Cara Memanfaatkan Waktu Anak Pada Saat Liburan

Aiih udah tahun 2020 aja ya hehe, gak berasa blog papapz.com udah mau 7 tahun. Sebenarnya udah lelah banget nulis. Aku sering berpikir menulis itu membutuhkan waktu. Harus mikirin idenya, belum merangkai katanya, belum ngeditnya haha padahal dulu cita-citanya pengen jadi penulis. Ketika usia bertambah memang cita-cita sesesorang seringkali berubah.

Orang-orang banyak banget menuliskan rencana atau progres apa yang akan di lakukan di tahun 2020 ini. Tapi aku sebagai Ayah 4 anak, masih sibuk memikirkan bagaimana mengelola waktu anak-anak seefektif mungkin. Rempong banget deh punya anak banyak, apalagi jika hari libur. Misalkan di hari Sabtu dan Ahad. Atau seperti sekarang di liburan anak sekolah.

3 dari 4 anakku sekarang sudah sekolah. Sulung kelas 2 SD Fullday, anak kedua di TK Fullday, Anak ketiga Playgroup Halfday. Ketika Sabtu mereka libur. Sementara Aku dan istriku tidak libur. Jadinya masih suka pusing mengatur waktu anak-anak di saat mereka liburan.

Kenapa yah anak-anakku itu tidak seperti anak-anak yang lain yang suka ngebolang atau explore berbagai hal di luar rumah. Mereka asiknya di dalam rumah apalagi kalau udah main hape android. Pusing sendiri deh hehe

Memang sih pada akhirnya aku introspeksi diri dengan keadaan anak-anakku. Mungkin aku dan istriku terlalu sibuk, kadang gak pas juga sih anak-anak dan istri liburan, tapi akunya enggak. Jadinya gak jelas gitu kan ya hehe.. Yang ada anak-anakku akhirnya ikut ke kantor. Waduh bikin rusuh akhirnya..

Akunya jadi curhat ya haha.. Tapi pada dasarnya membuat waktu anak-anak bermanfaat itu mudah banget asalkan kita sebagai orangtua konsisten dan mengarahkan sebaik mungkin dengan menemani anak-anak bermain dan mengisi waktu luang atau liburnya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Enaknya sih kalau anak libur, orang tua juga ikut liburan dong ya! Biar sama-sama happy tapi kalau misal anak-anak hanya bisa bersama ibu di rumah atau pengasuh. Pastikan partner kita memiliki visi dan misi yang sama dalam membuat waktu anak-anak menjadi lebih bermanfaat.

Harusnya sebelum waktu liburan tiba, orangtua dan anak-anak membuat sebuah planning atau rencana kegiatan full selama liburan agar anak-anak juga faham dengan apa yang harus mereka lakukan ketika liburan. Walaupun misal ayah dan ibu mereka tetap bekerja atau berkatifitas rutin, tapi selama liburan anak-anak tidak akan bingung mau ngapain.

Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang bisa anak lakukan selama liburan:

  1. Rekreasi. Liburan memang identik dengan rekreasi. Rekreasi bisa kemana saja. Ke gunung, pantai, pedesaan, kolam renang dll. Kalau berencana rekreasi di dalam kota atau dalam jarak dekat maka bisa dijadwalkan akan pergi kemana saja selama waktu liburan berlangsung. Tapi kalau mau rekreasi ke luar kota atau luar negara tentunya harus mempersiapkan segala sesuatunya karena tidak bisa hanya dalam sehari.
  2. Berkunjung ke rumah nenek/om/tante/pakde/bude. Selama liburan kita bisa jadwalkan pula anak-anak untuk mengunjungi rumah kakek nenek atau sodara-sodara dari ayah dan ibu. Biasanya kan rumah kakek nenek itu di pedesaan ya, jadi bisa belajar dengan suasana yang baru.
  3. Camping/berkemah. Anak-anak juga bisa berlatih disiplin dan mandiri dengan mengikuti kegiatan camping/berkemah. Baik itu secara mandiri atau mengikuti program berkemah yang diadakan dengan paket berbayar.
  4. Mengikuti program mondok/pesantren selama liburan. Ada juga pesantren atau sekolah Islam yang menyelenggarakan pesantren selama liburan. Biasanya ada yang sepekan, sepuluh hari atau dua pekan. Nanti disana akan diarahkan dengan berbagai macam kegiatan Islami.
  5. Mengikuti kursus. Ada juga kursus yang diselenggarakan selama liburan sekolah. Misalkan kursus memasak, bahasa arab, bahasa inggris dll.
  6. Full kegiatan di rumah. Pilihan terakhir yang bisa diambil jika tidak ada punya rencana kegiatan khusus atau ke luar kota. Maka Anda bisa merencanakan berbagai macam kegiatan untuk bisa dilakukan di dalam atau di sekitar rumah. Misal membuat prakarya, berkebun, dll yang intinya anak ditemani bermain dan dalam segala aktivitasnya.

Demikianlah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan selama anak liburan sekolah. Walau waktu liburan sudah berakhir saat ini, mudah-mudahan bisa menjadi referensi untuk saya dan anda.

Tips Membiasakan Si Kecil Makan Sendiri

Papapz.Com – Hore, Alhamdulillah kini Arfa sudah mau belajar makan sendiri. Walau baru mau sesekali saja, tapi setidaknya Arfa sudah mau mencoba makan sendiri. Arfa usianya udah 4 tahun lebih, dan memang sudah seharusnya diajarkan makan sendiri.

Selama ini Arfa makannya harus selalu disuapin aja. Dan hanya mau makan kalau sambil nonton video di HP atau Laptop. Kebiasaan ini jangan ditiru ya ^^

Penyebab anak tidak mau makan sendiri

  • Karena orang tua tidak membiasakan anak usia balita untuk bisa mandiri dalam hal makan
  • Karena orang tua tidak mau repot jika anak bermain-main dengan makanannya, makanannya tidak segera dihabiskan, makanannya berjatuhan atau berceceran, membuat kotor bajunya atau juga lantainya.
  • Karena anak terlalu dimanjakan sehingga anak tidak mandiri dan hanya mau makan jika disuapin, hal ini akan repot jika anak sudah mulai sekolah, atau di rumah sudah ada adik-adiknya yang juga harus disuapin makannya karena masih kecil.
makan sendiri
makan sama apa tuh? sosis hehe

Tips membiasakan dan mengajari si Kecil untuk makan sendiri

  • Tetapkan waktu makan bersama dengan seluruh anggota keluarga, saat-saat berkumpul akan mengasyikan dan membuat si Kecil semangat untuk makan dan ingin menunjukkan pada yang lain bahwa dia bisa makan sendiri.
  • Membelikan peralatan makan yang disukainya, misal piring dan sendok dengan karakter superhero favoritnya. Pasti dia senang dan bangga makan sendiri di peralatan makan favoritnya.
  • Mengajari anak untuk fokus makan tanpa diganggu dengan aktivitas lainnya. Itula gunanya makan bersama di satu waktu dengan anggota keluarga lainnya. Bisa diselingi dengan obrolan ringan tapi tidak sambil nonton TV atau mainan gadget.
  • Jangan lupa ajarkan membaca do’a sebelum makan dan mencuci tangannya dengan sabun pembersih.
  • Siapkan pula makanan favoritnya, atau biarkan si kecil memilih menunya di hari ini. Wah si kecil pasti senang deh dan lahap makannya!.
  • Senantiasa mendampingi si Kecil makan untuk memastikan makanannya  masuk dan dicerna dengan benar. Tapi bukan dengan memaksa dan menyuruhnya makan dengan cepat. Hati-hati si kecil tersedak/keselek makanannya, sediakan pula air minumnya di gelas favoritnya.
  • Ketika si Kecil sudah selesai makan, puji dia karena sudah pintar untuk mencoba makan sendiri dan berjanji akan makan sendiri seterusnya.
  • Ajarkan juga anak untuk membaca do’a setelah makan dan bersyukur atas nikmat makanan yang diberikan oleh Allah.
  • Jika perlu di awal-awal pembelajaran si kecil makan sendiri, bisa juga diberikan hadiah kecil agar dia makin semangat ^^

OK, Ayah dan Bunda semua.. semoga bermanfaat ya tips di atas. Dan semoga bisa dipraktikkan dan si kecil pun bisa makan sendiri ^^

Sumber: Pengalaman pribadi Papap 🙂

Cara Menghadapi Anak Yang Suka Melempar Barang di Rumah

anak suka melempar barangMemiliki buah hati yang masih kecil (usia balita) memang menyenangkan. Tingkah lakunya sering menggemaskan. Dan tumbuh kembangnya semakin optimal. Seringkali anak dalam usia ini seringkali melempar barang-barang di rumah, tidak hanya mainannya saja tapi juga barang-barang yang ia jumpai. Entah karena keingin tahuannya atau juga ia gemas dan ingin mencari perhatian.

Melempar merupakan keterampilan yang baru dikuasai dan suka dilakukan, khususnya oleh anak usia 18 bulan sampai 3 tahun. Hal ini terjadi karena adanya kemampuan motorik yang mulai berkembang sehingga mereka mampu menggerakkan jari-jari tangannya dan melepaskan benda-beda yang ada dalam genggamannya. Selain itu, anak juga sudah mulai mampu mengkoordinasikan antara mata dan tangannya untuk dapat melemparkan suatu objek. Menyadari kemampuan baru yang dimilikinya ini, anak menjadi lebih mudah melemparkan segala benda yang kebetulan dijumpainya.

Untuk mengantisipasi hal ini, yang seharusnya dilakukan oleh orang tua adalah menyalurkan energi anak tersebut pada kegiatan yang lebih positif. Sesaat sebelum anak melempar benda yang tidak semestinya, pegang tangannya dan ambil barang yang dipegangnya. Ganti barang yang akan dilempar dengan mainan yang lebih aman, seperti play dough atau bola plastik. Alihkan perhatiannnya dengan mengajaknya bermain dengan mainan yang baru saja Anda berikan.

Ajak anak bermain bersama karena mereka akan lebih cepat belajar tentang benda yang boleh dilempar dengan melihat bendanya. Siapkan benda-benda yang bisa dilempar. Bila anak mau melempar barang berharga, katakan pada anak bahwa barang tersebut tidak boleh dilempar. Untuk itu, sediakan waktu setiap hari untuk memuaskan kebutuhan melemparnya sampai mereka benar-benar bosan.

Jangan sekali-kali meminta anak untuk membereskan hasil lemparannya sendiri karena anak akan bingung. Sebaliknya, ajak anak sambil mengatakan, “Sayang, yuk kita cari cokelat warna merah yang tadi kamu lempar. Buang ke tempat sampah supaya nggak dimakan semut ya”. Atau “Yuk kita cari balok yang tadi kamu lempar, kemudian kita taruh di tempat atau ke kotaknya.”

Selain itu, Anda juga harus peka terhadap perilaku anak, misalnya mengenali mainan yang disukainya. Dengan demikian, Anda akan dapat memfasilitasinya dengan baik sesuai dengan bakat dan karakter anak tersebut. Disamping itu, barang-barang berharga yang ada di rumah sebaiknya juga di tempat yang sekiranya tidak terjangkau oleh anak.

Sumber: Tanya Jawab Seputar Parenting – Bunda Novi

Gambar: http://ph.theasianparent.com/wp-content/gallery/throwing/throwing.jpg

Beberapa Kegiatan Yang Bisa Dilakukan Menjelang Anak Tidur

Anak Anda susah tidur? Yuk simak tips berikut dengan melakukan beberapa kegiatan bersama anak menjelang tidur!

arfa tidurSetiap anak memiliki waktu yang tidur berbeda-beda, biasanya terbedakan menurut usianya. Untuk usia bayi 0-3 tahun biasanya waktu tidurnya akan lebih lama dan biasanya akan cepat tertidur di awal malam. Berbeda dengan usia 3 tahun ke atas, biasanya waktu tidur anak akan lebih sedikit bahkan mendekati waktu tidur orang dewasa karena untuk usia anak 3 tahun ke atas frekuensi kegiatannya dan tingkat keaktifannya sudah cukup tinggi. Sehingga wajar jika anak akan mengikuti frekuensi kegiatan orang dewasa di rumahnya semisal Ayah dan Ibunya.

Menjelang waktu tidur, banyak orang tua yang sering kewalahan dan merasa kesal karena anak yang diharapkan segera tidur malah ternyata susah untuk diajak tidur. Salah satu hal yang mungkin terjadi biasanya dikarenakan anak sakit, tapi jika kondisi anak dalam kondisi normal dan sehat maka Anda bisa melakukan beberapa kegiatan berikut agar anak Anda bisa mudah segera tidur.

  1. Sebelumnya Anda bisa membuat kesepakatan waktu jam tidur dulu bersama Anak anda. Musyawarah kecil bisa Anda lakukan dengan anak mengingat anak pun sudah bisa diajak berkomunikasi dan diarahkan pada usia ini. Buat jadwal waktu tidur anak di malam hari misalkan paling cepat pukul 20.00 dan paling lambat 21.00. Tunjukkan jamnya dan sepakati bahwa kita akan tidur di jam tersebut dan anak harus mematuhi jadwal jam tidur yang sudah disepakati di waktu tersebut.Dengan jadwal waktu tidur tersebut, maka anak akan hafal jika Ayah/Ibu sudah mengajak anak tidur maka memang sudah masuk jamnya dan biarkan anak bermain atau melakukan aktivitasnya sebelum batas jam waktu tidur tersebut agar anak bisa menghargai sebuah hasil musyawarah dan berkonsekwensi dengannya.
  2. Jika anak sudah siap diajak tidur, maka sebelumnya Anda harus sudah siap dengan kondisi tempat tidur anak. Rapikan tempat tidur anak terlebih dulu, juga kondisi di sekelilingnya usahakan rapi dan bersih. Jika bisa, ganti spreinya dengan yang baru jika memang dirasa sudah harus diganti.
  3. Jika memiliki jadwal minum susu sebelum tidur dan anak menginginkannya maka Anda bisa memberikan segelas susu hangat untuknya.
  4. Setelah kondisi tempat tidur sudah siap dan juga minum susu, maka ajaklah Anak mengganti baju mainnya dengan baju tidur jika ada. Dan ajak juga anak Anda untuk mencuci kaki dan tangannya juga menggosok giginya hingga bersih.
  5. Setelah naik ke tempat tidur, dan anak tidak segera memejamkan mata maka luangkan waktu 10-15 menit untuk menemani anak tidur sambil membacakan cerita kesukaannya atau mengajak anak bercerita tentang kesehariannya. Jika sudah mencapai waktu 10-15 menit maka mau tidak mau Anda harus segera mematikan lampu kamar atau menggantinya dengan lampu tidur dengan cahaya yang cukup redup agar membantu anak segera tidur. Peluklah anak dan bantulah ia memejamkan matanya, dan jangan lupa mengajak anak untuk berdo’a sebelum tidur. Terakhir cium pipi dan keningnya sebagai tanda Anda sayang padanya dan sebagai ucapan terima kasih atas sikap manisnya di hari ini. ^^

Semoga bermanfaat ^^

Tips di atas berdasarkan pengalaman owner papapz.com bersama Arfa. Bagaimana dengan Anda yang memiliki anak lebih dari satu? Kita akan simak tipsnya di lain kesempatan 🙂

4th Anniversary Arfa

Hari Pernikahan ke – 1897 atau 5 tahun lebih 2 bulan, 1 pekan dan 1 hari

4 tahun arfaTepat hari ini dalam tahun masehi, usia Arfa anak papap yang pertama genap 4 tahun. Alhamdulillah Arfa sudah besar. Tahun ini Insya Allah akan masuk sekolah TK. Kemarin sudah daftar dan semoga menjadi media perubahan bagi Arfa. Maklum, Arfa sudah punya adik 1 yaitu Hanaan dan akan punya adik lagi Insya Allah pertengahan tahun ini. Jadi keder dong jika Arfa harus di rumah saja. Jadi lebih baik Arfa sekolah saja. Papap do’akan nanti Arfa sekolahnya pintar jadi anak hebat ^^

Sekarang Arfa tumbuh besar dan tinggi, sukanya minum susu. Walau makan nasi cukup doyan, tapi makan buah sama sayur nya engga sama sekali. Padahal kan sayur dan buah bisa bikin tubuh sehat dan kuat. Sehari-hari makannya telor lucu (sebutan Arfa buat telor yang digoreng kecil-kecil), nugget ayam, sosis, kuah sop daging/sayur bayam, kerupuk, roti sama mie instan. Duh puyeng deh..

telor lucu

Sebenarnya suka gemes kalau Arfa gak mau makan yang lain. Apalagi sama sayur dan buah, sedikit aja di nasinya ada sayur langsung dimuntahin. Dipaksa makan buah eh malah muntah-muntah. Kata pakar kesehatan ini namanya “picky eater“, yang artinya anak mau mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya tapi menolak mengonsumsi dalam jumlah yang cukup. Selain jumlah yang tidak cukup, picky eater pun berhubungan dengan rasa dan tekstur makanan. Walaupun pilih-pilih makanan, picky eater masih mau mengonsumsi minimal satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur/buah dan susu. Misalnya, walaupun anak menolak makan nasi, tapi ia masih mau makan roti atau mie. Tapi katanya sih masih mending dibanding “selective eater“, kalau selective eater anak menolak segala jenis makanan dalam kelompok makanan tertentu. Misalnya sama sekali enggan mengonsumsi karbohidrat, baik itu nasi, roti atau mie. Soalnya ada anak yang sama sekali nolak nasi, jadi keder ya hehe maklum stigma orang Indonesia kalau gak makan nasi putih dibilangnya gak kaya udah makan. Padahal udah makan lontong, bubur ayam, buras dll. wkwk.

Tapi gak papa lah yang penting Arfa sehat walau belum suka sayur dan buah. Beda sama adiknya Hanaan, sama buah itu suka banget. Jeruk, semangka, pepaya, apel, pir, rambutan, salak semuanya suka.

Di usianya yang ke-4 papap selalu berharap semoga Arfa tumbuh jadi anak yang sehat, kuat dan cerdas. Dan yang paling penting nanti Arfa jadi anak yang soleh.. belajar ngaji yang rajin dan jadi anak yang berbakti.

Happy Anniversary Arfa ^^

arfa

Biarkan Si Kecil Eksplore Di Luar Rumah

jalan-jalan bersama keluarga

Tak dipungkiri lagi, anak-anak di zaman sekarang sudah banyak terpapar oleh kecanggihan teknologi semisal televisi, internet, game, dan berbagai macam gadget lainnya sehingga anak seakan asyik dalam dunianya sendiri tanpa harus berlelah dia keluar rumah dan mulai meninggalkan kegiatan eksplore untuk mengetahui dan mengenal lingkungannya.

Anak-anak dibuat malas dengan kecanggihan teknologi dan memanjakan mereka untuk lebih banyak diam, duduk anteng di depan televisi dengan sajian film kartun yang belum tentu juga akan mengedukasi mereka, berlama-lama dengan game konsol dan online yang bisa membuat anak kecanduan, dan memanjakan mata anak dengan berbagai macam aplikasi canggih dalam smartphone canggih yang begitu bebas diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka.

Mungkin kita tidak akan bisa mengelak dari kenyataan ini, apalagi untuk masyarakat perkotaan yang sibuk dan memang sudah tidak ada tempat lagi bagi anak-anak untuk bisa mereka eksplore di luar rumah untuk bermain dan mengenal lingkungan mereka. Mungkin Anda pernah menyaksikan serial TV anak Si Bolang, Bocah Petualang? Apakah Anda suka berdecak kagum melihat anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia yang mereka masih asik dengan kegiatan eksplore di luar rumah dengan kondisi lingkungan yang masih asri, di daerah pegunungan, hutan atau bahkan pantai. Wah wah.. Saya suka merasa flashback ke masa kecil dulu ketika nonton si Bolang.. Kalau dipikir-pikir hanya beberapa program acara TV saja yang saat ini yang bisa dikatakan masih bisa mengedukasi si kecil dan aman untuk dikonsumsi anak-anak.

si bolang

Saya terkadang suka kesal juga ketika Arfa maunya hanya nonton di laptop, atau khusyu dengan smartphonenya. Terkadang Saya nyesel juga memperkenalkan laptop dan smartphone kepada anak terlalu dini. Mungkin memang dulu Saya terlalu repot untuk menemani Si Kecil dan mamamnya juga sibuk di sekolah sehingga tidak bisa full juga dalam memberikan pengasuhan kepada anak-anak. By the way.. Ini memang kembali kepada pola asuh orang tua dan pengawasan kepada anak-anak dalam pemakaian gadget dan barang-barang semisal.

Jujur saja, Saya lebih suka Arfa berlama-lama bermain di luar rumah bersama temannya. Memang sih, Arfa tidak punya banyak teman mengingat tidak banyak anak tetangga yang usianya seumuran Arfa ditambah lagi Arfa tipikal anak yang moody, kalau moodnya bagus dia mau bermain di luar bersama temannya kalau lagi gak mood dia tahan untuk berada di dalam rumah seharian tapi ya ujungnya nanti akan pelampiasan kepada nonton dan nonton. Duh.. pusing pala berbie deh ^^

Jika di lingkungan kita memang mendukung anak-anak untuk bisa selalu beraktivitas dan bermain di luar rumah maka alangkah sebaiknya anak-anak difasilitasi dan kita biarkan mereka eksplore dan mencari pengetahuan di luar rumah. Mungkin imbasnya baju anak-anak akan cepat kotor karena dia sering bermain di pasir, lumpur atau bersentuhan dengan benda kotor lainnya. Kulit anak akan cepat gelap karena paparan sinar matahari dan mungkin anak akan bisa lupa juga saking keasikan bermain, entah itu lupa makan, mandi, mengerjakan pe-er (jika yang sudah sekolah) dan kegiatan lainnya. Tapi tentunya hal ini akan lebih baik karena masa kecil anak yang berharga telah mereka habiskan sesuai dengan fasenya sebagaimana kita dulu yang hidup di zaman tahun 80 dan 90an. Dulu waktu kecil Saya sudah mengenal video dan video game namun karena belum bisa diakses semudah zaman sekarang jadi hal tersebut hanya sebagai selingan saja tidak menjadi sebuah aktivitas rutin sebagaimana halnya kegiatan anak-anak di zaman sekarang.

Berikut beberapa hal yang mungkin harus Anda perhatikan jika akan membiarkan si Kecil eksplore di luar rumah:

  1. Selalu menyarankan anak memakai alas kaki, semisal sandal atau sepatu, jika takut banyak terpapar sinar matahari terutama di waktu siang maka bekali juga anak dengan topi atau baju lengan panjang namun berbahan katun yang bisa menyerap keringat mereka dan tidak membuat panas.
  2. Menyarankan anak untuk bisa beraktivitas di bawah pohon yang rindang di siang hari agar tentunya tidak terlalu terpapar dengan sinar matahari yang panas dan bisa membakar kuit mereka.
  3. Selalu menasihati anak untuk segera pulang jika sudah waktunya makan, mandi, sholat, tidur siang, atau mengerjakan pe-er tentunya agar si anak tidak lupa juga dengan kegiatan inti mereka selain bermain.
  4. Hindarkan anak-anak untuk bermain lebih jauh jika di sekitar tempat tinggal ada hutan, sungai dan tempat-tempat yang cukup ekstrim lainnya. Tentunya hal ini selalu disarankan kepada anak jika tanpa pengawasan dan pendampingan orang tua atau orang dewasa lainnya.
  5. Ingatkan untuk selalu membawa kembali mainan si kecil ke rumah jika sebelumnya anak membawa mainannya ke luar rumah.
  6. Segera ajak menyudahi permainannya jika dirasa sudah terlalu lama atau jika anak mengeluh sakit, badan terasa panas, digigit nyamuk/serangga dan yang lainnya.
  7. Selalu jaga kesehatan si kecil agar tentunya keesokan harinya bisa bermain lagi bersama teman-temannya.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika akan membiarkan anak eksplore bermain di luar rumah. Tentunya agar mereka tetap aman dan enjoy dalam berbagai macam aktivitasnya. Jika kondisi di luar rumah memang tidak memungkinkan untuk si kecil bermain dan eksplore, maka alangkah baiknya si kecil sekali-kali di bawa ke rumah kakek neneknya di kampung atau membawa si kecil berwisata dan rekreasi ke daerah yang menyajikan kondisi lingkungan yang asri, dengan fasilitas outbond dan juga berbagai kegiatan yang bisa mengenalkan si kecil kepada lingkungannya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.