Tips membawa bayi dan balita bertemu keluarga besar saat lebaran

membawa bayi saat kumpul keluarga

Yes Alhamdulillah.. hari raya Idul Fitri beberapa hari lagi akan kita jelang. Dan momen tersebut menjadi acara kumpul wajib dengan keluarga besar. Disebut wajib karena terkadang kaya ritual atau tradisi dari tahun ke tahun sih. Biasanya setelah sholat ‘ied kita akan langsung meluncur ke rumah mertua habis itu ke rumah ortu. So pasti ke empat anakku akan dibawa semua. Termasuk si kecil yang saat ini sudah berusia 5 bulan. Meski si kecil rentan masalah, tentunya kita tidak bisa terus-menerus menghindar dari ‘kewajiban’ membawanya bersilaturahmi dan bersosialisasi—cepat atau lambat—dengan banyak orang. Berikut tiga tips aman membawa bayi dan balita berkunjung ke keluarga besar yang bisa Anda praktikkan agar kesehatannya tidak terganggu. Aku kutip dari laman web AyahBunda:

membawa bayi saat kumpul keluarga

#1 Membuat batasan
Sulit melarang saudara sendiri untuk memegang atau menggendong si kecil tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Oleh karena itu, Anda harus menjadi tameng bayi atau balita dari penyebaran kuman yang dibawa oleh anggota keluarga besar saat menyentuh atau memeluknya, sesuai artikel Whattoexpect.com. Jauhkan mereka dengan cara menggunakan gendongan bayi sehingga Bunda atau Ayah bisa mengawasi interaksi antara para tamu dengan si kecil. Jangan segan juga mengatakan si kecil sedang rewel sehingga tidak mau terpisah dari orangtuanya. Pokoknya kesehatan anak harus jadi prioritas!

#2 Hindarkan dari anak-anak
Tahu sendiri kalau anak kecil senang menonton bayi atau balita yang usianya lebih muda. Meskipun mereka menunjukkan perhatian luar biasa terhadap si kecil, sayangnya anak-anak merupakan pembawa kuman terbesar seperti disebutkan dalam Babycaremag.com. Anak-anak sering lupa mencuci tangan sehabis bermain di luar ruang dan cenderung sulit diingatkan soal kebersihan. Namun, Anda bisa mengajak mereka bermain cilukba bersama si kecil atau membantu mengambilkan perlengkapan si kecil saat berganti baju sehingga tidak ada kontak langsung dengan bayi Anda. Jauhi pula sepupu-sepupunya yang sedang pilek atau batuk agar tidak tertulari.

#3 Lanjutkan rutinitas
Bayi punya rutinitas sendiri yang tidak perlu diubah karena bertemu dengan keluarga besar. Jika sudah lapar atau mengantuk, Bunda sebaiknya cepat mengabulkan kebutuhan si kecil sebelum berubah menjadi bencana. Carilah tempat sepi agar si kecil bisa fokus makan atau tidur, misalnya, sesuai jadwal hariannya. Ketika anak tertidur, Anda pun boleh beristirahat sambil menemani si kecil agar kembali segar ketika bercengkerama lagi dengan keluarga besar.

Nah gimana gees.. cukup bermanfaat kan ya? terutama bagi teman-teman yang memiliki bayi dan balita. Memang sih kadang kalau habis acara kumpul-kumpul lebaran, anak-anak juga kena efeknya karena mungkin capek dan lain-lainnya ya! Tapi aku berharap semua baik-baik saja. Aamiin.

sumber: https://www.ayahbunda.co.id/keluarga-travelling/3-tip-membawa-bayi-dan-balita-bertemu-keluarga-besar

Tips Merapikan Rumah Singkat & Mudah ala papapz

tips-merapikan-rumah

Punya rumah yang selalu berantakan karena ulah si kecil? Jangan stress, jangan galau! Karena papapz juga sering mengalaminya. Dari mulai masih anak 1, sampai sekarang anak 3 dan mau anak 4 hihi.

Lho, apakah seorang papapz juga harus ikut andil dalam urusan beres-beres rumah? Hmm.. di zaman now, sepertinya udah gak ada lagi deh jargon “semua pekerjaan rumah dibebankan kepada istri atau mamamnya anak-anak” kasian kan? apalagi kalau mamamnya juga bekerja dan lagi hamil! pasti cape deh.. opps papapz koq bisa ya perhatian gitu sama mamam? aiih co cweeet ..

Yups seorang papapz juga selain bekerja di luar rumah, harus bekerja di dalam rumah haha istilahnya di luar kerja banting tulang..di dalam rumah harus lempar-lempar tulang juga xixi.

Merapikan rumah memang tugas yang berat sob! kelihatannya pekerjaan yang sepele tapi membutuhkan skill dan mood yang tepat! Bayangin aja, di sebuah rumah dengan 3 anak kecil kita akan mendapati mainan berserakan, buku dan pensil dimana-mana, belum lagi tumpahan air minum dan sisa makanan yang berceceran, baju kotor dan bekas ompol. Belum di dapur ada banyak piring kotor, dan sampah yang belum dibuang. Melihat halaman belakang, penuh tahi ayam karena sekarang papapz dikasi jobdesc buat miara ayam juga haha.

Sedih bro..sedih banget pokoknya! Kalau badan udah lelah, yang ada hanyalah tatapan nanar dan hembusan nafas panjang. Duh cup..cup..cup!

Langsung aja deh guys daripada hanya membaca keluhan yang akhirnya tak mendapatkan resep dokter. Kita simak penjelasan mengenai tips singkat dn mudah dalam merapikan rumah. Ini khusus bagi keluarga muda yang tidak mempunyai asisten rumah tangga ya! Soalnya kalau punya ART, ngapain juga repot hehe!

  1. Ikhlaskan niat bro! agar jadi ibadah. Ya, membantu istri adalah ibadah. Lihat Rosulullah dulu, beliau adalah sosok suami ideal yang penuh kemandirian. So, kita juga jangan malas bro jadi suami. Kasian istri ngurus anak banyak sendirian. Emang itu anak hasil kerjasama siapa? Kalau bukan suami yang bantu siapa lagi? Kecuali kalau udah pada jadi orang kaya, tinggal sewa ART kelar deh perkara hehe.
  2. Kerjakan di waktu yang tepat. Ambil satu waktu agar kita bisa mengerjakan tugas itu secara menyeluruh. Misal di malam hari ketika anak-anak sudah tertidur pulas. Atau di pagi hari ketika mereka belum bangun. Ini akan menciptakan suasana dan semangat dalam membereskan, membersihkan dan merapikan rumah. Kalau anak-anak masih aktif, percuma deh yang ada pegel dan capek karena harus mondar mandir beres-beres. Jadi cuekkin aja kalau rumah berantakan. Kecuali kalau papapz ngidap Obsesif kompulsif atau obsessive-compulsive disorder (OCD). Itu pasti cemas banget deh kalau liat yang berantakan, pasti dikit-dikit nyapu, dikit-dikit ngepel. Ampun rempong banget ya papapz! 
  3. Siapkan alat kebersihan dan simpan dalam satu tempat/wadah. Kita pasti membutuhkan sapu, pengki, alat pel, kain, kemoceng, dan lain-lain. Pastikan alat-alat tersebut selalu ready. Karena itu adalah senjata kita hehe.
  4. Lakukan dengan penuh kehati-hatian dan tanpa menimbulkan bising. Hal ini jika dilakukan di malam hari atau pagi hari ya. Jangan pernah membuat keributan sewaktu mencuci piring, atau merapikan mainan si kecil. Lakukan dengan penuh kesenyapan!
  5. Mulai dari kamar tidur terlebih dulu. Oke, kalau untuk membersihkan seluruh bagian rumah secara menyeluruh kita mungkin perlu waktu sampe 30 menit. Tapi yang paling awal adalah pastikan bagian kamar tidur terlebih dulu yang dibereskan dan dirapikan. Karena tentunya untuk membuat nyaman mamam dan anak-anak kita disaat tidur kan? Jadi sebelum tidur, ketika anak-anak masih bermain di ruang tengah atau ruang keluarga. Papapz segera tuh beresin kamar tidur, ganti sprei, ganti sarung bantal dan guling, sapuin dan lain-lain pokoknya pastikan kamar tidur nyaman. Kalau banyak nyamuk, bisa semprot dulu dengan anti nyamuk atau kalau panas bisa hidupkan kipas atau AC. Setelah itu baru deh kondisikan untuk tidur. Urusan beresin dan rapiin rumah bisa setelah anak tidur atau nanti besok paginya sebelum anak-anak bangun.
  6. Buatlah rundown pekerjaan. Minimal dalam otak, kita sudah bisa membayangkan dan menyusun rundown pekerjaan atau to-do list. Misal pertama setelah kamar tidur tadi, lanjut beresin mainan dan buku serta alat tulis, buang sampah, simpan pakaian kotor, lalu sapuin seluruh ruangan, pel dan kasih pengharum ruangan. Lanjut lagi misal ke dapur, bereskan piring kotor, cuci piring, sapu dan pel ruangan dapur. Lanjut ke cucian dll
  7. Fokus pada pekerjaan rutin saja. Untuk kegiatan harian, cukup kegiatan intinya aja bro! Misal tadi beresin mainan, buku, nyapu, ngepel, cuci-cuci, nah kalau untuk urusan beresin lemari dapur, kulkas, ngelapin kaca, beresin genteng itu mah nanti aja pas kita weekend. Kalau itu semua dikerjain ya gempor dong bang! pokoknya jangan sampai lebih dari 30 menit saja. Stress deh kalau harus diberesin semua xixi.
  8. Bantu sama anak-anak. Ini sebenarnya untuk melatih disiplin dan kemandirian anak. Kadang papapz suka ikut kesel liat anak-anak yang sukanya berantakin mainan, buku dan alat tulis. papapz suka kasih penegasan bahwa kalau udah selesai, mainan,buku dan alat tulis langsung dibereskan dan simpan ke tempat asalnya. Walau asli pegel.. seringnya pada lupa dan alhasil papapz jadi cuma tereak-tereak doang sampe serak dan haus! Sabar ya bro..

Oke, jadi itu dulu aja lah tipsnya. Intinya sih dalam hal merapikan rumah kita harus konsisten dalam menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Kalau hanya asal beres sih gampang.. udah beresin masukin semua ke karung lalu buang-buangin xixi.

Papapz cerita berdasarkan pengalaman. No Hoax dan anti pencitraan. Bro! hidup rumah tangga penuh perjuangan.. Papapz harus lebih banyak mengalah untuk meraih kemenangan! Ceilah.. Piss Ah!

sumber gambar: http://cdn2.tstatic.net/kaltim/foto/bank/images/interior-rumah-rapi_20160507_073903.jpg

Mendua

Aku hanya bisa menulis di malam hari. Setelah kelelahan dan rasa penat menjadi satu yang seharusnya memaksaku untuk berbaring menikmati mimpi. Tapi hatiku berkata nanti dulu. Lihatlah dunia maya sejenak untuk membuka asiknya dunia lain. Sementara istri dan anakku sudah tertidur walau dalam suasana panas sementara kipas anginku mulai rusak dan aku belum bisa untuk memasang AC di kamar tidur. Oh kasian..

Apa yang dipikirkan para suami ketika disebut kata “mendua“?

Hmm.. mungkin yang lebih sering kita kenal itu poligami kali yah. Kalau mendua kayanya punya stigma miring alias mungkin bisa jadi selingkuh atau punya wanita idaman lain. O yeah tapi kalau menurut para istri, poligami sama saja konteksnya menduakan mereka dengan wanita lain walau wanita yang satunya dinikahi suaminya dengan cara yang halal dan benar.

Banyak wanita yang tidak senang dan tidak rela jika suaminya mendua. Mungkin selingkuh dianggap perbuatan yang keji, karena dilakukan dengan cara terlarang. Tapi menikah lagi dengan cara yang halal juga pasti akan membuat dampak dan efek yang sama bagi para istri. Galau, frustasi dan mungkin akan membuat istri menggugat cerai suami.

Kalau aku lihat dari sudut pandang laki-laki. Sebenarnya fine-fine saja kalau laki-laki mampu untuk “nambah” istri. Dan tentunya tidak dikatakan “mendua” kali yah.. Bahkan dalam Islam batasnya sampe empat. Wooow..

Tapii.. tentunya laki-laki juga harus nyadar diri, ngaca dulu, instrospeksi sebenarnya udah siap dan mampu belum untuk bisa membagi semuanya dengan dua, tiga bahkan empat wanita. Waktunya laki-laki sama, 1×24 jam, 7 hari dalam seminggu. Nah gimana caranya bagi waktu untuk semua wanita yang mau jadi istri kita. Hanya menurut pandanganku sendiri, sepertinya orang yang belum siap secara finansial masih belum perlu untuk nambah lagi. Memang bukan hal yang mutlak tapi kan kita harus realistis ya.. punya istri lebih dari satu itu tandanya seorang pria harus punya ekstra finansial. Mending kalau kita jadi orang kaya, minimal punya dana berlebih untuk kita alokasikan untuk nambah istri. Nah kalau enggak dan kita hanya husnudzan rizki itu sudah diatur sama Allah? Mungkin kita dikatakan terlalu pede kali yah.. oh mungkin bisa saja tapi cari wanita kaya yang mau untuk dimadu hehe. Tapi kan gak asik juga yaa masa cowok ngandelin sama cewek? Pas pacaran aja koq kaya tabu neraktir cewek ini udah rumah tangga tapi masih dikasih-kasih sama istrinya. Hmmm gak ada larangan juga sih.. hehe tapi ini cuma beban moral saja.

Oke.. skip dulu.

Paraghrap di atas gak bermaksud menjustifikasi “salah” laki-laki yang nambah istri. Karena banyak juga orang kaya yang istrinya satu. Entah dengan tendensi apa, apakah memang benar tipe laki-laki setia atau memang takut sama istrinya, atau memang dia impoten (haha) tapi yang pasti jangan sampe main belakang alias selingkuh yaa.. apalagi sama perempuan yang gak benar duh takut deh kena adzab dan dampak negatif lainnya. Jadi kenapa gak nikah halal aja? Toh laki-laki gak perlu wali, persetujuan ortu apalagi istri. Jadi nikah tanpa sepengetahuan istri juga gak papa asal istrinya nerima aja dan tidak ada rasa tersakiti dan dendam dalam hati dan nanti malah bisa berujung mati.. hiii ngeri. Ada kan ya cerita suami yang nikah lagi tanpa sepengetahuan istrinya, lalu istri nekat ngebunuh suami atau mungkin malah juga istri mudanya hoho.. koq bahasannya jadi kriminal gini ya kaya koran lampu merah hijau kuning wkwk.

Sebenernya kalau menurutku sih simpel aja ya. Dan juga untuk para wanita juga simpel juga sih.. Menikah itu kan sesuatu yang halal kan ya bahkan dianjurkan bagi yang sudah mampu. Kalau dipikir-pikir saat ini semua fine-fine aja.. menikah, punya anak 1, 2,3 dst.. udah kaya keluarga harmonis lah ya… tapi mungkin saja dalam perjalanan rumah tangga ada hal-hal yang berubah. Mungkin sebagai seorang istri bisa coba tanya-tanya iseng kira-kira suami punya niatan nikah lagi enggak? Kalau misal iya alasannya apa, dan kalau enggak/belum berminat jelasin juga alasannya. Nah, jadi bahasan poligami gak seserem orang kaya dikhianatin gitu ya.. Istri bisa jadi seorang yang terbuka dan suami pun akhirnya dia bisa berpikir realistis dan malu jika dia bertindak dengan perbuatan yang bisa merusak hubungan suami istri. Misal suami iseng/serius selingkuh, CLBK sama mantan pacar, stalking cewek cantik di medsos dll.  Suami malu dong karena istri merespon semua pikiran dan imajinasi suami. Jangan kejem juga jadi istri pas suaminya becandain dan bilang ginih ” Mah.. boleh gak papah nikah lagi?” lalu istri bales ” boleh pah.. tapi langkahi dulu mayatku!!!” hehe.. kalau kaya gitu bikin suami keki juga loh dan mungkin bisa jadi karena udah ada statement yang kaku begitu membuat suami curi-curi kesempatan di luar pantauan istri. Dih jangan sampe kaya gitu kali yaaa..

Aku juga sering becandain istri tapi seringnya aku lebih banyak nyadar diri, ngaca (untung punya cermin di rumah hehe) dan tentunya gak gegabah untuk terlalu berimajinasi untuk punya istri lagi. Nyadar aku belum bisa bahagiain istri dan anak-anak, entah ya kalau satu saat nanti hehehehe.. Kadang aku suka berpikir punya istri satu aja repot apalagi dua, dan jangan sampe tipenya sama hahay.. nanti keder deh wkwk..

OK mending sekarang aku fokus aja dulu gimana di kantor semua kerjaan beres, di rumah kerjaan juga beres.. maklum bapak rumah tangga jadi selalu membagi waktu untuk beres-beres rumah, nyapu, ngepel, nyuci piring, baju, ngondisiin 3 anak yang masih kecil-kecil.. duh rempong amat yah. Lho istrinya emang kemana dan ngapain aja? Ada siih.. dia udah kelelahan ngajar di sekolah juga ekstra perhatian dan waktu untuk di bungsu yang masih kecil dan masih suka rewel. Jadi aku coba handel hampir semua kerjaan rumah kecuali nyetrika.. ada ART yang bantu selain ngasuh anak kalo pas istriku ke sekolahan. Kadang aku suka narsis sendiri (tapi tidak di depan orang lain dan di medsos yaaa..) hmm beruntung banget yaa istriku punya suami kaya aku.. pinter segalanya walau masih ada yang kurang, yaitu masih kurang pinter nyari sampingan wkwkw.. mudah-mudahan ke depan aku sukses dan bisa “mendua” juga upsss.. (mudah-mudahan istriku gak baca)

Salam ^^

Mengajari Si Kecil Untuk Mencintai Kebersihan

anak suka bersih

Hai Friends, orangtua yang baik tentu akan mengajarkan kebaikan untuk anak-anaknya. Salah satu kebaikan yang perlu untuk dicontoh oleh si kecil adalah senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian.

Dari waktu kecil, papap sudah belajar hidup mandiri. Entah diajarkan atau tidak, insting untuk selalu bersih dan rapi melekat dari kecil sampai sekarang. Walau memang tidak berusaha untuk bersikap perfeksionis, tapi papap berusaha menjaga agar segala sesuatunya bersih dan rapi. Yah setidaknya fakta membuktikan, sewaktu bujangan papap gak pernah malas nyuci dan nyetrika baju hehe. Kamar papap juga selalu rapi. Dan sebelum kuliah papap selalu mandi dulu dan tak lupa gosok gigi ^^

kamar bujangan dulu.. (2009 :D)

Mengajari si kecil untuk juga cinta kebersihan dan kerapihan memang gampang-gampang susah, anak-anak tidak akan serta merta menurut begitu saja. Apalagi karakter anak yang ingin serba tahu, seringkali membuat mereka eksplor berbagai hal, dengan mengambil mainan, atau buku terus gak pernah deh dibalikin ke tempatnya semula. Atau kaya musim hujan kaya gini, enaknya main becek-becekan atau main lumpur di depan rumah. Jadi memang selalu ada kelonggaran untuk mereka, karena tidak mungkin kan membatasi mereka untuk belajar dan bermain. Jangan-jangan kalau serba dilarang, anak nanti jadi kurang kreatifitas. Soo..biarkan saja mereka bermain dan belajar berbagai hal asal setelahnya ajarkan mereka untuk kembali bersih dan rapi.

arfa-hanaan-main-lumpur

Ada beberapa tips kecil yang ingin papap share agar si kecil tahu segimana pentingnya menjaga kebersihan dan kerapihan:

1. Memberikan contoh yang baik. Sebenarnya si kecil banyak belajar berbagai hal dari orangtuanya. Salah satunya yaitu dalam menjaga kebersihan dan kerapihan. Mana mungkin anak mau membereskan mainannya, membuang sampah pada tempatnya, menggosok gigi sebelum tidur, dan berbagai macam  kebiasaan baik lainnya jika orangtua tidak pernah mencontohkan hal tersebut kepada anak-anak. Jadi jangan sekali-kali meminta anak membersihkan dan merapikan sesuatu jika ibu di rumah juga gak pernah megang sapu, membuang sampah pada tempatnya dll atau bahkan semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan oleh asisten hehe. Alhamdulillah Arfa dan Hanaan tidak menolak jika diminta membuang sampah ke tempat sampah, atau menyimpan piring/gelas kotor ke belakang, dan membereskan mainannya sendiri. Ya walau seringkali mereka meminta untuk dibantu, tapi tidak ada salahnya membantu si kecil membereskan bersama agar mereka juga semangat ketika membereskan dan merapikan mainannya.

arfa-mengganti-sarung-bantal2. Senantiasa mengajari si kecil untuk meletakan sesuatu pada tempatnya. Menurut papap hal ini adalah inti agar semuanya tetap rapi. Ketika sudah bermain, maka simpan kembali mainannya ke tempatnya. Arfa punya banyak mainan, entah sampai kapan dia berhenti membeli mainan, apalagi sekarang setelah sekolah Arfa hampir minta membeli mainan di halaman sekolahnya. Nah, minta si kecil untuk rapi dalam mengambil dan meletakkan kembali. Yang bikin males adalah kalau dua box mainan sudah ditumpahin semua hehe.. pasti deh satu lantai kamar penuh sama mainan. Apalagi kalau mainannya yang kecil-kecil kaya lego-legoan duh harus ekstra membereskannya. Selain mainan, juga ketika sudah membaca buku, belajar menulis atau mewarnai, nah itu juga harus dikembalikan ke tempatnya misal ke dalam lemari buku.

3. Seperti yang sudah papap bilang di awal, kita tidak mungkin membatasi si kecil dalam bermain dan belajar berbagai hal. Bisa jadi dalam kegiatan bermain dan bereksplorasi, baju dan badan si kecil akan terkena banyak kotoran. Atau ketika sudah makan, tangan dan mulut mereka terkena kotoran bekas makanan. Nah selalu ajarkan juga pada mereka untuk segera mencuci tangan, dan mulut mereka. Atau mungkin jika badan mereka kotor, ajarkan untuk segera mandi, memakai sabun dan shampo, dan segera memakai baju yang bersih kembali.

4. Banyak hal yang bisa diajarkan kepada si kecil jika mereka sudah bertambah besar, selain mereka bertanggungjawab akan kebersihan dan kerapian diri mereka sendiri. Mereka juga nanti diajari bagaimana menjaga kebersihan dan kerapian di lingkungan sekitar mereka. Misal, mereka nanti diberikan jadwal membersihkan dan merapikan rumah. Jika anak-anak kita banyak, akan jadi lebih mudah untuk membereskan rumah. Misal si A bertugas menyapu dan mengepel, si B mencuci piring dan baju, si C memasak haha.. asik banget ya orangtuanya tinggal santai aja wkwkw.. tapi bukan mengeksploitasi anak juga ya friends hihi..

Nah, demikianlah tips mudah dalam mengajari si kecil untuk bisa menjaga kebersihan dan kerapihan sejak dini. Hal ini akan berguna lho sampai mereka dewasa bahkan ketika mereka juga nanti berumah tangga. Seperti papap sekarang ini ^^

Tips Merapikan Rumah Yang Berantakan

Hai, friends.. rumah yang berantakan memang bikin kita gak betah ya. Kan ada istilah yang mengatakan “rumahku surgaku”, nah kalau rumah berantakan berasa di surga nggak? wkwk atau malah sebaliknya? berasa di neraka hehe na’udzubillah ya.

Sebenarnya papap ini tipe orang yang suka bersih-bersih, beres-beres dan rapi-rapi. Pantes mamam cinta banget sama papap ^^ walau ada pengasuh yang suka bantu-bantu terutama pas mamam berangkat ngajar. Tapi untuk urusan bersih-bersih dan rapi-rapi si mbaknya gak kepegang karena harus jagain Raihanah (6 bulan) dan Hanaan (2.5 th). Paling cuma bisa nyuci di mesin cuci dan nyetrika aja di akhir pekan.

Nah, kebayang kan gimana rasanya kalau papap gak berubah jadi petugas cleaning service? apalagi 2 anak papap, Arfa dan Hanaan sedang aktif-aktifnya. Gak mungkin juga membatasi mereka untuk bermain. Kalau udah mainan, dua box mainan berceceran dimana-mana. Di kolong kasur, di kolong kursi, di dapur. Argggh.. tidak!! papap pasti stress 😀

Untung papap gak kena OCD (Obsessive Compulsive Disorder), wah kalau kena OCD papap pasti stress banget deh. Tiap sedikit yang gak beres, gak bersih dan gak rapi pasti akan dilap, dicuci, dirapikan, dibuang wkwkw.

Lho, koq malah papap yang rempong ya? bukannya ini tugas dan bagiannya ibu-ibu? O yah..bener bangetss..papap emang ayah yang rempong. Sudah itikad baik papap untuk membantu mamam dalam hal beresin rumah, karena ada bayi yang masih kecil yang mamam harus fokus nenenin, ngelonin dll. Ditambah mamam juga harus ngajar setengah hari.. Jadi mencoba bersinergi aja. Ciee..

OK, Papap mau share sedikit tentang gimana sih caranya membersihkan dan merapikan rumah yang kadung berantakan, cek yaa..

1. Pertama-tama, siapkan dulu tubuh kita. Beri semangat membara untuk bisa menjadikan rumah bersih, rapi, dan wangi :D. Karena suka tergantung mood juga sih hehe.. karena membereskan rumah itu perlu seni. Bukan hanya sekedar rutinitas..

2. Mungkin perlu mandi dulu, makan dulu, minum vitamin dulu biar kuat hehe. Awas jangan malah jadi ngantuk terus ketiduran yaa.. kalau ibu-ibu kerjaanya tidur mulu nanti gimana kalau suami pulang rumah masih berantakan? papap sentil lho hehe.

3. Lakukan observasi terlebih dulu. Dan mulai urut bagian rumah yang mana dulu yang harus dibereskan. Misal apakah ruang tamu dulu, kamar tidur dulu, ruang tengah, atau dapur? Yang penting bagian dalam dulu ya..kalau bagian luar, misal teras, atau halaman depan/belakang itu nyusul 😀

4. Setelah terdaftar di otak untuk list prioritas bagian rumah mana dulu yang mau dibereskan. Setelah itu mari bapak-bapak dan ibu-ibu.. mulai memunguti dulu sampah yang memang harus dibuang. Misal bekas jajan dan makan anak-anak, atau diapers bekas ompol/pup. Ambil plastik sampah lalu diambil semua sampah yang memang harus dibuang ke tempat sampah.

5. Setelah semua sampah bersih. Mulai ambil baju-baju kotor, celana/baju yang kena ompol, baju-baju yang bergelantungan di kapstok, di belakang pintu, di pojok-pojok rumah wkwk..lalu mulai pisahkan mana yang harus direndam di ember, misal ompol bayi, dan baju dewasa dimasukkan ke dalam mesin cuci. Jangan lupa juga dibereskan mainan si kecil dan letakan kembali di tempatnya.

6. Setelah semuanya clear. Baru deh ambil sapu dan bersihkan semua lantai jangan sampai ada yang tersisa. Bekas nasi, remah roti dan kue, debu, pasir, tanah (bisa jadi dibawa sama sandal, sepatu atau mainan si kecil ketika masuk-masuk rumah)

7. Setelah disapu, periksa kembali barang apa yang masih terluput dan belum dibereskan. Taplak meja, sprei yang kusut, atau mengganti sprei kasur yang sudah kotor, kena ompol atau terkena makanan si kecil. Pokoknya pastikan semua kembali ke tempatnya semula ya..

8. Setelah clear, rapi semua. Baru deh di pel dengan pewangi..pastikan tidak ada debu lagi yang menempel di lantai atau kotoran-kotoran lainnya.

9. Setelah dipel, semprotkan pengharum ruangan.

Aaahh..segar. Gimana mudah kan? Ini baru tahapan beres-beres yang simpel lho..belum ngelap-ngelap kaca, perabotan, di dapur dan lain-lain wkwk. Kalau dipikir-pikir papap hebat juga ya..jarang-jarang lho cowok yang jenius dalam hal beresin rumah 😀

OK, selamat mencoba ya ^^

Biarkan Si Kecil Eksplore Di Luar Rumah

jalan-jalan bersama keluarga

Tak dipungkiri lagi, anak-anak di zaman sekarang sudah banyak terpapar oleh kecanggihan teknologi semisal televisi, internet, game, dan berbagai macam gadget lainnya sehingga anak seakan asyik dalam dunianya sendiri tanpa harus berlelah dia keluar rumah dan mulai meninggalkan kegiatan eksplore untuk mengetahui dan mengenal lingkungannya.

Anak-anak dibuat malas dengan kecanggihan teknologi dan memanjakan mereka untuk lebih banyak diam, duduk anteng di depan televisi dengan sajian film kartun yang belum tentu juga akan mengedukasi mereka, berlama-lama dengan game konsol dan online yang bisa membuat anak kecanduan, dan memanjakan mata anak dengan berbagai macam aplikasi canggih dalam smartphone canggih yang begitu bebas diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka.

Mungkin kita tidak akan bisa mengelak dari kenyataan ini, apalagi untuk masyarakat perkotaan yang sibuk dan memang sudah tidak ada tempat lagi bagi anak-anak untuk bisa mereka eksplore di luar rumah untuk bermain dan mengenal lingkungan mereka. Mungkin Anda pernah menyaksikan serial TV anak Si Bolang, Bocah Petualang? Apakah Anda suka berdecak kagum melihat anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia yang mereka masih asik dengan kegiatan eksplore di luar rumah dengan kondisi lingkungan yang masih asri, di daerah pegunungan, hutan atau bahkan pantai. Wah wah.. Saya suka merasa flashback ke masa kecil dulu ketika nonton si Bolang.. Kalau dipikir-pikir hanya beberapa program acara TV saja yang saat ini yang bisa dikatakan masih bisa mengedukasi si kecil dan aman untuk dikonsumsi anak-anak.

si bolang

Saya terkadang suka kesal juga ketika Arfa maunya hanya nonton di laptop, atau khusyu dengan smartphonenya. Terkadang Saya nyesel juga memperkenalkan laptop dan smartphone kepada anak terlalu dini. Mungkin memang dulu Saya terlalu repot untuk menemani Si Kecil dan mamamnya juga sibuk di sekolah sehingga tidak bisa full juga dalam memberikan pengasuhan kepada anak-anak. By the way.. Ini memang kembali kepada pola asuh orang tua dan pengawasan kepada anak-anak dalam pemakaian gadget dan barang-barang semisal.

Jujur saja, Saya lebih suka Arfa berlama-lama bermain di luar rumah bersama temannya. Memang sih, Arfa tidak punya banyak teman mengingat tidak banyak anak tetangga yang usianya seumuran Arfa ditambah lagi Arfa tipikal anak yang moody, kalau moodnya bagus dia mau bermain di luar bersama temannya kalau lagi gak mood dia tahan untuk berada di dalam rumah seharian tapi ya ujungnya nanti akan pelampiasan kepada nonton dan nonton. Duh.. pusing pala berbie deh ^^

Jika di lingkungan kita memang mendukung anak-anak untuk bisa selalu beraktivitas dan bermain di luar rumah maka alangkah sebaiknya anak-anak difasilitasi dan kita biarkan mereka eksplore dan mencari pengetahuan di luar rumah. Mungkin imbasnya baju anak-anak akan cepat kotor karena dia sering bermain di pasir, lumpur atau bersentuhan dengan benda kotor lainnya. Kulit anak akan cepat gelap karena paparan sinar matahari dan mungkin anak akan bisa lupa juga saking keasikan bermain, entah itu lupa makan, mandi, mengerjakan pe-er (jika yang sudah sekolah) dan kegiatan lainnya. Tapi tentunya hal ini akan lebih baik karena masa kecil anak yang berharga telah mereka habiskan sesuai dengan fasenya sebagaimana kita dulu yang hidup di zaman tahun 80 dan 90an. Dulu waktu kecil Saya sudah mengenal video dan video game namun karena belum bisa diakses semudah zaman sekarang jadi hal tersebut hanya sebagai selingan saja tidak menjadi sebuah aktivitas rutin sebagaimana halnya kegiatan anak-anak di zaman sekarang.

Berikut beberapa hal yang mungkin harus Anda perhatikan jika akan membiarkan si Kecil eksplore di luar rumah:

  1. Selalu menyarankan anak memakai alas kaki, semisal sandal atau sepatu, jika takut banyak terpapar sinar matahari terutama di waktu siang maka bekali juga anak dengan topi atau baju lengan panjang namun berbahan katun yang bisa menyerap keringat mereka dan tidak membuat panas.
  2. Menyarankan anak untuk bisa beraktivitas di bawah pohon yang rindang di siang hari agar tentunya tidak terlalu terpapar dengan sinar matahari yang panas dan bisa membakar kuit mereka.
  3. Selalu menasihati anak untuk segera pulang jika sudah waktunya makan, mandi, sholat, tidur siang, atau mengerjakan pe-er tentunya agar si anak tidak lupa juga dengan kegiatan inti mereka selain bermain.
  4. Hindarkan anak-anak untuk bermain lebih jauh jika di sekitar tempat tinggal ada hutan, sungai dan tempat-tempat yang cukup ekstrim lainnya. Tentunya hal ini selalu disarankan kepada anak jika tanpa pengawasan dan pendampingan orang tua atau orang dewasa lainnya.
  5. Ingatkan untuk selalu membawa kembali mainan si kecil ke rumah jika sebelumnya anak membawa mainannya ke luar rumah.
  6. Segera ajak menyudahi permainannya jika dirasa sudah terlalu lama atau jika anak mengeluh sakit, badan terasa panas, digigit nyamuk/serangga dan yang lainnya.
  7. Selalu jaga kesehatan si kecil agar tentunya keesokan harinya bisa bermain lagi bersama teman-temannya.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika akan membiarkan anak eksplore bermain di luar rumah. Tentunya agar mereka tetap aman dan enjoy dalam berbagai macam aktivitasnya. Jika kondisi di luar rumah memang tidak memungkinkan untuk si kecil bermain dan eksplore, maka alangkah baiknya si kecil sekali-kali di bawa ke rumah kakek neneknya di kampung atau membawa si kecil berwisata dan rekreasi ke daerah yang menyajikan kondisi lingkungan yang asri, dengan fasilitas outbond dan juga berbagai kegiatan yang bisa mengenalkan si kecil kepada lingkungannya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Jalan-Jalan Murah Di Akhir Pekan Bersama Anak

Akhir pekan menjadi hari yang dinanti untuk bisa menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Apalagi jika di rumah sudah ada anak-anak tercinta yang selalu menantikan saat-saat kita berkumpul bersama. Salah satu aktifitas yang bisa dilakukan di akhir pekan bersama anak-anak adalah.. jalan-jalan.

Ok, sebenarnya secara istilah jalan-jalan kalau mau merunut kepada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah diambil dari kata berjalan-jalan yang artinya adalah bersenang-senang dengan berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dan sebagainya). Tapi definisinya di jaman sekarang bisa saja bergeser karena tidak hanya dengan berjalan kaki tapi dengan naik kendaraan juga yang ujung-ujungnya ya untuk refreshing hehe.

 pasar bima

Aktivitas jalan-jalan biasanya banyak dilakukan oleh orang-orang pada akhir pekan atau tepatnya mungkin di hari Minggu dimana orang sedang banyak yang berlibur dari berbagai macam aktivitas hariannya semisal bekerja, sekolah, kuliah dll. Nah, di momen seperti ini kita juga bisa lho mengajak anak-anak untuk berjalan-jalan. Tentunya gak usah mahal-mahal lah, kita juga bisa melakukan aktivitas jalan-jalan murah.

Yang dimaksud jalan-jalan murah apa sih? Apakah sama sekali tanpa biaya? Ya bisa juga sih, tapi artinya Anda harus benar-benar jalan kaki dan tidak membeli sesuatu pun ketika jalan-jalan tersebut hehe. Yang dimaksud jalan-jalan murah adalah kita bisa jalan-jalan ke tempat yang asik tapi gak usah keluar banyak uang. Ada banyak alternatif lho jalan-jalan murah di akhir pekan bersama anak.

hanaan

1. Car free day, hampir setiap kota biasanya ada kegiatan car free daynya. Dan biasanya dilakukan di hari minggu. Jadi Car Free Day itu biasanya dengan cara memblokade satu buah ruas jalan unuk dipakai aktivitas masyarakat yang bukan aktivitas berlalu lintas. Tapi biasanya untuk berolahraga, jogging, sepeda, bazaar, dan event-event lainnya. Nah, kita bisa mengajak anak-anak ikut car free day sekalian sarapan dan jalan-jalan juga mencari barang-barang murah.

2. Pasar Kaget. Kegiatan di pasar kaget biasanya gak jauh beda dengan Car Free Day. Tapi yang membedakan adalah tempatnya, biasanya Pasar Kaget tempatnya di lapangan atau di alun-alun. Seperti di Cirebon, walau ada Car Free Day tapi ada juga Pasar Kaget yang biasa disebut Pasar Bima karena tempatnya di seputaran Stadiun Bima. Peminatnya juga gak jauh banyak dari Car Free Day. Biasanya mereka sambil senam dan jogging mengelilingi stadiun.\

3. Pasar Tradisional. Di Cirebon, Walaupun di hari Minggu di Pasar Tradisional yang sehari-harinya hanya menjual sayuran dan kebutuhan pokok lainnya tapi kalau di hari Minggu ramai juga lho dengan yang jualan dan berbagai wahana permainan anak-anak.

4. Toko Buku/Bazaar Buku. Kita bisa mengajak anak-anak untuk mencintai buku dan menyemangati mereka untuk rajin membaca. Kita bisa hunting buku murah dan tentunya menyenangkan sekali jika anak-anak rajin membaca sehingga bertambah pengetahuan mereka.

5. Silaturahmi ke rumah kakek dan nenek. Jika rumah kakek dan neneknya anak-anak dekat, tentunya sesekali kita bisa mengajak mereka kesana agar tentunya mereka juga bisa lebih dekat dengan kakek dan neneknya dan ada banyak hal yang bisa diajarkan kepada anak apalagi jika di tempat kakek neneknya ada peternakan, kebun, sawah dan hal menarik lainnya yang bisa ditunjukkan kepada anak.

Nah demikian beberapa alternatif jalan-jalan murah di akhir pekan. Mungkin Anda juga punya ide untuk menambahkannya? Monggo.. ^^

odong-odong

Aktifitas Yang Bermanfaat Ketika Di Toilet

Masuk toilet untuk sekedar pipis atau pup adalah sebuah kegiatan rutin harian yang mungkin kita sering tidak menghitungnya. Btw, berapa kali sih anda masuk toilet setiap harinya? Kalau saya sering hehe.

aktivitas di toiletDi toilet ketika sedang pup biasanya akan memakan waktu beberapa menit. Jujur saja, kalau saya biasanya bangun tidur sebelum sholat shubuh pasti deh rutin ke kamar mandi untuk pup atau BAB. Ini kebiasaan dari jaman dulu sampai sekarang hehe. Jadi kalau sholat shubuh jam 4.30 setidaknya saya harus bangun jam 4 untuk bisa merutinkan aktifitas pup ini hehe. Maklum siklus ini mungkin agak berbeda dengan anda, atau ada juga yang nyamain?

Continue reading “Aktifitas Yang Bermanfaat Ketika Di Toilet”