Menjadi Ayah Yang Super Tahu

Pertama-tama gue mau merayakan atas kembalinya lagi semangat yang ‘mulai’ muncul dari dalam hati gue untuk kembali gue updet blog inih. Haha.

Seharusnya gue kembali lagi ke visi awal yang ingin menjadikan blog ini sebagai rujukan para ayah yang suka rajin nyari info di internet. Tapi dasarnya gue kan cuma manusia biasa yang sering dihinggapi rasa malas jadinya gue agak-agak gimana gituh dalam ngupdet ini blog.

Oke lah kenapa juga gue jadi ber “gue-gue” padahal gue adalah seorang cowok yang lahir di ranah sunda yang “nyunda” pisan. Tapi kalau gue ber “aing-aing” atau ber “abdi-abdi” atau ber “simkuring” yang pada artiannya adalah sama yaitu saya itu sendiri. Maka saya rasa itu akan terasa janggal sekali dan belum dijadikan standar dalam penulisan xixi. Kecuali kalau isinya basa sunda semua kali yaaa…

Okelah segitu aja ya intronya 😀

Membahas tentang seputar menjadi Ayah yang super tahu, maka gue fokuskan kepada Anda semuanya yang sudah pada punya anak, baik itu anaknya baru 1, udah 2, 3, 4 dan selanjutnya sampai kepada jumlah yang Anda maukan 😀

Nah, kalau gue sih anaknya baru 1.( 1 aja kerepotan apalagi nambah ya :D). Sebelumnya gue bersyukur karena gue punya anak yang cerdas banget masya alloh… Anak gue Arfa kini usianya udah 20 bulan atau 1 tahun lebih 8 bulan. Udah bisa lari-larian, minta jajan bahkan ngajak jalan-jalan.

Di usia segitu.. memang anak lagi aktif-aktifnya. Gue sih instrospeksi aja soalnya waktu kecil mungkin gue sama istri aktif juga jadi nurun kali sama anaknya 😀 Tapi anak gue aktifnya masih dalam batasan normal bukan hyper aktif. Jadi masih ada komunikasi dan kontrol yang menjadikan gue dan anak bisa sama-sama saling mengerti dan memahami satu sama lain hehe.

Nah kalau mau ceritain tingkah lakunya Arfa wah banyak banget deh. Tapi yang gue fokuskan disini adalah bagaimana kita bisa menjadi seorang Ayah yang baik dan bisa mendampingi anak di masa keemasannya atau biasa disebut golden age.

Kalau Anda udah punya anak pasti dong sudah merasakannya.. Gimana capeknya ngurusin anak yang udah bisa jalan dan pengennya eksplor kesana kemari. Apalagi fitrahnya anak cowok, ya gitu deh pengennya segala dicobain dan gue biasanya sebagai Ayah akan mencoba mengembangkan kemampuan anak semampu yang gue bisa.

Karena kerjaan gue yang fleksibel di radio, maka banyak waktu yang gue habiskan bersama anak. Kadang juga gue suka bawa anak ke kantor, cuma buat gue kenalin aja sama temen-temen di kantor dan ngenalin ke anak bahwa ayahnya kerja di radio, mainin mic dan mixer, ada komputer, printer juga, salon dan yang lainnya. Nah dengan seperti ini gue udah nambahin sesuatu di otaknya. Sambil jalan-jalan gue selalu nunjukin apa saja yang gue temuin di jalan (kecuali kalau ngeliat cewek cakep kali ya :P) sambil gue ulang-ulang terus sampai akhirnya dia hapal nama benda dan kesesuaian dengan benda yang gue tunjukkan tersebut.

Nah itu adalah salah satu merangsang daya ingat dan kelancaran berbicara juga loh. Anak gue sekarang udah pinter berkomunikasi, hampir 85% gue dan Arfa udah bisa menjalin sebuah hubungan komunikasi dua arah yang cukup baik. Setiap apa yang dia inginkan, dia udah bisa ucapkan.. dan hal yang gue takutkan akhirnya terjadi juga bahwa kini Arfa udah mulai pinter minta jajan wkwkw. Haduh boros banget! setiap hari pasti deh ada berapa kali dia minta jajan 😀

Tapi terlepas dari itu, gue bahagia melihat perkembangan Arfa yang cukup baik dan sesuai dengan fasenya. So pasti dong sebagai Ayah gue pun harus jadi Ayah yang super tahu untuk bisa menjadi teman bermain dan sahabat bagi anak yang menyenangkan. Gue harus masuk ke dalam dunia anak-anak, menyelami perasaan dan yang pasti anak kecil itu beda banget sama orang dewasa jadi harus banyak dimaklum yang penting juga jangan terlalu dimanjakan sehingga dia nanti jadi manusia cemen yang gak bisa apa-apa.

Tips-tips agar Anda bisa jadi Ayah yang smart adalah jangan pernah berhenti untuk menambah ilmu dan pengetahuan Anda, dengan semakin berkembangnya otak si kecil, maka ia akan banyak melihat dan mengamati keadaan sekitarnya, dan itu akan memunculkan rasa penasaran dan keingintahuan yang sangat besar. Sehingga mungkin kerap sekali kita dengar kalimat tanya dari anak-anak seperti “Itu apa sihh..” “Kenapa sih bisa gitu” “Jadi gimana caranya supaya bisa kaya gitu?” dan yang lainnya. Nah kalau jadi orang tua yang gak banyak tahu, Waah rugi sekali loh.. karena kita tidak bisa menjadi orang yang pertama memberikan ilmu pengetahuan tersebut kepada anak.

Untuk itu gue mengajak kepada seluruh Ayah agar  menjadi Ayah yang super tahu dan jadikanlah anak-anak Anda menjadi anak yang cerdas dan smart pula..

Oke semoga bermanfaat ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *