Cita-Cita Seorang Suami & Ayah

Sewaktu kecil, kita sering ditanya sama orang tua, saudara bahkan guru kita tentang “Apa sih cita-citamu ketika kamu besar nanti, nak?”.

Waktu kecil, saya suka nyeletuk bahwa saya mau jadi tentara sambil bergaya tegap layaknya prajurit. Orang tua saya cuma tertawa saja melihat saya, karena tubuh saya memang kecil dan kurus. Mungkin dipikir emang bisa anaknya jadi tentara? Tapi setelah saya beranjak besar, cita-cita jadi tentara saya kubur dalam-dalam, karena fisik saya tidak memungkinkan wkwkw bisa-bisa sempoyongan kalau dikasih AK 47 karena berat senjata dengan berat badan gak seimbang. Akhirnya saya beralih cita-cita menjadi seorang penulis saja, gak usah kerja yang berat-berat karena tangan saya dua-duanya pernah mengalami kecelakaan juga sehingga tulang sikutnya agak geser dan tidak berada di tempatnya. 😀 (tanda anak yang hyperaktif hehe)Dan kini setelah saya jadi seorang suami dan ayah, cita-cita saya sudah berubah sesuai dengan pola pikir, realita dan tingkat kedewasaan yang saya rasakan. Kalau waktu kecil, cita-cita itu lebih berdasar kepada memenuhi hasrat pribadi, tapi setelah nikah dan mempunyai anak cita-cita saya jadi lebih terarah dan fokus untuk membahagiakan keluarga, walau masih tidak menutup kemungkinan datang dari hasrat dan keinginan pribadi juga, semisal saya pengen punya usaha sendiri, pengen punya perpustakaan pribadi dll.

Dan kini fokus kepada cita-cita sebagai seorang suami, saya selalu bercita-cita untuk menjadi seorang suami yang baik, pendamping istriku baik dalam kondisi suka maupun duka, memberikan nafkah yang lebih dan mencukupi semua kebutuhan keluarga (karena sampai saat ini kondisi finansial saya belum stabil dan masih dibantu oleh penghasilan dari istri), memiliki rumah dan kendaraan sendiri dan tentunya pada intinya adalah membahagiakan keluarga baik dari sisi materi maupun non materi.

Kalau sebagai Ayah, saya ingin menjadi Ayah yang dibanggakan, Ayah yang serba tahu dan serba bisa, Ayah yang bisa membimbing anaknya menjadi anak yang baik dan soleh (minimal gak kaya papapnya xixi), Ayah yang rajin dan memberikan contoh yang baik sama anak (minimal kalau mau slengean jangan di depan anak 😀 misal ketika anda masih susah untuk berhenti merokok, ya minimal Anda merokok hanya di luar, kalau di dalam rumah dan di depan anak-anak jangan kaya cerobong kereta yang asapnya selalu ngepul hehe kalau gitu ya sama aja ngasih contoh sama anak buat ngerokok) dan pada intinya adalah ayah yang bisa membahagiakan anak dan selalu menjaga anak sampai kapanpun.

Nah, sebenarnya pada ujungnya sih ini bukan cita-cita tapi sudah termasuk kewajiban bagi semua suami dan ayah. Tapi yang namanya manusia kan g ada yang sempurna, jadi gak ada salahnya kan bercita-cita seperti itu untuk memotivasi kita untuk lebih baik lagi ^^

cita-cita suami dan ayah

22 Replies to “Cita-Cita Seorang Suami & Ayah”

  1. kang Ian… lamo tak bersuo yaa 😛
    Sudah menjadi papa, he he he

    Cita-citalu masih berkutat seputar aku, eh ada sih pingin punya anak kembar cewek yg cantik-cantik dan berambut keriting, he hehe

  2. cita cita semasa anak anak yang seragam diindonesia mau jadi tentara, dokter,insinyur 😀

    tidak ada yang salah kang smua sah sah aja kok yang penting tujuannya baik dan mulia toh?

    smoga tergapai cita citanya yaa aamiin..

    ** aduh baru ditinggal seminggu ama arfa dan mamahnya udah mau jumping aja..sabaaarrrr kang 😛

    1. iya saya sempet baca sih.. apa diikutkan saja yah hehe
      soalnya kan kemarin harus dishare di FB sm twitter gituh.. saya gak eksis disana mbak hehe

  3. cukuplah ayah yang baik, karena ayah yang baik biasanya juga lelaki yang baik pula..

    fotonya kok kayak mau terjun ke bawah gitu ya Om papz??

    1. aaamiin semoga saya juga bisa jadi ayah dan suami yang baik ya ^^
      iya terjun dari gedung lantai 3 mba hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *