Mengenal Hyper Emesis Pada Ibu Hamil & Penanganannya

Awal kali Saya tahu tentang Hyper Emesis, atau lebih lengkapnya Hyper Emesis Gravidarum adalah ketika istri hamil anak pertama. Waktu itu selain seneng mau punya Arfa, ternyata ada masalah lain yang menyertai di awal kehamilannya. Tapi kayanya sampai dengan anak ketiga sekarang juga sama deh. Kondisi tubuh istri lemes banget, sering mual dan muntah bahkan waktu hamil pertama parah banget deh, sampe susah BAB dan pingsan segala lagi di toilet sekolah :D. Wah kalau udah ngebayangin itu, repot banget istri sampai ngerasain deh nginep di Rumah Sakit. Dan yang terakhir kemarin, saking gak kuatnya istri minta diopname aja di klinik. Lumayan juga tuh budget yang tak terduga hehe.

hyper emesis

Hyper Emesis itu sebenarnya apa sih? Jadi simpelnya adalah sebuah kondisi dimana ibu hamil tidak kuat dalam menerima setiap gejala di awal kehamilan, mungkin jika pagi-pagi suka ngerasa mual dan pusing (morning sickness) itu wajar, tapi jika sampai mual dan muntah berlebihan, tubuh lemes kurang cairan, tensi darah rendah, sering pusing dan bahkan sampai pingsan segala itu udah gak wajar deh dan itu bisa jadi dikatakan hyper emesis. Setiap yang hyper memang gak baik yah hehe. Ditambah juga biasanya susah makan karena sulit menelan minuman dan makanan atau terlalu sensitif dengan aroma, istri saja yang pas normalnya suka terasi tapi pas hamil muda kaya sekarang dia langsung mual jika mencium aroma terasi xixi.

Nah, jika seorang ibu hamil sampai mengalami hyper emesis.. sebaiknya memang harus langsung dikonsultasikan kepada dokter kandungan untuk penanganan lebih lanjut. Karena jika kondisinya menandakan hyper emesis, hal ini tidak bisa dianggap remeh dan harus ditangani secara medis. Karena selain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan fisik dan psikologis penderitanya, serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Ketika hamil yang pertama, istri sampai nginap di Rumah Sakit selama 3 hari lho dan untuk hamil yang ketiga ini hanya 1 malam saja karena selain harus segera berangkat ke Malang untuk kuliah juga Saya gak kuat bayar sewa kamarnya haha (jujur banget yah).

Biasanya, ibu hamil yang hyper emesis akan diinfus dan juga diberi obat antimual dan suplemen. Dengan infus, diharapkan akan menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat terlalu sering muntah dan ketika asupan makanan langsung tidak dapat masuk ke dalam saluran pencernaan secara normal maka cairan dalam infus tersebutlah yang bisa menggantikannya. Tapi memang sih, setelah diopname istri agak baikan lah ya apalagi kan suasana klinik yang cukup sepi ditambah istri gak direpotkan dulu dengan anak-anak yang seringnya bikin puyeng hehe maklum anak-anak sedang aktif-aktifnya terutama anak yang kedua yang masih 1,5 tahun.

Akhirnya setelah masuk klinik semalam dan diinfus sampai hampir 3 botol, saya pun minta ke dokter untuk membawa istri pulang dan akhirnya sore harinya kita berdua bisa berangkat ke Malang naik kereta. Alhamdulillah di kereta istri tidak sampai mual-mual dan bisa istirahat dengan tenang sampai tujuan.. Ah, kehamilan memang selalu memiliki cerita yah ^^ Semoga hamil yang ketiga ini pun lancar sampai dengan persalinan nanti. Berharap anak perempuan :) Aamiin.

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *