2

Menjadi Ayah yang aktif menulis

menulis

sumber: http://lazuardi.id/2017/03/15/mengais-rejeki-lewat-menulis-mau/

Dulu, aku bercita-cita ingin menjadi seorang penulis. Sebenarnya menulis itu asyik! Terlepas ekspektasi menjadi seorang penulis profesional yang terkenal, nerbitin banyak buku best seller, diundang di berbagai seminar dan workshop menulis, mendapatkan banyak royalti dan bonus lainnya. Sebenarnya menulis itu bagiku seperti teman yang baik.. Aku ingat dulu aku sering menulis di buku diary. Dulu.. waktu aku belum mengenal internet dan blog.

Aku menulis banyak hal dan yang seringkali aku tulis adalah puisi. Waktu dulu, aku memang tidak punya banyak teman.. sebenarnya sekarang juga sih. hehe. Mungkin aku mengenal banyak orang, tapi aku tidak bisa menjalin hubungan pertemanan yang akrab dengan banyak orang. Sehari-hari aku hanya berkutat dengan orang-orang yang berada di lingkungan terdekatku saja. Kalau pun bisa dikerucutkan, aku hanya intens dengan teman kerja dan teman di rumah. Ya maksudku, istri dan anak-anakku.

Sekitar tahun 2007an, aku mulai berkenalan dengan internet dan lebih intens dengan komputer atau laptop. Waktu itu aku iseng bikin banyak blog, terutama yang gratisan ya hehe. Waktu itu aku belum faham bagaimana cara bikin blog berbayar semisal papapz.com, terutama dulu aku berpikir bikin blog/website itu mahal. Padahal sih enggak juga ya.. sekarang ini bikin blog dengan domain sendiri itu mudah dan murah. Makanya sekarang banyak yang sudah migrasi ke self domain blog.

Waktu itu, aku bikin dan nulis di blog hanya untuk melanjutkan curhatan aku dari buku diary ke blog. Tapi sekarang juga bukan berarti aku gak nulis curhatan galau sih. Masih sama cuma beda tema aja. Kalau dulu.. aku curhat galau karena masih jomblo! Ceritanya pasti pengen nikah “mulu”.. Nah.. kalau sekarang beda.. beda dikit.. ceritanya pengen nikah “lagi” xixi (sambil nengok mamamnya anak-anak)

Opps.. becanda! Aku gak segitunya.. ngebet pengen nikah lagi. Mungkin karena belum ada kesempatan aja kali ya.. (Nah kalau niat mah ada kali ya paps? )

Oya.. sekarang setelah nikah dan punya “banyak” anak.. sebenarnya ekspektasi aku pengen jadi ayah yang aktif menulis lagi.. Ya sebenarnya sih gak harus nulis yang berat-berat. Hmm maksudnya apa ya nulis yang berat itu? Gini.. terkadang aku tipe-tipe perfeksionis dan idealis juga! Sampai-sampai karena pengen nulis yang bagus dan sempurna.. akhirnya malah gak jadi nulis-nulis. Belum lagi aku suka dibully sama istriku.. bahwa aku cuma omdo kalau bisa jadi penulis. By the way..sebenarnya tulisan istriku bagus lho.. sayang aja dia agak sungkan untuk mempublikasikan! Padahal jujur.. aku juga suka memuji pemilihan kata-kata yang dipake istriku.. Eh, apa karena dulu kita sama-sama galau ya! Mungkin itu yang jadi alasan jodoh kita cieey..

Nah, masalahku sampai sekarang adalah mengapa masih malas untuk bisa rutin menulis lagi adalah bukan karena gak ada perangkat untuk menulis. Sebenarnya laptop ada.. di hape juga sekarang mah bisa kan apalagi udah ada aplikasinya, baik aplikasi hanya untuk menulis saja atau bahkan bisa langsung untuk diposting. Kalau gak cape ngetik di hape.. sebenarnya bisa memanfaatkan waktu untuk menulis. Dibanding harus nulis di PC atau laptop ya.. tapi emang sih menurut aku lebih enak nulis pake laptop lebih luas dan nyaman aja pas nulis dan bacanya.

Oke.laptop ready.. Internet juga sebenarnya ready di rumah. Aku sampai pasang jaringan wifi sendiri di rumah! Dulu sih niatnya biar bisa fokus dan lebih mendukung ke aktifitas onlineku baik nulis atau bisnis online. Tapi ternyata realitanya gak seindah ekspektasinya hehehe. Internet di rumah lebih banyak dipakai sebagai sarana penunjang hiburan saja dibanding untuk nulis atau bisnis online. Ya Allah..mudah-mudahan setelah posting tulisanku yang ini aku bisa semangat untuk menulis dan mengembangkan bisnis online ke depannya. Aamiin.

Sebenarnya ya guys.. alasan klasik aku masih malas menulis adalah karena aku belum menemukan waktu yang tepat untuk menulis. Alasan yang sama dari dulu masih punya anak 1 sampai sekarang anak 3 dan insya allah mau 4 hehe. Kenapa menulis itu harus di waktu dan suasana yang tepat? Yap karena menulis itu membutuhkan fokus dan konsentrasi serta mood yang tepat. Menulis juga harus diiringi imajinasi yang kuat. Walau menulis kan gak harus cerita fiktif.. dari cerita keseharian juga bisa sih! Tapi kan tetap aja harus mikir untuk mengembangkan tulisan dan memilih kata-kata yang tepat!

Ini aja aku nulis di jam 3 pagi. Disaat anak dan istriku masih tidur.. Kalau habis subuh kayanya aku gak bisa deh. Aku sibuk banget untuk bantu istri beres-beres rumah dan biasanya jam 6 anak-anak sudah pada bangun jadi aku harus menghandel semuanya. Kalau anak-anak udah tidur gimana? Malam yaa.. malam sebenarnya bisa aja sih. Cuma dari pengalamanku selama ini.. Waktu malam setelah anak-anak tidur malah gak efektif, aku tetap gak bisa konsentrasi karena mungkin cape kali ya badan sama otaknya.. jadi yang ada pengennya nonton youtube atau baca-baca artikel ringan dibanding harus mengetik dan merangkai kata-kata. Tuh.. alasannya klasik banget kan ya? Makanya aku selalu berusaha membangkitkan terus semangatku untuk menulis dan merekam semua jejak kenangan dalam otakku ke dalam tulisan-tulisan.

Menjadi seorang Ayah yang aktif menulis menurutku sebuah hal yang keren. Apalagi seorang Ayah dikenal dengan seorang yang sibuk bekerja dan terkadang tidak memiliki waktu untuk menulis. Kalau aku bisa.. nah mungkin aku bisa memulainya dan menginspirasi para Ayah juga untuk aktif menulis.

Ok guys.. sebenarnya aku gak bisa nulis panjang-panjang takutnya jadi garing dan jadi bikin males. Next aku akan terus update blog papapz.com ini! Aku akan mengevaluasi lagi visi misi blog ini.. agar aku bisa enjoy mengisinya dan membuatnya bisa lebih bermanfaat :) See you!

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

papapz

Kang Ian a.k.a Papap Arfa. Bekerja sebagai Manager Station Radio Kita FM Cirebon, merangkap sebagai penyiar juga. Bercita-cita ingin menjadi pelopor blogger yang mewakili kalangan suami dan ayah.

2 Comments

  1. Fiuh.. saya mengalami hal yang sama, Mas.
    Setelah punya anak yang sekarang usianya 3 bulan, saya rasa waktu tuh beneran berharga. Saking berharganya, waktu berjalan terasa cepet banget ya. Hari Sabtu atau Minggu tuh gak kerasa tau tau udah mau Senen.
    Mau nulis malem pas pulang kerja, otak udah beku karena capek, moodnya gak dapet. Kalo pagi, masih ngantuk haha.. serba salah.
    Dan waktu buat membaca pun serasa susah buat didapet. Menulis tanpa membaca ya biasanya sih malah gak keluar-keluar apa yang mau dituangkan otak melalui tulisan. Dangkal.

    • bueener kang.. apalagi saya anaknya 3.. bntr lagi mau empat haha koq perasaan hidup habis buat nemenin anak xixi.. aku kayanya kurang me time :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *