Cara Aman Mengkonsumsi Susu Formula Bayi

Cara Aman Mengkonsumsi Susu Formula Bayi – Susu Formula ternyata tidak selamanya bagus untuk dikonsumsi bayi. Banyak iklan susu formula di televisi  yang begitu gencar mempromosikan produknya dengan mendeskripsikan kelebihan-kelebihan yang ada di dalam produk susu formulanya. Tapi jangan salah loh, walaupun kelihatannya steril tapi tidak menjamin juga bahwa susu formula tersebut akan bebas dari bakteri. Biasanya, sumber pencemaran bakteri tersebut antara lain berasal dari bahan baku susu atau bahan tambahan lainnya, peralatan untuk pengolahan susu, kemasan susu, serta kebersihan tempat dan petugas.

Tapi, jika telah terlanjur menggunakan susu formula, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap adanya bakteri di sejumlah susu formula untuk anak, karena susu formula tersebut tetap aman untuk dikonsumsi jika dimasak dengan benar, yaitu sampai 70 derajat C selama 30 menit.

Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengonsumsi produk tersebut. Walaupun dipanasakan selama pembuatannya, susu formula biasanya tidak melewati proses strelisiasi. Pemanasan hanya bertujuan mengubah bentuk susu dari cair menjadi bubuk dengan kadar air (di bawah 5%).

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama menggunakan susu formula untuk bayi adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga kebersihan ketika menyiapkan susu formula serta segera meminumkan susu formula tersebut kepada bayi setelah dibuat. Hal ini untuk mencegah aktifnya kembali bakteri dalam susu. Tindakan pencegahan ini juga berlaku saat menyiapkan makanan bayi.
  2. Membuat susu dengan porsi sekali habis, menghindai melarutkan dalam jumlah banyak untuk diminum beberapa jam. Selain itu, waktu pemberian susu pada bayi perlu diperpendek. Lebih baik buatkan susu berkali-kali dengan cara steril. Mempersiapkan susu dengan cara yang benar, yaitu didihkan, setelah itu didinginkan hingga suhunya sekitar 70 derajat C, baru kemudian dicampurkan dengan susu formula. Bakteri akan mati pada suhu diatas 60 derajat C meskipun berakibat kehilangan dan kerusakan zat gizi pada susu formula.
  3. Tidak membiarkan susu yang telah dibuat disimpan terlalu lama sebelum diberikan kepada anak. Waktu penyimpanan sebaiknya tidak melebihi 4 jam.
  4. Selama enam bulan pertama tidak perlu asupan makanan tambahan apalagi sampai diganti susu formula. Pemberian susu formula kepada bayi yang baru lahir ataupun hingga berumur kurang dari 21 bulan berbahaya bagi perkembangan anak.
  5. Botol susu harus selalu steril dengan merebus di air mendidih. Perlu juga diperhatikan, sebaiknya belilah susu formula dalam kemasan kecil sehingga cepat habis. Makin besar kemasan, makin lama habisnya dan makin besar peluang tercemar bakteri. Perlu diingat, jangan sampai kita membeli kemasan yang secara fisik sudah rusak atau tidak utuh.
  6. Meningkatkan kewaspadaan terhadap sanitasi selama proses penyimpanan, penyiapan dan pemberian susu formula pada bayi, termasuk peralatan, air, dan seluruh anggota keluarga.
  7. Memperhatikan dan mengikuti semua petunjuk penyiapan, penyajian, penanganan, dan penyimpanan produk susu formula dan makanan bayi sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Demikianlah beberapa cara aman mengonsumsi susu formula bagi bayi. Sebenarnya anak saya juga diberi susu formula ketika mamamnya pergi ngajar. Tapi kadang-kadang juga sih, soalnya istri saya cuma setengah hari ngajarnya jadi siasatnya kalau pagi sebelum berangkat ngajar diberi ASI dulu sampai kenyang, habis mandi biasanya dia tidur pulas sampai siang. Nah, kalau rewel atau nangis aja baru diberi susu formula sekali. Jadi pas istri saya pulang, anak saya diberi ASI terus. Pokoknya yang paling baik sih ASI aja, sebenarnya susu formula itu cuma sebagai tambahan aja. Kalau istri di rumah aja sih, mending dikasih ASI aja deh. Lebih bagus untuk pertumbuhan anak kita ^^ Semoga bermanfaat ya..!

Sumber: Majalah Al-Mawaddah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *