Membenci Untuk Mencinta

Dunia rumah tangga memang sebuah dimensi lain yang harus disinggahi oleh setiap manusia. Terutama bagi seorang laki-laki sepertiku. Selama lebih dari 8 tahun ini, aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda dibanding ketika aku menjadi seorang bujangan dulu. Entahlah, memaknai kata bujangan pada saat dulu ketika aku memang benar bujangan koq tidak kaya lagu bang rhoma ya! Bujangan, jomblo, single atau apalah namanya seperti sebuah konotasi yang negatif yang harus aku enyahkan identitas itu sebelum aku menyentuh usia 25. Padahal waktu itu aku belum matang, kalau dikatakan mapan..mungkin kelamaan. Tapi makna ‘matang’ bagi seorang laki-laki sepertinya sudah mencukupi untuk seseorang bisa masuk ke jenjang pernikahan. Matang disini ya bisa disamakan ketika kita melihat buah, ketika buah sudah matang maka dia sudah siap dijual dan siap untuk dikonsumsi. Orang lain juga senang, penjual dan pembeli senang. Duh, ngomong apalagi ini?

Waktu itu.. aku sadari, aku masih labil. Mungkin definisi labil tidak seperti anak jaman sekarang yang alay-alay gitu ya. Tapi waktu itu aku masih sangat sempit dalam memaknai apa itu hakikat pernikahan dan berumahtangga. Kayanya waktu itu aku terlalu menghayal dengan level tertinggi. Sehingga begitu menggebunya aku, melesat bagaikan roket sementara bahan bakarku hampir menunjukkan angka nol!

Aku koq seperti baru nyadar sekarang. Bahwa kalau mau perang, harus bawa amunisi banyak. Kalau mau travelling harus bawa bekal yang banyak. Kalau mau mudik harus isi tangki BBM full. Kalau mau belanja ya harus bawa uang hehe. Ya ujung-ujungnya aku akan berkata kalau mau menikah ya harus siap segalanya. Waktu itu aku belum siap.. tapi waktu itu tidak akan kembali lagi dan aku tidak akan membuat waktu dulu menjadi lebih baik lagi.

Aku sebenarnya kasihan sama istriku. Dia berpeluh lelah, dan mungkin selama lebih dari 8 tahun ini aku belum bisa memberikan dia sedikit kebahagiaan. Aku hanya membuatnya sedih dan mungkin lelah dalam diamnya. Aku sadar aku bukan tipe suami idamannya. Walau aku tahu dia masih menyimpan harap aku bisa jauh lebih baik lagi.

43302_membenci-diri-sendiri

Aku tidak meratap dalam tulisan ini. Tapi aku kian hari makin tak kuasa membendung lelah dan memfokuskan pikiranku untuk menulis banyak hal. Ada banyak rekaman jejak kehidupan yang sangat sayang untuk dilupakan. Tapi seringnya menguap begitu saja seiring lelah dan kantukku saat aku menemani anak-anakku tidur. Aku bawa laptop kerjaku setiap hari ke rumah, namun seringnya pikiranku buntu dan entah asaku hilang kemana.

Aku seperti kehilangan arah kehidupanku. Memikirkan ketidakpastian. Sementara anak-anakku kian hari kian besar. Mereka semakin dewasa dan aku malu jika mereka menyadari aku bukanlah seorang Ayah yang hebat. Aku hanya bisa menemani mereka. Tapi aku belum bisa memberikan mereka yang terbaik. Kadang aku sibuk sendiri, dan aku juga entah tenggelam dalam kesibukkan yang kelam. Dan aku seringkali membuang banyak kesempatan untuk aku bisa kaya, bisa pintar, bisa lebih soleh lagi.

O yah, aku tidak akan berpura-pura lagi. Aku harus menjadi diriku apa adanya. Aku lelah menjadi orang lain. Dan aku harus membuka mata dan mennyadari posisiku saat ini. Sepertinya tadi aku membuat judul membenci untuk mencinta. Tadinya aku mau cerita tentang betapa istriku membenci aku di satu sisi tapi dalam sisi lain dia begitu memupuk cinta yang tak biasa. Tapi sebenarnya aku juga seringkali membenci diriku sendiri kenapa aku selalu berada dalam posisi yang tidak tepat. Dan itu menyulitkanku. Aku seperti terkunkung dalam sebuah penjara yang sepi yang sebenarnya aku berada dalam posisi yang bebas dan aku membawa kunci penjaraku sendiri. Aku bebas keluar masuk tapi entahlah kenapa aku masih nyaman dalam penjara ini dan masih rindu ingin kembali menikmati kesendirian dalam penjara hati dan jiwaku.

Ada banyak kebencian yang dipupuk menjadi cinta. Dan cinta itu tidak seindah yang dibayangkan. Kadang cinta lebih membutuhkan banyak pengorbanan dibandingkan asyik dalam kenyamanan dan ketentraman. Kadang cinta begitu perih sehingga ia selalu menggenggam masa lalu yang ia bingkai dalam relung sanubari terdalam, dalam memori jiwa yang tak pernah bisa dihapus oleh waktu.

gambar: https://intisari.grid.id/read/0393311/tragis-ternyata-masih-banyak-orang-yang-membenci-dirinya-sendiri-ini-sebabnya?page=all

Ketika Ekspektasi Menikah Tak Sesuai Dengan Realita

Saat ini aku seringkali mengeluh, kenapa ya aku sekarang tak seaktif dulu? Memang aku sepertinya jadi kaya gak move on ya dari masa lalu.. masa saat aku masih jadi single fighter alias jomblo! Lho, orang mah pengen gak jomblo ya dan menganggap jomblo itu sebuah penderitaan. Tapi memang sih ketika jomblo itu ada asyiknya juga! Asyiknya ya.. kita bisa hidup seenak sendiri tanpa ada banyak tuntutan seperti ketika kita sudah menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga.

Mungkin kita akan sedikit flashback. Dimana aku juga mungkin termasuk salah seorang yang terlalu terjebak dalam keindahan dan ekspektasi tinggi tentang menikah. Sepertinya aku terlalu menelan mentah-mentah bahwa menikah itu jauh lebih enak dibandingkan menjomblo. Ya waktu itu aku memang sudah mengetahui bahaya pacaran. Tapi sebenarnya tanpa membuka aib, betapa aku juga dulu terjebak dalam satu status yang tidak lazim. Yang aku juga gak tahu itu masuk dalam kategori hubungan yang seperti apa? Skip lah ya di bagian ini.

Membayangkan enaknya menikah memang tidak lepas dari input yang kita dapat. Waktu itu, aku terlalu banyak memasukkan keyword “indahnya menikah” di google, kajian-kajian islam, buku-buku islam dan tulisan-tulisan. Jadi penuhlah otakku dengan kalimat “kapan aku nikah?.. kapan.. kapan..” Sehingga dari mulai tahun 2007an sampai 2009 aku galau.. aku mulai memborbardir update status di facebook, kolom komentar dan postingan blog dengan tema “menikah adalah segalanya”.

indahnya-menikah-tanpa-pacaran

Kalau inget itu aku jadi malu sendiri. Mungkin aku yang salah hanya mengedepankan ego semata dan tanpa estimasi yang matang. Mungkin teman-temanku ketika mau menikah sudah kaya mau perang. Mereka siapkan bekal yang cukup, baju zirah yang kuat, ditambah upgrade ilmu dan skill perang yang mantap. Kalau aku.. modal nekad aja huhu. Dan yah, kini aku harus mencari-cari dimana pedang.. dimana perisai.. dimana baju zirah.. bahkan mungkin kini sudah kehabisan bekal.. padahal perang masih lamaa… masih berapa episode lagi kali? Aiih ini film perang apa ya ga habis-habis haha.

Pas emang filosofi menikah dengan berperang. Ya jangan dipikir musuh perangnya itu istri ya! masa istri mau diperangi.. sebenarnya istri dan anak-anak itu adalah tawanan musuh atau ghanimah (harta rampasang perang). Yang diperangi itu ya ego kita, hawa nafsu kita, sifat-sifat jelek kita dan berbagai sikon yang mungkin terjadi di luar dugaan kita. Jadi ketika siap berperang dengan semua itu.. nanti kita akan mendapat kebahagiaan bersama istri dan anak-anak kita. Bahkan mungkin ada yang dapat ghanimahnya gak cuma 1 bisa aja 2, 3 atau 4.. istri atau anak nih? ya maunyanya aja yang mana.. 4 istri kan maksimal kan ya 😀

Berbicara ekspektasi ya sebenarnya sah-sah saja. Tapi menurutku jangan terlalu tinggi.. seakuratnya estimasi kita tentang perhitungan dunia. Ya bisa dikata mumpuni lah dari sisi harta. Tapi ketika berumahtangga pasti lingkup pembahasannya bukan hanya mencukupi nafkah lahir. Ada banyak hal yang terjadi, dan itu diluar dugaan kita lho! Misal dulu bisa saja istri kita yang sebelumnya polos, manis, nurut, pokoknya idaman banget lah. Eh pas udah nikah koq bisa jadi berubah yaa? Bukan hanya berubah fisik tapi bisa saja berubah perangai haha. Ya ini bukan nakut-nakuti lahh.. tapi bicara fakta aja dan tidak menyamaratakan semua wanita kaya gitu. Yang shalihah buanyak dan juga kadang tergantung kita sebagai suami yang mengarahkannya. Tapi manusiawi banget lho.. apalagi udah ada anak, 1,2,3,4 kaya aku hihi.. kayanya udah padat banget hari-hariku.. dan aku udah gak ada waktu lagi buat nulis postingan-postingan gak jelas kaya waktu bujangan dulu..

Jadi aku pesankan untuk adik-adikku, teman dan sahabat yang saat ini mungkin merasa merana banget ya karena masih jomblo. Nikmati dulu lah kejombloan ini..! Kadang aku juga pengen jomblo lagi. Tapi sehari aja. Beri aku waktu untuk sendiri. Hahay. Aku juga emong sih jomblo terus, walau di rumah udah kaya di pasar tapi tetap aja bikin kangen. Sebenarnya mungkin aku hanya butuh piknik dan refreshing. Tapi entah aku juga kadang gak tahu pengen piknik kemana dan refreshing dimana.. karena aku tidak bisa bilang ke anak-anak.. aku mau pergi ke masjid sama ke kantor aja anak-anak ribut maunya ikut terus haduh aku stress banget pokoknya wkwk.

Pokoknya selama jadi jomblo, jadilah jomblo yang keren dan selalu bersikap elegan. Kalau bisa jadi jomblo kaya dulu. Yah minimal walau seperti yang aku katakan ekspektasi indahnya menikah tak seindah yang dibayangan, tapi kalau masih punya duit gak akan menderita dan desperate banget. Kaya aku saat ini.. lagi stress banyak pengeluaran dan gajiku di awal bulan sudah minim banget.. alamat kupingku akan panas disindiri istri dan harus memutar otak lebih keras mencari recehan haha! koq curhat sih?

Me Time dan Us Time

Ketika papap memutuskan untuk menikah, papap sebenarnya ‘gambling‘ juga. Antara percaya pasti akan bahagia atau malah nanti jadi kurang bahagia. Entahlah ya, sebenarnya papap bukan nyesel. Tapi lebih ke waktu itu papap galau antara ngebet pengen nikah dan sebenarnya papap waktu itu nekad juga pengen nikah. Situasinya waktu itu papap masih kuliah semester akhir, pekerjaan belum mapan (dalam artian gajinya belum begitu besar), ditambah sama sekali ‘nol’ dengan ilmu rumah tangga. Yah.. namanya bujangan ngebet nikah bayangannya enak mulu.. gak tahu setelah nikah si ‘Indah’ entah kabur kemana hehe.

Setelah menikah, otomatis papap harus menjadi kepala keluarga. Waktu papap juga harus papap curahkan untuk mamam dan anak-anak. Gak kaya waktu bujangan dulu, mau kemana-mana bebas, mau pergi ke toko buku, mau pergi ta’lim kemanapun papap gak khawatir ada yang nyuruh pulang cepet. Tapi setelah nikah, papap kadang suka ngelamunin waktu-waktu ketika papap sendiri. Asik kali ya ngelakuin ini.. itu.. tanpa di’ganduli’ anak sama istri xixi.. apalagi sekarang anak udah 3. Jadi setiap hari rutinitasnya, ke kantor sama rumah aja. Yah paling sesekali keluar jalan kemana gitu, beli makan atau keperluan rumah tangga.

Me Time.

Banyak sekarang mamah-mamah muda atau papah-papah muda yang anaknya baru satu, terus udah sekolah entah TK atau SD terlihat lebih eksis dengan berbagai macam kegiatan gaul mereka. Kopdar blogger, seminar, workshop, kegiatan sosial, atau sekedar hang out  ngopi-ngopi ganteng gitu sama temen-temen sekolah/kuliah dulu. Banyakan sih dilakuin sama mamah-mamah muda kali ya, karena kalau papah-papahnya sih sehari-hari di kantor atau bisnis. Kecuali pas weekend aja..

Papap juga kadang pengen kaya gitchu lho.. hiks! Pengen eksis, narsis, selfie di berbagai macam event dan kegiatan. Tapi kapan yaa? Waktu silih berganti.. setelah Arfa agak besar, lahir deh Hanaan, ketika Hanaan beranjak agak besar pun lanjut lahir lagi Raihanah. Entah nanti akan punya anak berapa ya? Hehe. Sekarang setelah anak ke-3 lagi nyoba jeda dulu si mamamnya. Lagian mamam repot karena dia harus ngajar di SD.

Us Time.

Bagi yang udah punya anak banyak. Mungkin akan jarang banget bisa ngerasain me time, terkadang agak egois juga sih. Karena anak-anak kan pengennya us time terus. Apalagi kalau anak-anak lagi kumpul di rumah. Misal waktu weekend, mereka pasti pengen jalan-jalan bareng, rekreasi bareng, ngemall bareng, makan-makan bareng, renang bareng, wah banyak deh pengennya bareng-bareng terus. Ditambah dua anak yang udah agak besar, Arfa (mau 5 tahun) sama Hanaan (2,5 tahun) apa-apa pengennya sama papap terus. Mandi, makan, tidur sampai cebok ya sama papap terus. Dah kaya superhero dah.. hehe.

Me Time dan Us Time.

Sejatinya gak akan ada yang benar-benar bisa menikmati me time ketika kita sudah menikah dan memiliki anak-anak. Pernah papap dan mamam LDR (Long Distance Relationship/hubungan jarak jauh) gitu sama mamam. Pertama ketika di awal nikah kurang lebih 5 bulan, dan ketika mamam kuliah lagi S2, dua tahun yang lalu. Sebenarnya waktu itu papap enak lho kalau mau me time.. tapi papap gak bisa hiks hiks.. papap selalu inget sama mamam dan Hanaan yang waktu diajak ke Malang usianya masih 6 bulan. Papap merana.. yang harusnya papap eksis ngeblog lagi ini malah boro-boro papap jadi malas ngapa-ngapain. Apalagi kalau mamam telepon repot lah, anak sakit lah, langsung deh jiwa ke ‘ayah’an ku bangkit.. pengennya cepet segera ada disamping mereka. Bersama-sama..

Jadi sekarang mah lebih milih menikmati waktu kebersamaan yang ada. Terkadang kalau mau nulis ya nyuri-nyuri waktu dulu dari anak-anak. Kalau malam sekalian ngelonin anak-anak papap pasti cape ikut ketiduran. Paling pagi-pagi ba’da sholat shubuh papap mulai eksis nulis lagi. Semoga setelah anak-anak besar nanti, bisa me time lagi.. iya, semoga saja sebelum nambah anak-anak papap yang lain ^^

Menikah Tanpa Rencana

Judulnya agak ‘aneh’ ya, menikah tapi tanpa direncanakan? hehe. Rencana atau planning kan sangat perlu ya untuk menunjang keberhasilan semua jenis pekerjaan dan kegiatan yang kita lakukan. Di kantor aja, rutin setiap pekan sekali papap setor planning pekerjaan untuk satu pekan. Nah ini.. emang ada nikah yang masa berlakunya seumur hidup tapi tanpa pernah direncanakan dan dipersiapkan?

Sebenarnya, jika kita mau ideal. Menikah itu bukanlah sebuah proses yang main-main apalagi coba-coba. Harus ada planning dan persiapan yang matang. Terutama bagi seorang laki-laki yang mau menikah (soalnya papap kan laki-laki :D).

Memang, jika mau dipikir simple. Menikah dalam Islam itu simple banget lho, dan syaratnya juga mudah (udah kaya mau kredit motor aja wkwk). Tapi.. yang kita fokus adalah bukan semata-mata ketika akad nikah dan prosesi nikah dari ijab qobul sampai duduk-duduk di pelaminan friends. Tapi yang mau kita sorot adalah gimana nanti setelah menikahnya itu..

tips berumah tangga

Inilah memang yang terkadang seringkali luput dipahami dan dibayangkan oleh pasangan muda-mudi saat ini..terutama yang masing single dan para jomblo tapi di status medsos nya tentang nikah muluuu.. dah ketahuan ngebetnya ya ^^

Cerita dikit yaa.. papap di usia ABG itu orangnya nerd banget..dan tidak pernah untuk mencoba dekat dengan wanita. cielah..walaupun dulu sama temen-temen suka godain cewek tapi gak pernah sampai yang namanya pacaran-pacaran gitu. maklum gak punya modalnya xixi..

Nah setelah papap mengenal gemerlapnya Jakarta, papap jadi semakin terbuka dengan semua hal. Dulu papap gaptek juga sih.. ngenal komputer, laptop dan internet juga pas dulu kerja di Jakarta.

Singkat cerita, tahun 2006an gitu ya papap akhirnya mulai kenal friendster, blog-blog gak jelas gitu, dan waktu itu email masih laku ya buat sharing-sharing cerita terutama sama mamam waktu dia masih galau wkwk.

Papap ni aslinya emang puitis banget..sudah berapa wanita yang terperdaya dan terperosok dengan kata-kata papap. Memang kata-kata bisa menipu, tapi mereka juga pasti penasaran juga dong dengan sosok papap waktu itu. Jujur waktu itu papap masih culun banget dan entahlah kayanya belum bisa eksis kaya sekarang hehe. Jadi papap menutupi jati diri, selain belum ngtrend juga medsos yang bejibun kaya sekarang. Papap belum punya kamera buat poto-poto selfie xixi.

pp2

Beberapa wanita yang tertipu mulai berguguran dan memang papap gak mau menjebak mereka di dunia maya haha. Tapi satu yang masih setia hingga saat ini, yes..mamam, ibunya 3 anak papap. Mamam, dulu fans setia papap, tapi entah ketika sudah tahu ‘belang’ nya papap, dia jadi mulai gak respek dan cuek bebek jika papap sudah mulai menggombal. Aiih.. ternyata kata-kataku sudah tidak memiliki unsur ‘magis’ lagi ya wkwkw.

skip cerita..banyak kegalauan dari tahun 2008-2010, sampai akhirnya papap menikahi mamam di akhir 2010. Konsep menikahnya memang tidak berkonsep (lho?) iya, karena sifatnya dadakan, bercampur baur dengan beberapa tragedi berdarah (lebay juga nie), kurang persiapan finansial, papap yang waktu itu belum selesai kuliah, gaji juga masih kecil, sementara mamam sudah sarjana (sekarang udah master :D),  sudah PNS pulak. Waduuh..diriku kalah jauh waktu itu. Tapi cinta mengalahkan segalanya.. cinta membutakan apapun itu saudara-saudara.. akhirnya mamam ‘SAH’ jadi istrinya papap di awal desember 2010 itu..

jodoh dalam islam
Memang sih berbagai macam rencana dan bayangan indah selalu mengiringi obrolan kita waktu itu. Tapi hidup memang tidak semudah apa yang dikatakan mario teguh (karena mario teguh juga ternyata tersandung kasus sama anaknya :D) akhirnya terseok-seok, jatuh bangun, cek cok ini itu, masih ngungkit mantan-mantan papap, kurang ini itu, yah wajar yaa rumah tangga di awal-awal memang masih rawan. Ibarat kata bayi baru belajar jalan, terseok-seok, terjatuh terus bangun lagi. Ada masalah-masalah, sama ortu, mertua, ipar, dll. Komplit banget deh kaya drama korea atau drama india? Hehe.

Tapi asli memang jujur dari hati yang paling dalam papap nyesel juga sih kenapa dulu gak siap-siap dulu. Kelarin kuliah dulu, dimapanin dulu penghasilannya, punya rumah dulu kah, atau mobil dulu kah.. pokoknya rencana dan persiapan yang matang deh pokoknya. Tapi wis qodarullah ya..mungkin ini episode kehidupannya papap yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Mau gimana lagi.. padahal papap selalu berandai-andai bisa ketemu doraemon biar bisa minjem mesin waktu buat memperbaiki yang dulu-dulu. Tapi doraemon kan gak ada lagian mana ada mesin waktu kaya di film-film hehe.

Intinya sih papap nyesel bukan apa-apa, tapi papap kasian sama mamam sama anak-anak yang mungkin masih belum bisa bahagia secara materi. Walau alhamdulillah yaa.. bersyukur sama Allah atas kenikmatan yang telah Allah berikan selama ini. 3 anak yang lucu, rumah, motor, mobil dan lain-lain walau papap belum maksimal hingga saat ini. Hiks hiks jadi sedih.. bolehkan cowok lebay? 😀

Soo.. kesimpulannya dari cerita yang gak jelas diatas adalah bahwasanya menikah memang memerlukan setidaknya perencanaan yang matang dan jelas. Jangan keburu nafsu pengen nikah cepet kalau belum tahu mau ngapain setelah menikah. Yang misal cowoknya sudah punya penghasilan mapan, rumah dan mobil punya aja masih galau ketika mau nikah. Apalagi yang cowoknya masih nganggur, atau kerjanya gak jelas atau masih kuliah tapi ngebet banget pengen nikahin anak gadis orang. Duh.. sabar dulu lah tong! Kalau gak kuat mending puasa aja dulu.. kalau udah ngebet banget. mending coba bikin dulu konsep yang matang setelah nikah. Misal ni ya..papap bukan ngelarang nikah sebelum mapan. Tapi coba pikirkan gimana caranya nanti bisa survive setelah menikah. Jangan sampai setelah nikah cek cok karena kurang ini itu dari sisi finansial. Banyak yang cerai lho gara-gara ini, kasian kan? Terutama untuk lo para cowok..camkan itu 😛

hakikat pernikahan

Nah.. apalagi kalau nikahnya gara-gara hamil duluan. Duh ngeri banget deh friends..ini jelas-jelas gak direncanakan banget ya wkwk. Cukup..dan cukup hanya papap yang pengalaman dengan nikah tanpa rencana matang ini. Buat lo guys yang masih bujang.. mulai saat ini melek gimana caranya jadi cowok ganteng, kaya, beriman dan soleh. Siap-siap tuh banyak cewek yang ngantri di depan rumah.. (ngapain? nagihin utang ya? wkwkw)

Tips Curhat Asik sama Suami!

Tips Curhat Asik Sama Suami!

Banyak para istri mengeluh suami mereka seakan acuh tak acuh saat diajak bicara. Jika istri sedang nyeritain ini dan itu, contoh.. misal ada tetangga yang udah punya mobil baru, atau bahkan ada tetangganya yang punya istri baru, atau cerita apapun (yang jujur terkadang gak penting!hehe) Suami cuma bilang “ooh..” “hmmm..” “gitu ya?” ..”masa?” atau cuma bilang “ok! udah dl ya..met bobo!”

Kalau udah kaya gini, yang ada istri paling-paling kesel, mengkel, dan tak jarang berucap “papa tega..papa jahat!” hingga selalu terbersit dalam hati, ngapain gua punya suami kalau gak bisa jadi tempat curhat dan berbagi.hiks..hiks..

Ya elah .. sabar dikit ngapa neng! 😀

curhat sama suami

Sebelum hal ini jadi sumber pendapatan eh perdebatan diantara suami istri, para istri haruslah ingat kalau laki-laki itu memiliki keunikan yang berbeda dengan perempuan lho! Roland Warren, Ketua National Fatherhood Initiative di Maryland Amerika, menekankan pentingnya pendekatan yang lebih lembut diantara pasangan. Om Roland nyaranin nih buat para istri yang merasa suaminya cuek dalam urusan rumah tangga, sebaiknya menggunakan pendekatan 3R.

Apa sih 3 R itu?

R1 = Relax (santai): kuasai emosi, kata-kata dan tindakan Anda saat berbicara.
R2 = Relate (paham) : usahakan untuk mengerti posisi dan penjelasan suami.
R3 = Release (lepaskan) : apabila sebuah perdebatan sudah selesai, move on dong..! jangan suka diungkit-ungkit lagi…

Nah, hal lain nih yang perlu diperhatikan juga adalah waktu dan tempat yang tepat. Berikut ini beberapa contoh strategi untuk mendapatkan perhatian penuh dari suami tercinta. Inga-inga.. Timing is important alias waktu itu sangat penting dan menentukan banget!!

1. Tidak membicarakan masalah/topik berat di saat suami baru pulang kerja atau menjelang pergi bekerja. Hmm..ini sulit banget nih buat istri yang bawelnya minta ampun hehe.

2. Atur waktu agar ada rutinitas makan bersama atau menikmati camilan malam. Isi dengan obrolan yang menyenangkan, tidak selalu hal serius. Hmm.. mungkin mirip saat waktu Anda di awal nikah dulu!

3. Eh eh.. tahu gak kalau suami juga bisa terhibur dengan gosip lho? Coba deh sesekali! Dengan begini, suami tidak akan menyamakan makan malam di rumah sebagai sebuah “tekanan”, bahkan mungkin menantikan saat-saat ngobrol dengan Anda wahai para istri. Tapi gosipnya bukan sengaja ngomongin orang tapi emang gosip pada ujungnya ngomongin orang sih hehe. Mungkin pointnya adalah kita membicarakan hal-hal yang teraktual baik di lingkungan RT kita atau di lingkungan kerja kita.

4. Kalau ada bahasan yang kiranya akan makan waktu dan penting, minta suami untuk menjadwalkan agar nantinya ia lebih fokus, dan sama primanya dengan saat suami harus meeting dengan klien penting. Ceillah..

Nah demikian beberapa hal yang bisa dilakukan para istri ketika memang pengen curhat sama suaminya. Jangan sesekali marahin suami lho kalau suami dikira cuek dan gak perhatian.. suami juga manusia terkang timing yang gak tepat menjadikan semuanya jadi serba aneh.

Semoga bermanfaat! ^^

Sumber: Majalah Parenting Indonesia, disunting dan dikembangkan oleh papapz.com

gambar: http://3.bp.blogspot.com/-KdkCN0LuNxk/VempzDvdjOI/AAAAAAAAJFg/fkFB6xS5MWA/s1600/152.jpg

Masakanmu, Menambah Rasa Cintaku

Seberapa Enak Masakan Istri Anda?

Sewaktu bujangan saya terbiasa dengan masakan warteg/warung nasi sunda dan jenis warung nasi daerah lainnya. Dan setelah menikah, saya sudah say goodbye dengan masakan warung nasi, dan berganti dengan masakan padang (lho?:D). Beberapa keadaan darurat yang memaksa saya makan masakan warung nasi adalah: ketika beras habis dan malas beli beras ke warung, ketika istri nginap di rumah ortunya, atau malah istri telat buat masak.

Masak memasak memang sudah menjadi dunia tersendiri bagi kebanyakan kaum wanita. Walau saya juga heran, kenapa chef dan koki itu kebanyakan yang mendominasi adalah dari kaum laki-laki ya? Tanya kenapa.masakan istrihttps://rumaysho.com/wp-content/uploads/2014/09/masak_istri.jpg

Dan tahu gak, salah satu hal yang membuat saya cinta kepada istri adalah karena masakan istri saya itu enak sekali (belum pake sangat hehe). Bukannya saya berlebihan dalam memuji, tapi saya jujur dari hati yang paling dalam bahwa masakan istri saya sudah satu level dengan masakan ibu saya bahkan lebih 1 poin di atasnya karena masakan istri saya lebih variatif dan berani dalam bereksplorasi hehe.

Sebenarnya dulu saya sempat meragukan kemampuan istri dalam memasak. Paling banter istri masak telor dadar dan yang ringan-ringan aja semisal tumis kangkung atau tumis toge. Tapi dengan seiring berjalannya waktu, pengalaman isti saya semakin banyak dalam hal masak memasak. Dan itu membuat saya selalu merindukan masakan istri saya. Bahkan saya bercita-cita kalau satu saat punya rumah sendiri (dan alhamdulillah sekarang sudah memiliki rumah sendiri), akan saya buatkan dapur yang luas dan nyaman supaya istri saya lebih semangat lagi masaknya. Wah sungguh suatu cita-cita yang mulia banget ya hehe!

Sebenarnya banyak para istri yang cuek dalam masalah memasak ini. Apalagi bagi para istri yang bekerja dan tak mau repot-repot di dapur. Pulang kerja mampir ke warung makan dan hanya membeli masakan jadi saja. Tentunya sensasi makannya akan berbeda loh dengan makan masakan sendiri. Suami juga akan bosan, dan mungkin kepikiran akan nyari istri lagi yang tentunya lebih pintar masak masakan yang enak yang menjadi favoritnya, misalnya semur jengkol hehe. Eh, itu bisa jadi pemicu perselingkuhan juga loh cuma gara-gara masakan doang. Gak percaya kan? Para istri harusnya khawatir setelah membaca pernyataan polos dari kaum suami ini 😛

Menjadi istri yang sibuk di dapur itu menyenangkan juga loh. Walaupun istri saya juga bekerja, tapi dia mau repot-repot juga di dapur hanya untuk memasak makanan untuk suaminya. Biarlah dapur berantakan dan saya yang harus membereskannya, tapi saya puas dengan hasil masakan istri dan itu artinya setelah saya makan, saya punya tenaga dan kekuatan untuk membereskan dapur yang berantakan akibat eksplorasi istri saya ketika memasak hehe.

Untuk itu, nasihat saya kepada para istri. Mulailah anda berpikir untuk mulai melihat dapur anda. Jangan biarkan peralatan masak anda tak tersentuh. Buatkanlah masakan super enak untuk suami anda. Suami sangat menghargai jerih payah masakan anda loh, walau memang terkadang ada istri yang ditakdirkan untuk tidak pintar memasak. Tapi memasak bisa dipelajari juga ilmunya, jadi belum terlambat untuk menjadi istri yang pintar memasak dan membahagiakan suaminya.

Salam semangat untuk para istri ibu rumah tangga dimanapun anda berada! ^^

Bila Harus Seatap Dengan Mertua

Mertua adalah orang tua kedua bagi kita yang sudah menikah. Alhamdulillah saya juga mempunyai orang tua dan mertua yang masih lengkap. Mertua saya orangnya baik dan sayang sama saya. Walaupun menantunya banyak, tapi kata istri, saya termasuk dalam salah satu menantu yang cukup dibanggakan hehe.

Beberapa pasangan mengeluh bahwa mereka tak nyaman jika hidup seatap dengan mertua. Baik itu mertua yang meminta kita menemani mereka, atau memang kondisi kita yang belum bisa untuk membangun rumah sendiri atau sekedar menyewa kontrakan. Dua kondisi ini memang menjadi alasan beberapa pasangan harus hidup seatap dengan mertua mereka. Mungkin apabila mertuanya seperti mertua saya sih its oke, walau saya sendiri merasa kurang nyaman jika harus hidup bareng terus sama mertua. Karena kan idealnya kalau sudah menikah, kita mempunyai kehidupan rumah tangga sendiri yang itu tidak tercampuri oleh urusan rumah tangga mertua kita. Nah repotnya apabila harus hidup seatap dengan mertua yang bawel dan seringnya selalu tak satu visi dan misi dengan kita. Mungkin rasa gak nyamannya berasa banget kan?

Sebenarnya jika yang terjadi adalah seperti ini. Maka anda harus bisa bersikap bijak dan dewasa. Banyak sebab koq yang menyebabkan mertua kadang tak begitu suka dengan menantunya walau sama-sama hidup satu atap. Untuk itu anda harus pintar-pintar mengambil hati mertua. Saya selalu dibanggakan sebagai menantu yang baik, sopan dan bisa menjaga sikap di depan mertua saya. Dan memang itu sudah menjadi karakter saya untuk selalu bersikap seperti itu. Istilahnya adalah bisa memposisikan diri dimanapun kita berada. Jadi mertua juga senang dengan keberadaan kita dalam ruang lingkup keluarga mereka. Apalagi di keluarga besar yang mengharuskan kita lebih banyak beradaptasi dan ekstra sabar jika terjadi konflik intern.

Memang di satu sisi, jika kita terus hidup seatap dengan mertua maka kita kita akan kesulitan untuk bisa belajar hidup mandiri dan menentukan gerak langkah rumah tangga kita. Tapi jika keadaanya memang kita tidak bisa untuk berpisah dengan mereka dengan sebab-sebab yang darurat, maka alangkah baiknya bagi kita untuk mengalah dan berusaha mengikuti gerak langkah dari kehidupan mertua kita. Apalagi kalau kita sudah mempunyai anak, biasanya mertua akan sangat sayang sama cucunya. Yang tadinya tidak senang pun akan menjadi sebaliknya jika sudah ada si kecil di tengah-tengah keluarga kita.

Teruslah belajar memahami karakter mertua kita, anggap saja mereka sebagai orang tua kita sehingga kita pun sungguh-sungguh dalam berbakti dan menghormati mereka. Buatlah mereka bangga mempunyai menantu seperti kita. Tentunya apabila mertua sudah menerima kita, semuanya akan menjadi serba mudah kan?

Bagi anda yang kini masih hidup seatap dengan mertua. Tetap stay cool dan enjoy aja.. Jika sudah waktunya anda pasti bisa hidup mandiri tentunya dengan kerelaan dan ridho dari mertua kita. Saya berdo’a semoga anda mempunyai mertua yang sayang pada anda dan anak-anak anda. Dan semoga hubungan anda dengan mertua tetap terjaga dengan baik. Aamiin..

re-publish dari themenworlds.com

Jangan Bertengkar Di Depan Anak!

ketika bertengkar dengan istri

Pertengkaran dalam sebuah rumah tangga memang sangat rentan terjadi, apalagi kalau masing-masing pasangan memilki ego yang besar dan tak mau mengalah. Masing-masing akan mempertahankan prinsipnya dan yang terjadi bukanlah berdiskusi untuk mencari solusi malah sama-sama mengumbar emosi. Walau bagaimanapun berbagai permasalahan yang terjadi meskipun terlihat sepele bisa saja memicu pertengkaran diantara pasutri. Dan meskipun pertengkaran ini sangat lumrah dan wajar terjadi, namun ada baiknya apabila pasangan suami istri tidak bertengkar di depan anaknya.

Bertengkar di depan anak akan menimbulkan efek negatif pada diri anak itu sendiri. Secara tidak langsung anak akan melihat bahwa orang tuanya sudah tidak saling menghormati dan menyayangi lagi, apalagi kalau dalam pertengkaran tersebut bukan hanya kata-kata kasar saja yang keluar, namun juga kekerasan fisik yang bisa menimbulkan rasa sakit seperti memukul, menampar dan sebagainya. Anak akan merasa tertekan dan tidak nyaman berada di dalam rumah, karena rumah sudah tidak memberikan rasa aman dan nyaman dikarenakan ketidakharmonisan orang tuanya yang selalu bertengkar bahkan hampir di setiap permasalahan.

bertengkar di depan anak

Beberapa anak yang terjerat narkoba, seks bebas atau kenakalan remaja lainnya banyak dipicu dari kurang harmonisnya keluarga. Keluarga yang broken home akan mudah sekali membuat anak lari dari rumah dan mencari pelampiasan kekesalannya dengan melakukan berbagai aksi kejahatan. Anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar akan melampiaskan kekesalannya dengan cara mengintimidasi orang lain di luaran, atau malah sering melakukan perkelahian dan tawuran yang biasanya terjadi hanya karena masalah kecil dan sepele.

Pengaruh keluarga terhadap perkembangan anak memang sangat besar. Apalagi anak yang masih kecil dan masih memerlukan bantuan dan kasih sayang penuh dari orang tuanya. Dia akan sangat kecewa apabila melihat orang tuanya tidak akur. Karena anak kecil biasanya belum memiliki banyak pilihan apabila terjadi sesuatu hal yang di luar dugaannya. Apabila misalkan orang tuanya bercerai, maka anak pasti diberikan pilihan untuk mengikuti ayah atau ibunya, Maka ini akan sangat pelik karena tentu sebagi anak akan mengharapkan keluarganya utuh dengan kedua orang tuanya yang selalu rukun dan saling menyayangi satu sama lain.

Untuk itu bagi para orang tua, perhatikan sikap dan perilaku anda. Jangan selalu menuruti ego dan emosi anda dengan mengumbar perselisihan dan pertengkaran anda di depan anak-anak anda. Kalaupun sampai harus bertengkar maka ajak pasangan anda masuk ke kamar dan lakukan itu tanpa harus berteriak-teriak apalagi sampai terdengar ke tetangga. Apabila ada permasalahan, ajaklah pasangan untuk berdiskusi dan bermusyawarah untuk menghasilkan sebuah solusi yang bisa menguntungkan anda berdua. Jaga keharmonisan anda di depan anak-anak anda. Dan jangan biarkan mereka kecewa terhadap anda.. Selamat mencoba.