Sebagai Aku, Suami & Ayah

Terkadang aku seringkali merasa lelah dengan segala rutinitas. Menjadi diriku sendiri, suami dan ayah. Seringkali mengeluh dengan hilangnya banyaknya waktu bersama kelelahan menjalani kehidupan, rumah tangga dan pernikahan. hampir 7 tahun berlalu.. 3 anak-anakku sudah semakin besar. Si sulung 5 tahun lebih, si tengah 3 tahun lebih, si bungsu 1 tahun lebih. Hmm.. sementara diriku semakin tua. Lihat.. usiaku saat ini sudah 31 tahun. Jleb.. gak berasa banget yah.. bener-bener terlenakan sehingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu.

Kesibukan demi kesibukan, hari demi hari yang berjalan cepat meninggalkanku dalam kesendirian di tengah keramaian. Ya.. seringkali aku menjadi diri yang lain untuk mencoba mencari pelarian dalam penatnya hidup. Menjadi seseorang yang aku kenal sendiri, bersembunyi dari sosok yang istriku dan anak-anakku kenal saat ini.

Ahh.. ternyata hingga saat ini aku hanya bisa terdiam saja. Tanpa banyak rangkaian kata yang bisa aku rekam setiap hari. Padahal banyak sekali letupan emosi, guncangan perasaan, menahan perih, luka, sakit yang entah hanya aku sendiri yang faham. Istriku seringkali bertanya, penasaran dan bahkan seringkali menyangka aku tidak pernah jujur dan banyak menyimpan rahasia yang entah sudah sejauh ini aku simpan.

Seorang pria memang ingin terlihat jantan walau sebenarnya dia rapuh dan butuh orang yang bisa dia percaya untuk menyimpan setumpuk beban dalam benak pikirannya. Mungkin para istri selalu merasa kesal ketika suami tidak banyak cerita tentang kesehariannya, bagaimana di pekerjaannya, bagaimana hubungan dengan bosnya, bagaimana suasana di perjalanannya, atau yang lebih jauh lagi bagaimana suasana hatinya. Dan sebenarnya aku memang tipikal orang yang sedang-sedang saja, tidak ingin banyak bicara tapi aku juga bisa nyambung kalau mau diajak ngobrol. Mudah-mudahan istriku memaklumi..

Tidak sedikit para suami dan ayah masih ingin terlihat santai. Walau dia sudah punya istri dan anak-anak. Di rumah, membiarkan istri sibuk dengan aktivitas rumah tangganya. Mengurusi anak dan segala tetek bengek lainnya. Yeah.. memang suami dan istri posisinya terkadang tidak sejajar. Walau saat ini, dominasi istri terkadang mewarnai juga dalam kehidupan rumah tangga. Terutama bagi istri yang pintar cari duit..

Suami dan Ayah banyak yang menghabiskan waktu di luar. Sibuk kerja, habis itu nongkrong dengan teman-teman, main futsal, ikut club motor/mobil atau kegiatan-kegiatan lainnya yang menyita banyak waktu. Sebenarnya tidak ada larangan untuk suami dan ayah untuk melakukan semua hal tersebut tapi tentunya semua harus dikondisikan dan dikomunikasikan. Alih-alih suami dan ayah ingin rileks dan santai tapi melupakan hak anak dan istri terutama untuk waktu kebersamaan dalam keluarga.

Coba aku tengok dulu kehidupanku saat ini, hmm.. terkadang aku kesal sendiri kenapa aku tidak bisa berhasil seperti orang lain. Terkadang aku juga introspeksi diri dengan segala kekuranganku. Dan berusaha lebih baik lagi, tapi memang aku masih tertatih dan berusaha agar aku terlihat tegar dimata orang lain, istriku, anak-anakku, ortu, mertua, dan saudara-saudaraku yang lainnya.

Aku sebenarnya bingung juga mau kemana arah tulisanku ini, aku berasa loncat dari satu bayangan ke bayangan lainnya. Dimana aku merasa blank dan berhenti untuk mencoba mengusir segala macam serpihan tajam masa lalu dan buruknya aku tatkala mengingat semua itu yang terus kembali dan kembali. Aku tak bisa menyalahkan setan, karena bisa jadi setan itu ada pada diriku sendiri. Aku yang merasa nyaman dan mencoba terus mengulang setiap reka adegan yang mungkin bagi sebagian orang menjadi terasa menjijikkan.

Aku seringkali terpana dengan keberhasilan orang lain. Dan mulai menata kembali serpihan hatiku yang mulai runtuh dan juga membakar kembali api semangat yang terkadang hilang dan padam. Aku tak mengklaim telah menjadi suami dan ayah yang berhasil. Walau kini anak-anaku sudah semakin besar dan mereka masih tetap menyayangiku sebatas apa yang mereka kenal dari luar.

Mudah-mudahan anak-anakku bisa menjadi lebih baik dari aku Ayahnya. Dan istriku akan juga menjadi semakin baik seiring perubahan yang aku lakukan dari waktu ke waktu walau terkadang aku sering terpeleset dan jatuh kembali di lubang yang sama, di kubangan yang sama.

Aku seringkali tak bisa tidur, entah mengapa seringkali hatiku berkecamuk.. membayangkan banyak hal yang pernah aku lewati hingga saat ini. Seperti saat ini, di kala istriku kelelahan dan anak bungsuku seringkali terbangun dan menangis entah kenapa. Sakit atau ada hal lainnya yang membuat dia tidak nyaman.

Aku hanya ingin menulis ini.. dan mudah-mudahan aku bisa menulis lagi dengan lebih baik.

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *