Cara Memanfaatkan Waktu Anak Pada Saat Liburan

Aiih udah tahun 2020 aja ya hehe, gak berasa blog papapz.com udah mau 7 tahun. Sebenarnya udah lelah banget nulis. Aku sering berpikir menulis itu membutuhkan waktu. Harus mikirin idenya, belum merangkai katanya, belum ngeditnya haha padahal dulu cita-citanya pengen jadi penulis. Ketika usia bertambah memang cita-cita sesesorang seringkali berubah.

Orang-orang banyak banget menuliskan rencana atau progres apa yang akan di lakukan di tahun 2020 ini. Tapi aku sebagai Ayah 4 anak, masih sibuk memikirkan bagaimana mengelola waktu anak-anak seefektif mungkin. Rempong banget deh punya anak banyak, apalagi jika hari libur. Misalkan di hari Sabtu dan Ahad. Atau seperti sekarang di liburan anak sekolah.

3 dari 4 anakku sekarang sudah sekolah. Sulung kelas 2 SD Fullday, anak kedua di TK Fullday, Anak ketiga Playgroup Halfday. Ketika Sabtu mereka libur. Sementara Aku dan istriku tidak libur. Jadinya masih suka pusing mengatur waktu anak-anak di saat mereka liburan.

Kenapa yah anak-anakku itu tidak seperti anak-anak yang lain yang suka ngebolang atau explore berbagai hal di luar rumah. Mereka asiknya di dalam rumah apalagi kalau udah main hape android. Pusing sendiri deh hehe

Memang sih pada akhirnya aku introspeksi diri dengan keadaan anak-anakku. Mungkin aku dan istriku terlalu sibuk, kadang gak pas juga sih anak-anak dan istri liburan, tapi akunya enggak. Jadinya gak jelas gitu kan ya hehe.. Yang ada anak-anakku akhirnya ikut ke kantor. Waduh bikin rusuh akhirnya..

Akunya jadi curhat ya haha.. Tapi pada dasarnya membuat waktu anak-anak bermanfaat itu mudah banget asalkan kita sebagai orangtua konsisten dan mengarahkan sebaik mungkin dengan menemani anak-anak bermain dan mengisi waktu luang atau liburnya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Enaknya sih kalau anak libur, orang tua juga ikut liburan dong ya! Biar sama-sama happy tapi kalau misal anak-anak hanya bisa bersama ibu di rumah atau pengasuh. Pastikan partner kita memiliki visi dan misi yang sama dalam membuat waktu anak-anak menjadi lebih bermanfaat.

Harusnya sebelum waktu liburan tiba, orangtua dan anak-anak membuat sebuah planning atau rencana kegiatan full selama liburan agar anak-anak juga faham dengan apa yang harus mereka lakukan ketika liburan. Walaupun misal ayah dan ibu mereka tetap bekerja atau berkatifitas rutin, tapi selama liburan anak-anak tidak akan bingung mau ngapain.

Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang bisa anak lakukan selama liburan:

  1. Rekreasi. Liburan memang identik dengan rekreasi. Rekreasi bisa kemana saja. Ke gunung, pantai, pedesaan, kolam renang dll. Kalau berencana rekreasi di dalam kota atau dalam jarak dekat maka bisa dijadwalkan akan pergi kemana saja selama waktu liburan berlangsung. Tapi kalau mau rekreasi ke luar kota atau luar negara tentunya harus mempersiapkan segala sesuatunya karena tidak bisa hanya dalam sehari.
  2. Berkunjung ke rumah nenek/om/tante/pakde/bude. Selama liburan kita bisa jadwalkan pula anak-anak untuk mengunjungi rumah kakek nenek atau sodara-sodara dari ayah dan ibu. Biasanya kan rumah kakek nenek itu di pedesaan ya, jadi bisa belajar dengan suasana yang baru.
  3. Camping/berkemah. Anak-anak juga bisa berlatih disiplin dan mandiri dengan mengikuti kegiatan camping/berkemah. Baik itu secara mandiri atau mengikuti program berkemah yang diadakan dengan paket berbayar.
  4. Mengikuti program mondok/pesantren selama liburan. Ada juga pesantren atau sekolah Islam yang menyelenggarakan pesantren selama liburan. Biasanya ada yang sepekan, sepuluh hari atau dua pekan. Nanti disana akan diarahkan dengan berbagai macam kegiatan Islami.
  5. Mengikuti kursus. Ada juga kursus yang diselenggarakan selama liburan sekolah. Misalkan kursus memasak, bahasa arab, bahasa inggris dll.
  6. Full kegiatan di rumah. Pilihan terakhir yang bisa diambil jika tidak ada punya rencana kegiatan khusus atau ke luar kota. Maka Anda bisa merencanakan berbagai macam kegiatan untuk bisa dilakukan di dalam atau di sekitar rumah. Misal membuat prakarya, berkebun, dll yang intinya anak ditemani bermain dan dalam segala aktivitasnya.

Demikianlah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan selama anak liburan sekolah. Walau waktu liburan sudah berakhir saat ini, mudah-mudahan bisa menjadi referensi untuk saya dan anda.

Tips Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak

Tips Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak

Ibarat kata pepatah, mencegah lebih baik mengobati. Dan memang begitulah yang seharusnya dilakukan oleh para orang tua. Jangan pernah mengeluh ketika saat ini anak kecanduan game, video, film kartun dll jika memang dari pertamanya kita telah mengenalkannya bahkan malah memaksa dan mencekokinya ketika dia belum saatnya.

kecanduan gadget pada anak

Saya juga nyesal, anak pertama Saya Arfa saat ini sudah mulai kecanduan gadget khususnya smartphone dan juga laptop untuk nonton Youtube atau hanya sekedar film kartun anak. Memang saya gak bisa lepas dari gadget baik di kantor maupun di rumah. Dan anak telah terpapar oleh aktivitas Saya. Dan memang kecerobohan Saya saat itu yang telah mengenalkannya sehingga dia keasikan dan lupa bahwa dia harus melakukan berbagai macam aktivitas lain sesuai dunianya.

Apalagi ditambah Arfa gak punya teman sebaya yang bisa diajak main bareng. Adiknya yang belum genap 2 tahun pun belum bisa akur jika diajak main bareng. Hal inilah yang menyebabkan Arfa jadi memilih pelarian dan pelampiasan kepada gadget-gadget itu. Jujur ketika orang tua sibuk, baik Ayah dan Ibu yang sama-sama bekerja. Hal ini akan berimbas kepada anak yang akan menjadi kurang perhatian dan dia akan mulai putus asa dengan dunianya. Dia akan memilih kesibukan lain yang bisa memuaskan daya khayalnya. Ketika dia mulai terpapar dengan asiknya main game, nonton kartun dll maka dia tidak akan melepaskannya begitu saja apalagi jika dalam dunia nyata dia kesepian dan tidak dibantu untuk mengeksplorasi masa kecilnya.

Beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu anak Anda untuk terlepas dari gadget.

  • Mau tidak mau, jika anak sudah mengenal gadget dan ia sudah mulai asik dan lincah memainkannya dia tidak akan bisa langsung dilarang begitu saja. Efeknya anak biasanya akan tantrum dan mulai ngamuk jika keinginannya main gadget tidak terpenuhi. Jadi sabarlah.. dan mulai mainkan sistem jadwal bermain gadget. Misal anak boleh bermain gadget hanya 30 menit saja. Batasi dan segera ambil gadget yang dia pegang jika waktunya sudah habis. Kekonsistenan orang tua berperan disini. Jangan karena kasihan anak dibiarkan berlarut-larut asik dengan gadgetnya. Yang ada berjam-jam dia tidak akan bosan..apalagi yang tersedia senantiasa baru dan baru sehingga anak akan terus mencoba memainkan dan menontonnya.
  • Usahakn orang tua tidak sibuk dengan gadget di depan anak. Berikan batasan pada penggunaan gadget Anda ketika di rumah dan ketika bersama anak-anak. Sudah pasti anak akan mencontoh Ayah dan Ibunya jika keduanya terus asik dengan gadgetnya masing-masing. Anak akan berdalih, Ayah dan Ibu saja boleh, kenapa Saya enggak? Saya main dicuekin, Saya mau cerita dicuekin juga, apa-apa Saya dicuekin sementara Ayah Ibu asik di medsos, atau dengan dalih pekerjaan? Ketika di rumah jika bisa matikan data internet Anda dan berikan waktu khusus jika memang ingin membuka gadget Anda lagi. Semisal jika anak-anak sudah tidur semua.. Memang sulit apalagi jika gadget memiliki peran penting dalam pekerjaan Anda. Tapi demi kebaikan anak-anak kita cobalah berdamai dengan masalah ini dan cobalah menyimpan terlebih dulu gadget Anda (jujur Saya juga masih berat :D)
  • Selalu temani setiap kegiatan Anak-anak Anda. Jika mereka belum sekolah, kita bisa ajak mereka bermain baik di dalam atau di luar rumah. Apalagi jika dia sudah punya saudara, adik atau kakak seharusnya dia bisa sibuk bermain ketimbang bermain gadget. Jika mereka sudah sekolah tentunya Anda bisa menemani mereka belajar, mengerjakan PR atau mempersiapkan kebutuhan sekolah mereka. Intinya jangan biarkan anak nganggur sehingga terlintas kembali keinginannya untuk bermain gadget jika dia sudah merasa benar-benar bete dan ditambah lagi orang tuanya pun tidak fokus dan konsentrasi untuk menemaninya.
  • Gantikan asiknya bermain gadget dengan kegiatan lain yang tidak kalah asik dan serunya, misal membaca buku cerita yang penuh warna dan gambar-gambar, menggambar dan mewarnai, bermain lego, puzle, dan permainan lain yang bisa mengasah otak dan menyibukkan mereka dalam waktu yang lama.
  • Ajak dan ikut sertakan anak dalam berbagai aktivitas orang tua di rumah, jika anak sudah besar misal usia diatas 4 tahun dia bisa kita ajak membereskan rumah, minimal membereskan kamar dan mainannya, membantu Ibu memasak di dapur atau diminta berbelanja ke warung atau menemani Anda ke minimarket. Dengan diberikan kesempatan bergabung dalam berbagai aktivitas tersebut akan memberikan pelajaran berempati dan membantu sesama pada anak. Dan tentunya Anda pun akan senang karena bisa lebih dekat lagi dengan anak.
  • Jika anak sudah benar-benar ingin bermain gadget dan Anda sudah putus asa dalam membujuknya. Maka ajaklah anak bermain di luar dan mencoba aktivitas lain dan selalu ingatkan akan sistem jadwal seperti di awal tadi. Kita buat perjanjian pada anak, boleh bermain gadget 3 kali dalam sehari masing-masing 30 menit, misal kita ambil di pagi hari setelah sarapan dan mandi, siang setelah dia tidur siang, dan sore ketika sudah mandi dan makan. Tanamkan anak untuk menepati janji dan konsisten dengan jadwal ini.
  • Terakhir, do’akan anak agar senantiasa dijaga Allah. Orang tua terkadang menyesali apa yang telah dia perbuat dengan anaknya ketika satu saat kita merasakan efek negatifnya. Tapi semua belum terlambat.. pada dasarnya anak-anak akan lebih mudah diarahkan yang penting dari pihak orang tua yang harus senantiasa mengarahkannya kepada jalur yang positif.

Demikianlah beberapa tips yang bisa saya share, Semoga bermanfaat bagi kita semuanya ^^

ditulis oleh papapz.com

gambar : https://assets.jalantikus.com/assets/cache/0/0/userfiles/2015/10/06/anak-8.jpeg

Kasih Ayah Yang Berbeda

ayah dekat dengan anak

Kalau buka youtube, Saya suka banget lihat iklan dari Thailand atau China biasanya iklan tentang asuransi, iklan layanan masyarakat tentang kesehatan dan lain-lain. Jadi Iklannya kaya film pendek yang nyentuh banget ceritanya. Saya paling suka kalau ada cerita tentang Ayah dan anaknya. Seperti di bawah ini. Ada Iklan tentang Tahun Baru Cina yang menceritakan seorang anak yang di masa remajanya dia banyak berbuat semaunya. Bermain bersama teman-temannya sampai pulang malam sehingga membuat sang Ayah marah besar dan akhirnya si anak pergi dari rumah dan berusaha bekerja sendiri di perusahaan kontraktor bangunan.

Sampai satu ketika terjadi insiden si anak jatuh dari bangunan yang sedang dikerjakannya dan membuat kakinya cidera dan tidak bisa berjalan. Dalam diamnya, Ayah sedih dan tidak menginginkan hal ini terjadi walau sebelumnya Ayah kesal dengan tingkah laku anaknya. Akhirnya Ayah terus memotivasi anaknya untuk bisa berjalan kembali dengan menggendongnya, memapahnya tanpa kenal lelah siang dan malam, dan membayangkan sebagaimana mengajari anaknya dulu belajar berjalan sewaktu kecil.

Saya sebagai Ayah ikut merasakan apa yang dirasakan si Ayah dalam video ini. Kesal jika si anak susah diatur, tapi sedih yang mendalam ketika anak sakit apalagi sakitnya parah. Bentuk kasih sayang Ayah memang beda, walau terlihat galak atau tegas tapi hatinya sangat lembut dan tidak ingin anaknya menderita. Saya sampai menangis jika melihat video-video yang seperti ini. Daripada penasaran yuk simak videonya di bawah ini. Buffering dulu yaa ^^

Biarkan Si Kecil Eksplore Di Luar Rumah

jalan-jalan bersama keluarga

Tak dipungkiri lagi, anak-anak di zaman sekarang sudah banyak terpapar oleh kecanggihan teknologi semisal televisi, internet, game, dan berbagai macam gadget lainnya sehingga anak seakan asyik dalam dunianya sendiri tanpa harus berlelah dia keluar rumah dan mulai meninggalkan kegiatan eksplore untuk mengetahui dan mengenal lingkungannya.

Anak-anak dibuat malas dengan kecanggihan teknologi dan memanjakan mereka untuk lebih banyak diam, duduk anteng di depan televisi dengan sajian film kartun yang belum tentu juga akan mengedukasi mereka, berlama-lama dengan game konsol dan online yang bisa membuat anak kecanduan, dan memanjakan mata anak dengan berbagai macam aplikasi canggih dalam smartphone canggih yang begitu bebas diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka.

Mungkin kita tidak akan bisa mengelak dari kenyataan ini, apalagi untuk masyarakat perkotaan yang sibuk dan memang sudah tidak ada tempat lagi bagi anak-anak untuk bisa mereka eksplore di luar rumah untuk bermain dan mengenal lingkungan mereka. Mungkin Anda pernah menyaksikan serial TV anak Si Bolang, Bocah Petualang? Apakah Anda suka berdecak kagum melihat anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia yang mereka masih asik dengan kegiatan eksplore di luar rumah dengan kondisi lingkungan yang masih asri, di daerah pegunungan, hutan atau bahkan pantai. Wah wah.. Saya suka merasa flashback ke masa kecil dulu ketika nonton si Bolang.. Kalau dipikir-pikir hanya beberapa program acara TV saja yang saat ini yang bisa dikatakan masih bisa mengedukasi si kecil dan aman untuk dikonsumsi anak-anak.

si bolang

Saya terkadang suka kesal juga ketika Arfa maunya hanya nonton di laptop, atau khusyu dengan smartphonenya. Terkadang Saya nyesel juga memperkenalkan laptop dan smartphone kepada anak terlalu dini. Mungkin memang dulu Saya terlalu repot untuk menemani Si Kecil dan mamamnya juga sibuk di sekolah sehingga tidak bisa full juga dalam memberikan pengasuhan kepada anak-anak. By the way.. Ini memang kembali kepada pola asuh orang tua dan pengawasan kepada anak-anak dalam pemakaian gadget dan barang-barang semisal.

Jujur saja, Saya lebih suka Arfa berlama-lama bermain di luar rumah bersama temannya. Memang sih, Arfa tidak punya banyak teman mengingat tidak banyak anak tetangga yang usianya seumuran Arfa ditambah lagi Arfa tipikal anak yang moody, kalau moodnya bagus dia mau bermain di luar bersama temannya kalau lagi gak mood dia tahan untuk berada di dalam rumah seharian tapi ya ujungnya nanti akan pelampiasan kepada nonton dan nonton. Duh.. pusing pala berbie deh ^^

Jika di lingkungan kita memang mendukung anak-anak untuk bisa selalu beraktivitas dan bermain di luar rumah maka alangkah sebaiknya anak-anak difasilitasi dan kita biarkan mereka eksplore dan mencari pengetahuan di luar rumah. Mungkin imbasnya baju anak-anak akan cepat kotor karena dia sering bermain di pasir, lumpur atau bersentuhan dengan benda kotor lainnya. Kulit anak akan cepat gelap karena paparan sinar matahari dan mungkin anak akan bisa lupa juga saking keasikan bermain, entah itu lupa makan, mandi, mengerjakan pe-er (jika yang sudah sekolah) dan kegiatan lainnya. Tapi tentunya hal ini akan lebih baik karena masa kecil anak yang berharga telah mereka habiskan sesuai dengan fasenya sebagaimana kita dulu yang hidup di zaman tahun 80 dan 90an. Dulu waktu kecil Saya sudah mengenal video dan video game namun karena belum bisa diakses semudah zaman sekarang jadi hal tersebut hanya sebagai selingan saja tidak menjadi sebuah aktivitas rutin sebagaimana halnya kegiatan anak-anak di zaman sekarang.

Berikut beberapa hal yang mungkin harus Anda perhatikan jika akan membiarkan si Kecil eksplore di luar rumah:

  1. Selalu menyarankan anak memakai alas kaki, semisal sandal atau sepatu, jika takut banyak terpapar sinar matahari terutama di waktu siang maka bekali juga anak dengan topi atau baju lengan panjang namun berbahan katun yang bisa menyerap keringat mereka dan tidak membuat panas.
  2. Menyarankan anak untuk bisa beraktivitas di bawah pohon yang rindang di siang hari agar tentunya tidak terlalu terpapar dengan sinar matahari yang panas dan bisa membakar kuit mereka.
  3. Selalu menasihati anak untuk segera pulang jika sudah waktunya makan, mandi, sholat, tidur siang, atau mengerjakan pe-er tentunya agar si anak tidak lupa juga dengan kegiatan inti mereka selain bermain.
  4. Hindarkan anak-anak untuk bermain lebih jauh jika di sekitar tempat tinggal ada hutan, sungai dan tempat-tempat yang cukup ekstrim lainnya. Tentunya hal ini selalu disarankan kepada anak jika tanpa pengawasan dan pendampingan orang tua atau orang dewasa lainnya.
  5. Ingatkan untuk selalu membawa kembali mainan si kecil ke rumah jika sebelumnya anak membawa mainannya ke luar rumah.
  6. Segera ajak menyudahi permainannya jika dirasa sudah terlalu lama atau jika anak mengeluh sakit, badan terasa panas, digigit nyamuk/serangga dan yang lainnya.
  7. Selalu jaga kesehatan si kecil agar tentunya keesokan harinya bisa bermain lagi bersama teman-temannya.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika akan membiarkan anak eksplore bermain di luar rumah. Tentunya agar mereka tetap aman dan enjoy dalam berbagai macam aktivitasnya. Jika kondisi di luar rumah memang tidak memungkinkan untuk si kecil bermain dan eksplore, maka alangkah baiknya si kecil sekali-kali di bawa ke rumah kakek neneknya di kampung atau membawa si kecil berwisata dan rekreasi ke daerah yang menyajikan kondisi lingkungan yang asri, dengan fasilitas outbond dan juga berbagai kegiatan yang bisa mengenalkan si kecil kepada lingkungannya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Jalan-Jalan Murah Di Akhir Pekan Bersama Anak

Akhir pekan menjadi hari yang dinanti untuk bisa menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Apalagi jika di rumah sudah ada anak-anak tercinta yang selalu menantikan saat-saat kita berkumpul bersama. Salah satu aktifitas yang bisa dilakukan di akhir pekan bersama anak-anak adalah.. jalan-jalan.

Ok, sebenarnya secara istilah jalan-jalan kalau mau merunut kepada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah diambil dari kata berjalan-jalan yang artinya adalah bersenang-senang dengan berjalan kaki (untuk melepas ketegangan otot, pikiran, dan sebagainya). Tapi definisinya di jaman sekarang bisa saja bergeser karena tidak hanya dengan berjalan kaki tapi dengan naik kendaraan juga yang ujung-ujungnya ya untuk refreshing hehe.

 pasar bima

Aktivitas jalan-jalan biasanya banyak dilakukan oleh orang-orang pada akhir pekan atau tepatnya mungkin di hari Minggu dimana orang sedang banyak yang berlibur dari berbagai macam aktivitas hariannya semisal bekerja, sekolah, kuliah dll. Nah, di momen seperti ini kita juga bisa lho mengajak anak-anak untuk berjalan-jalan. Tentunya gak usah mahal-mahal lah, kita juga bisa melakukan aktivitas jalan-jalan murah.

Yang dimaksud jalan-jalan murah apa sih? Apakah sama sekali tanpa biaya? Ya bisa juga sih, tapi artinya Anda harus benar-benar jalan kaki dan tidak membeli sesuatu pun ketika jalan-jalan tersebut hehe. Yang dimaksud jalan-jalan murah adalah kita bisa jalan-jalan ke tempat yang asik tapi gak usah keluar banyak uang. Ada banyak alternatif lho jalan-jalan murah di akhir pekan bersama anak.

hanaan

1. Car free day, hampir setiap kota biasanya ada kegiatan car free daynya. Dan biasanya dilakukan di hari minggu. Jadi Car Free Day itu biasanya dengan cara memblokade satu buah ruas jalan unuk dipakai aktivitas masyarakat yang bukan aktivitas berlalu lintas. Tapi biasanya untuk berolahraga, jogging, sepeda, bazaar, dan event-event lainnya. Nah, kita bisa mengajak anak-anak ikut car free day sekalian sarapan dan jalan-jalan juga mencari barang-barang murah.

2. Pasar Kaget. Kegiatan di pasar kaget biasanya gak jauh beda dengan Car Free Day. Tapi yang membedakan adalah tempatnya, biasanya Pasar Kaget tempatnya di lapangan atau di alun-alun. Seperti di Cirebon, walau ada Car Free Day tapi ada juga Pasar Kaget yang biasa disebut Pasar Bima karena tempatnya di seputaran Stadiun Bima. Peminatnya juga gak jauh banyak dari Car Free Day. Biasanya mereka sambil senam dan jogging mengelilingi stadiun.\

3. Pasar Tradisional. Di Cirebon, Walaupun di hari Minggu di Pasar Tradisional yang sehari-harinya hanya menjual sayuran dan kebutuhan pokok lainnya tapi kalau di hari Minggu ramai juga lho dengan yang jualan dan berbagai wahana permainan anak-anak.

4. Toko Buku/Bazaar Buku. Kita bisa mengajak anak-anak untuk mencintai buku dan menyemangati mereka untuk rajin membaca. Kita bisa hunting buku murah dan tentunya menyenangkan sekali jika anak-anak rajin membaca sehingga bertambah pengetahuan mereka.

5. Silaturahmi ke rumah kakek dan nenek. Jika rumah kakek dan neneknya anak-anak dekat, tentunya sesekali kita bisa mengajak mereka kesana agar tentunya mereka juga bisa lebih dekat dengan kakek dan neneknya dan ada banyak hal yang bisa diajarkan kepada anak apalagi jika di tempat kakek neneknya ada peternakan, kebun, sawah dan hal menarik lainnya yang bisa ditunjukkan kepada anak.

Nah demikian beberapa alternatif jalan-jalan murah di akhir pekan. Mungkin Anda juga punya ide untuk menambahkannya? Monggo.. ^^

odong-odong