Merindukan Kebersamaan

Ku Ingin Selalu Bersamamu..

Menikah adalah salah satu jalan mengikatkan cinta pada payung kebersamaan dalam sebuah keluarga yang harmonis. Lalu.. apa jadinya jika salah satu dari pasangan atau anggota keluarga lainnya malah enggan hidup bersama untuk saling melengkapi satu sama lainnya?

Kebersamaan dalam hidup berumah tangga merupakan sebuah keharusan, jika memang tidak ada hal darurat atau takdir yang bisa membuat keduanya hidup berjauhan atau bahkan hingga berpisah satu dengan yang lainnya. Karena pada intinya, seorang suami pasti membutuhkan kehadiran sang istri disampingnya, apalagi bagi seorang istri yang pada fitrahnya kaum wanita itu lemah dan selalu ingin dilindungi dan ditemani. Dan tak lupa juga.. anak-anak pun akan lebih-lebih lagi membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya..

Mungkin diantara anda.. ada yang sedang merindukan kebersamaan itu..

sendiri
Di suatu senja di sebuah halte tatkala hujan mengguyur bumi..ada seorang suami yang sedang tertegun merindukan kebersamaan dengan istri dan anaknya di rumah.. namun setelah ditelepon, ternyata sang istri sedang terjebak macet sore itu karena ia pun harus pergi bekerja dari pagi hingga menjelang senja..

Di sebuah kamar.. Ada juga seorang istri yang sedang terisak di tempat tidurnya karena merindukan suaminya yang pergi bekerja di luar negeri dan belum pulang hingga bertahun-tahun lamanya.. rasa rindu memuncak menjadi penderitaan tak berujung.. sang suami pun ternyata menikah lagi nun jauh disana..

Dan di balik jendela kamar tidur.. seorang anak pun sedang termangu melihat temannya sedang asik bersepeda dengan ayah dan ibunya.. ia hanya melihat dengan rasa iri.. sementara ayahnya sudah tiada.. dan ibunya pun harus pergi bekerja..

kebersamaan dengan anak

Kebersamaan memang bisa menjadi sebuah keniscayaan jika masing-masing anggota keluarga berusaha untuk mewujudkan hal tersebut. Sebuah komitmen yang didasari dengan keinginan untuk menjadikan sebuah keluarga yang utuh akan membuat setiap individu menyadari arti pentingnya sebuah kebersamaan. Memang kita tidak bisa untuk menyalahi setiap takdir yang sudah ditetapkan jika seandainya satu saat nanti akan ada diantara anggota keluarga yang meninggalkan kita dengan berbagai alasan. Namun setidaknya korelasi dari komitmen kuat dan kesiapan kita dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi akan menjadikan kita berada dalam lingkungan keluarga yang kuat dan akan tetap selalu bersama walau apapun yang akan terjadi dalam keluarga kita.

Marilah kita dekatkan diri dan hati kita untuk kembali ke rumah.. ceriakan kebersamaan kita dan rekatkan tali kekeluargaan dengan menyamakan satu visi dan misi untuk mencapai keluarga bahagia yang sakinah mawaddah dan warrahmah.

19 Replies to “Merindukan Kebersamaan”

  1. aku dl awalnya juga LDR selama hampir 4 tahunan..istri di bekasi ( rumah mertua )..sedang aku d Bandung…cuma alhamdulillah sekarang dah hampir 3 tahun kami dah bareng bareng..semua itu pilihan, mana yg lebih berharga untuk diperjuangkan dan mana yg lebih layak untuk ditinggalkan 😀

    1. Nah, yang begini ini yang sering gak disadari. Di rumah ngumpul tapi yang satu main game, satunya fesbukan, si bapak nonton tipi. Setahun terakhir suasana di rumah saya persis seperti itu. Akhirnya kami buat kesepakatan setengah jam tanpa gadget, gak boleh nyetel tipi, gak ada komputer, tapi buat ngumpul. Terlaksana, tapi suasananya malah garing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *