Mengetahui 6 Gangguan Pada Pertumbuhan Gigi Anak

Anak saya Arfa, usianya kini memasuki 15 bulan. Walaupun pertumbuhan fisik dan perkembangan motoriknya tumbuh dengan pesat. Namun, sampai saat ini giginya baru tumbuh 5. Memang setiap anak terkadang berbeda-beda dalam fase tumbuh giginya, begitu juga dengan tumbuh kembang lainnya semisal kemampuan berjalan anak.

Kalau diperhatikan, memang setiap anak itu unik terutama kalau mengamati tumbuh kembangnya setiap hari. Dan untuk pertumbuhan gigi pun tak sama pada tiap bayi. Ada yang mengalaminya sejak usia 4 atau 6 bulan, dan ada juga yang baru tumbuh gigi di usia 9 atau 10 bulan.

Munculnya gigi pertama bayi yang diikuti gigi kedua, ketiga dan seterusnya, selalu membuat orang tua bahagia. Namun sayang, kemunculan gigi kadang disertai gejala-gejala yang mengganggu. Bayi jadi rewel dan gelisah. Cepat marah, suka menggigit, tak mau makan dan tak bisa tidur. Berikut ini 6 gangguan yang biasa menyertai kemunculan gigi bayi –biasa disebut juga teething– dan cara mengatasinya.

1. Nyeri
Rasa nyeri saat tumbuh gigi umumnya disebabkan peradangan. Peradangan itu sendiri merupakan ‘usaha’ jaringan gusi melindungi diri terhadap tekanan gigi. Rasa nyeri yang paling hebat biasanya terjadi saat gigi pertama muncul (karena bayi belum pernah merasakan nyeri gusi sebelumnya) dan ketika gigi geraham muncul (lantaran ukurannya besar).

2. Gusi Bengkak
Gejala ini biasanya timbul ketika gigi geraham akan muncul. Lokasi bengkak terjadi pada gusi tempat gigi akan tumbuh. Orang tua umumnya cemas melihat bagian yang bengkak berwarna merah sekali. Selain itu, orang tua juga cemas karena bayi terlihat gelisah, sulit tidur, rewel serta suhu tubuhnya meningkat. Jika ini terjadi pada si kecil, anda bisa meminta bantuan dokter gigi untuk memberikan obat pengoles gusi yang bengkak – berupa antiseptik atau analgesik.

3. Demam Ringan
Meski masih ada yang meragukan hubungan gejala ini dengan pertumbuhan gigi, harus diakui, kadang bayi yang sedang tumbuh gigi mengalami demam ringan (di bawah 38 derajat celcius) akibat peradangan gusi. Atasi seperti layaknya Anda mengatasi demam ringan lainnya. Jika demam berlanjut hubungi dokter.

4. Pendarahan di gusi
Pendarahan di bawah gusi (hematoma) terlihat sebagai benjolan kebiruan. Walau rasanya tak enak,hematoma tak berbahaya bagi bayi dan akan hilang sendiri. Tapi anda bisa mengurangi rasa tak enak ini dengan kompres dingin. Ambil secarik kain halus bersih. Celupkan ke dalam air dingin dan tempelkan pada benjolan gusi.

5. Batuk
Tumbuhnya gigi merangsang pembentukan ludah berlebihan, bayi bisa tersedak dan batuk-batuk. Sepanjang bayi tak merasa terserang flu, batuk tak perlu dikhawatirkan. Untuk membuat bayi merasa nyaman di saat batuk atau tersedak, dudukkan bayi di pangkuan Anda dan tepuk-tepuklah punggungnya dengan lembut.

6. Diare
Produksi liur yang berlebihan lalu tertelan oleh bayi saat tumbuh bayi bisa membuat kotoran bayi lebih encer. Tapi jika si ke cil diare – apalagi jika sudah dua kali bertutut-turut- sebaiknya Anda menganggapnya sekedar efek samping tumbuh gigi. Segera bawa ke dokter untuk menghentikan diarenya.

Nah, demikian 6 gangguan yang biasa menyertai kemunculan gigi bayi. Ternyata tumbuh gigi – pada beberapa bayi – itu tak enak ya?. Sebagai orang tua sebaiknya kita membantu bayi untuk meredakan rasa tak enak itu selain berbahagia menyaksikan gigi pertamanya mulai tumbuh. Anda ingin melihat senyum menggemaskan berhias gigi-gigi mungil di wajahnya, bukan?

Semoga bermanfaat ^^

Sumber : Disarikan dari Majalah Elfata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *