Jika Harus Memilih Asisten Rumah Tangga Paruh Waktu

Keberadaan Asisten Rumah Tangga (ART) di jaman sekarang ini memang sangat dibutuhkan untuk membantu kita yang memiliki banyak kesibukan baik di dalam atau di luar rumah. Tidak hanya bagi para ibu rumah tangga yang meniti karir atau bekerja di luar rumah, bagi yang hanya rumah saja pasti membutuhkan bantuan ART baik itu untuk membantu pekerjaan rumah tangga baik mencuci, menyetrika baju, merapikan rumah dan lain-lain atau bisa juga ditambah dengan membantu mengasuh anak, baik yang baru memiliki satu anak apalagi yang anaknya sudah lebih dari satu.

asisten rt

Kalau dulu, banyak asisten rumah tangga yang sekaligus tinggal di rumah bersama kita 24 jam, Namun saat ini banyak orang memilih ART yang tidak tinggal di rumah bersama kita atau paruh waktu. Tentunya banyak alasan untuk memilih ART paruh waktu, dari mulai alokasi biaya, rumah terlalu kecil sehingga tidak ada kamar kosong, sampai dengan masalah privasi. Para asisten ini datang dan pulang sesuai dengan waktu yang disepakati bersama. Ada yang datang pagi pulang sore, atau ada yang juga yang bekerja dengan waktu siang, 2-4 jam atau datang pagi setelah waktu makan siang mereka pulang. Walaupun biasanya para asisten ini banyak yang bekerja di lingkungan apartemen, tapi sekarang sudah banyak juga di lingkungan perumahan.

Karena istri juga bekerja setengah hari (mengajar di sekolah), maka Saya juga menyewa jasa asisten yang datang pukul 7 pagi dan pulang ketika waktu makan istirahat tiba atau sesudah istri saya pulang. Memang tidak mudah untuk menggunakan jasa asisten, kita harus selektif banget dalam memilih ART karena tentunya mereka yang akan diamanahi untuk bekerja, membantu kita dalam urusan pekerjaan rumah tangga bahkan sampai pengasuhan si kecil.

Nah, jika Anda memilih asisten yang seperti ini, yaitu yang bekerja paruh waktu maka Anda harus mencermati beberapa hal berikut ini:

  1. Cek dimana rumahnya, minta salinan KTP nya. Ada baiknya Anda mendatangi rumahnya terlebih dulu untuk memastikan kebenarannya. Perhatikan apakah dia tinggal bersama keluarganya atau kos dengan temannya. Berkenalanlah dengan keluarganya, dan minta nomor kontak mereka juga. Dulu ketika Saya memutuskan untuk menyewa asisten, kita dibantu oleh seorang asisten yang sudah lebih dulu bekerja di lingkungan komplek perumahan jadi kita lebih percaya dan setidaknya nanti yang bawa juga ikut bertanggung jawab. Walau pernah sekali mengganti asisten, selanjutnya Saya cocok dengan asisten yang kedua yang hingga hampir empat tahun menemani kami walau tidak full seharian.
  2. Idealnya, rumahnya tidak jauh dengan rumah Anda. Karena hal ini akan memudahkan dirinya dengan Anda, antara lain untuk menghindari keterlambatan dan juga tambahan biaya transportasi. Alhamdulillah asisten di rumah Saya juga letak rumahnya tidak jauh dengan komplek rumah kami. Hanya sekitar 10 menit saja jika berjalan kaki dan 5 menit dengan motor.
  3. Pastikan apakah gajinya sudah mencakup biaya transportasi, jika dia tinggal relatif jauh dari rumah Anda. Untuk masalah gaji memang besarannya mengikuti keumuman dengan warga lain di sekitar rumah yang memakai jasa asisten untuk menghindari kecemburuan diantara ART yang banyak bekerja di sekitar komplek perumahan. Paling jika ada lebihan biasanya Saya berikan di luar bayaran yang sudah disepakati.
  4. Sepakati job-description-nya sejak awal. Misalnya, apakah dia hanya membereskan rumah dan memasak saja, atau mengasuh si kecil dan membereskan rumah dll. Kalau Saya sebenarnya fokus di mengasuh anak, cuma jika sempat di pagi sebelum istri berangkat biasanya membantu mencuci baju/pring dan membereskan rumah setelah itu fokus dengan anak-anak.
  5. Tentukan dari mulai kapan dia harus datang. Lebih baik ada jadwal rutin, sehingga tidak menyulitkannya. Biasanya asisten Saya datang sekitar pukul 7 karena dia juga punya anak sekolah, namun jika agak telat biasanya mengabari apakah akan izin dan tidak masuk atau datang tapi agak telat atau bisa saja anak-anak dibawa ke rumahnya dan diasuh disana.
  6. Ada asisten yang bekerja di lebih 1 rumah/unit apartemen. Biasanya, mereka membuat jadwal sendiri. Misalnya, pagi hari selama 3 jam bekerja di rumah Anda, setelah selesai di akan ke rumah selanjutnya. Jika demikian, pastikan dia memiliki manajemen waktu yang baik, sehingga tidak terlambat datang atau malah bekerja tergesa-gesa, sehingga hasilnya tidak maksimal karena harus bekerja di rumah lain. Tidak apa-apa jika Anda bertanya dimana dia bekerja selain di rumah Anda dan melakukan pengecekan.
  7. Jangan buru-buru memberinya kunci rumah Anda dan membiarkannya bekerja seorang diri. Memang mau tidak mau kita harus berusaha percaya kepada asisten kita apalagi jika dia menampakan kesungguhannya dalam bekerja. Namun tentu tidak ada salahnya waspada dan berhati-hati, banyak juga kan kejadian yang tidak diinginkan yang dilakukan oleh asisten rumah tangga.
  8. Di lingkungan apartemen, asisten yang datang dan pergi pun harus terdaftar di kantor sekuriti dan mendapat ID Card khusus. Jangan lupa untuk melapor dan mendaftarkannya.
  9. Pastikan orang-orang di sekitar Anda (Satpam, tetangga) tahu ada asisten yang bekerja pulang-peri di rumah Anda. Di lingkungan apartemen, tetangga mungkin tidak akan peduli. Tetapi pastikan satpam di area lobby mengenalnya.

Demikianlah yang harus dicermati jika harus memilih jasa asisten rumah tangga paruh waktu. Semoga bermanfaat ^^

 

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Comments
  1. TulisanBloggerIndonesiaCom

    Memang gak gampang ya mas kalau memilih asisten rumah tangga. Salah pilih bisa bahaya bagi keluarga, terutama yang punya anak.

    • papapz

      iya mau gak mau tugas mengasuh akan berpindah tangan..harus bijak dalam memilih ^^

  2. Cepy

    kebetulan kakak saya mempekerjakan asisten rumah tangga yang seperti itu, paruh waktu aja. buat nyetrika doang tapi, enggak buat cuci piring, sapu sapu, dll..

    tapi asisten sekarang adalah asisten yang ketiga. yang pertama, orangnya jujur dan gak banyak omong, kerjanya bagus. tapi beberapa minggu kemudian dia dipanggil kerja di pabrik. jadi ganti asisten kedua. nah ini yg ngeselin. 3 minggu awal masih baik baik aja. tapi seterusnya selalu banyak alasan buat gak dateng ke rumah.. sering bolos, padahal waktu itu kakak lagi keteteran banget.. abis lahiran soalnya. terus uang yg tergeletak di rak tv sering ilang beberapa lembar. tiap hari. terus suatu hari dia mau pinjem uang. sekaligus minta gajinya dibayar lebih awal. hadeuh, udah gak jujur, kerja males malesan dengan aneka alesan, minta dan minjem uang lagi. alhasil dengan sopan kakak saya memberhentikan asisten yg cuma bekerja dua bulan doang ini. dan sebulan kemudian baru deh nemu asisten baru yang rajin dan jujur, sampe sekarang 4 tahun kemudian masih setia bekerja di rumah kakak.

    • papapz

      pecat aja kang yang gak bener mah hehe

  3. anis

    banyak sekali “apa yang harus dilakukan” sebelum ambil ART.
    Mungkin jika di daerahnya ada TPA/ daycare bs jadi solusi pengasuhan sementara buah hati

    • papapz

      itu bs jd solusi tp terkadng daycare jg g menjamin apalagi jumlah tenaga pengasuhnya sedikit smntara anak yang dititipnya banyak hehe

  4. puputs

    nah itu cari yang rumahnya deket, kalo ada apa2 tinggal disamperin :D beres semua urusan

    • papapz

      iya mudah-mudahan gda apa-apa mas :D

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *