0

Tips membawa bayi dan balita bertemu keluarga besar saat lebaran

Yes Alhamdulillah.. hari raya Idul Fitri beberapa hari lagi akan kita jelang. Dan momen tersebut menjadi acara kumpul wajib dengan keluarga besar. Disebut wajib karena terkadang kaya ritual atau tradisi dari tahun ke tahun sih. Biasanya setelah sholat ‘ied kita akan langsung meluncur ke rumah mertua habis itu ke rumah ortu. So pasti ke empat anakku akan dibawa semua. Termasuk si kecil yang saat ini sudah berusia 5 bulan. Meski si kecil rentan masalah, tentunya kita tidak bisa terus-menerus menghindar dari ‘kewajiban’ membawanya bersilaturahmi dan bersosialisasi—cepat atau lambat—dengan banyak orang. Berikut tiga tips aman membawa bayi dan balita berkunjung ke keluarga besar yang bisa Anda praktikkan agar kesehatannya tidak terganggu. Aku kutip dari laman web AyahBunda:

membawa bayi saat kumpul keluarga

#1 Membuat batasan
Sulit melarang saudara sendiri untuk memegang atau menggendong si kecil tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Oleh karena itu, Anda harus menjadi tameng bayi atau balita dari penyebaran kuman yang dibawa oleh anggota keluarga besar saat menyentuh atau memeluknya, sesuai artikel Whattoexpect.com. Jauhkan mereka dengan cara menggunakan gendongan bayi sehingga Bunda atau Ayah bisa mengawasi interaksi antara para tamu dengan si kecil. Jangan segan juga mengatakan si kecil sedang rewel sehingga tidak mau terpisah dari orangtuanya. Pokoknya kesehatan anak harus jadi prioritas!

#2 Hindarkan dari anak-anak
Tahu sendiri kalau anak kecil senang menonton bayi atau balita yang usianya lebih muda. Meskipun mereka menunjukkan perhatian luar biasa terhadap si kecil, sayangnya anak-anak merupakan pembawa kuman terbesar seperti disebutkan dalam Babycaremag.com. Anak-anak sering lupa mencuci tangan sehabis bermain di luar ruang dan cenderung sulit diingatkan soal kebersihan. Namun, Anda bisa mengajak mereka bermain cilukba bersama si kecil atau membantu mengambilkan perlengkapan si kecil saat berganti baju sehingga tidak ada kontak langsung dengan bayi Anda. Jauhi pula sepupu-sepupunya yang sedang pilek atau batuk agar tidak tertulari.

#3 Lanjutkan rutinitas
Bayi punya rutinitas sendiri yang tidak perlu diubah karena bertemu dengan keluarga besar. Jika sudah lapar atau mengantuk, Bunda sebaiknya cepat mengabulkan kebutuhan si kecil sebelum berubah menjadi bencana. Carilah tempat sepi agar si kecil bisa fokus makan atau tidur, misalnya, sesuai jadwal hariannya. Ketika anak tertidur, Anda pun boleh beristirahat sambil menemani si kecil agar kembali segar ketika bercengkerama lagi dengan keluarga besar.

Nah gimana gees.. cukup bermanfaat kan ya? terutama bagi teman-teman yang memiliki bayi dan balita. Memang sih kadang kalau habis acara kumpul-kumpul lebaran, anak-anak juga kena efeknya karena mungkin capek dan lain-lainnya ya! Tapi aku berharap semua baik-baik saja. Aamiin.

sumber: https://www.ayahbunda.co.id/keluarga-travelling/3-tip-membawa-bayi-dan-balita-bertemu-keluarga-besar

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

papapz

Kang Ian a.k.a Papap Arfa. Bekerja sebagai Manager Station Radio Kita FM Cirebon, merangkap sebagai penyiar juga. Bercita-cita ingin menjadi pelopor blogger yang mewakili kalangan suami dan ayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *