Mengenal Gejala Erupsi Pada Bayi

gejala erupsi pada bayiDari 3 hari yang lalu, Arfa rewel banget. Setelah panasnya kini mulai turun dari yang semula hampir 40 derajat celcius, Arfa masih tetap rewel, sering nangis kalau keinginannya gak dipenuhi, dan tidurnya selalu gak nyenyak. Saya pikir Arfa panas biasa setelah kemarin sakit cukup lama dan kini mulai sembuh. Tapi saya pikir ada sesuatu yang lain, terlihat dia suka ngeces tanpa disengaja karena biasanya dia gak gitu. Ohh .. mungkin dia mau tumbuh gigi lagi. Sekarang giginya Arfa baru 4, dua di atas dan dua di bawah. Kalau menurut istilah, Arfa sedang mengalama erupsi.

Erupsi adalah kondisi dimana bayi mulai tumbuh gigi. Dan bila si kecil yang berusia 6-7 bulan menunjukkan tanda-tanda di bawah ini, bisa dipastikan ia mulai tumbuh gigi. Dan kondisi ini tentunya akan terus berlangsung selama proses tumbuhnya gigi terjadi sampai semua giginya tumbuh secara lengkap. Arfa memang termasuknya telat dalam hal tumbuh gigi. Tapi saya rasa setiap anak memang berbeda-beda dalam hal tumbuh kembangnya. Sampai usia 14 bulan pun Arfa belum lancar berjalan, dia baru berani untuk melangkahkan kakinya satu sampai tiga langkah. Tapi saya tak perlu khawatir dan membandingkan dengan beberapa teman seusianya yang sudah bisa berjalan. Sampai saat ini tumbuh kembang Arfa cukup bagus dan mengikuti proses walau terkadang tidak selalu sama dengan teman-temannya.

Oke, saya akan sharing di bawah ini tanda-tanda seorang bayi mengalami gejala erupsi. Jadi bagi Anda yang mempunyai bayi yang berusia 6-7 bulan, Anda bisa kenali gejala-gejala di bawah ini siapa tahu bayi Anda akan tumbuh giginya 🙂

afa tamam

Banyak air liur
Jika bayi mulai banyak mengeluarkan liur / ngeces, coba periksa apakah bakal giginya mulai terlihat. Umumnya yang tumbuh pertama kali adalah gigi seri tengah bawah sehingga gampang terdeteksi.

Gatal di Gigi
Bayi jadi suka menggigit. Ini terjadi lantaran kemunculan bakal gigi membuat gusinya terasa gatal. Untuk mengatasinya, berikan biskuit bayi yang tidak terlalu empuk sehingga sewaktu digigit tidak langsung hancur oleh air liurnya. Bisa juga diberikan teether (mainan gigit-gigitan) yang aman untuk bayi.

Demam ringan
Ini terjadi karena gusinya membengkak, kemerahan, dan gigi berjalan menembus gusi. Biasanya bayi jadi rewel, menangis meski tidak sedang haus/lapar.

Tidak nafsu makan
Akibat dari seluruh kondisi yang tidak mengenakkan ini, bayi jadi kehilangan nafsu makan. Meski demikian, jangan biarkan si kecil kurang makan karena bisa mengganggu kesehatannya secara umum. Yang juga penting, pastikan asupan kalsiumnya terpenuhi melalui sayur-sayuran, ikan teri basah, susu dan sebagainya.

Semoga dengan mengetahui gejala-gejala tersebut, Anda bisa tahu bahwa bayi anda sedang mulai tumbuh giginya. Dan apabila si kecil mulai sakit karena kondisi ini, tetap jangan panik ya semua anak pasti mengalami ini koq. Selamat ya dan semoga bermanfaat!

Disarikan dari Bonus Nakita tentang Merawat gigi anak.

17 Replies to “Mengenal Gejala Erupsi Pada Bayi”

  1. betul papz, klo di surabaya sini, orang tua kami sering beranggapan jikalau anak sedikit demam dan rewel mungkin itu tandanya ada yang mau “keluar” kepintarannya atau tumbuh gigi atau ngomong dan lain-lain, tapi biasanya orang tua keburu panik, nah setelah baca tips ini smoga bisa meredakan sedikit kepanikan 😀 tq ya..

    1. iya asmie.. kalau anak kecil memang rentan terkena penyakit tapi biasanya sakitnya anak selalu beriringan dengan fase tumbuh kembang anak juga 🙂

    1. bener hehe… iya kaya gunung merapi mau meletus ya yang bedanya kalau di bayi giginya yang mau keluar 😀

      salam kenal juga jeng anna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *