Tips Jika Harus Bepergian Jauh Tanpa Mengajak Si Kecil

Dilema kedua orang tua yang sama-sama bekerja adalah ketika mereka harus meninggalkan si kecil di rumah.

Namun tentunya hal tersebut bisa diatasi dengan adanya pengasuh atau orang tua/mertua/keluarga dan tempat penitipan anak. Atau malah mungkin si kecil udah bisa masuk playgroup dan bersekolah di TK jadi kita tidak perlu khawatir.

Nah, cerita pengalaman keluarga saya. Alhamdulillah saya dan istri setelah beberapa bulan pernikahan akhirnya berusaha mandiri dan tidak tergantung pada orang tua dan mertua lagi. Kami mengontrak rumah dan merasakan kehidupan suami istri secara mandiri.

orang tua pergi tanpa mengajak si kecil

Semuanya berjalan lancar, sampai pada kelahiran anak pertama. Kita akhirnya bingung mau menitipkan si kecil pada siapa. Orang tua dan mertua jauh dan kami pasti tidak akan merepotkan beliau hanya untuk mengasuh si kecil. Namun jika harus pakai jasa pengasuh yang jasanya lebih murah dibanding menitipkan anak di TPA, kita juga tidak tahu bagaimana caranya untuk mencari pengasuh.

Namun singkat cerita akhirnya kami senang sekali ketika seseorang mengenalkan kami pada Mbak Ida.. beliaulah yang sampai saat ini hampir 2 tahun yang telah menjaga dan mengasuh arfa.

Hmm.. namun yang jadi masalah sebenarnya bukan ini. Semuanya pasti sudah berjalan lancar kan? Selama istri ngajar sampai siang hari ada “bunda” -biasa Arfa manggil pengasuhnya ini- yang akan menjaganya. Sementara ini.. jika saya dan istri akan bepergian untuk beberapa keperluan maka saya pasti akan meminta tolong “bunda”nya ini untuk menjaga Arfa.

Nah, tapi kemarin pada satu saat istri harus ke luar kota memenuhi undangan seleksi dan saya sudah pasti akan menemaninya juga. Selama 2 hari 2 malam. Muncul deh persoalan baru karena kami memang tidak berniat mengajak Arfa. Akhirnya ada rencana memanggil orang tua atau mertua, tapi setelah dipikir koq repot amat yah. Namun akhirnya alhamdulillah semua teratasi dengan bantuan pengasuh saya ini. Akhirnya selama 2 hari tersebut arfa dititip di rumah “bunda” nya.

Oke.. lalu tipsnya bagaimana dong? Hehe iya nih jika anda memiliki permasalahan yang sama jika satu saat harus meninggalkan si kecil ke luar kota.. maka beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah :

  1. Pertimbangkan usia si kecil. Jika si kecil masih di bawah 1 tahun maka harus ada orang yang benar-benar bisa mengurusnya. Tentunya karena si kecil masih dalam kondisi bayi. Dia masih suka nenen, belum bisa makan dan bobo sendiri dan semua urusan pastilah harus selalu dipantau.
  2. Jika memang ada ortu/ mertua/ keluarga yang bisa mengasuhnya maka itu lebih baik walau terkadang dalam satu sisi saya juga suka kurang cocok dengan pola asuh dari mereka. Namun dalam hal kepercayaan dan keamanan insya allah mereka mungkin bisa menjaga amanah.
  3. Jika anak sudah berusia diatas 2 tahun dan sudah mempertimbangkan memakai bantuan pengasuh seperti saya maka itu juga bisa menjadi alternatif. Karena pada saat usia anak di atas 2 tahun si kecil sudah bisa mandiri dan diarahkan. Dia pun pastinya sudah mulai lancar berkomunikasi. Namun harap diperhatikan juga kondisi rumah dan lingkungan pengasuh hal ini akan mempengaruhi kondisi anak pula. Saya hanya terkadang saja menitipkan langsung ke rumah pengasuh, selebihnya adalah pengasuh yang datang ke rumah saya. Dan perlu diperhatikan juga keterikatan si kecil dengan pengasuhnya. Kalau untuk saya sih insya allah percaya pada pengasuh saya tersebut sehingga saya tidak perlu khawatir. Karena ikatan si kecil dan pengasuhnya cukup kuat karena sudah diasuh sejak dari kecil.
  4. Nah jika urusan siapa yang akan mengasuh si kecil sudah selesai. Maka sekarang persiapkan semua kebutuhan si kecil mulai susunya, makannya, jajannya dan kebutuhan lainnya. Jika masih nenen tentunya agak repot yah, walau sebagian orang tua khususnya yang ibunya juga bekerja  pasti sudah mengenalkan pula susu tambahan selain ASI yang sudah dikenalkan sejak bayi berusia 3 bulan atau bahkan sebelumnya.
  5. Sebelum berangkat pastikan Anda memberitahu si kecil. Kalau kepada Arfa kami selalu memberi tahu kemana saja kami pergi tentu dengan maksud agar si kecil tidak merasa kehilangan nantinya.
  6. Selalu menjaga komunikasi baik dengan si kecil atau pengasuhnya. Ini penting untuk mengetahui dan memantau perkembangan terakhir si kecil se-update mungkin. Dan tentunya jangan lupa titip pesan sama yang ngasuh agar jika dalam kondisi darurat maka harus segera memberitahu. Untuk mengetahui perkembangan si kecil anda bisa memakai telpon atau sms.
  7. Segera pulang dan bertemu dengan Si kecil jika semua urusan sudah selesai. Bisa juga dengan membawa sedikit oleh-oleh untuk si kecil dan pengasuhnya. Hal ini tentu akan membuat mereka bahagia.
  8. Berdo’a semoga semuanya baik-baik aja. Baik kita, ataupun si kecil yang ditinggalkan.

Nah demikian saja tips dari saya. Semoga bermanfaat bagi anda yang mungkin harus sering bepergian tanpa mengajak si kecil. Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *