Tips Anti Galau Tatkala Ditinggal Si Buah Hati

anak meninggal

anak meninggalPagi tadi (Rabu/27 Des 2017), di Whatsapp Group rame karena tersiar kabar bahwa salah satu anak dari satu pejabat yang kemarin pernah bertugas di Kota Cirebon meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda. Penyebabnya adalah karena jatuh di kolam renang air panas di salah satu tempat wisata. Skip bagaimana detailnya, tapi yang pasti andaikan kita berada dalam posisi orang tuanya, sudah pasti bagaimana galaunya ya..!

Bagaimana tidak? anak yang sangat kita sayangi dan kita banggakan tiba-tiba secara mendadak tanpa ada tanda sakit atau yang lainnya langsung meninggal dengan kejadian yang tidak terduga atau bahkan cenderung tragis. Bahkan tadi sempat diinfokan, sang bunda sampai lama menangis di kuburan si anak tersayang.

Walau bagaimanapun jika kita memiliki anak lebih dari satu, tapi tentunya sebagai orang tua pasti akan merasa kehilangan, ya kan? karena mereka tidak bisa digantikan dengan apa pun. Tapi, walaupun begitu anak juga merupakan amanah dari Allah jadi mau tidak mau kita harus ikhlas.

Nah, berikut ini tips anti galau jika satu saat dengan takdir Allah buah hati kita meninggalkan kita lebih dulu:

  • Kalau sedih, sudah pasti sedih ya! Aku juga pasti sedih banget dong jika anak-anakku pergi meninggalkan orang tuanya lebih dulu. Tapi tentunya kita harus sangat tegar menerima semua takdir Allah ini.
  • Jangan nyalahin takdir. Dan jangan pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Allah tidak sayang, Mengapa Allah begitu cepat memanggil kembali anak kita? Kenapa bukan aku saja yang meninggal dunia? dan kalimat-kalimat lainnya yang menyatakan kita tidak ikhlas dan ridho dengan takdir dan ketetapan dari Allah.
  • Mengambil hikmah atau ibroh/pelajaran dari semua yang telah terjadi. Jika kita terus menyesali sesuatu yang telah terjadi, maka tentu tidak akan ada habisnya. Terkadang kita tidak tahu apa hikmah dibalik semua musibah atau kehilangan sesuatu yang berharga dari diri kita.
  • Tetap tersenyum dan mulai move on. Apalagi jika memiliki anak lebih dari satu. Anak-anak kita yang lainnya pun menantikan sentuhan kasih sayang kita. Jika kita hanya fokus pada kehilangan salah satu anak kita, kasian kan anak-anak kita yang lain yang juga merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tuanya.
  • Kalau misalkan anak yang meninggal itu merupakan anak pertama kita, dan hanya satu-satunya.. segera jika masih memungkinkan untuk kita atau istri kita hamil lagi. Maka, alangkah baiknya bisa membuat program kehamilan lagi. Karena memang Allah telah menetapkan batas waktu kepada kita untuk menjaganya sampai Allah kembali mengambilnya.

Nah, mungkin itulah beberapa tips yang mudah-mudaha bisa menghindarkan kita dari kegalauan panjang akibat kehilangan anak kita tercinta. Semoga Allah mengangkat mereka dan menempatkan mereka di Surga-Nya Allah Aamiin.

Selesai ditulis, Kamis 28 Desember 2017 01.47

Workshop Membuat Toko Online di Pekalongan

Pagi ini, Ahad 24 April 2016. Saya bangun pagi sekali, sekitar pukul 1 dini hari. Sengaja Saya stel alarm antara pukul 01.15-01.30 tapi tidur gak terlalu nyenyak karena takut kesiangan. Hmm sebenernya Saya mau ngapain sih? Tumben.. Hihi bodo amat yaks! Emang gue pikirin? ^^

Ternyata hari Ahad ini agenda kegiatan Saya adalah ikut pelatihan bisnis online di Pekalongan. Tepatnya Pelatihan Membuat Toko Online yang diselenggarakan oleh SBO (Sekolah Bisnis Online) Pekalongan dan salah satu trainnernya adalah Mas Ari Tunsa.

IMG-20160412-WA0006

Beberapa waktu sebelumnya, Saya mendapat info di akun FB mas Ari terkait pelatihan tersebut. Mungkin sekitar beberapa pekan yang lalu. Tapi Saya masih ragu-ragu untuk hadir karena sebelumnya atasan Saya di kantor meminta Saya untuk gabung di pelatihan lain di Yogyakarta hari Sabtunya, 23 April. Tapi setelah Saya nego lagi akhirnya Saya delegasikan saja untuk pelatihan yang di Yogyakarta ke Staff Keuangan Saya dan Saya memilih ikut pelatihan bisnis online di Pekalongan, dengan niatan Saya bisa gali lebih dalam tentang materi ini untuk kepentingan pribadi sekaligus kantor hehe.

Alhamdulillah, akhirnya Saya langsung daftar dan membayar biaya pelatihannya langsung. Setelah dikonfirmasi akhirnya Saya fix ikut pelatihan ini.

Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, dan juga mengkondisikan anak-anak yang harus Saya tinggalkan selama seharian ini. Akhirnya Saya pun berangkat dengan naik kereta api Tawang Jaya jurusan Jakarta -Semarang dari Cirebon menuju Pekalongan. Pukul 02.05 start dari stasiun Cirebon Perujakan. Dan perkiraan sampai ketika menjelang Subuh.

Memang jarak Cirebon – Pekalongan tidak terlalu jauh, dan waktu tempuh dengan kereta api hanya sekitar 2 jam lebih saja. Tapi karena tidak ada lagi kereta yang bisa berangkat agak siangan, akhirnya Saya pilih kereta Tawang Jaya, walaupun nanti saya harus menunggu terlebih dulu kurang lebih 3 jam sampai acara dimulai sekitar pukul 08.00 pagi. Tapi gak papa lah daripada telat ya! ^^

Tadinya rencana pengen nyoba naik motor, tapi setelah dilarang istri dan Saya juga mikir efektifitasnya akhirnya Saya tetap milih naik Kereta Api walau pas berangkat dan pulangnya sama-sama harus nunggu sekitar 3 jam. Nanti pulangnya akan start dari Stasiun Pekalongan pukul 20.05 malam hari sementara acara akan berakhir kurang lebih pukul 16.00-17.00.

Alhamdulillah tiba di stasiun pekalongan pukul 04.20 dan langsung turun untuk sholat shubuh di mushola stasiun. Setelah itu Saya istirahat dulu nunggu agak terang suasananya sambil mau cari sarapan.

IMG_20160424_045319

Btw, Ternyata menunggu itu memang gak enak, apalagi di tempat yang belum familiar. Setibanya di pekalongan, bingung juga mau ngapain sementara gak punya saudara disana. Nunggu di stasiun sampai kira-kira pukul 6 pagi, habis itu keluar jalan iseng aja mampir ke minimarket buat beli air terus jalan iseng lagi ngelewatin hotel tempat acara workshop berlangsung dan akhirnya nemu masjid lalu saya istirahat dan sholat duha dulu habis itu jalan lagi balik ke stasiun ngelanjutin postingan ini hehe.

O ya, lokasi acaranya emang deket banget hampir bersebrangan dengan stasiun. Tapi ya gitu deh karena gak nemu kereta yang agak siangan jadi harus sabar dan sabar nunggu.

Dan alhamdulillah, akhirnya setelah sarapan sekitar pukul 08.00an Saya diminta Mas Ari untuk naik ke atas. Dan baru pertama kalinya setelah kenal di dunia maya dari sekitar tahun 2009an Saya dan Mas Ari bisa bertemu.

Acara dimulai pada pukul 08.30 karena menunggu para peserta hadir. Setelah perkenalan, acara pun dimulai. Uniknya pas perkenalan banyak peserta yang satu daerah sama Mas Ari yaitu dari Tunjung Sari alias Tunsa hehe.

Acaranya diselenggarain di hotel Horison, Pekalongan. Dan Saya seneng banget bisa gabung dengan para peserta workshop yang kebanyakan dalam level pemula, sama aja sih seperti Saya hehe.

hotel horison pekalongan
hotel horison pekalongan

Dalam workshop kali ini, Mas Ari menjelaskan sekilas perjalanan beliau hingga sampai bisa sukses di bisnis online terutama jualan di Facebook.

wpkl2Setelah itu step by step Mas Ari menjelaskan tentang riset produk, mencari supllier, sampai dengan membuat fanspage dan mendaftar Facebook Ads.

IMG_20160424_110845Jadwal yang tadinya dibagi 2 sesi yaitu mengenai FB Ads dan membuat web toko online akhirnya molor untuk FB Adsnya aja sampe Ashar dan untuk webnya yang sedianya diisi oleh Mas Maula, yang tak lain adiknya Mas Ari akhirnya malah gak jadi dan rencana mau dilanjut jika ada pertemuan selanjutnya.

wpkl1

Namun walaupun begitu, Saya bersyukur bisa ikut di acara tersebut. Walau tidak menyeluruh, tapi Saya bisa menangkap beberapa ilmu baru yang disampaikan khususnya oleh Mas Ari. Terutama tentang FB Ads dan juga motivasi dari Mas Ari tentang bisnis online di Facebook.

Acara berakhir pukul 04.30, setelah ngobrol-ngobrol akhirnya Saya diajak sholat maghrib dulu di Masjid Raya Pekalongan dekat museum batik, habis itu makan dan diantar Mas Ari ke stasiun. Masih nunggu sekitar 1,5 jam sebelum kereta datang di pukul 20.00. Hmm tapi gak papa deh.. Yang penting Saya dah bisa melalui hari ini dengan lancar. Alhamdulillah..dan terima kasih kepada Mas Ari, Mas Maula, panitia dan juga semua teman teman yang tadi gabung. Semoga ilmu yang kita dapatkan bermanfaat dan bisa kita praktikan. Aamiin.

IMG_20160424_165923

Jadi Single Dad, Siapa Berani?

Single Dad, memang tidak sefamiliar Single Mom. Biasanya orang akan kagum dengan ketegaran seorang Single Mom. Tapi ada yang kagum gak sama ketegaran seorang Single Dad? Hehe. Single Dad atau Ayah tunggal, biasanya jarang banget yah kita temukan dibandingkan seorang Ibu Tunggal yang harus survive bekerja dan membesarkan anak.ย  Nah, mungkin orang akan berpikir koq segitu repotnya sih jika seorang laki-laki bercerai atau istrinya telah meninggal sehingga harus membesarkan anak seorang diri? Apa gak mau nikah lagi atau kenapa anak-anaknyaย gak dititip sama kakek neneknya aja? Hmm.. banyak alasan lho seorang laki-laki tetap tegar menjadi single dad.

Single dad, menurut Saya merupakan sebuah sisi lain yang menakjubkan dari seorang laki-laki. Selain bekerja, dia juga harus membesarkan dan mendidik anak-anaknya tentunya tanpa bantuan istri. Entah itu karena memang harus berpisah dengan istri dan suami yang mendapatkan hak asuh, atau bisa juga karena istri meninggal dan suami gak berniat menikah lagi. Dan.. bisa juga dikarenakan sebuah alasan istri melanjutkan pendidikan lagi dan terpaksa harus meninggalkan anak-anak bersama ayahnya saja. Sebagaimana yang sedang Saya alami saat ini hehe Curhat!. Kalau Saya berarti judulnya Single Dad Sementara ๐Ÿ˜€

papapz3

Membesarkan dan mendidik anak memang bukan tugas Ibu saja, Ayah juga berperan penting lho dalam hal ini. Jadi jangan heran jika ada seorang Ayah yang mau banget buat repot-repot mengurus dan membesarkan anak-anaknya sendirian. Apalagi yang mengurusnya dari bayi, balita dan anak-anak usia pra sekolah. Seperti Saya juga kali yah, walau harus tetap dibantu pengasuh, ibu, ibu mertua, adik, adik ipar dll tapi tetep aja Saya ingin tetap bersama anak-anak dan berat banget jika harus melepas begitu saja pengasuhan anak kepada orang lain.

Saya suka takjub lho, sama Ayah yang semangat dan selalu memprioritaskan anak-anaknya. Tentunya dalam segala hal, tumbuh kembangnya, kesehatannya, pendidikannya dan semua hal terkait anak-anaknya. Makanya, sebagai bentuk implementasi kecintaan Saya terhadap anak dan juga mempelopori para blogger dari kalangan Ayah Saya memfokuskan blog papapz.com untuk share seputar suami dan Ayah. Kalau blog ibu-ibu udah kebanyakan, Saya blogwalking koq isinya ibu-ibu dan emak-emak eksis semua hihi.

papapz2

Sebenarnya, jika ada sesuatu hal yang mengharuskan seorang menjadi single dad maka hal yang pertama harus dilakukan adalah niatkan diri untuk menomorsatukan anak di atas segala-galanya. Tentunya bukan mengharuskan seorang Ayah full mengurus anak di rumah, tapi apapun yang kita lakukan maka tujuan akhirnya adalah bagaimana membahagiakan anak dan memberikan yang terbaik untuk mereka. Jika Ayah tidak berniat mencari Mama baru untuk anak-anaknya, atau mungkin trauma? Hehe. Maka tentunya Ayah bisa membantu orang terdekat untuk bisa membantu juga dalam pengasuhan anak, jika memang dirasa anak masih terlalu kecil dan khawatir untuk selalu ditinggal contohnya untuk bekerja.

Seorang Single Dad, di pagi hari sebelum bekerja bisa ikut membantu mengurus segala keperluan anak baik itu anak yang sudah bersekolah atau belum. Setelah itu, bisa aja anak dititipkan kepada orang tua, daycare yang terpercaya, atau juga babysitter yang kita sewa untuk membantu kita. Lalu setelah itu, kita pun berangkat kerja dan di sore nanti kita bisa kembali mengurus anak-anak sampai anak-anak tertidur.

papapz1

Wah.. cukup berat juga yah ternyata, apalagi bagi tipikal Ayah yang gak mau repot. Tapi dasarnya Saya memang sayang dan dekat sama anak-anak makanya saya gak merasa direpotkan dengan adanya anak-anak, malah Saya bisa praktik untuk bisa merasakan menjadi single dad hehe walau statusnya Saya masih punya istri lho! Menjadi single dad emang ada enak dan gak enaknya.. Jika terpaksa menjadi single dad maka tentunya kita harus menjadi Ayah yang telaten, gak boleh ngeluh apalagi kesel sama anak-anak kalau lagi rewel. Kalau udah gak kuat banget jadi single dad..mending segera menuju KUA terdekat dan menyunting mama baru untuk anak-anak haha.

Salam sayang untuk istriku yang sedang jauh disana ^^

Papap..Anak Itu Sebuah Nikmat Yang Besar!

anak adalah anugerah

Memiliki buah hati yang sehat dan cerdas memang menjadi idaman setiap orang tua. Namun, sadarkah bahwa anak itu adalah nikmat besar yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada kita? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat tersebut?

Alhamdulillah, dalam usia pernikahan yang baru menginjak tahun ke-4 saya telah dikaruniai 1 buah hati usia 2 tahun lebih dan 1 yang masih dalam kandungan (insya allah akan lahir sekitar 3 pekan lagi). Saya bersyukur atas nikmat yang besar ini semoga saya bisa menjaga mereka dan menjadikannya anak-anak yang soleh aamiin.

anak adalah anugerah

Berikut ini sebuah tulisan yang bagus yang saya ambil dari Buku “Mencetak Generasi Rabbani” Yang ditulis oleh Ummu Ihsan dan Abu Ihsan Al Atsary. Untuk memberikan sebuah renungan kepada kita tentang kehadiran anak yang merupakan sebuah nikmat besar yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kata-kata hikmah mengatakan, “Barangsiapa tidak mensyukuri nikmat, ia terancam akan kehilangan nikmat itu. Dan barangsiapa mensyukurinya berarti ia telah mengikatnya dengan ikatan yang kuat’.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kamu akan mengubah (nikmat) kepadamu, dan jika Kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (Q.S Ibrahim:7)

Di antara nikmat Allah yang paling agung dalam kehidupan ini adalah dikaruniai anak sang buah hati. Memiliki anak adalah karunia dan hadiah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

โ€œKepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.โ€ (Qs. asy-Syura: 49-50).

Apalagi anak-anak yang shalih. Mereka adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Mereka adalah pembawa bahagia, pelipur lara dan penolong bagi kedua orang tuanya.

Namun, masih banyak orang tua yang belum meraskaan anak sebagai anugerah. Mungkin saja kita termasuk orang tua yang belum bersyukur. Hingga keluh kesah begitu kerap terlontar dari lisan kita. Masih lagi diiringi kekesalan dan rasa tidak puas dalam hati.

Jika demikian, marilah kita sama-sama melihat. Di luar sana…

Ternyata begitu banyak pasangan yang lelah berharap untuk memiliki momongan, namun Allah belum berkenan memberikan anak kepada mereka. Padahal semua yang disarankan orang sudah dilakukan, dan siang malam do’a mereka panjatkan.

Di tempat lain banyak pula orang tua yang harus kehilangan anak yang sangat dikasihinya, pergi untuk selamanya. Anak yang semula sempurna tiba-tiba menjadi cacat karena suatu bencana. Atau anak yang semula sehat tiba-tiba tergeletak karena penyakit kronis yang tak pernah diduga sebelumnya.

Dari sana kita sadar…

Anak kita adalah anugerah yang sangat besar. Syukurilah nikmat ini. semoga dengan rasa syukur itu semakin mempertebal kesabaran kita dalam mengasuh dan mendidik mereka. Semakin memperbesar harapan kita semoga mereka tumbuh menjadi anak shalih yang menabur kebahagiaan bagi kedua orang tuanya.

Mari kita berdo’a dengan sebuah do’a dari al-Quran:

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Furqan:74)

Ayah, Yuk Semangat.. Jangan Malas!

danbo working

danbo working

Seorang Ayah memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam keluarga. Diantara tugas dan kewajiban seorang Ayah adalah bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tugas ini memang sudah menjadi tugas pokok dan wajib karena Ayah harus memberikan yang terbaik untuk keluarganya, berupa sandang, pangan dan papan. Itu adalah tiga kategori yang utama, sedangkan kebutuhan yang lainnya juga cukup banyak, diantaranya adalah pendidikan anak.

Nah, jika Anda seorang Ayah maka Anda harus melaksanakan tugas dan kewajiban ini. Para Ayah sudah pasti memiliki pekerjaan yang beragam kan? Ada yang menjadi pegawai, pengusaha, polisi, pedagang, dan sebagainya. Apapun pekerjaan Anda tentunya harus terus dilakukan dengan penuh semangat yah! Tentunya mari selalu kita niatkan bekerja kita untuk ibadah dan melaksanakan tugas yang mulia demi kelangsungan hidup keluarga kita.

Para Ayah tentunya harus tetap semangat dalam bekerja dan mencari nafkah. Jika para Ayah semangat dan rajin dalam bekerja, tentunya Insya Allah akan mendapakan hasil yang memuaskan pula. Tapi… kebalikannya juga, jika para Ayah malas dalam bekerja maka nanti pun akan sedikit yang bisa didapatkan. Walau tentunya kadar rizki itu sudah ditetapkan untuk kita oleh Tuhan, namun dalam aplikasinya para Ayah juga tetap dituntut semangat dan rajin loh dalam bekerja.

Nah, mulai saat ini yuk kita semangat dalam bekerja! Jangan malas Yah..! Kasian loh istri kita pusing memanage keuangan jika kita malas dan hanya mendapatkan sedikit uang, kebutuhan hidup saat ini sangat banyak, untuk makan harian, bayar listrik, air, pulsa, cicilan rumah, cicilan motor, jajan anak, bayar sekolah anak dan lainnya. Wah kalau mikir kesitunya, pusing juga deh! Hehe.. Namun tentunya jangan putus asa dulu. Jalani aja yang ada.. kalau baru bisa tercukupi sebagiannya, Insya Allah dengan kita terus berusaha maka yang sebagiannya pun nanti akan terpenuhi juga.

Jadi intinya tetap semangat dan jangan malas ya yah.. Bismillah!

Menjadi Ayah, Mengulang Masa Kecil Kita

menjadi ayah

menjadi ayahMenjadi seorang Ayah memang menyenangkan. Bukan hanya sekedar kita menjadi salah satu elemen orang tua bagi anak-anak kita, namun lebih dari itu menjadi seorang Ayah bagi Saya seperti mengulang kembali masa kecil Saya dulu.

Saya sedikit menyesal, karena banyak yang terlupakan dari masa kecil. Mungkin bagi sebagian dari Anda, masa kecil adalah masa-masa terindah. Begitu pun juga dengan Saya, karena masa kecil adalah dimana masa-masa kebebasan kita untuk bermain dan bereksplorasi. Walau akhirnya sedikit banyaknya, saya banyak terseret oleh arus reformasi dan era millenium saat itu. Lho? ๐Ÿ˜€

Melihat si kecil bermain, tertawa dan riang gembira. Seperti melayangkan lamunan Saya ketika kecil dulu, asiknya jika kembali kecil lagi. Begitu mungkin pikiran sebagian dari Anda. Dan ketika saya melihat Arfa, seakan melihat Saya di waktu kecil. Banyak kesamaan yang ada di diri si Kecil dan Saya. Seolah-olah saya berdiri di depan cermin. Namun tentunya, bedanya Saya selalu gak pernah ingin si Kecil seperti saya seutuhnya. Yang baiklah yang harus dia tiru, dan yang jelek dari Ayahnya harus dia buang jauh-jauh dan saya usahakan tidak pernah akan saya contohkan apalagi mewariskannya.

Hmm.. Mau mencoba menjadi Ayah? Yuk ikuti petualangannya menuju masa kecil kita ๐Ÿ™‚

Hanya Orang Tua Yang Salah

ayah dekat dengan anak

Ketika sudah menjadi orang tua, terasa begitu beratnya bagaimana mendidik anak. Kalau mengingat usia yang belum merasa tua (27 tahun :D) kini saya berstatus sudah mempunyai satu istri, anak laki-laki berusia 2 tahuh, dan calon anak ke-2 yang sekarang masih di kandungan mamamnya usia 6 bulan.

Gak pernah kepikiran juga mau cepet punya anak. Istri ketahuan hamil setelah kita menikah 5 bulan, lalu hamil lagi (insya allah) anak yang ke-2 ketika anak pertama berusia belum genap 2 tahun. Ajaib lah.. ini semua adalah karunia Allah, walau jujur saya suka lupa juga akan segala nikmat-Nya.

Continue reading “Hanya Orang Tua Yang Salah”

Ramadhan Tahun Ini

Alhamdulillah, Ramadhan kembali kita jelang di tahun ini. Sebagai seorang blogger muslim, mari kita gunakan waktu yang sangat berharga ini dengan mengisi bulan Ramadhan dengan amal kebaikan. Mari kita menulis postingan yang bermanfaat dan tentunya bisa memberikan hikmah dan pelajaran bagi para blogger lain dan yang membaca setiap postingan kita. Semoga walau hanya denganย tulisan pun bisa menjadi ladang pahala bagi kita semua aamiin.

Alhamdulillah, sudah 3 Ramadhan saya berada di Cirebon. Ramadhan tahun 2011, istri saya sedang hamil beberapa bulan dan gak bisa puasa sama sekali. Ramadhan tahun 2012 Arfa sudah berusia sekitar 5 bulan. Dan kini di Ramadhan 2013, Arfa sudah berusia 16 bulan dan sudah bisa diajak puasa karena sudah tidak tergantung banget sama ASI mamamnya.

Continue reading “Ramadhan Tahun Ini”