Bercerai Bukan Solusi Terakhir

Ketidakcocokan dan begitu banyaknya konflik dalam rumah tangga seringkali membuat pasangan berada dalam titik jenuh berumah tangga. Seringkali jalur perceraian pun dirasakan sebagai jalur yang aman dan solusi yang paling jitu dalam mengakhiri itu semua. Lalu apa yang tersisa dalam sebuah kehidupan pernikahan dan kemanakah janji-janji suci untuk saling mengasihi dan menyayangi pada saat akad nikah dulu?

Perceraian memang sebuah tindakan legal yang melahirkan banyak polemik. Di satu sisi, perceraian dibolehkan jika memang ada sebab-sebab tertentu yang sudah tidak bisa lagi diselesaikan dengan jalan damai diantara kedua pasangan. Dan di satu sisi yang lain, hal ini sangat dibenci dan sebaiknya dihindari karena begitu banyak kerugian yang akan didapat oleh kedua pasangan apabila memang masih ada jalan damai diantara mereka dan sebab-sebab perceraian pun tidak begitu mendesak dan karena gugatan cerai hanya didasarkan oleh besarnya ego dari masing-masing pasangan.

Banyak saya dapati di kehidupan sekitar kita, sebab-sebab perceraian yang memang bersifat tidak begitu penting dan dilakukan hanya dari satu pihak baik itu dari suami ataukah istri. Beberapa diantara mereka bercerai karena kehidupan ekonomi keluarga yang tidak stabil, lama tidak mendapatkan keturunan, salah satu pasangan ada yang selingkuh, dan masih banyak lagi sebab-sebab yang memang menurut saya terkesan dibuat-buat dan dicari-cari.

Dan hanya sedikit saja didapati di lapangan, proses perceraian yang berjalan dengan damai dan memang didasari dengan keikhlasan dari dua pasangan. Banyak dari pasangan yang ingin bercerai bersumber dari konflik berulang-ulang yang buntu dan tak kunjung mendapatkan solusi. Apalagi kalau sudah berdalih ketidakcocokan maka hal ini akan menjadi dalih bagi setiap pasangan untuk bercerai. Maka tak heran apabila proses perceraian berjalan dengan penuh sengketa dan berlarut-larut, sehingga membuat kehidupan mereka semakin semrawut.

Sebenarnya, perceraian tidak harus terjadi jika masing-masing pasangan bisa untuk saling mengerti satu sama lainnya. Kunci dari ini semua memang sikap perhatian terhadap pasangan dan adanya komunikasi yang lancar diantara pasangan. Jika kedua hal ini tidak ada dalam kehidupan rumah tangga seseorang, maka berjalannya kehidupan rumah tangga mereka hanyalah seperti rutinitas harian yang membosankan.

Ketidakcocokkan dan banyaknya perbedaan seringkali menjadi dalih, namun siapa sih pasangan yang memiliki seluruh kesamaan dalam segala aspek kehidupan? Pastinya jarang sekali dan mustahil ada. Untuk itu, dalam menyikapi perbedaan dan secara umum adalah konflik dan masalah dalam rumah tangga diharapkan pasangan untuk bersikap legowo dan nrimo (dalam istilah jawa). Pasangan kita bukanlah malaikat dan juga bukan Rosul atau Tuhan yang memiliki kesempurnaan dan tidak ada cacat sedikitpun. Maka dari itu, penyikapan terhadap perbedaan dan kekurangan pasangan haruslah dilakukan dengan sikap penuh perhatian dan saling memahami untuk bisa melengkapi kekurangan tersebut dari kelebihan yang kita miliki. Dan setelah itu, komunikasikanlah dengan baik apa yang menjadi akar permasalahan dari terjadinya konflik berulang yang ada diantara anda dengan pasangan. Bicarakanlah dengan kepala dingin dan jangan sekali-kali mengedepankan emosi dan ego masing-masing. Karena solusi yang tepat harus segera kita cari untuk mengubur konflik tersebut dan mengembalikan roda kehidupan rumah tangga berada benar di jalannya.

Akhir kata, marilah kita bersama-sama dengan pasangan untuk terus menerus menata ulang kehidupan rumah tangga kita. Perceraian memang solusi terakhir, namun alangkah baiknya jika kita bisa meredam gejolak tersebut dengan sama-sama memperbaiki diri dan menginstrospeksi diri masing-masing untuk kemudian bangkit dan mengembalikan tujuan pernikahan kita yang agung. Ada yang lebih patut kita kedepankan daripada hanya menuruti ego semata, keharmonisan keluarga dan utuhnnya jalinan pernikahan kitalah yang seharusnya kita prioritaskan.

Salam!

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Comments
  1. Vicky Laurentina

    Kang Ian, apakah ini merupakan script dari siaran radio Kang Ian? :D

    • papapz

      hahaha.. mirip skrip ya emang mbak?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *