Tips membawa bayi dan balita bertemu keluarga besar saat lebaran

membawa bayi saat kumpul keluarga

Yes Alhamdulillah.. hari raya Idul Fitri beberapa hari lagi akan kita jelang. Dan momen tersebut menjadi acara kumpul wajib dengan keluarga besar. Disebut wajib karena terkadang kaya ritual atau tradisi dari tahun ke tahun sih. Biasanya setelah sholat ‘ied kita akan langsung meluncur ke rumah mertua habis itu ke rumah ortu. So pasti ke empat anakku akan dibawa semua. Termasuk si kecil yang saat ini sudah berusia 5 bulan. Meski si kecil rentan masalah, tentunya kita tidak bisa terus-menerus menghindar dari ‘kewajiban’ membawanya bersilaturahmi dan bersosialisasi—cepat atau lambat—dengan banyak orang. Berikut tiga tips aman membawa bayi dan balita berkunjung ke keluarga besar yang bisa Anda praktikkan agar kesehatannya tidak terganggu. Aku kutip dari laman web AyahBunda:

membawa bayi saat kumpul keluarga

#1 Membuat batasan
Sulit melarang saudara sendiri untuk memegang atau menggendong si kecil tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Oleh karena itu, Anda harus menjadi tameng bayi atau balita dari penyebaran kuman yang dibawa oleh anggota keluarga besar saat menyentuh atau memeluknya, sesuai artikel Whattoexpect.com. Jauhkan mereka dengan cara menggunakan gendongan bayi sehingga Bunda atau Ayah bisa mengawasi interaksi antara para tamu dengan si kecil. Jangan segan juga mengatakan si kecil sedang rewel sehingga tidak mau terpisah dari orangtuanya. Pokoknya kesehatan anak harus jadi prioritas!

#2 Hindarkan dari anak-anak
Tahu sendiri kalau anak kecil senang menonton bayi atau balita yang usianya lebih muda. Meskipun mereka menunjukkan perhatian luar biasa terhadap si kecil, sayangnya anak-anak merupakan pembawa kuman terbesar seperti disebutkan dalam Babycaremag.com. Anak-anak sering lupa mencuci tangan sehabis bermain di luar ruang dan cenderung sulit diingatkan soal kebersihan. Namun, Anda bisa mengajak mereka bermain cilukba bersama si kecil atau membantu mengambilkan perlengkapan si kecil saat berganti baju sehingga tidak ada kontak langsung dengan bayi Anda. Jauhi pula sepupu-sepupunya yang sedang pilek atau batuk agar tidak tertulari.

#3 Lanjutkan rutinitas
Bayi punya rutinitas sendiri yang tidak perlu diubah karena bertemu dengan keluarga besar. Jika sudah lapar atau mengantuk, Bunda sebaiknya cepat mengabulkan kebutuhan si kecil sebelum berubah menjadi bencana. Carilah tempat sepi agar si kecil bisa fokus makan atau tidur, misalnya, sesuai jadwal hariannya. Ketika anak tertidur, Anda pun boleh beristirahat sambil menemani si kecil agar kembali segar ketika bercengkerama lagi dengan keluarga besar.

Nah gimana gees.. cukup bermanfaat kan ya? terutama bagi teman-teman yang memiliki bayi dan balita. Memang sih kadang kalau habis acara kumpul-kumpul lebaran, anak-anak juga kena efeknya karena mungkin capek dan lain-lainnya ya! Tapi aku berharap semua baik-baik saja. Aamiin.

sumber: https://www.ayahbunda.co.id/keluarga-travelling/3-tip-membawa-bayi-dan-balita-bertemu-keluarga-besar

Selamat 5 tahun papapz.com

Eh, gak berasa blog papapz.com dah 5 tahun ya. Ternyata dah cukup lama juga! Sayang sih jarang aku update, padahal kan kalau bisa update satu hari satu post aja kan lumayan ya hehe. Dasar papap males ah! Mudah-mudahan ke depan papap gak males update blog lagi ya. Papap juga udah lama banget gak blogwalking.. nengokin blog sendiri aja males apalagi jalan-jalan nengokin blognya orang lain hehe.

Tapi walau begitu.. sebenarnya dalam hati papap yang terdalam papap ingin banget tetap bisa menulis. Yeaah walau sebenarnya tulisan papap gak bagus-bagus amat sih! Mungkin masih jauh dari kesan penulis professional dan kadang hanya berisi curhatan iseng dan lebay! Tapi itulah.. kadang menulis itu gak bisa juga dipaksakan. Semakin kita berpikir keras, malah akhirnya kita cape sendiri lalu akhirnya terlewatlah hari demi hari.. dan blog ini pun akhirnya menjadi kosong, hampa dan bahkan kaya udah mati suri hehe.

Tapi mudah-mudahan ke depan enggak yah! Ketika anak-anak papap udah besar semua, nanti papap bisa menulis lagi. Sebenarnya ini salah satu alasan aja sih, buktinya banyak blogger yang sibuk sama anak tapi masih tetap sempat menulis jadi kembali ke semangat si bloggernya itu sendiri hehe.

Menulis memang butuh ide, butuh waktu yang pas dan tempat yang nyaman. Jadi terkadang tergantung moodnya juga. Kalau pagi-pagi sehabis subuh, papap sibuk kalau gak siaran di radio ya sibuk juga bantu-bantu pekerjaan rumah dan membantu mengurus 3 anak papap yang masih kecil-kecil. Kalau malam kadang niatnya hanya ngelonin 2 anak papap yang cowok, eh akhirnya seringkali papap ikutan tidur disamping mereka hehe. Bahkan mamam, istrinya papap seringkali dicuekin dan dibiarkan tidur hanya sama anak perempuan papap yang masih kecil 😀

So.. akhir kata mudah-mudahan blog papap bisa hidup kembali dengan tulisan-tulisan papap sendiri. Walau terkadang kalau pas lagi males mikir ya papap isi sama tulisan copas yang papap modifikasi hehe. Yaa daripada enggak ada kali ya! Nah, mudah-mudahan teman-teman juga pada semangat ya!

Salam

Tips Anti Galau Tatkala Ditinggal Si Buah Hati

anak meninggal

anak meninggalPagi tadi (Rabu/27 Des 2017), di Whatsapp Group rame karena tersiar kabar bahwa salah satu anak dari satu pejabat yang kemarin pernah bertugas di Kota Cirebon meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda. Penyebabnya adalah karena jatuh di kolam renang air panas di salah satu tempat wisata. Skip bagaimana detailnya, tapi yang pasti andaikan kita berada dalam posisi orang tuanya, sudah pasti bagaimana galaunya ya..!

Bagaimana tidak? anak yang sangat kita sayangi dan kita banggakan tiba-tiba secara mendadak tanpa ada tanda sakit atau yang lainnya langsung meninggal dengan kejadian yang tidak terduga atau bahkan cenderung tragis. Bahkan tadi sempat diinfokan, sang bunda sampai lama menangis di kuburan si anak tersayang.

Walau bagaimanapun jika kita memiliki anak lebih dari satu, tapi tentunya sebagai orang tua pasti akan merasa kehilangan, ya kan? karena mereka tidak bisa digantikan dengan apa pun. Tapi, walaupun begitu anak juga merupakan amanah dari Allah jadi mau tidak mau kita harus ikhlas.

Nah, berikut ini tips anti galau jika satu saat dengan takdir Allah buah hati kita meninggalkan kita lebih dulu:

  • Kalau sedih, sudah pasti sedih ya! Aku juga pasti sedih banget dong jika anak-anakku pergi meninggalkan orang tuanya lebih dulu. Tapi tentunya kita harus sangat tegar menerima semua takdir Allah ini.
  • Jangan nyalahin takdir. Dan jangan pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Allah tidak sayang, Mengapa Allah begitu cepat memanggil kembali anak kita? Kenapa bukan aku saja yang meninggal dunia? dan kalimat-kalimat lainnya yang menyatakan kita tidak ikhlas dan ridho dengan takdir dan ketetapan dari Allah.
  • Mengambil hikmah atau ibroh/pelajaran dari semua yang telah terjadi. Jika kita terus menyesali sesuatu yang telah terjadi, maka tentu tidak akan ada habisnya. Terkadang kita tidak tahu apa hikmah dibalik semua musibah atau kehilangan sesuatu yang berharga dari diri kita.
  • Tetap tersenyum dan mulai move on. Apalagi jika memiliki anak lebih dari satu. Anak-anak kita yang lainnya pun menantikan sentuhan kasih sayang kita. Jika kita hanya fokus pada kehilangan salah satu anak kita, kasian kan anak-anak kita yang lain yang juga merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tuanya.
  • Kalau misalkan anak yang meninggal itu merupakan anak pertama kita, dan hanya satu-satunya.. segera jika masih memungkinkan untuk kita atau istri kita hamil lagi. Maka, alangkah baiknya bisa membuat program kehamilan lagi. Karena memang Allah telah menetapkan batas waktu kepada kita untuk menjaganya sampai Allah kembali mengambilnya.

Nah, mungkin itulah beberapa tips yang mudah-mudaha bisa menghindarkan kita dari kegalauan panjang akibat kehilangan anak kita tercinta. Semoga Allah mengangkat mereka dan menempatkan mereka di Surga-Nya Allah Aamiin.

Selesai ditulis, Kamis 28 Desember 2017 01.47

Be The Best Father

Terkadang di satu titik saya seringkali merasa lelah dengan berbagai macam aktivitas harian. Bangun pagi, beres-beres rumah, kadang siaran pagi, nganter istri ke sekolah (ngajar), ngurusin anak-anak, nganterin arfa ke TK, lalu berangkat kerja. Setelah 8 jam di kantor, pulang kembali sibuk ngurus rumah dan anak-anak. Mandiin, nyuapin, nyebokin, sampai ngelonin anak-anak hingga mereka lelap tertidur.

Hai guys, saya ayah dengan 3 anak yang masih kecil-kecil dan saya mandiri tanpa bantuan ortu atau mertua. Ada baby sitter yang bantu setengah hari dan selebihnya saya dan istri yang harus turun tangan. Memang terkadang di satu sisi dirasa lebay jika harus mengeluh. Tapi apa mau dikata semua ini harus saya jalani demi terciptanya keutuhan rumah tangga dan stabilitas pemerintahan skup terkecil di rumah ini. hehe.

together

Menjadi ayah yang baik memang gampang-gampang susah. Sebenarnya saya lebih banyak belajar dari pengalaman daripada membaca buku atau artikel parenting di majalah dan internet. Terkadang saya tidak punya waktu untuk membaca, makanya seringkali saya stuck dan tidak bisa menorehkan kata-kata. Hehe klise.

Alhamdulillah sampai saat ini anak-anak sangat dekat dengan saya, ayahnya. Walau tidak dipungkiri ibu mereka memiliki kedekatan emosional juga karena mereka tumbuh dan besar di perut ibunya, dan setelah lahir pun disusui dan banyak bersama dengan ibunya walau dalam satu kondisi ibunya harus keluar rumah untuk mengajar di sekolah.

Well, saya sih sebenarnya belum pantas mendeklarasikan diri menjadi seorang ayah yang super baik. Kalau mau dinilai mungkin saya akan menilai diri saya dengan nilai 7/10. Lumayan lah karena terkadang saya suka emosian juga sama anak, suka marah-marah kalau pikiran lagi sumpek apalagi ditambah kalau sedang ada masalah dengan istri. Anak seringkali menjadi pelampiasan.

Saya juga terkadang lepas kontrol dan suka bertindak keras sama anak. Tapi jujur saya akui setelah itu saya menyesal dan saya selalu menangis setelahnya. Saya selalu bertanya mengapa saya bisa begitu? Apakah karena dulu saya juga pernah diperlakukan yang sama oleh Ayah saya? Saya seringkali mencoba bersabar walau kadang di satu titik saya lepas kontrol dan berlaku tidak baik di depan anak-anak.

Memang sih anak-anak selama ini walau suka saya marahin, dibentak atau dikasarin mereka tidak akan lama pasti akan kembali dekat dan tergantung dengan saya. Saya sih selalu mencoba untuk berusaha bersabar dan terus bersabar. Namanya anak-anak pasti ada aja kerjaannya yang bisa bikin orang tuanya mengkel. Rumah gak bisa rapi dalam satu jam, ompol kadang dimana-mana, sampah bekas makan, jajan makanan ringan berceceran, jemuran baju yang sudah kering juga teronggok di sudut kasur, apalagi mau nyetrika hehe.. setumpuk baju yang menunggu disetrika pun tak terjamah.

Menjadi seorang ayah yang baik memang sebuah keharusan, tapi tentunya kita memiliki cara sendiri untuk bisa menjadi baik dimata anak-anak. Kadang saya tidak menyangka, dalam kurun waktu 6 tahun menikah sudah dianugerahi 3 anak. Betapa repotnya, apalagi istri bekerja.. Saya hanya bisa berharap semoga saya selalu sehat dan dijaga oleh Allah dan agar anak-anak juga tetap sayang sama saya dan tetap menjadikan saya sebagai ayah yang terbaik untuk mereka.

Maafkan papap nak, belum bisa memberikan yang terbaik untuk kalian.. ^^

4 Tahun Papapz.Com

Hai, tak terasa ya waktu berlalu. Blog papapz.com sekarang usianya sudah 4 tahun, launching pertama kali di tanggal 18 Februari 2013 setahun sesudah anak pertama lahir. Kini setelah 4 tahun berlalu, bukan jumlah tulisan yang makin bertambah tapi jumlah anak yang bertambah hehe.

Mindset seorang Ayah yang sibuk memang menjadikan alasan tersendiri untuk berhenti menulis dan mengembangkan blog. Padahal.. jika kita hanya diam dan stagnan, kita tidak akan pernah berubah dan bergerak statis. Mungkin semangat menulis di tahun 2017 ini harus kembali digelorakan. Agar eksistensi papapz.com masih tetap bisa dipertahankan.

Sebenarnya jika mau konsen menulis tentang seputar Ayah, materi ini tidak akan ada habisnya. Memang sih, tidak banyak Ayah yang mau capek-capek menulis tentang gimana tumbuh kembang anaknya, atau segala hal kecil tentang anak-anak dan keluarganya. Tapi, jika ada seorang ayah yang super detail dan cerewet dalam masalah urusan anak-anaknya maka saya akan acungkan jempol. Bagaimana tidak, paradigma pengurusan anak yang notabene di negara kita senantiasa diserahkan sepenuhnya kepada seorang Ibu akan mulai bergeser jika para ayah juga turut andil membantu para ibu dalam mengurus dan mendidik anak-anaknya.

Mau tidak mau, dalam pengurusan anak peran ayah tidak kalah pentingnya dibandingkan seorang ibu. Apalagi di jaman sekarang, dimana para ibu juga semakin aktif berkarir, mengembangkan bisnis dan hal-hal lainnya belum lagi banyak para ayah yang mandiri dan tidak terpaku dengan pekerjaan rutinitas di kantor sehingga waktunya bisa lebih fleksibel lagi. Hal ini membuat para ayah memiliki kesempatan yang sama dalam turut serta membantu mengurus dan konsen dalam hal memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya.

Saya memang tidak menyarankan para ayah menjadi sibuk menggantikan peran ibu, tapi adakalanya ayah mau tidak mau harus bisa menjadi ayah yang super bisa bagi anak-anaknya. Apakah para ayah males dan tidak sabar ketika menyuapi si kecil? atau para Ayah merasa jijik jika harus mengganti popok dan membasuh pantat si kecil yang terkena pupnya? Nah, ini sebuah pekerjaan yang simpel namun perlu antusiasme tinggi dari para ayah. Kalau mau survey sepertinya saya akan mendapati bahwa para ayah masih enggan jika harus sesekali mengganti peran ibu dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Mungkin ke depan saya akan mengganti format tulisan dengan cerita-cerita real pengalaman saya dalam blog ini. Karena jujur saja ilmu parenting saya juga masih cetek, daripada saya cuma copy paste doang gak etis rasanya ya hehe. Saya hanya ingin blog papapz.com tetap eksis setidaknya ada banyak rangkuman cerita di masa-masa anak-anak masih kecil dan membuat saya ruwet xixi. Karena ketika masa kecil anak-anak berlalu, mungkin cerita saya akan berganti dengan cerita lainnya karena kalau anak-anak sudah gede, saya akan kehabisan ide cerita lagi hehe.

Makasih ya bagi teman-teman yang masih berkunjung dan atau mungkin nyasar di blog saya ini ^^

Salam

ian papap arfa

Tips Merapikan Rumah Yang Berantakan

Hai, friends.. rumah yang berantakan memang bikin kita gak betah ya. Kan ada istilah yang mengatakan “rumahku surgaku”, nah kalau rumah berantakan berasa di surga nggak? wkwk atau malah sebaliknya? berasa di neraka hehe na’udzubillah ya.

Sebenarnya papap ini tipe orang yang suka bersih-bersih, beres-beres dan rapi-rapi. Pantes mamam cinta banget sama papap ^^ walau ada pengasuh yang suka bantu-bantu terutama pas mamam berangkat ngajar. Tapi untuk urusan bersih-bersih dan rapi-rapi si mbaknya gak kepegang karena harus jagain Raihanah (6 bulan) dan Hanaan (2.5 th). Paling cuma bisa nyuci di mesin cuci dan nyetrika aja di akhir pekan.

Nah, kebayang kan gimana rasanya kalau papap gak berubah jadi petugas cleaning service? apalagi 2 anak papap, Arfa dan Hanaan sedang aktif-aktifnya. Gak mungkin juga membatasi mereka untuk bermain. Kalau udah mainan, dua box mainan berceceran dimana-mana. Di kolong kasur, di kolong kursi, di dapur. Argggh.. tidak!! papap pasti stress 😀

Untung papap gak kena OCD (Obsessive Compulsive Disorder), wah kalau kena OCD papap pasti stress banget deh. Tiap sedikit yang gak beres, gak bersih dan gak rapi pasti akan dilap, dicuci, dirapikan, dibuang wkwkw.

Lho, koq malah papap yang rempong ya? bukannya ini tugas dan bagiannya ibu-ibu? O yah..bener bangetss..papap emang ayah yang rempong. Sudah itikad baik papap untuk membantu mamam dalam hal beresin rumah, karena ada bayi yang masih kecil yang mamam harus fokus nenenin, ngelonin dll. Ditambah mamam juga harus ngajar setengah hari.. Jadi mencoba bersinergi aja. Ciee..

OK, Papap mau share sedikit tentang gimana sih caranya membersihkan dan merapikan rumah yang kadung berantakan, cek yaa..

1. Pertama-tama, siapkan dulu tubuh kita. Beri semangat membara untuk bisa menjadikan rumah bersih, rapi, dan wangi :D. Karena suka tergantung mood juga sih hehe.. karena membereskan rumah itu perlu seni. Bukan hanya sekedar rutinitas..

2. Mungkin perlu mandi dulu, makan dulu, minum vitamin dulu biar kuat hehe. Awas jangan malah jadi ngantuk terus ketiduran yaa.. kalau ibu-ibu kerjaanya tidur mulu nanti gimana kalau suami pulang rumah masih berantakan? papap sentil lho hehe.

3. Lakukan observasi terlebih dulu. Dan mulai urut bagian rumah yang mana dulu yang harus dibereskan. Misal apakah ruang tamu dulu, kamar tidur dulu, ruang tengah, atau dapur? Yang penting bagian dalam dulu ya..kalau bagian luar, misal teras, atau halaman depan/belakang itu nyusul 😀

4. Setelah terdaftar di otak untuk list prioritas bagian rumah mana dulu yang mau dibereskan. Setelah itu mari bapak-bapak dan ibu-ibu.. mulai memunguti dulu sampah yang memang harus dibuang. Misal bekas jajan dan makan anak-anak, atau diapers bekas ompol/pup. Ambil plastik sampah lalu diambil semua sampah yang memang harus dibuang ke tempat sampah.

5. Setelah semua sampah bersih. Mulai ambil baju-baju kotor, celana/baju yang kena ompol, baju-baju yang bergelantungan di kapstok, di belakang pintu, di pojok-pojok rumah wkwk..lalu mulai pisahkan mana yang harus direndam di ember, misal ompol bayi, dan baju dewasa dimasukkan ke dalam mesin cuci. Jangan lupa juga dibereskan mainan si kecil dan letakan kembali di tempatnya.

6. Setelah semuanya clear. Baru deh ambil sapu dan bersihkan semua lantai jangan sampai ada yang tersisa. Bekas nasi, remah roti dan kue, debu, pasir, tanah (bisa jadi dibawa sama sandal, sepatu atau mainan si kecil ketika masuk-masuk rumah)

7. Setelah disapu, periksa kembali barang apa yang masih terluput dan belum dibereskan. Taplak meja, sprei yang kusut, atau mengganti sprei kasur yang sudah kotor, kena ompol atau terkena makanan si kecil. Pokoknya pastikan semua kembali ke tempatnya semula ya..

8. Setelah clear, rapi semua. Baru deh di pel dengan pewangi..pastikan tidak ada debu lagi yang menempel di lantai atau kotoran-kotoran lainnya.

9. Setelah dipel, semprotkan pengharum ruangan.

Aaahh..segar. Gimana mudah kan? Ini baru tahapan beres-beres yang simpel lho..belum ngelap-ngelap kaca, perabotan, di dapur dan lain-lain wkwk. Kalau dipikir-pikir papap hebat juga ya..jarang-jarang lho cowok yang jenius dalam hal beresin rumah 😀

OK, selamat mencoba ya ^^

Tak Terbayang Menjadi Ayah

tak menyangka menjadi ayah

Waktu begitu cepat bergulir ya friends.. Sekarang usia papap udah 30 lho! Tapi masih aja ngerasa  ABG.. atau kalau dilihat-lihat (dari tugu monas :D) masih cocok lah jadi anak kuliahan gitu  ^^ Sebenarnya kalau dilihat dari muka, asli lho masih banyak temen papap yang mukanya jauh lebih tua daripada usianya. Alhamdulillah banget ya, papap kebalikannya…selalu masih merasa muda wkwk.

Papap dulu nikah di usia 24 tahun. Sebenarnya gak muda-muda banget dan gak juga terlalu ketuaan ketika ngebet banget pengen nikah. Hmm..kalau dipikir-pikir dulu papap kejebak juga sih dengan mindset “nikah itu indah” walau ternyata memang indah, tapi banyak juga sih kelabunya, hehe.

Yah..tapi setidaknya kalau dulu waktu masih jomblo malam minggu papap itu selalu kelabu. Sekarang malam minggu papap gak terlalu kelabu banget, tapi ada warna warninya sedikit. Itu juga kalau lagi duit xixi.

Papap gak kebayang lho, di usia 30 tahun, di usia pernikahan yang baru 6 tahun saja, papap sudah diamanahi 3 anak. 2 cowok, 1 cewek. Wih alhamdulillah dah lengkap dong tuh yaa.. gak rencana nambah pap? Masya Allah pengennya sih punya anak buanyaak… tapi sebenarnya pengen stop dulu. Pengen nafas dulu deh.. pengen nyantai dulu hehe..walau rezeki anak kan gak boleh ditolak ya. Tuh masih banyak koq temen papap yang belum punya anak.. kasian bahkan sampai rela keluar uang puluhan juta buat hanya pengen punya anak.

Di usia 5 bulan pernikahan, mamam istri papap, hamil anak pertama, Arfa. Alhamdulillah walau sempat ‘kosong’ 5 bulan tapi akhirnya bisa hamil juga. Yang kedua nyusul ketika Arfa usia 18 bulan. Mamam ‘ngisi’ lagi anak yang kedua, Hanaan. Dan terakhir Raihanah nyusul ketika mamam kuliah di Malang. Heran juga sih padahal LDR tapi bisa ‘jadi’ juga xixi. Qodarullah, sudah takdirnya kali ya ^^

Nah jadilah cerita jomblo di blognya papap dulu kini berubah dengan cerita tentang Ayah yang sok gaul ini di papapz.com. Jujur aja papap masih merasa malas untuk nulis lagi, entah kenapa friends. Papap koq merasa sangat lelah dengan segala bentuk rutinitas, baik di kantor ataupun di rumah bersama mamam dan anak-anak.

Bayangin deh friends, mengasuh 3 anak yang rentang usianya 2 tahun. Arfa sekarang 4 tahun 10 bulan, Hanaan 2.5 tahun, dan Raihanah mau 6 bulan. Mantap terasa deh.. Ini bukannya mau leebay lho ya mungkin masih banyak yang lebih-lebih dari papap bahkan tetangga komplek ni ya ada yang punya anak lebih dari 3, ada yang 9 bahkan 10 atau ada juga yang lebih dari itu kali ya haha.

Memang mengasuh anak itu butuh seni tersendiri lho friends, setiap anak kan memiliki karakter yang unik dan gak sama. Dan memang benar Arfa sama Hanaan aja beda banget karaternya dan cara penanganannya juga beda-beda lho. Arfa itu orangnya seringkali cepat panik, agak emosional, selfish, dan kurang nyaman dengan banyak orang yang tidak dia kenal. Sedangkan Hanaan itu orangnya kalem, supel, sangat komunikatif, dan mandiri. Kalau Raihanah, masih belum terlihat karakternya karena masih bayi , tapi kayanya lebih mirip mamamnya hehe.

ayah super tahu
Dan kenapa saat ini banyak sekali orang yang ngeshare terkait ilmu parenting? Karena memang penting banget lho ilmu tentang mengasuh anak ini. Bukan hanya untuk seorang Ibu, tapi juga untuk seorang Ayah. Saya suka heran jika ada Ayah yang masih cuek dengan masalah mengasuh anak. Ada Ayah yang tugasnya hanya mencari nafkah saja, dan untuk urusan duit mungkin pintar. Tapi untuk urusan mengasuh anaknya nol banget. Bahkan anak-anak jadi gak deket karena Ayahnya sering banget ninggalin anak hanya untuk mencari duit. Ya kalau masalah bekerja mah penting ya friends.. kan memang sudah tugasnya. Tapi masa 7-8 jam bekerja masih kurang juga? Kan ada hak waktu kita juga untuk keluarga. Kasian lho anak-anak yang lebih sering ditinggal Ayahnya itu, seperti kekurangan image seorang Ayah. Hiks..

ortuku sahabatku

Masih inget dulu papap ketika masih kecil lebih sering ditinggal Bapa merantau, perasaan papap hampa gituh yang ada hanya Ibu saja. Makanya gak tahu kenapa sampai sekarang papap gak bisa terlalu dekat dengan Bapa. Dan sebagai penebus kehampaan papap, sekarang setelah menjadi seorang Ayah, papap ingin selalu dekat dengan anak-anak papap. Dan Alhamdulillah 3 anak papap semuanya dekat banget. Yah walaupun tak jarang kena omelan, atau terkadang ketika lost control papap juga suka tak sadar memukul, mencubit dll (jangan ditiru ya friends) tapi fitrah papap sangat sayang sama mereka. Kadang nyesel kalau udah bentak-bentak atau mukul anak, terus papap langsung minta maaf sama mereka sambil ngutarain alasan kenapa papap seperti itu. Jangan sampai ya anak sakit hatinya. Duh..

Nah friends, itu sedikit cerita singkat papap hingga menjadi seorang Ayah..sebenarnya jadi Ayah itu gampang-gampang susah. Kalau seorang cowok nikah terus habis itu punya anak, otomatis kan predikatnya langsung berubah jadi seorang Ayah. Tapi tidak semua Ayah bisa merasakan nikmatnya kebersamaan dengan anak-anak mereka. Yuk para Ayah terus belajar menjadi lebih baik 🙂

Salam papapz.com

Kecewa Padamu Ayah ..

Walau saat ini papap sudah menjadi Ayah dari 3 anak-anak yang masya Allah lucu dan menggemaskan, tapi  status papap juga masih menjadi seorang anak.

Jujur, papap sedikit kurang bisa mengingat masa kecil yang sudah berlalu. Papap mungkin sedikit ingat, bahwa dulu papap lebih banyak waktu bersama ibu. Bapa dulu lebih sering merantau. Bekerja, mencari uang, pulang entah berapa bulan sekali lalu pergi lagi.

Walau dulu, ketika Bapa sempat sakit parah terus akhirnya sembuh. Bapa akhirnya tidak merantau lagi.

Bapa tipikal orang yang cukup keras, dulu seringkali emosinya meledak-ledak. Tapi Ibu orangnya cukup sabar, terbukti selama 30 tahun mendampingi Bapa. Ibu masih tetap bertahan dengan segala sikap Bapa.

Continue reading “Kecewa Padamu Ayah ..”