Tips Menghentikan Kecanduan Si Kecil pada Gadget

tips-kecanduan-gadget

Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Salah satunya dalam hal gadget. Sedianya pemakaian gadget memang bukan untuk si kecil. Dan seharusnya pula, orangtua senantiasa bijak dalam mengenalkan gadget pada putra putrinya.

Menurut Saya, mengenalkan gadget pada si kecil sama dengan menciptakan masalah baru baik bagi Anda para orang tua terlebih bagi anak Anda.

Bagaimana tidak, banyak anak yang dikenalkan dengan gadget sejak dini sehingga akhirnya anak menjadi kecanduan dan tidak bisa mudah lepas begitu saja. Bermain game, menonton video dan berbagai aktivitas online atau offline lainnya bersama gadget.

Kalau anak sudah kecanduan, lalu orang tua pun akhirnya banyak yang mengeluh dan dengan terpaksa membiarkan anak dalam kecanduannya tanpa solusi.

Saya punya tips untuk Anda para orang tua yang saat ini mungkin sudah terbuka pikirannya dan terketuk hatinya untuk mengembalikan si kecil pada fitrahnya ^^. Anda tak mau bukan anak Anda akan terkena semua dampak negatif kecanduan gadget, baik dari sisi kesehatan, psikologi, hilangnya fase emas si kecil, dan berbagai efek negatif lainnya.

Yuk cek tips menghentikan kecanduan gadget pada si kecil ala papapz.com

1. Istilah mencegah lebih baik dari mengobati memang sangatlah pas diaplikasikan oleh para orang tua. Mencegah si kecil kecanduan gagdet lebih mudah daripada mengobati si kecil yang sudah terlanjur kecanduan. Jadi, jangan pernah coba-coba mengenalkan gadget pada anak Anda dengan berbagai alasan apa pun. Apalagi si kecil dalam masa pra sekolah dan lebih banyak beraktifitas di dalam rumah. Biasanya nih, banyak orang tua yang tak mau repot dan direpotkan oleh anak-anak mereka. Jadi mending anteng berjam-jam deh sambil mantengin gadget daripada orang tua harus stay terus nemenin anak. Hmm padahal ini pola pikir yang keliru ya..

2. Nah tips pertama memang menjadi sebuah peringatan dan himbauan bagi para orang tua yang belum mengenalkan anak dengan gadget. Lalu bagaimana caranya nih jika Anda sudah terlanjur mengenalkan gadget pada anak dan anak Anda juga sudah mulai kecanduan? Nah hal yang harus dilakukan yaitu:

  • Jangan sekaligus melarang anak bermain gadget. Hal tersebut sama saja seperti Anda mengizinkan anak makan tapi setelah itu Anda larang anak Anda makan, bahkan makanannya Anda ambil atau bahkan Anda buang? Banyak anak yang mengenal gadget karena dikenalkan oleh orang tuanya. Jadi jangan harap Anda bisa bersikap otoriter setelah Anda salah langkah mengenalkannya pada sesuatu yang anak anggap sebuah hal yang lumrah. Jadi kembali ke point pertama ya ^^
  • Jika anak belum mengerti berkomunikasi dua arah, semisal anak usia 2-3 tahun (parah banget ya anak dua tahun jika sudah dikenalkan gadget hehe) maka hal yang bisa orang tua lakukan adalah senantiasa mengalihkan perhatian si anak kepada hal-hal lain selain gadget. Inti dari semua permasalahan perhatian anak tertuju pada gadget sampai dengan kecanduan adalah selain orang tua yang memang sengaja mengenalkan dan bahkan sampai ada yang memfasilitasinya, juga karena orang tua yang sibuk, ayah dan ibu sama-sama bekerja, bahkan karena orang tua di rumah juga sibuk dengan gadgetnya masing-masing hehe. Padahal ya jaman dulu kita para orang tua belum mengenal gadget seperti jaman sekarang lho! Saya dulu mengenal nintendo yang gamenya jaman mario bross itu waktu Saya sudah di SD dan itu juga nebeng di tetangga :D apalagi HP, dulu megang HP pas udah kerja aja sekitar usia 19 tahunan gitu lah ^^. Nah jadi, ajak si kecil bermain dengan mainannya (jangan nemenin maen gadget ya :D) bisa main mobil-mobilan, puzzle dll. Atau ajak si kecil ke luar rumah, intinya selalu temani aktivitas si kecil jangan sampai dia bengong dan jadi ingat lagi sama gadgetnya. Pokoknya mending orang tua yang pegel ngeladenin anak ini dan itu daripada anteng berjam-jam dengan gadgetnya.
  • Untuk anak yang sudah bisa diajak berkomunikasi, semisal anak usia sekolah TK (4 tahun ke atas), maka kita bisa kita terapkan sistem jadwal bermain gadget. Misal boleh main gadget 30 menit – 1 jam sehari, nah atur waktunya kapan saja. Kalau anak sudah mengerti komunikasi dua arah, biasanya dia akan nurut. Memang di awal akan agak susah, tapi selalu terus beri support bahkan mungkin di awal terapi anak bisa saja dikasih hadiah mainan favorit atau makanan kesukaannya. Mau tidak mau, memang anak di jaman sekarang akan susah lepas begitu saja dengan gadget apalagi jika melihat teman-temannya juga sama seperti itu. Minimal dengan sistem jadwal bermain gadget kita bisa mengontrol waktu si kecil. Kapan dia harus sekolah, belajar, makan, mandi, berkumpul dengan orang tuanya, atau bermain (bukan bermain gadget :D) dengan temannya.
  • Sebenarnya, bisa saja orang tua menterapi anak untuk benar-benar lepas bermain gadget. Misal dengan memberikan edukasi pada anak bahwa banyak bermain gadget akan membuat tubuhnya tidak sehat, mata sakit atau bikin kepala pusing. Saya yakin sudah banyak penelitian tentang bahayanya terlalu banyak bermain gadget. Dan tidak bermaksud menakut-nakuti si kecil saja ya tapi selanjutnya orang tua juga harus berusaha mencontohkan bahwa Anda juga harus bijak dalam menggunakan gadget di rumah. Jadi orang tua juga sebisa mungkin jika memang diperlukan membalas chat pimpinan kantor, mengirim email atau pekerjaan kantor lainnya dengan gadget Anda maka sebisa mungkin jangan melakukannya di depan anak Anda. Tapi mintalah izin pada anak bahwa Ayah ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan Ibu yang akan menggantikannya untuk menemani anak Anda bermain.
  • Terapi lainnya adalah berikan anak kita kesibukan yang bisa mengalihkannya untuk bermain gadget. Apalagi anak Anda sudah bersekolah, jadi sebenarnya tidak banyak waktu yang kosong ketika berada di rumah, karena dia juga harus belajar atau mengerjakan pe-er sekolahnya. Mungkin kita bisa menawarkan kursus berenang, sepakbola atau olaharga lain yang si kecil suka. Atau bagi para Ibu mungkin bisa mengajak si kecil memasak atau membuat kue. Atau seperti Arfa, anak Saya yang pertama sekarang sedang senang sama buku cerita bergambar. Sekarang alhamdulillah Arfa sudah berhenti bermain gadget dan tidak tertarik lagi untuk memainkannya.

Nah, pada Intinya jangan biarkan sedetik pun perhatian si kecil terhadap gadget. Jika ada sesuatu hal yang menarik perhatiannya dan dia pun senang melakukannya, maka bukan tidak mungkin si kecil akan melepaskan begitu saja gadget yang selama ini dia selalu bermain dengannya. Sekali lagi, fitrah anak-anak itu adalah bermain dan saat ini terjadi pergeseran makna bermain dengan hadirnya gadget. Jadi mari kembalikan fitrah si kecil kepada bermain dalam makna sebenarnya, semisal kaya dulu tuh main hujan-hujanan, main pasir, main sepeda, main petak umpet dan lain-lainnya hehe.

Sebenarnya mungkin masih banyak tips yang lain. Tapi secara garis besar Saya sampaikan bahwa kecanduan gadget pada anak sebenarnya bisa disembuhkan, yang penting ada kemauan keras dari orang tua untuk menyelamatkan si kecil dari kecanduan gadget dan sikap konsisten orang tua untuk mendampingi si kecil, menemaninya bermain, dan mencukupi semua kebutuhan si kecil sehingga si kecil merasa nyaman tanpa gadget.

Jika ada hal yang lainnya, mungkin Anda bisa berbagi dengan Saya dan kita akan mendiskusikannya.

Salam :)

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Comments
  1. Ahmad

    anak ku umur 2 tahun stengah udah pada main games di laptop … udah kecaduan kayaknya

    • papapz

      wah kasian.. jangan sampai kecanduang dong :)

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *