2

Menjadi Ayah yang tetap aktif di hari libur

Bagi sebagian orang, akhir pekan menjadi sebuah waktu yang dinanti. Aku dulu pas kerja di Jakarta pernah kerja dari Senin sampai Jum’at saja selanjutnya Sabtu dan Minggu bisa bebas dan libur kemana aja. Maklum, waktu itu kan merantau di Jakarta dan masih jomblo yang menyedihkan pula. Jadi aku seringkali memanfaatkan waktu untuk banyak hadir di kajian-kajian Islam dan silaturahim ke saudara-saudara yang ada di Bogor.

Tapi sekarang aku kerja di perusahaan radio yang gak ada liburnya bro! Ya maksudnya kalau kegiatan siaran yang gak pernah libur, tapi kalau libur kerja ya ada lah seminggu sekali setiap hari minggu doang. Selain itu tidak ada tanggal merah dalam kamus pekerjaanku. Semuanya sama tetap sama-sama berwarna hitam dan kita tetap masuk kerja hehe.

Hari minggu dalam hidupku seperti tidak ada bedanya dengan hari-hari biasanya. Yang bedain mungkin aku gak akan sengajain datang ke kantor. Tapi untuk urusan pekerjaan di rumah mah pasti sama aja bahkan ada tambahan pekerjaan ekstra.

Menjadi Ayah yang tetap aktif meski di hari libur memang gampang. Dan itu kembali ke niat dan motivasi masing-masing dari kita. Mungkin bagi kalian yang udah nikah tapi masih belum punya anak, hari libur bisa jadi ajang pacaran.. jalan-jalan, shoping, kuliner. Asli aku jarang banget nikmatin itu bahkan ketika aku dulu baru menikah dan belum punya anak sekalipun haha.

Jika kalian mau santai-santai saja bisa, mau tiduran seharian juga bisa, mau jalan-jalan juga bisa, tapi itu semua pasti akan buang waktu dan buang duit aja. Sementara aku duitnya udah minim, dan aku pasti akan diomeli istri kalau aku cuma santai-santai aja di rumah haha.

Jadilah hari minggu aku tetap aktif. Aku masih harus bangun minimal pas adzan shubuh setiap harinya. Dan itu menurutku udah kesiangan. Idealnya bangun itu jam 3 pagi. Baru deh aku bisa manfaatin waktu buat nulis, atau updet bisnis sampinganku di online. Kalau aku bangunnya pas adzan subuh, pasti habis itu waktuku habis untuk siapin segala sesuatunya. Belum lagi kalau pas bagian aku siaran pagi. Pasti deh padet banget.

aktivitas ayah

Setelah bangun pagi. Aku harus beresin rumah. Dan itu rutin aku lakukan setiap hari. Aku harus beresin semua yang berantakan. Sampah-sampah, mainan anak-anak, baju kotor dll. Habis itu nyapu dan ngepel lantai, beresin dapur dan cuci piring, cuci dan jemur baju, beresin halaman, rebus air untuk di termos dan mandi anak-anak, siapin baju seragam dan buku pelajaran sekolah anak-anak. Atau bahkan aku harus juga belanja sayur di depan. Habis itu biasanya istri tugasnya masak. Sambil nemanin istriku masak aku masih tetap menyisir bersih apa saja yang masih terlihat kotor dan kurang rapi. Setelah jam 6 aku mulai bangunin anak satu persatu, anak ke satu di SD, anak kedua di TK, anak ke tiga di PlayGroup, kalau udah bangun bahkan aku harus mandiin baby ku yang masih 3 bulan. Haha. Habis mandiin, aku pakein bajunya anak-anak dan memastikan mereka rapi dan wangi. Habis itu aku suapin anak-anak yang mau sekolah itu sampe mereka siap untuk aku antarkan ke sekolah. Habis itu istriku juga berangkat ngajar ke sekolah, tinggal anak bayiku yang di rumah sama mba pengasuhnya.

