkan Anda buang? Banyak anak yang mengenal gadget karena dikenalkan oleh orang tuanya. Jadi jangan harap Anda bisa bersikap otoriter setelah Anda salah langkah mengenalkannya pada sesuatu yang anak anggap sebuah hal yang lumrah. Jadi kembali ke point pertama ya ^^
  • Jika anak belum mengerti berkomunikasi dua arah, semisal anak usia 2-3 tahun (parah banget ya anak dua tahun jika sudah dikenalkan gadget hehe) maka hal yang bisa orang tua lakukan adalah senantiasa mengalihkan perhatian si anak kepada hal-hal lain selain gadget. Inti dari semua permasalahan perhatian anak tertuju pada gadget sampai dengan kecanduan adalah selain orang tua yang memang sengaja mengenalkan dan bahkan sampai ada yang memfasilitasinya, juga karena orang tua yang sibuk, ayah dan ibu sama-sama bekerja, bahkan karena orang tua di rumah juga sibuk dengan gadgetnya masing-masing hehe. Padahal ya jaman dulu kita para orang tua belum mengenal gadget seperti jaman sekarang lho! Saya dulu mengenal nintendo yang gamenya jaman mario bross itu waktu Saya sudah di SD dan itu juga nebeng di tetangga 😀 apalagi HP, dulu megang HP pas udah kerja aja sekitar usia 19 tahunan gitu lah ^^. Nah jadi, ajak si kecil bermain dengan mainannya (jangan nemenin maen gadget ya :D) bisa main mobil-mobilan, puzzle dll. Atau ajak si kecil ke luar rumah, intinya selalu temani aktivitas si kecil jangan sampai dia bengong dan jadi ingat lagi sama gadgetnya. Pokoknya mending orang tua yang pegel ngeladenin anak ini dan itu daripada anteng berjam-jam dengan gadgetnya.
  • Untuk anak yang sudah bisa diajak berkomunikasi, semisal anak usia sekolah TK (4 tahun ke atas), maka kita bisa kita terapkan sistem jadwal bermain gadget. Misal boleh main gadget 30 menit – 1 jam sehari, nah atur waktunya kapan saja. Kalau anak sudah mengerti komunikasi dua arah, biasanya dia akan nurut. Memang di awal akan agak susah, tapi selalu terus beri support bahkan mungkin di awal terapi anak bisa saja dikasih hadiah mainan favorit atau makanan kesukaannya. Mau tidak mau, memang anak di jaman sekarang akan susah lepas begitu saja dengan gadget apalagi jika melihat teman-temannya juga sama seperti itu. Minimal dengan sistem jadwal bermain gadget kita bisa mengontrol waktu si kecil. Kapan dia harus sekolah, belajar, makan, mandi, berkumpul dengan orang tuanya, atau bermain (bukan bermain gadget :D) dengan temannya.
  • Sebenarnya, bisa saja orang tua menterapi anak untuk benar-benar lepas bermain gadget. Misal dengan memberikan edukasi pada anak bahwa banyak bermain gadget akan membuat tubuhnya tidak sehat, mata sakit atau bikin kepala pusing. Saya yakin sudah banyak penelitian tentang bahayanya terlalu banyak bermain gadget. Dan tidak bermaksud menakut-nakuti si kecil saja ya tapi selanjutnya orang tua juga harus berusaha mencontohkan bahwa Anda juga harus bijak dalam menggunakan gadget di rumah. Jadi orang tua juga sebisa mungkin jika memang diperlukan membalas chat pimpinan kantor, mengirim email atau pekerjaan kantor lainnya dengan gadget Anda maka sebisa mungkin jangan melakukannya di depan anak Anda. Tapi mintalah izin pada anak bahwa Ayah ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan Ibu yang akan menggantikannya untuk menemani anak Anda bermain.
  • Terapi lainnya adalah berikan anak kita kesibukan yang bisa mengalihkannya untuk bermain gadget. Apalagi anak Anda sudah bersekolah, jadi sebenarnya tidak banyak waktu yang kosong ketika berada di rumah, karena dia juga harus belajar atau mengerjakan pe-er sekolahnya. Mungkin kita bisa menawarkan kursus berenang, sepakbola atau olaharga lain yang si kecil suka. Atau bagi para Ibu mungkin bisa mengajak si kecil memasak atau membuat kue. Atau seperti Arfa, anak Saya yang pertama sekarang sedang senang sama buku cerita bergambar. Sekarang alhamdulillah Arfa sudah berhenti bermain gadget dan tidak tertarik lagi untuk memainkannya.

Nah, pada Intinya jangan biarkan sedetik pun perhatian si kecil terhadap gadget. Jika ada sesuatu hal yang menarik perhatiannya dan dia pun senang melakukannya, maka bukan tidak mungkin si kecil akan melepaskan begitu saja gadget yang selama ini dia selalu bermain dengannya. Sekali lagi, fitrah anak-anak itu adalah bermain dan saat ini terjadi pergeseran makna bermain dengan hadirnya gadget. Jadi mari kembalikan fitrah si kecil kepada bermain dalam makna sebenarnya, semisal kaya dulu tuh main hujan-hujanan, main pasir, main sepeda, main petak umpet dan lain-lainnya hehe.

Sebenarnya mungkin masih banyak tips yang lain. Tapi secara garis besar Saya sampaikan bahwa kecanduan gadget pada anak sebenarnya bisa disembuhkan, yang penting ada kemauan keras dari orang tua untuk menyelamatkan si kecil dari kecanduan gadget dan sikap konsisten orang tua untuk mendampingi si kecil, menemaninya bermain, dan mencukupi semua kebutuhan si kecil sehingga si kecil merasa nyaman tanpa gadget.

Jika ada hal yang lainnya, mungkin Anda bisa berbagi dengan Saya dan kita akan mendiskusikannya.

Salam 🙂

Papap.. Inilah Yang Harus Diperhatikan Agar Si Kecil Tidak Kecanduan Gadget!

anak dan gadget

Anak kecil bisa saja kecanduan untuk memainkan gadget. Salah satunya adalah smartphone android yang lagi trend saat ini.

Smartphone android adalah salah satu produk kecanggihan teknologi yang sudah banyak dipakai orang saat ini. Banyak aplikasi dan game yang bisa dijejalkan di dalamnya apalagi jika smartphone tersebut memiliki spek yang cukup tinggi.

Anak-anak memang terlahir dengan sangat polos. Kecerdasannya akan berkembang seiring waktu atau bisa juga dirangsang dengan stimulasi untuk mempercepat perkembangan kecerdasan otaknya.

anak dan gadget

Kalau dulu banyak orang tua yang memberikan mainan-mainan yang sifatnya edukatif dan juga program-program atau game komputer yang sifatnya memberikan pendidikan dengan cara pendekatan bermain.

Namun kini dengan seiring kecanggihan teknologi, banyak vendor aplikasi dan game yang membuat aplikasi dan game edukatif dan tentunya jika kita memiliki smartphone android maka kita bisa mengunduhnya dengan gratis dan bebas menginstalnya.

Sebenarnya saya juga diberikan fasilitas kantor berupa hape smartphone android untuk beberapa keperluan monitoring. Namun ternyata saya telah salah memberikan dan mengenalkan berbagai aplikasi,game dan video kepada si kecil. Walau belum tahap yang parah, namun jika dia mulai bete dan gak ada temennya pasti deh dia ingin sekali meminjam hape tersebut untuk mainan atau nonton video.

Sebenarnya sih dari sisi konten bagus dan tidak berbahaya tapi salah juga jika orang tua memberikan gadget tersebut agar anak diam dan tidak rewel. Jika satu saat nanti dia bete dan dicuekkin maka dia akan menjadikan gadget tersebut sebagai pelarian. Dan ia akan asyik sendiri, berjam-jam dan tidak akan menghiraukan orang di sekitarnya bahkan ortunya sendiri. Nah lho gawat kan?

Oleh karena itu jika kita akan memberikan fasilitas gadget kepada anak apalagi jika gadget tersebut terkoneksi dengan internet, maka anda harus memperhatikan hal-hal berikut agar anak tidak kecanduan:

  1. Perhatikan usia anak anda. Tentunya tidak bijak jika anak dengan usia 2 tahun dilepas begitu saja untuk diberikan sebuah gadget semisal smartphone. Dia belum bisa menjaga mainannya, sudah pasti jika dia kesal bisa saja dia akan membantingnya dan merusaknya.
  2. Menurut saya, sebenarnya tidak ada usia yang pas sebagai alasan anak boleh memakai smartphone sendiri. Karena ini kembali kepada anak itu sendiri apakah dia bisa bersikap bijak dan bertanggung jawab? Apalagi jika dia masih kecil maka jika dia sudah asik dia akan berat untuk melepasnya begitu saja. Dan tentunya repot kan jika anak sudah mulai kecanduan?
  3. Tidak usah mengkoneksikan dengan internet dan menginstal begitu banyak aplikasi. Tentunya jika memang anda punya anggaran untuk membeli gadget khusus untuk anak. Jika terkoneksi internet dia akan bisa menginstal aplikasi sendiri dan mungkin membuka youtube sendiri dan yang lainnya. Bahaya kan?
  4. Jika anda meminjamkan gadget anda pribadi maka anda harus terus memantaunya jika tidak bisa jadi data-data penting anda tanpa sengaja terhapus oleh si kecil atau jika sudah kecanduan anda akan repot jika anda meminta smartphone anda untuk keperluan anda sendiri.
  5. Hendaknya beri batasan waktu jika dia memang ingin memakai smartphone/gadget. Jika tidak dia akan kebablasan sampai mungkin baterainya habis atau sampai dia bosen sendiri. Hal ini yang akan membuatnya kecanduan dan dari sisi kesehatan juga tidak baik karena akan mengakibatkn malas beraktivitas dan juga akan membuat matanya lelah karena terus memandang layar gadget.
  6. Berikan kesibukan lain agar dia tidak terpaku dengan hanya bermain gadget. Berikan mainan lain yang tidak kalah seru dan edukatif. Dan yang lebih penting temani terus aktivitas anak jangan sampai orang tua juga malah sibuk sendiri dengan gadgetnya. Aneh kan? Karena anak pasti akan mencontoh orang tuanya.
  7. Bisa juga dengan mengajak anak bermain ke luar rumah dan bertemu teman-teman sebayanya.

Nah demikian beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua agar anak tidak kecanduan gadget, smartphone dan semisalnya. Semoga bermanfaat.