Ketika Anak Bandel dan Susah Diatur

anak susah diaturMungkin kita sering dihadapkan dengan satu kondisi dimana anak susah diatur dan selalu membantah orang tuanya. Sebenarnya kita tidak perlu untuk melabeli anak dengan sebutan-sebutan nakal, bandel, berandal dan sebagainya. Coba kita instrospeksi diri, apakah dulu kita juga tidak pernah berbuat seperti itu? Ketika anak membuat suara ribut, bermain hingga menjelang sore, bermain hingga bajunya kotor penuh lumpur, dan kegiatan lain yang selalu saja bikin orang tua jengkel ? Aha, mungkin Anda lupa anda juga dulu seperti itu πŸ™‚

Jadi wajar kan, apabila kegiatan itu anda wariskan kepada anak Anda? Intinya jangan dahulukan amarah dan emosi Anda untuk melampiaskan kekesalan Anda kepada anak. Apalagi kalau ditambah dengan kata-kata makian dan kekerasan fisik. Saya yakin itu hanya akan menambah rating pembangkangannya terhadap orang tua dan akan menambahkan kebencian anak Anda. Jadi berilah pengertian terhadap anak tentang baik dan buruk dari suatu perbuatan dan selalu dengan kata-kata yang baik dan lembut. Semisal bilang β€œ Ade.. Ayah lagi kerja. Lebih baik sini bantu bunda beresin buku-buku. Kalau ade ribut, nanti ayah tidak bisa kerja. Kalau ayah gak bisa kerja, nanti besok gak bisa ngajak ade main loh..! Ade kan pintar..sini sayang..”

Tidak Perlu Keras Terhadap Anak

Sebenarnya kita juga perlu untuk bersikap tegas terhadap anak kita, tapi tegas tidak harus keras kan? Tegas disini dimaksudkan agar si anak lebih bisa menghargai orang lain dan berusaha melakukan kewajibannya sebagai anak dengan benar. Kadang anak suka merengek-rengek minta sesuatu, misalkan mainan. Tapi sebenarnya mainan di rumah sudah banyak dan kebetulan kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk membeli mainan tersebut. Maka pertama-tama nasihati anak untuk tidak selalu membeli mainan baru, kalau anak misalnya malah gak mau dengerin nasihat kita barulah bersikap tegas untuk mengatakan tidak. Semisal dengan kata –kata β€œ Ade.. Di rumah kan mainan sudah banyak. Nanti saja beli mainan barunya, kalau Ayah sudah punya uang. Ade harus nurut ya apa kata Ayah dan Bunda, Kalau enggak mau nurut Ade gak akan Ayah ajak main lagi.. Ade kan pintar.. Beli Es Krim aja yah.. β€œ

Jadi bersikap tegas beda kan dengan bersikap keras? Apalagi dibarengi dengan kekerasan fisik. Ini sangat tidak dianjurkan. Kecuali dalam perkara-perkara yang dibolehkan dan hanya sebatas untuk membuat anak jera. Semisal ketika anak sudah berusia 7 tahun dan tidak mau untuk diajak melakukan sholat, maka boleh bagi orang tua untuk memukulnya. Ini memang terdapat dalam hadits Rasul, tapi anjuran ini dalam konteks pendidikan. Bukan untuk menyiksa anak, memukul juga bukan dengan pukulan yang keras dan menyakitkan apalagi membuat luka. Biasanya dulu sewaktu kecil, para orang tua suka menyediakan sebatang rotan di rumahnya. Tapi saya rasa, sikap ini boleh diambil ketika anak sudah tidak bisa dinasihati dengan lemah lembut. Jangan ketika sekali anak membangkang langsung dipukul. Ini hanya akan membuat si anak benci dan malah akan menjadi-jadi, atau malah akan menjadikan trauma dan menjadikan kondisi fisik dan psikisnya terganggu.

Untuk itu bagi Anda para Ayah dan Bunda, jika anak terlihat suka membantah Anda dan tidak mau menuruti perkataan dan perintah Anda. Segera introspeksi diri kita, siapa tahu ada dari sikap kita yang memang kurang baik dan membuat anak tidak percaya sama kita. Terkadang jika anak seperti itu, tidak sepenuhnya salah anak loh atau mungkin pengaruh teman-temannya. Tapi bisa juga karena sikap kita yang tidak baik sehingga anak pun tidak mau menuruti Anda dan dia pun protes dengan membantah dan melawan Anda. Lagi-lagi perlu kesabaran disini yah.. kalau enggak sabar, pasti deh orang tua akan marah-marah dan akan berakhir dengan pukulan lagi πŸ™

2 Replies to “Ketika Anak Bandel dan Susah Diatur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *