Cara Mengatasi Anak Yang Egois

anak egoisTerkadang dalam tumbuh kembangnya, anak kita seringkali tumbuh sifat egoisnya. Dari sudut pandang psikologis, egois adalah sifat seseorang yang suka mementingkan dirinya sendiri. Anak yang egois tidak mau memikirkan orang lain.

Banyak hal yang menyebabkan anak menjadi egois, misalnya meniru sifat orang tua, orang tua yang terlalu memanjakan anak, orang tua yang selalu memojokkan anak, dan lain sebagainya. Nah, jika anak Anda seringkali bersifat egois, sebaiknya ketahui dulu penyebabnya. Ajak anak berdiskusi atau berbicara empat mata. Dengan cara ini, Anda bisa menyelidiki apa sebab-sebab anak berperilaku egois. Jika anak mempunyai persepsi negatif terhadap orang lain, Anda bisa meluruskannya. Biasanya, anak-anak cenderung menggenerelesasi pengalaman negatifnya sehingga mereka mudah berprasangka buruk terhadap orang lain. Misalnya, anak pernah dipukul oleh teman-temannya sehingga tidak mau bermain dengan temannya itu karena takut dipukul lagi. Obrolan yang dilakukan Anda bersama anak bisa bermanfaat untuk memperluas cara pandang anak dan membuat anak berpikir lebih fleksibel (tidak kaku) tentang orang lain.

Untuk mengurangi sifat egois pada anak, sebaiknya dimulai dari Anda dan lingkungan keluarga. Jika sikap Anda, terutama di depan anak. Dengan menjadi contoh yang baik dan tidak selalu menonjolkan sifat egois, maka anak akan meniru sikap Anda. Ingat, anak adalah peniru yang sangat baik.

Anak yang egois biasanya sudah terbiasa mendapatkan semua hal yang diinginkannya. Semakin sering keinginannya dikabulkan, maka semakin sulit bagina untuk mempedulikan orang lain. Untuk itu, tetapkan masalah apa yang tidak Anda kabulkan dalam situasi apapun, misalnya mengeluarkan tambahan uang untuk video game, menonton film di bioskop, dan lain sebagainya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa jika orang tua yang menetapkan batasan perilaku yang jelas dan memegang teguh batasan-batasan itu akan berhasil membesarkan anak yang tidak egois. Tegas katakan “tidak” pada anak jika hal tersebut kurang penting untuk dipenuhi.

Penting juga bagi Anda untuk selalu mengajarkan kepedulian terhadap orang lain dengan menciptakan suasana keluarga yang saling mengasihi dan memperhatikan. Sikap empati juga bisa diajarkan dengan membicarakan bagaimana perasaan orang lain yang sedang mengalami musibah. Misalnya ketika sedang menonton berita orang-orang yang sedang menjadi korban gempa bumi di televisi, Anda bisa mengatakan “Kasihan ya, kalau rumah mereka hancur berantakan.

Dari semua itu, sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana Anda memperlakukan anak, sehingga akan menginspirasi anak untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain. Jika Anda memperhatikan dan berusaha memahami perasaan anak, anak pun akan belajar bersikap demikian terhadap orang lain. Dengan melalui contoh nyata yang dilihatnya, anak akan belajar cara perilaku dan bersikap terhadap orang lain secara positif.

Demikianlah sedikit tentang kapan dan bagaimana cara mengatasi anak yang egois. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya, dan semoga anak-anak kita menjadi orang yang berperilaku positif, memiliki empati tinggi, kepedulian terhadap sesama dan terhindarkan dari semua sikap negatif yang salah satunya adalah sikap egois.

Sumber: Tanya Jawab Parenting – Bunda Novi

gambar: http://tentangwanita.com/wp-content/uploads/2012/10/anak2.jpg

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *