4

Ayah dan Awal Pekan Kesibukan

Aku terbangun sekitar pukul 3 pagi dan merasakan kegelapan di sekitarku. Ternyata aku lupa untuk mengisi token listrik. Cukup merepotkan memang, untung aku masih punya koneksi internet dan saldo di rekening sehingga aku tidak perlu jauh-jauh jam 3 pagi keluar rumah untuk pergi beli token listrik ke minimarket.

Akhirnya kupaksakan bangun dan mengisi token listrik. Setelah semua lampu kamar menyala, aku pun meraih hape dan mengecek whatsapp. Setelah itu aku masih sedikit tersibukkan dengan melihat flash sale di marketplace tanpa ada keinginan untuk membeli karena aku sedang tidak punya uang. Jujur!

Setelah itu, aku sholat dan mencoba menulis satu postingan. Memang menulis membutuhkan mood dan ide! Jika tidak, maka kalimat demi kalimat akan terus berputar-putar mengambang. Kadang suka gak jelas antara judul dan isinya! Yeah, tapi daripada engga nulis sama sekali. Kayanya nyesel banget hidup ini.

Seperti yang sering aku ceritakan. Bahwa pagi hari, apalagi di awal pekan semuanya akan menjadi penuh kesibukan. Dua anakku sengaja aku bangunkan untuk sholat subuh. Habis itu ku ajak pergi beli sayuran di depan komplek. Dan memaksa mereka melek dan tidak aku suruh untuk tidur lagi. Kalau mereka habis subuh tidur lagi, dijamin terutama si sulung akan lebih susah dibangunkan lagi.

Sementara itu, kubiarkan anak-anak bermain. Habis itu aku mulai mengambil peralatan tempurku. Sapu dan teman-temannya. Ketika kucek hapeku ternyata hari Senin ini, pengasuhku gak bisa kerumah karena sakit. Yes.. harus putar otak dan strategi mencari cara agar semuanya bisa berjalan dengan baik.

Akhirnya segera aku mandikan dan aku suapin anak-anak. Segera saja aku antar berangkat sekolah si sulung. Lalu mengantar istriku ke sekolahan. Dan juga mengajak jajan dulu anak kedua dan ketiga. Habis itu langsung aku antar juga ke sekolahan mereka. Pfuiih melelahkan.. setelah ku cek anak ke empatku masih tertidur lelap. Akhirnya aku jemput lagi istriku dari sekolahan. Karena memang sedang bukan tugasnya dan agak santai karena ada teman gurunya yang sedang hajatan.

Entah kenapa kemarin aku dan istriku terkena diare. Rasanya perutku seperti melilit dan entahlah apa yang aku keluarkan dari perutku tak seperti biasanya. Sehingga aku pun merasakan kelelahan dan juga pusing kepala akibat gejala mau flu. Dengan mengerahkan segala kekuatan, aku masih tetap masuk kerja dan berusaha semampuku menyelesaikan beberapa pekerjaan. Walau kurang optimal karena harus bolak balik ke rumah, jemput anak-anak sekolah bahkan sampai nganter kondangan.

ayah bad mood

Lelah saangat, moodku hari ini sedang kurang begitu baik. Ditambah kadang dalam kondisi seperti itu, anak-anak seringkali sengaja menyulut emosiku. Ada saja kelakukan dan tingkah anak-anakku yang membuat aku kesal dan emosi. Sehingga aku jadi sering berteriak bahkan aku jadi agak sedikit kasar sama mereka. Sebenarnya aku tak ingin seperti itu, kadang aku seperti ingin pergi ke pojokkan rumah dan menangis. Ya.. menangis dan berteriak sekencang-kencangnya untuk melepaskan beban dan penat ini. Kadang suka nyesel juga kenapa bisa separah ini, aku jadi sering jadikan anak-anak sebagai sasaran kekesalanku. Kadang nyesel jika sudah teriak-teriak dan bersikap kasar sama anak-anak. Tapi gak ada yang memahami kondisi aku, karena istriku pun sama lelahnya dan dia sudah cape dengan pekerjaannya dan juga ngurus anakku yang keempat yang masih bayi itu.

Awal pekan memang identik dengan hari yang penuh kesibukkan. Apalagi ditambah pengasuh anak-anakku gak masuk. Aku jadi gak karuan, mungkin juga karena tubuhku sedag agak ngedrop juga sehingga membuat aku jadi sedikit kaya monster dan sedikit saja ada kondisi yang membuat aku kesal. Aku bisa luapkan kekesalanku dengan tindakan brutal! Coba aku bisa luapkan kekesalanku dengan membanting sesuatu, piring kah, gelaskah, atau ada barang yang bisa aku tendang, aku lempar, dan aku pukul. Aku mungkin gak akan menyakiti anak-anak. Anak-anak memang ujian, dan mereka akan seperti itu dengan kepolosan dan rasa cueknya. Mereka gak akan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh orang dewasa. Galau dan begitu banyak kemelut.

Awal pekan yang penuh dengan kesibukan dan entah sampai aku akan menikmatinya dan bertahan!

Semangat selalu untuk para pejuang!

sumber gambar: https://www.fimela.com/parenting/read/3763256/ingatkan-suami-ayah-bad-mood-beri-pengaruh-buruk-pada-anak-lho

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

papapz

Kang Ian a.k.a Papap Arfa. Bekerja sebagai Manager Station Radio Kita FM Cirebon, merangkap sebagai penyiar juga. Bercita-cita ingin menjadi pelopor blogger yang mewakili kalangan suami dan ayah.

4 Comments

  1. Oh ya, aku juga barusan baca tentang Membenci untuk mencinta dan Ekspektasi menikah. Sedih juga mendengarnya mas. Padahal dulunya kan waktu masih aktif-aktinya menulis di blog tahun 2010 keatas, saya sering baca tentang keutamaan menikah dan sejenisnya. Tapi, ketika aku tanpa sengaja di hari ini, klik blog mas lagi dan baca beberapa artikel, kok jadi berbalik 180 derajat ya.

    • hehe.. santai aja kali mas.. blog ini memang buat curhat curhatan.. terkadang kita selalu ingin terlihat baik.. tapi hanya terlihat dari tulisan saja.. kalau saya apa adanya aja.. jangan menjudge secara langsung dari tulisan saya ketika bad mood wkwk

  2. Jangan dilampiaskan kemarahan pada anak-anak mas. Kasihan mereka. Saya tahu sulitnya mengurus mereka. Saya saja yang baru punya 1 anak kadang rasanya lelah banget kalau anak-anak mulai bertingkah, apalagi mas yang punya 4 anak, Memang sih pada akhirnya kita harus belajar menerima kenyataan bahwa pada ternyata berumah tangga itu tidak mudah dan banyak masalah yang kadang tidak terselesaikan dengan baik.

    • saya g segitunya ke anak-anak mas.. buktinya anak-anak sangat sayang kepada saya.. orang kadang menilai seseorang di saat ketika dia negatif.. padahal mungkin 90% nya positif.. nah yang negatif ini yang ter blow up jadi orang itu tercap negatif hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *