Terima Kasih, Bunda!

Guys, hari ibu memang masih lama. 22 Desember ya! Tapi aku tidak akan menunggu sampai tanggal 22 Desember, karena kelamaan hehe. Aku ingin mengucapkan itu sekarang, karena entah aku akan masih bersama dengannya lagi atau enggak. Lho?

Postingan ini bukan tentang Bunda, Ibu kandungku atau juga Ibu mertuaku. Karena baik ibu kandung atau mertuaku, keduanya dipanggil dengan nama panggilan yang sama yaitu “Mimi”. Bunda di postinganku ini adalah tentang orang yang sudah menjadi bagian dari keluargaku, yaitu orang yang sudah membantu mengasuh dan menjaga anak-anakku selama ini. Ya.. dengan memanggil “Bunda” sebagaimana anaknya memanggilnya. Kami ingin agar anak-anakku menjadi lebih dekat dan memandangnya sebagai bagian dari keluarga kami. Kami tidak ingin menciptakan batas antara “asisten” dan “majikan” dan kami juga sudah tidak menganggap beliau sebagai orang lain di rumah kami. Dan kami berusaha menciptakan jalinan kekeluargaan yang semoga membuat kita nyaman selama ini.

Semenjak usia Arfa 3 bulan (sekarang 6.5 th) kami menerima Bunda di keluarga kami. Waktu itu kami masih ngontrak di rumah petak yang sangat sederhana dan belum memiliki rumah sendiri seperti sekarang. Bunda dikenalkan kepada kami oleh seorang senior ART (Asisten Rumah Tangga) di sekitar komplek rumah kami. Alhamdulillah, kami sejak setelah menikah langsung hidup mandiri dan lebih memilih tinggal dekat tempat kerja kami.

Istriku sudah cukup lama menjadi seorang pengajar di sekolah negeri dekat tempat tinggal kami. Setiap hari aku antar jemput dan mungkin sudah menjadi rutinitas harian dari sebelum punya anak sampai sekarang sudah mau punya 4 anak. Cukup melelahkan memang tapi mau tidak mau sementara ini.. itulah kondisi yang harus kami syukuri.

Waktu itu, anak bunda juga masih kecil.. masuk sekolah TK ketika bekerja di rumah kami dan sekarang sudah kelas 6 SD dan istriku yang mengajar di sekolahnya. Karena istriku mengajar dan menjadi wali kelas 6.

Perjalanan terus berlalu, hampir setiap dua tahun alhamdulillah anak kami berturut-turut lahir. Hingga saat ini anak kami 3, dan insya Allah akhir tahun ini akan lahir juga anak kami yang ke-4 (mohon do’anya ya guys..). Sebenarnya aku juga tidak menyangka akan diberikan amanah anak-anak yang begitu cepat. Memang yang usianya seumuranku dan nikah di usia 24-25 tahunan mereka sudah punya anak 4 (kalau tidak ikut KB ya :D) dan memiliki rentang waktu antara 1 anak dengan anak yang lainnya masing-masing 2 tahun hehe. Jadi waktu itu aku nikah akhir tahun 2010, dan di akhir tahun 2018 ini…anakku insya Allah 4. Waduh.. udah kaya produksi anak aja nih hehe.

Karena dari sebelum nikah, istriku memang sudah mengajar maka setelah nikah pun istriku lanjut mengajar. Dan aku memang belum bisa menghentikan aktivitas mengajarnya. Biarlah ada saatnya nanti ketika aku sudah mampu dan bisa membuat istriku bahagia.. istriku bisa aja berhenti mengajar. Tapi entahlah.. sampai sekarang semuanya masih disyukuri saja selama istriku masih mampu dan merasa enjoy dengan aktivitasnya selama ini. Toh, mengajar merupakan pekerjaan yang mulia.. disamping kadang suka terpusingkan dengan banyaknya tetek bengek administrasi atau konflik di tempat kerja.

Dengan aktivitas istriku mengajar. Otomatis dia tidak bisa full time menjadi seorang Ibu. Terutama ketika dia berada di sekolah ya! Kalau sekarang normalnya istriku harus standby di sekolahan dari pukul 7 pagi sampai pukul 2 siang. Jadi sekitar 6 jam anak-anakku tidak bisa bareng mamamnya. Sebenarnya hanya 1/4 nya saja dari keseluruhan waktu yang ada, tetap anak-anakku lebih banyak berinteraksi dengan mamamnya dibanding dengan pengasuhnya karena waktu dulu sebelum diberlakukan absensi pulang jam 2 siang. Biasanya Bunda hanya sampai pukul 12 siang aja membantu menjaga dan mengasuh anak-anak.

Kalau dihitung-hitung, berarti sudah 6 tahun lebih Bunda membantu keluarga kami. Sempat terpotong sih, sewaktu istriku kuliah S2 empat tahun yang lalu. Tapi waktu itu Afa, anak pertama kami masih belum sekolah kalau tidak salah jadi kami masih tetap meminta bantuan Bunda untuk tetap ke rumah. Ya, kami sebenarnya sangat terbantu dengan adanya pengasuh yang standby di rumah. Selain bisa sekalian menjaga rumah kami, kami lebih merasa tenang jika anak-anak bermain dan beraktivitas di rumah sendiri.

Waktu terus bergulir, pertengahan 2014 anak kedua lahir dan pas ada panggilan kuliah S2 akhirnya anak kedua pun dibawa ke luar kota. Ini sebenarnya menjadi satu bagian cerita sendiri. Nanti aku share juga tentang cerita aku LDR an sama istri dulu hehe. Dan pertengahan 2016, alhamdulillah anak ke-3 ku lahir. Alhamdulillah anak ketiga ini perempuan dan juga ketahuan hamil ketika istri masih kuliah S2 di luar kota. Sungguh suatu keajaiban memang dan anugerah dari Allah.. pasangan yang saling berjauhan tapi produksinya menghasilkan xixi.

Nah, ketiga anakku ini semuanya memiliki ikatan yang kuat dengan Bundanya. Karena pernah merasakan diasuh dari kecil. Yang full itu anak pertama, kalau anak kedua pernah lama dibawa neneknya sewaktu istriku hamil anak ketiga, dan anak ketiga juga cukup kuat bondingnya apalagi anak perempuan biasanya lebih lengket dibanding anak laki-laki.

Untuk sekarang ini, sebenarnya dengan kondisi anak-anakku yang sudah cukup besar. Aku tidak begitu kewalahan, anak pertama sudah sekolah SD Fullday dari pukul 7 pagi pulang pukul 4 sore. Kalau anak kedua, sekolah di TK tapi belum fullday hanya sampai 10.30 saja. Anak ketiga ( 2 tahun 3 bulan) masih full di rumah dan belum ada rencana untuk masuk sekolah lebih dini kecuali darurat 😀

Nah, anak ketiga ini yang masih belum terkondisikan karena harus full di rumah, jadi aku masih perlu bantuan pengasuh yang akan menjaga anak ketiga dan anak kedua yang pulang sekolah pukul 10.30 sampai istriku pulang. Paling yang paling full itu hari Sabtu..karena hari Sabtu anak pertama dan kedua sekolahnya libur jadi harus menjaga dan mengasuh 3 anak sekaligus. Memang merepotkan tapi Insya Allah anak-anakku selama ini selalu aku ajari untuk tidak merepotkan orang lain terutama pengasuhnya. Paling yang suka bikin pusing itu, kalau anak-anak udah pada ribut rebutan mainan atau makanan hehe papap mamamnya aja suka dibikin puyeng ^_^

Dengan kondisi seperti sekarang ini.. kami selalu berusaha membuat nyaman Bunda, pengasuh kami. Kami tidak membebankan pekerjaan-pekerjaan rumah semisal mencuci baju dll, paling sebisa dikerjakannya saja. Entah sedikit mencuci piring, melanjutkan mencuci baju di mesin cuci dan menjemurnya dan yang paling belum bisa kami kerjakan adalah nyetrika. Sebenarnya aku bisa membantu semua itu, tapi terkadang aku malas untuk menyetrika baju-baju gamis dan hijab istriku.. aku kurang rapi dalam melipatnya, kecuali mungkin digantung memakai hanger tapi menyetrika baju hijab syar’i itu membutuhkan dua kali tenaga menyetrika baju/celanaku dan anak-anakku hehe jadi terkadang aku sisakan saja baju istriku jika memang dirasa Bunda tidak sempat mengerjakannya.

Kami selalu bilang, bahwa pekerjaan rumah jangan terlalu dihiraukan. Kami hanya fokuskan ke pengasuhan anak-anak saja. Paling ya itu tadi kami minta bantuan untuk menyetrika saja sesempatnya. Selain itu insya Allah kami bisa mengerjakannya. Kami tidak mau semena-mena kepada asisten. Kami ingin mereka jadi partner kami di rumah, kami tidak mengajarkan kepada anak-anak untuk menyuruh dan memerintah dengan tidak sopan. Kami selalu mengajarkan untuk meminta tolong jika perlu bantuan dan tidak boleh bersikap tidak sopan.

Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan sikap kami seperti itu Bunda bisa betah bersama kami. Kami tidak ingin seperti asisten-asisten di sekitar komplek rumah kami yang mungkin dibebani dengan setumpuk kerjaan dan beberapa faktor lain yang mengakibatkan asisten tidak betah atau si pemilik rumah memberhentikannya. Kami tidak ingin bergonta-ganti pengasuh, karena itu akan berpengaruh pada kondisi psikis anak-anak kami. Kami sudah nyaman dan percaya sama Bunda, dan kami berharap Bunda terus bersama kami.

Tapi akhir-akhir ini kami sedang galau.. karena setelah izin satu pekan setelah membantu saudaranya hajatan pernikahan. Tiba-tiba bunda sakit dan butuh istirahat sehingga tidak bisa ke rumah lagi. Kami galau segalaunya. Sempat dibantu sama Ibu mertua tapi Ibu mertua tidak bisa terus menerus membantu kami. Apalagi aku merajuk untuk dibantu oleh Ibu kandungku.. Beliau mungkin lebih dibutuhkan oleh Bapakku yang mereka kini hanya hidup berdua setelah anak-anaknya berumahtangga.
Sempat juga kami antarkan ke saudaranya istri, tapi anakku tidak betah dan aku juga ragu karena lingkungan rumah saudaranya istri kurang begitu kondusif. Dengan penolakan anakku tersebut aku tidak ingin memaksanya karena kasihan.

Akhirnya aku pun dengan istriku berbagi waktu. Aku kadang minta izin sama pimpinan di tempat kerja untuk bisa membawa anak ke kantor atau meminta izin masuk agak siang bergantian dengan istriku. Pernah juga anak ketigaku dibawa ke sekolahan istri, tapi karena istriku sedang hamil dan anakku suka rewel akhirnya aku bilang lebih baik tidak usah karena nanti akan merepotkan.

Akhirnya selama Bunda izin sakit, aku dan istriku berusaha memaklumi dan memberi waktu agar Bunda bisa beristirahat terlebih dulu. Aku minta tolong agar Bunda tetap bersama kami, kami tahu.. mungkin bisa saja Bunda sudah merasa bosan, jenuh dan mungkin juga cape. Kami juga merasakan sendiri mengurus dan mengasuh anak-anak itu tidak mudah. Perlu kesabaran ekstra dan hati yang lapang. Mungkin kadang anak-anak kami rewel atau kadang tantrum dengan berbagai sebab ketika kami tidak ada. Kami sangat memakluminya.

Kami galau, karena sebentar lagi anak ke empat kami insya allah akan lahir beberapa bulan lagi. Kami sudah pasti membutuhkan pengasuh yang akan membantu kami ketika kami bekerja. Tahun depan, anak kedua kami akan kami sekolahkan di TK fullday, bahkan anak ketiga juga mungkin akan kami coba sekolahkan di playgroup agar beban pengasuh kami tidak terlalu berat.

Mencari pengasuh anak itu tidak mudah.. karena harus dibangun di atas kepercayaan kami untuk menitipkan dan menjaga anak anak agar mereka terkondisikan semuanya dengan baik selama kami bekerja di luar rumah.

Jika benar bunda tidak bisa lagi ke rumah kami.. dengan berat hati kami harus berusaha mencari dan memilih orang yang tepat dan bisa sedekat bunda dengan anak-anak.

Kami tidak bisa mengandalkan orangtua kami untuk menjaga anak-anak. Kami harus mandiri dan survive dengan kondisi yang ada saat ini.

Kami jujur, kami memang belum menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak tapi kami selalu mengusahakan yang terbaik untuk mereka. Di atas segala dilema, istriku bahkan sempat mengutarakan niat ingin cuti mengajar, tapi aku selalu berusaha meyakinkannya dan menyemangatinya dan berdo’a semoga ada jalan terbaik untuk kami.

Dalam postingan ini, kami berdo’a semoga bunda senantiasa sehat dan selalu dijaga Allah. Sudah sepekan, Rai diantar ke rumah bunda, alhamdulillah walau kadang kami merasa repot tapi kami terus menjalaninya dan terima kasih masih mau menjaga Rai di rumah Bunda.

Kami hanya ingin yang terbaik untuk kami dan anak-anak. Terima kasih atas bantuan bunda selama ini. Kami mungkin belum bisa memberikan yang terbaik selama bunda bersama kami. Kami minta maaf jika kami ada salah dan khilaf. Dan juga atas sikap anak-anak yang mungkin kurang berkenan.

Semoga bunda bisa kembali ke rumah kami. Dan jikalau seandainya dengan sebab lain bunda tidak bisa lagi bersama kami. Kami masih tetap menganggap bunda bagian dari keluarga kami dan “bunda”nya anak-anak yang mungkin mereka belum bisa mengucapkan terima kasih secara langsung. Tapi.. kami yakin hati mereka merindukan bunda kembali ke rumah dan bisa bersama kami lagi.

Sekali lagi.. terima kasih bunda atas 6 tahun lebih kasih sayang dan ketulusan dari hati untuk anak-anak kami. Hanya Allah yang bisa membalasnya. Aamiin.

Menjadi Ayah yang aktif menulis

menulis
sumber: http://lazuardi.id/2017/03/15/mengais-rejeki-lewat-menulis-mau/

Dulu, aku bercita-cita ingin menjadi seorang penulis. Sebenarnya menulis itu asyik! Terlepas ekspektasi menjadi seorang penulis profesional yang terkenal, nerbitin banyak buku best seller, diundang di berbagai seminar dan workshop menulis, mendapatkan banyak royalti dan bonus lainnya. Sebenarnya menulis itu bagiku seperti teman yang baik.. Aku ingat dulu aku sering menulis di buku diary. Dulu.. waktu aku belum mengenal internet dan blog.

Aku menulis banyak hal dan yang seringkali aku tulis adalah puisi. Waktu dulu, aku memang tidak punya banyak teman.. sebenarnya sekarang juga sih. hehe. Mungkin aku mengenal banyak orang, tapi aku tidak bisa menjalin hubungan pertemanan yang akrab dengan banyak orang. Sehari-hari aku hanya berkutat dengan orang-orang yang berada di lingkungan terdekatku saja. Kalau pun bisa dikerucutkan, aku hanya intens dengan teman kerja dan teman di rumah. Ya maksudku, istri dan anak-anakku.

Sekitar tahun 2007an, aku mulai berkenalan dengan internet dan lebih intens dengan komputer atau laptop. Waktu itu aku iseng bikin banyak blog, terutama yang gratisan ya hehe. Waktu itu aku belum faham bagaimana cara bikin blog berbayar semisal papapz.com, terutama dulu aku berpikir bikin blog/website itu mahal. Padahal sih enggak juga ya.. sekarang ini bikin blog dengan domain sendiri itu mudah dan murah. Makanya sekarang banyak yang sudah migrasi ke self domain blog.

Waktu itu, aku bikin dan nulis di blog hanya untuk melanjutkan curhatan aku dari buku diary ke blog. Tapi sekarang juga bukan berarti aku gak nulis curhatan galau sih. Masih sama cuma beda tema aja. Kalau dulu.. aku curhat galau karena masih jomblo! Ceritanya pasti pengen nikah “mulu”.. Nah.. kalau sekarang beda.. beda dikit.. ceritanya pengen nikah “lagi” xixi (sambil nengok mamamnya anak-anak)

Opps.. becanda! Aku gak segitunya.. ngebet pengen nikah lagi. Mungkin karena belum ada kesempatan aja kali ya.. (Nah kalau niat mah ada kali ya paps? )

Oya.. sekarang setelah nikah dan punya “banyak” anak.. sebenarnya ekspektasi aku pengen jadi ayah yang aktif menulis lagi.. Ya sebenarnya sih gak harus nulis yang berat-berat. Hmm maksudnya apa ya nulis yang berat itu? Gini.. terkadang aku tipe-tipe perfeksionis dan idealis juga! Sampai-sampai karena pengen nulis yang bagus dan sempurna.. akhirnya malah gak jadi nulis-nulis. Belum lagi aku suka dibully sama istriku.. bahwa aku cuma omdo kalau bisa jadi penulis. By the way..sebenarnya tulisan istriku bagus lho.. sayang aja dia agak sungkan untuk mempublikasikan! Padahal jujur.. aku juga suka memuji pemilihan kata-kata yang dipake istriku.. Eh, apa karena dulu kita sama-sama galau ya! Mungkin itu yang jadi alasan jodoh kita cieey..

Nah, masalahku sampai sekarang adalah mengapa masih malas untuk bisa rutin menulis lagi adalah bukan karena gak ada perangkat untuk menulis. Sebenarnya laptop ada.. di hape juga sekarang mah bisa kan apalagi udah ada aplikasinya, baik aplikasi hanya untuk menulis saja atau bahkan bisa langsung untuk diposting. Kalau gak cape ngetik di hape.. sebenarnya bisa memanfaatkan waktu untuk menulis. Dibanding harus nulis di PC atau laptop ya.. tapi emang sih menurut aku lebih enak nulis pake laptop lebih luas dan nyaman aja pas nulis dan bacanya.

Oke.laptop ready.. Internet juga sebenarnya ready di rumah. Aku sampai pasang jaringan wifi sendiri di rumah! Dulu sih niatnya biar bisa fokus dan lebih mendukung ke aktifitas onlineku baik nulis atau bisnis online. Tapi ternyata realitanya gak seindah ekspektasinya hehehe. Internet di rumah lebih banyak dipakai sebagai sarana penunjang hiburan saja dibanding untuk nulis atau bisnis online. Ya Allah..mudah-mudahan setelah posting tulisanku yang ini aku bisa semangat untuk menulis dan mengembangkan bisnis online ke depannya. Aamiin.

Sebenarnya ya guys.. alasan klasik aku masih malas menulis adalah karena aku belum menemukan waktu yang tepat untuk menulis. Alasan yang sama dari dulu masih punya anak 1 sampai sekarang anak 3 dan insya allah mau 4 hehe. Kenapa menulis itu harus di waktu dan suasana yang tepat? Yap karena menulis itu membutuhkan fokus dan konsentrasi serta mood yang tepat. Menulis juga harus diiringi imajinasi yang kuat. Walau menulis kan gak harus cerita fiktif.. dari cerita keseharian juga bisa sih! Tapi kan tetap aja harus mikir untuk mengembangkan tulisan dan memilih kata-kata yang tepat!

Ini aja aku nulis di jam 3 pagi. Disaat anak dan istriku masih tidur.. Kalau habis subuh kayanya aku gak bisa deh. Aku sibuk banget untuk bantu istri beres-beres rumah dan biasanya jam 6 anak-anak sudah pada bangun jadi aku harus menghandel semuanya. Kalau anak-anak udah tidur gimana? Malam yaa.. malam sebenarnya bisa aja sih. Cuma dari pengalamanku selama ini.. Waktu malam setelah anak-anak tidur malah gak efektif, aku tetap gak bisa konsentrasi karena mungkin cape kali ya badan sama otaknya.. jadi yang ada pengennya nonton youtube atau baca-baca artikel ringan dibanding harus mengetik dan merangkai kata-kata. Tuh.. alasannya klasik banget kan ya? Makanya aku selalu berusaha membangkitkan terus semangatku untuk menulis dan merekam semua jejak kenangan dalam otakku ke dalam tulisan-tulisan.

Menjadi seorang Ayah yang aktif menulis menurutku sebuah hal yang keren. Apalagi seorang Ayah dikenal dengan seorang yang sibuk bekerja dan terkadang tidak memiliki waktu untuk menulis. Kalau aku bisa.. nah mungkin aku bisa memulainya dan menginspirasi para Ayah juga untuk aktif menulis.

Ok guys.. sebenarnya aku gak bisa nulis panjang-panjang takutnya jadi garing dan jadi bikin males. Next aku akan terus update blog papapz.com ini! Aku akan mengevaluasi lagi visi misi blog ini.. agar aku bisa enjoy mengisinya dan membuatnya bisa lebih bermanfaat 🙂 See you!

5 jam main hape

anak main hape

Oke.. Akhirnya aku menulis lagi. Kadang jadi Ayah cape juga! Apalagi dengan 3 anak yang masih kecil-kecil. Malah sebentar lagi anakku insya Allah akan nambah 1 lagi. Banyak temenku yang takjub.. Karena ada diantara mereka yang hanya baru 1 atau paling enggak 2 anak.. Atau bahkan mungkin juga ada yang belum punya anak. Opps masya Allah sih..Alhamdulillah.. Anak kan rezeki juga iya kan? Satu sisi rezeki..satu sisi amanah yang nantinya pasti akan dipertanggungjawabkan juga :'(

O ya, sehari-hari.. Ketika aku dan istriku bekerja. Aku dibantu oleh seorang pengasuh yang udah bantuin aku semenjak anak pertamaku lahir.. Sekitar 6 tahun. Tapi sekarang Arfa dah SD kelas 1 jadi udah gak diasuh lagi karena sekolah dari pagi sampai sore. Kalau Hanaan, sekolah TK sampai setengah 11 jadi paling bareng pengasuh setelah pulang sekolah aja. Yang terakhir Hana, karena masih berusia 2 tahun jadi otomatis yang paling banyak berinteraksi dengan pengasuh.

Kebetulan hari ini Sabtu, aku ada kegiatan undangan dari Kepolisian di convention hall sebuah hotel di Kota Cirebon. Istriku pergi ke sekolah untuk ngajar dan menunggu siangnya aku jemput pasca kegiatanku selesai.

Sebenarnya, anak-anakku sehari-hari udah gak berani bermain hape di rumah. Kalau dulu iyaa.. Kadang aku gak bisa control dan kadang kalah dengan rengekan anak-anak saat ingin bermain hape.

Kebetulan hari Sabtu Arfa dan Hanaan sekolahnya libur. Pagi tadi.. Arfa duluan yang ngerengek minta main hape.. Aku kasih waktu itu..dan aku kasih waktu sampai selesai sarapan. Tapi salahnya waktu itu aku lupa ambil saat aku buru-buru mau berangkat ke acara di hotel.

Pas acara di hotel aku juga lupa gak tanya ke pengasuh, anak-anak ngapain aja..rupanya setelah aku berangkat anak-anak lanjut main hapenya. Entah nonton berapa judul film doraemon di Youtube ditambah juga main game. Yang pastinya pengasuh bilang dari jam 9 mereka main hape sampai aku pulang..itu dua anak masih asyik liatin hape sambil dicas.. Duuh bahaya banget siih!

Istriku langsung maraah dong! Selama ini istriku sangat tidak suka jika anak-anak kecanduan hape..entah itu nonton atau juga main game. Anak-anak hanya terdiam sambil terlihat saling menyalahkan dan merasa bersalah.

Pantas sih istriku marah besar.. Aku juga merasa bersalah dan kecewa banget sama anak-anak karena 5 jam mereka betah liat hape! Aku gak bisa nyalahin juga pengasuh anak-anak..karena sudah pasti pengasuhku kalah sama anak-anak dan dia kerepotan buat kontrol 3 anak sekaligus apalagi dengan keinginan yang berbeda-beda.

Akhirnya dengan penuh kesal aku suruh anak-anakku tidur siang dengan mengultimatum anak-anak dengan tidak akan memberikan kesempatan untuk bermain hape lagi!

Oke guys.. Punya pengalaman yang sama gak sih ngadepin anak saat mereka kecanduan hape/gadget. Intinya jangan pernah berikan kesempatan kepada mereka untuk bermain hape. Kadang banyak orang tua yang tidak ingin repot ketika anak merengek atau tantrum. Banyak orang tua yang ingin anaknya anteng dengan hanya memberikan mereka hape.

Tapi mau sampai kapan? Aku juga setuju.. Berlama-lama bermain hape tidak bagus buat fisik dan psikis anak.. Aku berniat akan lebih kontrol dengan anak-anak dan tidak akan memberikan hape lagi!

Selamat 5 tahun papapz.com

Eh, gak berasa blog papapz.com dah 5 tahun ya. Ternyata dah cukup lama juga! Sayang sih jarang aku update, padahal kan kalau bisa update satu hari satu post aja kan lumayan ya hehe. Dasar papap males ah! Mudah-mudahan ke depan papap gak males update blog lagi ya. Papap juga udah lama banget gak blogwalking.. nengokin blog sendiri aja males apalagi jalan-jalan nengokin blognya orang lain hehe.

Tapi walau begitu.. sebenarnya dalam hati papap yang terdalam papap ingin banget tetap bisa menulis. Yeaah walau sebenarnya tulisan papap gak bagus-bagus amat sih! Mungkin masih jauh dari kesan penulis professional dan kadang hanya berisi curhatan iseng dan lebay! Tapi itulah.. kadang menulis itu gak bisa juga dipaksakan. Semakin kita berpikir keras, malah akhirnya kita cape sendiri lalu akhirnya terlewatlah hari demi hari.. dan blog ini pun akhirnya menjadi kosong, hampa dan bahkan kaya udah mati suri hehe.

Tapi mudah-mudahan ke depan enggak yah! Ketika anak-anak papap udah besar semua, nanti papap bisa menulis lagi. Sebenarnya ini salah satu alasan aja sih, buktinya banyak blogger yang sibuk sama anak tapi masih tetap sempat menulis jadi kembali ke semangat si bloggernya itu sendiri hehe.

Menulis memang butuh ide, butuh waktu yang pas dan tempat yang nyaman. Jadi terkadang tergantung moodnya juga. Kalau pagi-pagi sehabis subuh, papap sibuk kalau gak siaran di radio ya sibuk juga bantu-bantu pekerjaan rumah dan membantu mengurus 3 anak papap yang masih kecil-kecil. Kalau malam kadang niatnya hanya ngelonin 2 anak papap yang cowok, eh akhirnya seringkali papap ikutan tidur disamping mereka hehe. Bahkan mamam, istrinya papap seringkali dicuekin dan dibiarkan tidur hanya sama anak perempuan papap yang masih kecil 😀

So.. akhir kata mudah-mudahan blog papap bisa hidup kembali dengan tulisan-tulisan papap sendiri. Walau terkadang kalau pas lagi males mikir ya papap isi sama tulisan copas yang papap modifikasi hehe. Yaa daripada enggak ada kali ya! Nah, mudah-mudahan teman-teman juga pada semangat ya!

Salam

Gejala Kanker Prostat yang Perlu Diketahui oleh para Ayah

gejala kanker prostat

gejala kanker prostat

Setiap laki-laki, terutama yang sudah menjadi Ayah tentunya harus terus menjaga kesehatan tubuhnya. Karena Ayah memiliki kesibukan, padatnya pekerjaan dan harus terus beraktivitas sehari-hari. Satu dari 10 penyakit yang sering menimpa pria adalah kanker prostat sob!. Ngeri kan? Tapi, mungkin banyak dari kita yang tidak sadar dengan gejala hingga penyakit ini menyebar dan semakin sulit diobati.

Nah, untuk itu kita perlu mengetahui gejala awal kanker prostat ini. Yuk kita lihat tanda-tandanya berikut ini :

Perubahan urin

Saat kita buang air kecil, kandung kemih mendorong isinya ke dalam prostat yang memiliki lubang tubular untuk membiarkan urin melewatinya dan kemudian masuk ke uretra. Seiring bertambahnya usia, prostat bisa tumbuh. Hal ini dapat dikenal sebagai hiperplasia prostat jinak, atau pembesaran prostat.

Jika mengalaminya cenderung akan menyebabkan perubahan kencing. Tapi tumor yang tumbuh di prostat bisa menyebabkan masalah kencing serupa.

Masalah kencing ini meliputi aliran urin yang terhambat, frekuensi yang meningkat atau sering buang air kecil, dan sensasi pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap,” kata Dr. Wysock dikutip dalam Men’s Health.

Itu mungkin berarti kita akan merasakan dorongan untuk buang air kecil terus menerus.

Terdapat darah dalam air mani dan air kencing

Melihat darah saat Dads kencing atau darah saat ejakulasi merupakan hal yang tidak normal, dan harus diperiksa jika terjadi, menurut Dr. Wysock. Ini mungkin merupakan gejala kanker prostat, atau berasal dari penyebab lain seperti infeksi atau pembengkakan.

Nyeri dan kaku pada pinggang

Jika kanker prostat menyebar di luar kelenjar, ia cenderung mempengaruhi jaringan dan tulang di dekatnya, termasuk punggung bawah dan tulang belakang.

Hal ini dapat menekan pada saraf tulang belakang, menyebabkan rasa sakit atau mati rasa, dan menyebabkan sesak di otot, tergantung di mana letak sel kanker.

Dr. Wysock menekankan bahwa mendiagnosis kanker prostat akibat nyeri punggung bawah sangat jarang terjadi, walaupun mungkin saja terjadi.

Sulit ereksi atau menahan ereksi

Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi.

Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi.Tapi sekali lagi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.

Urin yang menetes atau tidak cukup kuat

Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol).Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes.Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

Usia di atas 50 dan mempunyai faktor risiko

Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah, obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat.

Nah, demikianlah gejala awal dari kanker prostat ini. Semoga dengan mengetahuinya sejak awal, kita bisa mengantisipasinya. Ngeri banget kan kalau seorang ayah terkena sakit prostat ini..

Sumber: http://nakita.grid.id/read/0224325/dads-jangan-abaikan-ini-gejala-kanker-prostat-yang-perlu-diketahui

Inilah 4 Tips Ampuh Lawan Rasa Kantuk Di Kantor

4 tips ampuh lawan kantuk di kantor

4 tips ampuh lawan kantuk di kantor

Dengan bertambahnya usia dan juga berkurangnya daya tahan tubuh, seringkali membuat papap cepat lelah. Dan biasanya, ketika menjelang waktu istirahat atau ketika akan melanjutkan kembali pekerjaan pasca istirahat, papap seringkali dilanda rasa kantuk. Gak mungkin kan, papap harus izin tidur dulu di kantor? Hehe. Nah, pasti juga dengan teman-teman. Pasti deh seringkali merasakan yang namanya ngantuk di kantor! Iya kan? Ngaku aja deh ^^

Nah, biasanya nih.. orang banyak yang ngusir kantuk dengan minum kopi. Emang siih.. papap akuin kalau kopi sebenarnya bisa ngusir kantuk. Tapi ya kadang gak ngaruh jug sih, kalau udah ngantuk emang obat yang paling ampuh emang segera tidur. Tapi kan gak mungkin juga kan, kita nyerah sama kantuk apalagi pas banyak pekerjaan di kantor atau pas mau meeting.

Nah, tapi jika teman-teman bukan penggemar kopi atau sedang berusaha untuk mengurangi asupan kopi, ada beberapa alternatif lain koq yang bisa dipilih untuk mengatasi rasa kantuk.

Dari liputan6.com, berikut ini ada beberapa cara melawan kantuk selain dengan meminum kopi.

1. Segarkan mata

Menatap layar komputer dalam waktu yang lama bisa membuat mata teman-teman jenuh dan lelah, selain juga menyebabkan kantuk. Untuk mencegah kantuk dan efek negatif lain dari tindakan menatap layar komputer terlalu lama, misalnya mata kering atau iritasi, coba deh teman-teman untuk sesekali memalingkan tatapan ke hal lain. Jika memungkinkan, lihatlah kondisi luar ruang. Pandangan yang jauh atau ke hal-hal yang natural bisa merelaksasi mata dan menyegarkan pikiran. Tapi bagi yang cowok, jangan terus mandengin sekretaris si bos yang cantik ya! hehe.

2. Kudapan sehat

Mengudap memang bisa membuat teman-teman kembali merasa segar atau tidak mengantuk. Namun, hal ini malah bisa berbahaya bagi kesehatan bila yang dimakan sama teman-teman itu jenis snack tidak sehat, contohnya gorengan. Makanlah camilan ringan yang bukan hanya membuat teman-teman terbebas dari kantuk tapi juga menyehatkan, misalnya buah.

3. Air putih

Cara lain untuk menangkal rasa kantuk adalah dengan meminum air putih. Selain menyegarkan, air putih berfungsi untuk mengeluarkan racun-racun di tubuh. Air putih juga bermanfaat untuk membantu peredaran berbagai elemen penting seperti oksigen ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak.

4. Menggerakkan tubuh

Dengan kondisi duduk terlalu lama, selain lelah juga akan membuat kita ngantuk. Coba deh untuk menggerakkan tubuh agar lebih energik. Bisa sambil jalan ke kamar mandi, atau pergi ke pantry untuk sekedar mengisi air putih yang sudah kosong di gelas kita.

Nah, demikian ya teman-teman.. beberapa tips yang akan membantu kita agar tidak ngantuk lagi pas di kantor. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! Ingat.. jangan sekali-kali mencuri waktu untuk tidur disaat bekerja. Nanti repot deh kalau si bos ngamuk.. hihi.. kabur ah!

Sumber: http://lifestyle.liputan6.com/read/3228325/lawan-rasa-kantuk-di-kantor-dengan-4-tips-ampuh-ini — dengan sedikit tambahan dari papap.

Tips Anti Galau Tatkala Ditinggal Si Buah Hati

anak meninggal

anak meninggalPagi tadi (Rabu/27 Des 2017), di Whatsapp Group rame karena tersiar kabar bahwa salah satu anak dari satu pejabat yang kemarin pernah bertugas di Kota Cirebon meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda. Penyebabnya adalah karena jatuh di kolam renang air panas di salah satu tempat wisata. Skip bagaimana detailnya, tapi yang pasti andaikan kita berada dalam posisi orang tuanya, sudah pasti bagaimana galaunya ya..!

Bagaimana tidak? anak yang sangat kita sayangi dan kita banggakan tiba-tiba secara mendadak tanpa ada tanda sakit atau yang lainnya langsung meninggal dengan kejadian yang tidak terduga atau bahkan cenderung tragis. Bahkan tadi sempat diinfokan, sang bunda sampai lama menangis di kuburan si anak tersayang.

Walau bagaimanapun jika kita memiliki anak lebih dari satu, tapi tentunya sebagai orang tua pasti akan merasa kehilangan, ya kan? karena mereka tidak bisa digantikan dengan apa pun. Tapi, walaupun begitu anak juga merupakan amanah dari Allah jadi mau tidak mau kita harus ikhlas.

Nah, berikut ini tips anti galau jika satu saat dengan takdir Allah buah hati kita meninggalkan kita lebih dulu:

  • Kalau sedih, sudah pasti sedih ya! Aku juga pasti sedih banget dong jika anak-anakku pergi meninggalkan orang tuanya lebih dulu. Tapi tentunya kita harus sangat tegar menerima semua takdir Allah ini.
  • Jangan nyalahin takdir. Dan jangan pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Allah tidak sayang, Mengapa Allah begitu cepat memanggil kembali anak kita? Kenapa bukan aku saja yang meninggal dunia? dan kalimat-kalimat lainnya yang menyatakan kita tidak ikhlas dan ridho dengan takdir dan ketetapan dari Allah.
  • Mengambil hikmah atau ibroh/pelajaran dari semua yang telah terjadi. Jika kita terus menyesali sesuatu yang telah terjadi, maka tentu tidak akan ada habisnya. Terkadang kita tidak tahu apa hikmah dibalik semua musibah atau kehilangan sesuatu yang berharga dari diri kita.
  • Tetap tersenyum dan mulai move on. Apalagi jika memiliki anak lebih dari satu. Anak-anak kita yang lainnya pun menantikan sentuhan kasih sayang kita. Jika kita hanya fokus pada kehilangan salah satu anak kita, kasian kan anak-anak kita yang lain yang juga merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tuanya.
  • Kalau misalkan anak yang meninggal itu merupakan anak pertama kita, dan hanya satu-satunya.. segera jika masih memungkinkan untuk kita atau istri kita hamil lagi. Maka, alangkah baiknya bisa membuat program kehamilan lagi. Karena memang Allah telah menetapkan batas waktu kepada kita untuk menjaganya sampai Allah kembali mengambilnya.

Nah, mungkin itulah beberapa tips yang mudah-mudaha bisa menghindarkan kita dari kegalauan panjang akibat kehilangan anak kita tercinta. Semoga Allah mengangkat mereka dan menempatkan mereka di Surga-Nya Allah Aamiin.

Selesai ditulis, Kamis 28 Desember 2017 01.47

Tips Mencegah Anak Ngomong Jorok

anak suka ngomong jorok

anak suka ngomong jorokAnak banyak mencontoh dan meniru kata-kata yang seringkali ia dengar walau ia belum tahu makna sebenarnya. Seperti Hanaan (3.5th), akhir-akhir ini dia seringkali nyeletuk dengan kata-kata jorok yaitu menyebutkan bagian tubuh manusia yang sebenarnya kalau dalam konteks normal dan tepat sih gak papa. Tapi kalau hanya sekedar guyonan dan disebutkan dengan tanpa maksud tentunya gak pas juga dong. Emang sih pertama kali pas dia nyeletuk bilang si*it, pan*at, bo*ong, kita ketawa geli karena kita juga gak tahu kenapa dia tiba-tiba bisa ngomong kaya gitu. Tapi makin kesini, koq dia seringkali nyeletuk gitu. Mungkin dia merasa bahwa kata-kata itu lucu, dan juga dia jadikan senjata kalau permintaannya gak segera dituruti. Dia suka jawab gini ” Ya papapnya.. makanya cepetan ambilin itu..

Kadang aku heran, darimana dia dapat kata-kata itu! Silit, ini emang kata bikin geli. Iya, bukan hanya Hanaan tapi juga aku yang emang bukan asli orang Cirebon. Hanaan memang sangat dekat dengan nenek dari mamamnya. Waktu dulu mamamnya kuliah S2, Hanaan kecil sudah sering diasuh dan diajak pergi-pergian jauh misal ke daerah Cilegon, Serang Banten. Bahkan dia bisa betah berminggu-minggu sama neneknya di rumah mertuaku itu yang walaupun masih satu Cirebon tapi jarak tempuhnya bisa 40 menit-1 jam itu.

O ya, kalau kata-kata pantat dan bokong memang juga kedengaran lucu. Dan kata Arfa juga sebenarnya gak boleh bilang pantat itu. Tapi aneh di buku belajar membaca di sekolahnya ada kata-kata itu! Duh, aneh-aneh aja hehe.

Saat ini, Hanaan aku larang untuk bilang kata-kata jorok lagi. Bahkan mamamnya sangat kesal kalau tiba-tiba Hanaan nyeletuk kaya gitu lagi. Dan ngancem gak akan nurutin keinginannya lagi. Aku terus-terusan merhatiin Hanaan, tapi kadang dia suka bisik-bisik sama Arfa, kakaknya sambil cekikikan. Aku tahu dia suka sekongkol sama kakaknya dan kadang kalau mandi bareng dia juga cekikikan sama kakaknya dan latah bilang kata-kata itu lagi.

Berikut ini, Tips agar si kecil tidak latah ngucapin kata-kata jorok!

  • Telusuri darimana si kecil bisa tahu kata-kata tersebut. Kalau dari saudaranya atau keluarga kita sendiri, maka coba bilang ke saudara kita agar tidak ngucapin kata tersebut di depan anak kita. Kalau misal inputnya dari luar, misal anak-anak tetangga maka kalau bisa dibilangin anak tetangga tersebut, tapi kalau segan lebih baik kita yang mengawasi dan membatasi anak kita untuk bergaul dengan anak tersebut.
  • Berikan pemahaman kepada si kecil, bahwa kata tersebut memang tidak mengapa jika diucapkan dalam konteks yang tepat. Misal ketika kita menunjuk bagian tubuh kita yang sakit, tidak mengapa kita katakan misal “pantatku sakit!”. Nah, tapi tidak untuk diucapkan dalam situasi yang gak pas, misal untuk mengumpat atau sebagai bahan bercanda.
  • Ingatkan selalu si kecil ketika dia kembali mengucapkan kata tersebut, baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Ya pada dasarnya anak-anak memang suka latah dan mulutnya kadang agak susah untuk dikontrol. Karena dia meniru dan mencontoh apapun yang dia liat, dengar dan rasakan.
  • Berikan pujian jika dia mematuhi kita dan mulai berhenti untuk ngucapin kata-kata jorok lagi.
  • Ancaman atau bahkan pukulan dan sikap kasar lainnya, memang mempan di awal tapi kadang anak malah nantinya makin berani atau dia takut untuk bilang itu di hadapan kita tapi bisa jadi dibelakang kita dia berani.

Semoga bermanfaat!

Cirebon. 24 Desember 2017 03:32