Persiapan Untuk Menjadi Seorang Ayah

Sepertinya, saat ini saya adalah termasukย  salah satu manusia yang paling berbahagia di dunia ini. Mengapa demikian? Karena saya kini sudah menjadi seorang Ayah. Bagi anda yang belum menikah, mungkin belum bisa merasakan kebahagiaan ini. Tapi, bagi anda yang sudah menikah, mempunyai anak adalah sebuah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa kita ukur besarnya. Karena apa? Karena ternyata tidak setiap pasangan suami istri bisa cepat mempunyai anak tanpa kehendak dan izin Allah Subhanahu wa Taโ€™ala.

Sedikit cerita ya pengalaman saya hingga kiniย  menjadi seorang Ayah hehe. Istri saya baru hamil ketika kami sudah menikah selama lima bulan. Walaupun gak lama, tapi saya sempat was-was juga loh karena istri saya selalu bilang pengen cepat punya anak dari saya hehe. Saat itu memang saat yang cukup sulit bagi saya dan istri, karena waktu itu saya dan istri lagi berjauhan (istilah kerennya LDR : Long Distance Relationship) dikarenakan saya belum lulus kuliah dan istri juga dah ngajar dan gak bisa mutasi ke tempat saya. Dan ternyata, Allah memang berkehendak lain. Allah memberikan kabar gembira tentang kehamilan istri saya itu ketika saya sudah diwisuda dan memang berencana pindah ke Cirebon.

kedekatan ayah dan anak

Saya sadar, saya memang belum cukup dalam hal teori apalagi materi untuk menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Namun, saya mencoba belajar untuk hal itu. Tidak ada yang susah kan, kalau kita mau belajar dan mempraktikannya? Lalu apa saja sih persiapan untuk menjadi seorang ayah itu? Yuk kita bahas satu persatu disini :).

Pertama, untuk menjadi seorang ayah tentunya anda harus punya anak terlebih dulu. Itu sudah jelas kan? hehe. Nah, ada persiapan yang paling dini yang harus dilakukan oleh seorang calon ayah sebelum Anda benar-benar menjadi ayah dan mempunyai anak sendiri. Salah satunya adalah memilih calon istri yang baik yang sekaligus menjadi seorang ibu bagi anak Anda nantinya. Tentunya, kita tak ingin kan jika nanti anak kita terlantar karena ibunya tak mau mengurus anaknya sendiri. Wah bisa repot tuh, makanya sebelum anda melangkah jauh, lebih baik pilih dulu deh calon istri buat Anda dan calon ibu untuk anak Anda hehe.

Kedua, persiapan sebelum membuat anak. Nah, kalau ini sih sifatnya pribadi namun jangan sepelekan adab-adab dalam praktiknya. Pastikan sebelum berhubungan dengan istri anda, kondisi badan anda dalam keadaan bersih, nyaman, rileks, dan membaca doโ€™a sebelum berhubungan suami istri dulu supaya tidak dicampuri setan, dan supaya anak kita nanti jadi anak yang soleh dan cerdas.. Hmmm kayanya masalah ini ada tempatnya sendiri nih hehe.

Ketiga, persiapan ketika bayi dalam kandungan. Ketika usia kehamilan istri Anda semakin bertambah, itu artinya sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ayah. Nah, pada fase ini Anda dituntut untuk menjadi seorang calon ayah yang baik selain menjadi suami siaga tentunya. Anda harus banyak tahu apa kewajiban seorang ayah dan berusaha untuk berkomunikasi dengan anak Anda ketika masih ada dalam kandungan. Dan tentunya ada persiapan berupa fisik dan psikis plus finansial untuk menyambut kehadiran bayi Anda.

Keempat, persiapan ketika bayi sudah lahir. Alhamdulillah, Anda kini menjadi seorang ayah. Dan Anda harus menjadi ayah yang baik dengan memenuhi semua kebutuhan hidupnya, mengajari dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik berupa pendidikan dunia dan agama. Selamat ya.. jangan lupa berikan nama yang baik dan melaksanakan sunnah Rasulullah kita, yaitu aqiqah berupa menyembelih kambing. Kalau anaknya laki-laki, kambingnya dua. Kalau perempuan, cukup satu aja ^^

Terakhir, persiapan ketika anak beranjak dewasa. Sebagai ayah, anda harus tetap memantau dan mengawasi anak anda. Tahu sendiri kan, bagaimana pergaulan jaman sekarang ini. Kewajiban Anda sebagai ayah bukan hanya sebatas memberi uang jajan dan memberinya makanan dan pakaian. Tapi juga mendidiknya hingga ia dewasa, bahkan ketika anak Anda telah menikah dan mempunyai anak juga. Anda sebagai ayah masih tetap memiliki kewajiban dalam menasihati dan memberikan saran-saran agar kehidupan anak anda tetap berada di jalur yang benar.

Wah, banyak juga ya ternyata persiapan menjadi seorang ayah ini. Alhamdulillah, mulai sekarang saya juga menjadi seorang ayah loh. Senangnya.. Yuk belajar menjadi ayah yang baik ๐Ÿ™‚

6 Replies to “Persiapan Untuk Menjadi Seorang Ayah”

    1. hehe iya mbak.. tapi semuanya bisa sambil jalan dipersiapkannya ^^
      itu halaman rumah ortu saya mbak.. ๐Ÿ™‚ kalau saya mah tinggalnya di kontrakan ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *