Buat Perjanjian Waktu agar Anak Tidak Kecanduan Internet

Hai sobat papap dimana saja berada. Suka merasa pusing gak, jika anak-anak sudah mulai terpapar dan kecanduan internet dan gawai? Kalau iya, sama dong hehe. Fenomena kecanduan internet pada anak-anak kian marak dalam beberapa waktu terakhir lho, apalagi selama pandemi Covid-19. Akibat kecanduan internet, anak-anak jadi malas belajar dan kesehatan, baik fisik maupun mentalnya, ikut terpengaruh.

So.. gimana dong caranya agar anak-anak tidak terus terusan mengakses internet? Padahal mungkin kebanyakan dari mereka hanya mengakses video di youtube atau bermain game online. Nah, salah satu cara untuk mengatasi anak kecanduan internet ialah dengan memberi mereka batasan waktu. Berlakukan batasan waktu bagi anak-anak dalam mengakses internet.

Dalam hal ini, perlu diingat bahwa orang tua atau wali memegang peranan penting dalam mengatasi kecanduan internet anak-anak. Karenanya, mereka diharapkan bisa dengan jelas memberikan batasan waktu bagi anak-anak untuk mengakses internet.

Jadi, sebelum memberikan gawai atau fasilitas mengakses internet sebaiknya orang tua membuat kontrak dengan anak untuk akses penggunaan internet. Misal, boleh akses berapa lama, jika mengakses berlebih sanksinya apa.

Terus cara berikutnya, memberi pengertian kepada anak soal alasan pembatasan penggunaan gawai dan internet. Berikan penjelasan dampak negatif yang didapat saat kecanduan internet, seperti munculnya masalah kesehatan mata, saraf, bahkan alami depresi.

Langkah lain yang bisa dilakukan ialah dengan memberikan anak-anak kegiatan alternatif selain internet. Misalnya, dengan memfasilitasi kegiatan sesuai dengan hobi atau kesukaan anak-anak yang sebisa mungkin tidak menggunakan internet.

Sebagai orang tua kita bisa mengalihkan perhatian anak kepada kegiatan lain yang positif atau bermanfaat. Memang sih ini merupakan tantangan terberat bagi orang tua. Apalagi jika kita juga masih sibuk bekerja. Tapi semoga sobat papap semuanya tetap semangat ya dalam membimbing anak-anak, apapun kondisinya. Salam ^^

Credit
Sumber tulisan: https://republika.co.id/berita/qiugb7414/atasi-anak-kecanduan-internet-dengan-buat-perjanjian-waktu
Sumber gambar: https://newsmedia.co.id/cp-pub/uploads/images/post/2018/06/internet.jpg

Tips membawa bayi dan balita bertemu keluarga besar saat lebaran

membawa bayi saat kumpul keluarga

Yes Alhamdulillah.. hari raya Idul Fitri beberapa hari lagi akan kita jelang. Dan momen tersebut menjadi acara kumpul wajib dengan keluarga besar. Disebut wajib karena terkadang kaya ritual atau tradisi dari tahun ke tahun sih. Biasanya setelah sholat ‘ied kita akan langsung meluncur ke rumah mertua habis itu ke rumah ortu. So pasti ke empat anakku akan dibawa semua. Termasuk si kecil yang saat ini sudah berusia 5 bulan. Meski si kecil rentan masalah, tentunya kita tidak bisa terus-menerus menghindar dari ‘kewajiban’ membawanya bersilaturahmi dan bersosialisasi—cepat atau lambat—dengan banyak orang. Berikut tiga tips aman membawa bayi dan balita berkunjung ke keluarga besar yang bisa Anda praktikkan agar kesehatannya tidak terganggu. Aku kutip dari laman web AyahBunda:

membawa bayi saat kumpul keluarga

#1 Membuat batasan
Sulit melarang saudara sendiri untuk memegang atau menggendong si kecil tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Oleh karena itu, Anda harus menjadi tameng bayi atau balita dari penyebaran kuman yang dibawa oleh anggota keluarga besar saat menyentuh atau memeluknya, sesuai artikel Whattoexpect.com. Jauhkan mereka dengan cara menggunakan gendongan bayi sehingga Bunda atau Ayah bisa mengawasi interaksi antara para tamu dengan si kecil. Jangan segan juga mengatakan si kecil sedang rewel sehingga tidak mau terpisah dari orangtuanya. Pokoknya kesehatan anak harus jadi prioritas!

#2 Hindarkan dari anak-anak
Tahu sendiri kalau anak kecil senang menonton bayi atau balita yang usianya lebih muda. Meskipun mereka menunjukkan perhatian luar biasa terhadap si kecil, sayangnya anak-anak merupakan pembawa kuman terbesar seperti disebutkan dalam Babycaremag.com. Anak-anak sering lupa mencuci tangan sehabis bermain di luar ruang dan cenderung sulit diingatkan soal kebersihan. Namun, Anda bisa mengajak mereka bermain cilukba bersama si kecil atau membantu mengambilkan perlengkapan si kecil saat berganti baju sehingga tidak ada kontak langsung dengan bayi Anda. Jauhi pula sepupu-sepupunya yang sedang pilek atau batuk agar tidak tertulari.

#3 Lanjutkan rutinitas
Bayi punya rutinitas sendiri yang tidak perlu diubah karena bertemu dengan keluarga besar. Jika sudah lapar atau mengantuk, Bunda sebaiknya cepat mengabulkan kebutuhan si kecil sebelum berubah menjadi bencana. Carilah tempat sepi agar si kecil bisa fokus makan atau tidur, misalnya, sesuai jadwal hariannya. Ketika anak tertidur, Anda pun boleh beristirahat sambil menemani si kecil agar kembali segar ketika bercengkerama lagi dengan keluarga besar.

Nah gimana gees.. cukup bermanfaat kan ya? terutama bagi teman-teman yang memiliki bayi dan balita. Memang sih kadang kalau habis acara kumpul-kumpul lebaran, anak-anak juga kena efeknya karena mungkin capek dan lain-lainnya ya! Tapi aku berharap semua baik-baik saja. Aamiin.

sumber: https://www.ayahbunda.co.id/keluarga-travelling/3-tip-membawa-bayi-dan-balita-bertemu-keluarga-besar

Gejala Kanker Prostat yang Perlu Diketahui oleh para Ayah

gejala kanker prostat

gejala kanker prostat

Setiap laki-laki, terutama yang sudah menjadi Ayah tentunya harus terus menjaga kesehatan tubuhnya. Karena Ayah memiliki kesibukan, padatnya pekerjaan dan harus terus beraktivitas sehari-hari. Satu dari 10 penyakit yang sering menimpa pria adalah kanker prostat sob!. Ngeri kan? Tapi, mungkin banyak dari kita yang tidak sadar dengan gejala hingga penyakit ini menyebar dan semakin sulit diobati.

Nah, untuk itu kita perlu mengetahui gejala awal kanker prostat ini. Yuk kita lihat tanda-tandanya berikut ini :

Perubahan urin

Saat kita buang air kecil, kandung kemih mendorong isinya ke dalam prostat yang memiliki lubang tubular untuk membiarkan urin melewatinya dan kemudian masuk ke uretra. Seiring bertambahnya usia, prostat bisa tumbuh. Hal ini dapat dikenal sebagai hiperplasia prostat jinak, atau pembesaran prostat.

Jika mengalaminya cenderung akan menyebabkan perubahan kencing. Tapi tumor yang tumbuh di prostat bisa menyebabkan masalah kencing serupa.

Masalah kencing ini meliputi aliran urin yang terhambat, frekuensi yang meningkat atau sering buang air kecil, dan sensasi pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap,” kata Dr. Wysock dikutip dalam Men’s Health.

Itu mungkin berarti kita akan merasakan dorongan untuk buang air kecil terus menerus.

Terdapat darah dalam air mani dan air kencing

Melihat darah saat Dads kencing atau darah saat ejakulasi merupakan hal yang tidak normal, dan harus diperiksa jika terjadi, menurut Dr. Wysock. Ini mungkin merupakan gejala kanker prostat, atau berasal dari penyebab lain seperti infeksi atau pembengkakan.

Nyeri dan kaku pada pinggang

Jika kanker prostat menyebar di luar kelenjar, ia cenderung mempengaruhi jaringan dan tulang di dekatnya, termasuk punggung bawah dan tulang belakang.

Hal ini dapat menekan pada saraf tulang belakang, menyebabkan rasa sakit atau mati rasa, dan menyebabkan sesak di otot, tergantung di mana letak sel kanker.

Dr. Wysock menekankan bahwa mendiagnosis kanker prostat akibat nyeri punggung bawah sangat jarang terjadi, walaupun mungkin saja terjadi.

Sulit ereksi atau menahan ereksi

Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi.

Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi.Tapi sekali lagi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.

Urin yang menetes atau tidak cukup kuat

Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol).Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes.Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

Usia di atas 50 dan mempunyai faktor risiko

Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah, obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat.

Nah, demikianlah gejala awal dari kanker prostat ini. Semoga dengan mengetahuinya sejak awal, kita bisa mengantisipasinya. Ngeri banget kan kalau seorang ayah terkena sakit prostat ini..

Sumber: http://nakita.grid.id/read/0224325/dads-jangan-abaikan-ini-gejala-kanker-prostat-yang-perlu-diketahui

Inilah 4 Tips Ampuh Lawan Rasa Kantuk Di Kantor

4 tips ampuh lawan kantuk di kantor

4 tips ampuh lawan kantuk di kantor

Dengan bertambahnya usia dan juga berkurangnya daya tahan tubuh, seringkali membuat papap cepat lelah. Dan biasanya, ketika menjelang waktu istirahat atau ketika akan melanjutkan kembali pekerjaan pasca istirahat, papap seringkali dilanda rasa kantuk. Gak mungkin kan, papap harus izin tidur dulu di kantor? Hehe. Nah, pasti juga dengan teman-teman. Pasti deh seringkali merasakan yang namanya ngantuk di kantor! Iya kan? Ngaku aja deh ^^

Nah, biasanya nih.. orang banyak yang ngusir kantuk dengan minum kopi. Emang siih.. papap akuin kalau kopi sebenarnya bisa ngusir kantuk. Tapi ya kadang gak ngaruh jug sih, kalau udah ngantuk emang obat yang paling ampuh emang segera tidur. Tapi kan gak mungkin juga kan, kita nyerah sama kantuk apalagi pas banyak pekerjaan di kantor atau pas mau meeting.

Nah, tapi jika teman-teman bukan penggemar kopi atau sedang berusaha untuk mengurangi asupan kopi, ada beberapa alternatif lain koq yang bisa dipilih untuk mengatasi rasa kantuk.

Dari liputan6.com, berikut ini ada beberapa cara melawan kantuk selain dengan meminum kopi.

1. Segarkan mata

Menatap layar komputer dalam waktu yang lama bisa membuat mata teman-teman jenuh dan lelah, selain juga menyebabkan kantuk. Untuk mencegah kantuk dan efek negatif lain dari tindakan menatap layar komputer terlalu lama, misalnya mata kering atau iritasi, coba deh teman-teman untuk sesekali memalingkan tatapan ke hal lain. Jika memungkinkan, lihatlah kondisi luar ruang. Pandangan yang jauh atau ke hal-hal yang natural bisa merelaksasi mata dan menyegarkan pikiran. Tapi bagi yang cowok, jangan terus mandengin sekretaris si bos yang cantik ya! hehe.

2. Kudapan sehat

Mengudap memang bisa membuat teman-teman kembali merasa segar atau tidak mengantuk. Namun, hal ini malah bisa berbahaya bagi kesehatan bila yang dimakan sama teman-teman itu jenis snack tidak sehat, contohnya gorengan. Makanlah camilan ringan yang bukan hanya membuat teman-teman terbebas dari kantuk tapi juga menyehatkan, misalnya buah.

3. Air putih

Cara lain untuk menangkal rasa kantuk adalah dengan meminum air putih. Selain menyegarkan, air putih berfungsi untuk mengeluarkan racun-racun di tubuh. Air putih juga bermanfaat untuk membantu peredaran berbagai elemen penting seperti oksigen ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak.

4. Menggerakkan tubuh

Dengan kondisi duduk terlalu lama, selain lelah juga akan membuat kita ngantuk. Coba deh untuk menggerakkan tubuh agar lebih energik. Bisa sambil jalan ke kamar mandi, atau pergi ke pantry untuk sekedar mengisi air putih yang sudah kosong di gelas kita.

Nah, demikian ya teman-teman.. beberapa tips yang akan membantu kita agar tidak ngantuk lagi pas di kantor. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! Ingat.. jangan sekali-kali mencuri waktu untuk tidur disaat bekerja. Nanti repot deh kalau si bos ngamuk.. hihi.. kabur ah!

Sumber: http://lifestyle.liputan6.com/read/3228325/lawan-rasa-kantuk-di-kantor-dengan-4-tips-ampuh-ini — dengan sedikit tambahan dari papap.

Tips Ayah ketika Si Kecil terbangun dan menangis di malam hari

http://assets.nakita.id/media/article_image/cover/original/6836-anak-tiba-tiba-menangis-saat-tidur-malam-kenapa-ya.jpg

Saat ini anak papap 3 (Arfa, Hanaan, Raihanah). Masing-masingnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, di saat tidur pun tingkah lakunya beda-beda. Kalau masih bayi terkadang masih suka rewel, wajar kan ya.. karena pasti suka pengen nyusu, lapar, gerah, digigit semut, atau bahkan ngompol/pup. Nah, tapi kalau udah seusia Hanaan yang usianya sudah menjelang 3 tahun tapi masih suka rewel dan seringkali terbangun di malam hari sambil nangis. Koq aneh ya? Apa sih penyebabnya? Papap mau share ni..

Sebab dan solusi ketika Si Kecil suka terbangun dan menangis di malam hari

Banyak faktor yang menyebabkan si kecil suka  terbangun dan menangis di malam hari, sebab-sebabnya sih hampir sama saja. Bisa jadi karena mimpi buruk, karena sakit panas, digigit nyamuk, gatal-gatal, atau ingin minum dan lain-lain. Memang sih kalau sudah tahu apa penyebabnya si kecil tiba-tiba bangun dan nangis dan si kecil langsung bisa menyampaikan ke kita apa masalahnya, kita pun pasti segera mencari solusinya. Tapi jika si kecil hanya bisa menangis kencang dan susah untuk berhentinya, itu yang repot! hehe. Pengalaman nih.. sepertinya waktu Arfa jarang banget dia nangis secara tiba-tiba, paling kalau ngompol dan udah gak nyaman.. kalau nyaman ya pules aja tidurnya. Nah kalau Hanaan, dia suka banget tiba-tiba bangun dan nangis kenceng. Papap share ya terkait Hanaan dan Arfa juga.

1. Karena kehausan

Kalau nyadar haus, dia biasanya langsung bilang haus dan minta minum. Tapi kalau udah nangis dulu lama terus ujung-ujungnya minta minum.. nah ini mah namanya bangunin papap buat tahajud hehe. Walau seringnya kalau masih tengah malam, papap tepar ikutan tidur lagi 😀 Solusinya segera berikan minum, jika males ke dapur mending sebelum tidur siapin minum dulu satu gelas/botol. Jadi kalau malam-malam minta minum gak usah bangun lagi tinggal ambil aja di dekat tempat tidur. Tapi awas ya seringkali kena tendang dan airnya tumpah hehe. Mungkin lebih baik jangan di gelas kali ya tapi di botol aja atau kalau mau di gelas ya simpannya jangan di bawah tapi di atas lemari atau tempat lain yang lebih tinggi gitu deh ^^

2. Karena gatal

Bisa  saja ketika tidur si kecil gak nyaman terus dia ngerasa gatal karena digigit semut atau serangga. Pernah Hanaan waktu tidur digigit semut sampai bibirnya bengkak, pernah juga Arfa tiba-tiba bentolan banyak banget di sekujur tubuhnya (biduran) atau mungkin bisa jadi si kecil kena alergi makanan, binatang atau faktor lainnya. Solusinya jika memang si kecil sudah merasakan gatal, kita bisa membuka dan mengganti baju dan kaos dalam si kecil dengan yang baru, dikasi lotion anti gatal yang adem, bedak atau minyak kayu putih, lalu digosok-gosok dan dikipasi yang gatelnya sampe si kecil nyaman kembali. Jangan lupa juga sering-sering mengganti sarung bantal dan spreinya ya sebelum si kecil beranjak ke tempat tidurnya.

3. Karena gerah

Saat musim kemarau seperti sekarang ini (tapi masih suka hujan juga sih ^^) biasanya hawa di kamar tidur suka bikin gerah. Walhasil dari mulai kecil, terutama Arfa kalau mau tidur harus kipasan dulu. Sampai seringkali kejadian udah berkali-kali beli kipas angin tuh karena tiap malam non stop muter terus sampai dinamonya rusak wkwk. Terakhir beli kipas baru eh baru beberapa bulan dah rusak lagi 😀 Emang sih kalau ada duitnya sih beli AC hehe.. tapi karena TDL (tarif dasar listrik) nya naik lagi, siap-siap aja deh nanti beli token listriknya dobel ^^ Jadi solusinya ciptakan kondisi ruangan yang adem, gak perlu buka jendela sih..fentilasi ruangan aja harus cukup, kalau perlu kipas angin ya dinyalain tapi sebenarnya kalau sering-sering pakai kipas angin biasanya bikin masuk angin ya apalagi kalau tidurnya sambil gak pakai baju hehe.. Ya pokoknya gimana caranyalah jangan sampai si kecil kepanasan terus dia akhirnya tidurnya gak pulas.

4. Karena lapar

Jarang banget sih anak-anak papap tiba-tiba bangun karena lapar. Kecuali dia tidurnya nanggung dari sore, pasti deh bangun lagi karena biasanya kalau tidur terus perutnya belum kenyang, nanti tidurnya gak pulas karena perutnya keroncongan dan bikin gak nyaman. Nah kalau bisa sore-sore si kecil makan dulu, terus jika ada camilan-camilan ya si kecil makan dulu sampai perutnya kenyang. Kalau si kecil perutnya kenyang insya Allah si kecil pulas deh 🙂

5. Karena mimpi buruk

Si kecil bisa saja mengalami mimpi buruk dalam tidurnya. Walau entah terkadang gak tahu juga si kecil mimpi apaan..apa mimpi dikejar badut? Hehe.. Tapi kalau tiba-tiba bangun terus keringetan, terus ekspresinya ketakutan, bahkan bisa sampai ngompol, menjerit-jerit dan menangis kencang. Nah kalau seperti itu, kita bisa mendekapnya, menggendong, menemani si kecil tidur lagi, memberinya air putih, membelai rambutnya, terus jangan lupa membacakan do’a dan dzikir untuk menjaga si kecil dari gangguan setan dan jin. Kesannya horor gitu ya.. tapi tenang kita punya Allah jadi jangan takut OK! masa pas anaknya takut, Ayahnya ikutan merinding juga? wkwk

6. Karena kelelahan

Terlalu lelah juga bisa menyebabkan si kecil tiba-tiba bangun dan menangis. Mungkin dia banyak beraktifitas di siang harinya, bayi yang baru belajar berjalan, atau si kecil habis jalan-jalan dan banyak beraktifitas yang menguras tenaganya. Ini bisa menyebabkan si kecil gak pulas juga lho! Solusinya, mungkin sebelum tidur si kecil bisa dipijit dulu dengan lotion atau baby oil.. Arfa dan Hanaan rutin banget bahkan seakan jadi ritual sebelum tidur minta dipijit/diurut pakai lotion 😀 padahal kalau mau dipikir..papap harusnya yang perlu dipijit wkwk.. Tapi bener anak-anak juga bisa merasa lelah dan pegal-pegal ^^

Nah, itulah guys beberapa faktor yang bisa menyebabkan si kecil tiba-tiba bangun dan menangis di malam hari. Semuanya berdasarkan pengalaman papap saja, sebenarnya dari apa yang papap baca masih banyak sebab yang lainnya. Tapi intinya kondisikan si kecil untuk nyaman dalam tidurnya. Setiap hal apa saja dan apa pun itu harus kita minimalisirkan pada si kecil. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂

Tips menjadi Ayah yang sehat dan kuat

dollarphotoclub_80279989-1030x687Menjadi seorang Ayah adalah sebuah anugerah. Banyak teman-teman papap yang walau sudah nikah lama tapi belum juga jadi Ayah karena hingga saat ini belum juga dikaruniai anak. Sementara papap sendiri sudah dikaruniai  3 anak. Prestasi yang cukup awesome menurut papap. Hehe.

Kalau dihitung-hitung dari 6 tahun usia pernikahan papap dan mamam, dengan pencapaian 3 anak berarti rentang waktu dari anak pertama, kedua dan ketiga yaitu hanya 2 tahun saja. Masih mending juga sih dibanding yang satu tahun 1 anak Hehe.

Dengan kondisi papap dan mamam bekerja, terus papap dan mamam menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri, dalam artian tanpa ada bantuan secara langsung dari ortu dan mertua, menjadikan papap dan mamam harus survive dalam segala hal. Terutama dalam mengasuh ke-3 anak papap. Arfa (5th+), Hanaan (2th, 10bln) dan Raihanah (11 bln). Pokoknya sesuatu banget deh.. ^^

Nah, apalagi semua pekerjaan rumah tangga juga dihandel sendiri lho, kalaupun ada Asisten Rumah Tangga itu juga hanya membantu mengasuh anak (baby sitter) dan paling banter nyetrika baju saja. Untuk urusan masak, beres-beres, nyuci baju, dll semuanya papap dan mamam yang handle. Jadi ya gitu deh.. papap harus selalu sehat dan kuat ^^

Nah, guys gimana sih supaya jadi Ayah yang selalu sehat dan kuat itu? Soalnya..kalau papap nanti sakit repot banget kan? Makanya papap selalu berdo’a supaya papap tetep sehat dan kuat. Kalau papap lagi gak enak badan soalnya bawaannya males gitu..apalagi anak-anak suka rewel. Duh stress deh.. Sebenarnya, papap juga merasa kurang sehat sih tapi gimana lagi harus selalu strong demi anak-anak 🙂

Yuk cek tips agar Ayah tetap sehat dan kuat!

  1. Makan makanan yang sehat dan bergizi. Papap jujur akhir-akhir ini seringkali telat makan, males makan, dan makannya gak jelas gitu deh. Tapi papap saranin, kalau seorang Ayah itu asupan makanannya harus bener lho!, karena dia harus bekerja seharian, terus di rumah juga harus bantuin istri dan  ngurus anak-anak kan? Ekstra lho jadi suami dan ayah itu 🙂
  2. Sering berolahraga. Jujur juga sebenarnya papap jarang olahraga dan dari motivasi dirinya papap juga kurang karena dari dulu apalagi pas sekolah papap gak suka banget yang namanya pelajaran olahraga. Apalagi renang? wkwk papap gak bisa renang soalnya. Nah, tapi olahraga sebenarnya penting lho karena bisa membantu untuk sehat juga. Kalau bener-bener sibuk banget dan gak bisa nyempetin untuk olahraga secara khusus, mungkin bisa disiasati dengan olahraga yang ringan saja. Misal jalan kaki ke masjid atau lari-lari kecil keliling komplek, atau sepedaan sama anak dll.
  3. Jaga pola tidur dan jangan begadang. Seorang Ayah itu harus tidur yang cukup, dan jangan biasakan begadang. Karena nanti akan bikin ngantuk di siang hari dan membuat badan jadi lemes. Tapi papap suka begadang hehe.
  4. Jangan Stress! Ok, ini emang ngaruh banget deh ke kehidupan papap. Dulu ketika papap ngerasa happy banget sekarang sedikit berubah sikon menjadi sedikit stress.. owh sesuatu yang wajar sih tapi jangan sampe deh jadi unhappy.

Sebenarnya papap pengen ngasih tips yang banyak. Tapi papap takut mengada-ngada karena ngasih tips yang gak papap lakuin hehehe. So, menjaga agar tetap sehat dan kuat itu penting banget guys.. apalagi jika sudah menjadi seorang Ayah. ^^

Encropsis pada Arfa

encropsis

Akhir-akhir ini, papap seringkali dibuat jengkel dengan tingkah laku Arfa (5th). Sekitar 2 pekan terakhir ini Arfa seringkali pup (BAB) di celana terutama sewaktu berada di sekolah (TK). Sebenarnya, sebelum kasus ini Arfa sudah terbiasa untuk bilang ketika akan pup, dan selalu papap antar ke kamar mandi untuk mengeluarkan pupnya. Tapi, entah papap belum tahu sebab pastinya kenapa sekarang Arfa seringkali pup di celana terutama di sekolahnya.

Sampai terakhir kalinya Arfa sekolah di hari jum’at, di dalam tasnya Arfa kembali papap temukan kantung plastik berisi pakaian olahraga dan celana dalam yang kotor dan bekas dicuci oleh ibu gurunya. Hmmm.. sebenarnya apa yang terjadi dengan Arfa ya?

Akhirnya papap searching juga deh di internet. Dan ternyata bukan hanya Arfa saja yang mengalami seperti itu. Menurut istilah kesehatannya, perilaku anak yang suka pup tidak pada tempatnya biasa disebut sebagai encropsis.

Dulu ketika usia Arfa menjelang 3 tahunan juga sempat seperti itu, padahal sudah punya adik (Hanan, waktu itu usianya belum 1 tahun) dan padahal sudah diajarkan toilet training. Memang waktu itu, mamamnya sedang kuliah lagi di Malang jadi Arfa sempat jauh-jauhan sama mamamnya.

Sekarang, papap sama mamamnya belum tahu pasti apa penyebab Arfa jadi kaya gitu lagi. Sedih deh.. soalnya teman-teman sekelasnya gak kaya gitu dan parahnya dia jadi suka dibully dengan perilaku encropsisnya di sekolah itu.

Beberapa hal yang papap prediksikan kenapa Arfa bisa seperti itu adalah mungkin bisa jadi karena adanya faktor psikis dan bukan semata faktor fisik semata, memang menurut sumber bisa saja sistem pencernaan Arfa tidak lancar karena terakhir tadi mengeluhkan sakit di perutnya dan seringkali bentuk pupnya keras akibat jarang banget makan sayur dan buah (kurang serat) dan juga senang banget mengkonsumsi susu instan (cair atau seduh).

Tapi setelah papap cermati hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar saja, karena Arfa memang dari usia dia sudah mulai makan nasi, hampir setiap kali makan tidak mau sama sayur paling kuah sama nasinya saja. Apalagi buah-buahan, tapi sekarang sudah agak mending karena di sekolah ibu gurunya sering memotivasi untuk makan buah dan sayur. Jadi Arfa sudah mulai mau untuk nyobain makan sayur dan buah tertentu.

Menurut penelitian, gejala encropsis memang seringkali diderita oleh anak laki-laki usia 4 tahun ke atas, dan kebanyakan karena stress psikososial. Duh, jadi ngeri deh ngebayanginnya.

Papap akhirnya mulai mengintrospeksi diri, mungkin bisa jadi karena papap waktu itu pernah bertengkar sama mamam di depan Arfa. Memang ada sebab pertengkaran dan perceraian orang tua yang jadi penyebab anak menjadi encropsis. Tapi sebenarnya kan wajar ya suami istri bertengkar walau pada akhirnya baikan lagi, tapi salah juga kali emang waktu itu papap lost control dan akhirnya malah meluapkan emosi kepada mamamnya di depan Arfa.

Atau bisa juga karena Arfa kebanyakan nonton video dan game di smartphone? Akibatnya tingkat sadar dirinya menurun. Dia koq cuek aja gitu walau dia pup di celana, kejadiannya di sekolah lagi dimana disitu ada teman-temannya. Memang sih, ini juga salah papap tidak secara langsung mengenalkan smartphone semenjak dia masih kecil. Habisnya papap setiap hari harus berkutat dengan smartphone terutama untuk Whatsappan masalah pekerjaan, karena papap kerja di bidang media jadi papap harus online terus. Walhasil Arfa jadi keranjingan nonton Youtube dan download game di Playstore. Dan sekarang adiknya Hanaan (3 tahun) juga sudah mulai ikut-ikutan Masnya, jadinya setiap hari harus rebutan smartphone karena pengen sama-sama nonton tapi yang ditontonnya beda-beda hehe. Memang papap di rumah gak ada TV, tapi tetep aja Arfa mengakses smartphone yang terkoneksi sama wifi. Duh.. papap jadi ikutan stress juga nih 😀 Kalau bisa sih anak-anak memang jangan dulu dikenalkan gadget sejak dini ^^

Terus penyebab lainnya, bisa jadi Arfa mengalami kecemasan di sekolah. Tapi sebenarnya ketika semester pertama di TK, Arfa fine-fine aja lho.. hasil raportnya juga lumayan bagus dan waktu itu mamamnya sempat ngobrol juga sama ibu gurunya dan gak ada masalah apa-apa dalam artian tidak ada laporan bahwa Arfa suka pup di celana sewaktu sekolah.

Nah, baru di semester ke dua ini dan itu juga terjadi mulai sekitar 2 pekan yang lalu.. awalnya dia ngompol dan pup di celana juga di rumah. Waktu itu papap kesel dan mengkel banget, karena Hanaan (3 tahun) adiknya sekarang justru yang malah sudah pintar bisa bilang kalau mau pipis dan pup. Jadi Hanaan sekarang udah jarang banget ngompol dan pup di celana. Koq bisa kebalik gituu.. huhu..

Salah papap waktu itu gak langsung mengdiagnosa, papap cuma memandang kesal sama Arfa sambil membersihkan pupnya.. selalu bertanya dan menyalahkan “Kenapa sih Arfa.. bla bla bla” ngomel.. Ya mungkin papap hanya bisa kesal karena papap juga terkadang stress harus bisa membagi waktu di pekerjaan kantor dan di rumah. Papap di rumah juga bantu beres-beres, nyuci, ngepel, ngurus adik-adiknya Arfa juga yang masih kecil Hanaan (3 tahun) dan Raihanah (10bulan) karena mamam juga sama-sama bekerja ngajar di sekolahan.

Arfa kalau dimarahi dan diomelin hanya bisa diam, natap mata papap sendu (asli papap jadi sedih waktu nulis ini) atau dia nangis dan bilang “Papap tuh gitu..”  jika papap lost control mukul pantatnya. Asli papap sebenarnya gak suka ringan tangan dan pakai kekerasan, papap sayang sama anak-anak tapi kalau pikiran lagi labil, kondisi badan lelah dan penat, ditambah anak-anak rewel papap jadinya suka lost control. Alhamdulillahnya papap selalu mengiringi kesalahan papap dengan meminta maaf sama anak-anak walau tentunya melampiaskan kekesalan kepada anak juga sangat keliru dan akan memberikan dampak negatif pada perkembangan psikis anak. Mungkin para orang tua akan merasakan dilema seperti itu..

Akhirnya papap dan mamam berusaha terus ngorek banyak hal dari Arfa, sebenarnya Arfa sangat suka cerita walau untuk hal sensitif semisal pup di celana dia gak suka bilang dan cerita langsung. Mamamnya sempat kaget juga waktu di kasih laporan sama Ibu Gurunya ditanyain Arfa pulang cerita enggak masalah kemarin? Mamamnya langsung shock dan bertanya apakah karena pup di celana? Akhirnya ibu gurunya membenarkannya, dan langsung deh besoknya mamam ke sekolah dan ngobrol sama Ibu gurunya. Papap juga whatsapp ke Ibu Guru dan meminta maaf sekaligus minta bantuan untuk membimbing Arfa kalau mau pup. Dan terakhir tadi sempat waktu Arfa agak mogok papap tidak hanya ngantar ke depan pintu kelas tapi papap sempat ngobrol dan menitipkan langsung ke Ibu gurunya Arfa. Ibu gurunya si bilang hal tersebut wajar dan bukan hanya Arfa saja yang seperti itu, tapi papap merasa tidak enak jika Arfa terus seperti itu di sekolah dan khawatir jadi bahan olok-olokan teman-temannya.

Tiap berangkat dan pulang sekolah selalu papap nasihatin pelan-pelan untuk selalu bilang sama Ibu Guru kalau mau pup, jangan di tahan-tahan dan jangan pup di celana lagi, sebelum berangkat sehabis sarapan di rumah juga papap selalu ajak Arfa ke kamar mandi untuk pup, tapi statusnya tadi masih pup di celana lagi untung papap bawain baju ganti biasanya kalau Jum’at enggak karena pakenya baju olahraga. Hiks.. papap harus ekstra sabar dan sabar dan sabar teruss… papap do’ain Arfa sembuh dari encropsisnya.

Catatan: Kenapa papap rempong ya? Hehe iya papap sebenarnya sangat rempong dalam hal mengurus anak, bukan karena papap yang ngurus semuanya, tapi mamam kurang suka nulis curcol kaya gini.. kita sudah ada pembagian tugas di rumah dan mamam juga terbatas waktu dan kemampuannya karena bekerja dan mengurus anak yang masih kecil, Raihanah (10 bulan) jadi untuk anak-anak yang udah gede banyak papap handle untuk urusan makan, mandi, antar jemput ke sekolah dll..

Sumber Info dan Gambar : nakita online.

7 Trik Penting Agar Si Kecil Mau Buah dan Sayur

Pusing deh kalau memperhatikan pola makan anak-anak papap, terutama Arfa (4th,10bln). Walau dari kecil anak-anak papap sudah mulai dikenalkan buah dan sayur, tapi koq heran ya..setelah besar jadi susah banget untuk mengkonsumsi buah dan sayur. Kalau Hanaan (2.5th) masih mending, dia hanya sayur aja yang masih susah untuk konsumsi buahnya dia masih mau.

Kalau makan setiap hari, pasti tidak jauh dari telor, nugget, sosis atau kalaupun sama sop, itu juga cuma kuahnya aja sama nasi. Padahal sebagai Ayah, papap tuh stress banget gimana caranya menuhin kebutuhan gizi anak-anak papap. hiks hiks..

Mengapa anak menolak buah dan sayur?

Menurut salah satu sumber, sebagian besar anak tak suka sayur dan buah karena pengenalannya yang kurang tepat. Ada anak yang dibiarkan tidak makan buah dan sayur namun diperbolehkan sering jajan, atau terus makan makanan yang dilembutkan. O ya dulu, Arfa juga gitu sih..waktu bayi kan sayur dan buahnya dilembutkan terus disaring jadi kaya bubur (smoothies/pure)  itu masih mau..tapi kalau sayur dan buah dalam bentuk utuh dia tidak suka.

Nah, terus ada juga anak yang trauma terhadap buah dan sayur karena dicekoki oleh orang tua, dipaksa, diteriaki dll. Duh apa iya ya Arfa trauma sayur dan buah? Kadang sering kelewatan banget, secara fisiknya juga Arfa gak mau megang sayur dan buah. Dia pasti teriak-teriak dan lari jika didekatkan sama buah 😀 Hmm… banyak sih ya orangtua yang kurang sabar memperkenalkan anak dengan buah dan sayur, padahal kan penelitian sudah membuktikan bahwa anak yang tak suka sayur/buah pun pun akan jadi suka ketika diperkenalkan berulang kali.

Orang tua memang menjadi penentu apakah anak jadi mau makan buah dan sayur atau tidak. Jika orang tua sudah terlanjur putus asa atau yakin bahwa anak akan menolak, maka anak bisa betul-betul menolak. Namun jika orangtua gigih dan kreatif, maka anak pasti mau makan buah dan sayur. Ini bukan masalah seberapa baik orangtua memberi contoh, namun trik apa yang digunakan orangtua untuk membuat anaknya makan buah dan sayur.

Yuk simak 7 tips bagaimana membuat anak mau makan buah dan sayur ^^

1. Kenalkan Sobat Buah dan Sayur, sehingga mereka tertarik. Misal ada Pepi Pisang, Meri Stroberi, Andi Apel, Joy Jeruk, Woli Wortel dan Oli Brokoli.

2. Ceritakan dongeng tentang makanan, orangtua bisa mengarang cerita dengan menggunakan tokoh Sobat Buah dan Sayur. Contohnya Joy Jeruk yang ceria mengundang teman-teman ke pesta ulang tahunnnya dan memberikan buah dan sayur yang lezat sebagai hidangan.

3. Buat si kecil lapar, karena anak yang lapar akan bernafsu makan, dan mereka akan lebih bersedia menyantap buah dan sayur. Supaya lapar, atur jadwal makan anak di jam yang relatif sama setiap harinya, mulai dari makan pagi, siang dan malam. Selipkan jadwal kudapan di tengahnya sehingga ada 5x waktu makan. Di luar jam makan, ajak anak aktif bergerak.

4. Ajak si kecil berkebun dan memasak. Semakin lama eksposur anak dengan buah dan sayur, maka semakin berminat mereka untuk memakannya.

5. Berikan alat makan lucu untuk si kecil, supaya ia lebih bersemangat makan.

6. Tata makanan secara unik, misalnya dengan membentuk boneka atau binatang lucu.

7. Ada beberapa teknik psikologi yang bisa digunakan, salah satunya menggunakan teknik token system, yaitu memberi hadiah kecil seperti stiker setiap kali anak mau  makan buah dan sayur, nantinya sejumlah stiker bisa ditukarkan dengan hadiah sesungguhnya yang lebih besar, misal buku cerita.

Nah, demikianlah 7 trik penting bagaimana agar si kecil mau makan buah dan sayur. Memang menjadi sebuah dilema tersendiri ya jika si kecil tidak mau makan buah dan sayur. Tapi jangan berputus asa lho..untuk memberikan yang terbaik untuk kesehatan dan tumbuh kembang mereka.

sumber: nakita