Weleh, itu seabreg kegiatan pagiku. Dan itu tidak berubah walau di hari libur. Bedanya Sabtu Minggu, anak-anak tidak pergi sekolah saja dan malah tambah repot menurutku karena mereka menumpahkan kewajiban pengasuhan kepadaku hehe.

Sebenarnya aku tidak mau mengeluh dengan banyaknya kegiatanku bahkan ketika seharusnya aku libur dan istirahat. Mungkin pas aku ngedrop banget, aku aga malas-malasan mengerjakannya. Walau begitu, aku tidak bisa meninggalkannya sama sekali. Kalau aku udah lepas tangan begitu saja, maka yang ada di rumah pasti tidak akan terkondisikan. Anak-anak akan terlantar, dan rumah pastinya akan seperti kapal titanic yang nubruk karang haha.

Bahkan selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bantu ngurus anak-anak, aku pun harus juga mengontrol toko yang baru saja buka. Sebenarnya ini bisnis baru istriku yang ekspansi dari rumah ke pusat perbelanjaan di kota. Kemarin-kemarin kita hanya main di online tapi setelah itu, kita akhirnya ekspansi offline dengan sewa toko dengan menggaji karyawan.

Kemarin istriku juga sempat ikutan event gathering salah satu produsen baju muslimah di dekat rumah. Sambil bagi-bagi voucher diskon sepertinya dia kelihatan senang. Secara dia jarang gaul, tapi aslinya pengen eksis cuma mungkin gak ada waktu aja dan keder sama anak yang masih bayi juga.

Setelah mengkondisikan anak-anak untuk tidur siang dan lumayan aku pun sempat memejamkan mata barang sejam untuk istirahat. Sorenya kita jalan ke toko yang jual alat-alat display jualan lalu pergi ngecek jualan di toko yang kita sewa. Lalu setelah maghrib akhirnya kita pulang dan masih ada beberapa aktivitas lain yang dikerjakan sampe semuanya kelelahan dan tertidur.

Haha. Sebenarnya aku capek juga kalau harus nulisan semua kegiatanku bak catatan diary. Karena semuanya udah kaya rutinitas yang mau gak mau harus aku lakukan. Yah mudah-mudahan satu saat nanti ketika 4 anakku sudah besar-besar, aku bisa sedikit santai. Mungkin aku bisa mendelegasikan dan membagi pekerjaanku pada anak-anak hehe. Semoga yaa.. semoga anak yang ke 5 dan seterusnya tidak segera lahir hehe.

Semangat terus untuk para Ayah sepertiku ^^

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

papapz

Kang Ian a.k.a Papap Arfa. Bekerja sebagai Manager Station Radio Kita FM Cirebon, merangkap sebagai penyiar juga. Bercita-cita ingin menjadi pelopor blogger yang mewakili kalangan suami dan ayah.

2 Comments

  1. Jika kalian mau santai-santai saja bisa, mau tiduran seharian juga bisa, mau jalan-jalan juga bisa, tapi itu semua pasti akan buang waktu dan buang duit aja. Sementara aku duitnya udah minim, dan aku pasti akan diomeli istri kalau aku cuma santai-santai aja di rumah haha.
    =====================
    Kukutip kalimat yang diatas. Jadi intinya juga ya kalau kusimpulkan adalah Ekonomi yang mapan akan mempermudah kehidupan kita. Tapi kalau sdh ekonomi lemah, pasti disindir-sindir yang tidak enak dikuping ya.

    • wkwkw kayanya wajar deh mas.. kita kan berpikir realistis ya, kehidupan rumah tangga hanya modal cinta juga kayanya g jalan yaa.. makanya kadang jomblo selalu berekspektasi tinggi tentang menikah.. kalau semuanya terpenuhi memang bisa mendukung kehidupan rumah tangga yang harmonis kecuali ada faktor x lain hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *