0

Ikut Program KB, perlu gak sih?

Waktu baru nikah dulu, sekitar akhir 2010an.. aku dan istriku memang berencana pengen langsung punya anak. Tapi waktu setelah nikah, ceritanya aku dan istriku langsung LDR (long distance relationship atau hubungan jarak jauh tapi dekat :D). Waktu itu aku masih di Bogor, lanjutin semester akhir kuliah dan istriku sudah jadi ASN guru di sebuah sekolah di Cirebon.

Yang pasti galau deh! Karena penganten baru tapi jauh-jauhan. Kangen sih so pasti banget.. kadang aku putus asa dan gak tahu harus bagaimana. Tapi mau gak mau aku harus selesaikan dulu kuliah yang tinggal nyusun tugas akhir itu.

Setelah beberapa bulan menikah, aku sering bertanya-tanya koq ga gak ada tanda-tanda istriku hamil ya? Kadang aku juga menyadari, frekuensi hubungan kita sangatlah sedikit. Aku pulang mungkin sebulan sekali dan itu pun gak bisa lama, karena aku kuliah sambil kerja.

Tapi memang Allah maha mengetahui keinginan hamba-Nya, tak lama berselang 5 bulan setelah kami menikah. Akhirnya istriku positif hamil dan itulah awal berbagai cerita keluarga kami. Aku akhirnya memutuskan untuk pulang dan menemani istriku, walau dengan berbagai cerita drama dulu hehe (skip ya!)

Dan akhirnya setelah 9 bulan berlalu (anggap aja 9 bulan ya! tepatnya sih ga tau hihi) anak pertamaku lahir dengan sehat dan selamat. Aku dan istriku senang banget dong! Akhirnya kebahagiaan kita sempurna, karena telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Pokoknya indah banget deh pas baru dapat anak pertama. Karena anak pertama ya kita masih excited banget pokoknya. Kita manja, kita mongmong bareng, kita kasih susu formula yang mahal (anakku semuanya ASI eksklusif, sufor hanya penambah saja ketika mamamnya ngajar), cari-cari artikel tentang mengurus bayi.. pokoknya masih interest banget deh sama kegiatan ngurus anak. Harapannya sih biar anak kita sehat dan tercukupi berbagai kebutuhannya gitu deh hehe.

Nah, setelah anak pertama lahir dan berusia kurang dari 2 tahun. Tak disangka ternyata istriku positf hamil lagi. Antara senang campur-campur gimana gituh hehe karena kita kan baru juga nikmatin kebersamaan anak pertama. Eh udah mau nongol lagi yang kedua. Ya sudah deh, karena waktu itu juga kita belum berniat ikut program KB (Keluarga Berencana) kan kalau KB itu dua anak saja cukup, nah ini kita baru satu.. jadi masih kurang 1 kan ya? Ya udah satu lagi jadi kan dua tuh hehe.

Tak berapa lama.. pertengahan 2014 anak kedua lahir.  Excited kita pas anak kedua sudah agak berkurang karena kita sudah sedikit banyak punya pengalaman dalam mengurus anak. Ya pas hamil dibawa enak-enak aja walau pas ngidam itu payah terus sampe 3 bulan mah.. istriku masih suka mual, muntah dan malah pas hamil pertama dibawa ke RS karena hyper emesis.

Anak kedua lahir.. terus alhamdulillah kami bisa pindah ke rumah sendiri. Dan tak berapa lama kemudian.. istriku keterima S2 di Malang dan bawa anak kedua ini. Jadi waktu itu kita sempat jauh-jauhan kaya pas di awal nikah dulu.. (skip cerita) Dan.. belum juga anak kedua usianya genap 2 tahun, ehh..istriku positif hamil lagi pas masih di akhir-akhir perkuliahannya hehe.

INTERMEZZO..

Kayanya capek banget ya bacanya xixi.. selalu mengulang-ngulang cerita hamil dan melahirkan anak di setiap rentang waktu 2 tahun. Kalau mau di detailkan ceritaku ini bisa jadi berapa buku ya? Soalnya pas waktu bujangan dulu.. aku gak punya banyak cerita. Eh pas habis nikah dan punya anak, aku punya banget cerita walau sayang gak sempat tertuang di setiap harinya :D

Nah.. skip lagi ya! Anak ketiga ini agak istimewa karena perempuan, setelah anak pertama dan kedua laki-laki. Gak membeda-bedakan gender sih, karena memang dari awal kita insya allah nerima aja mau dikasi anak laki-laki atau perempuan. Dan alhamdulillah sudah komplit di keluarga kita akhirnya ada anak laki-lakinya dan juga perempuannya. :)

Singkat cerita setelah anak ketiga lahir.. kami pun merasa sedikit kewalahan. Dan berencana mau ikut KB. Istri udah coba KB suntik tapi katanya merasa gak nyaman karena mungkin ada efeknya. Akhirnya suntik KB nya gak rutin deh.. dan memang sepertinya istriku juga gak berusaha banget buat ngerem dan gak hamil lagi.

Dan tadaaa.. akhirnya di awal-awal tahun 2018 ini.. istriku hamil lagi yang ke empat dan udah jalan 7 bulan. Wow banget hehehe.. sempat gak nyangka. Waktu itu istriku ngeluh koq gak menstruasi yaa. Dan pas dicek testpack hasilnya positif. Pagi-pagi kita saling memandang, antara tersenyum, galau, senang, dan entah perasaan apa bercampur aduk mengingat 3 anak kita juga masih kecil-kecil dan ketergantungan sama kita sebagai ortunya masih tinggi.

Alhamdulillah.. semua ini nikmat Allah dan Allah mengamanahkan anak-anak yang banyak pada keluarga kami. Galau nya kami adalah kami khawatir tidak bisa memberikan yang terbaik untuk mereka. Tapi di satu sisi kita bersyukur dengan kondisi kami saat ini!

end. :D

Oke.. gimana guys.. cerita aku di atas? walau banyak skip-skipnya ya! hehe.. karena sebenarnya dalam postingan ini aku hanya ingin fokus ke perjalanan aku dan istriku dalam menikmati dan menjalani proses kehamilan, mengurus anak, hamil lagi dan lagi dan lagi (hehe tenang ini baru yang ke-4 kalinya) :D

So.. bagaimana sibuknya aku sebagai Ayah! Seneng banget sebenarnya bisa mulai aktif nulis lagi. Terlepas nulisnya masih curhatan galau haha.

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

papapz

Kang Ian a.k.a Papap Arfa. Bekerja sebagai Manager Station Radio Kita FM Cirebon, merangkap sebagai penyiar juga. Bercita-cita ingin menjadi pelopor blogger yang mewakili kalangan suami dan ayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *