4

Istriku Pebisnis Yang Sukses

ibu pebisnisMenjadi seorang pebisnis yang sukses adalah impian istriku. Dia suka ngebayangin punya toko dan dia yang menjadi bosnya hehe. Memang ada turunan darah pebisnis di keluarganya. Jadi tidak heran kalau semua dibisnisin. Dan saya akui saya kalah, saya merasa tidak punya jiwa bisnis dalam diri saya. Karena saya terlahir sebagai seorang penulis professional yang insya Allah akan segera menerbitkan buku perdananya huehehe ngarep :D

Dia selalu cerita, bahwa waktu kecil dia bikin warung kecil-kecilan di rumahnya. Dan dia paksa semua anggota keluarganya, tetangga-tetangganya untuk beli ke dia hehe. Beranjak kuliah, dia pun ikut berjualan dengan saudaranya di Bandung dan berusaha survive dengan menjadi mahasiswa entrepreuner, dia jualan jilbab, bikin pin dan lain-lain.

Pas udah nikah pun jiwa bisnisnya tidak pernah padam. Di masa awal kehamilan Arfa, dia ngidam jualan cilok dan es bon-bon yang dititipkan di kanting sekolahnya. Lalu jualan baju muslim anak, jilbab dan gamis. Satu aset bisnis yang bernilai 3,5 juta rupiah yang kini belum jalan adalah bisnis martabak mini. Entah kapan mau mulai, karena kita belum dapat orang yang mau menjalankannya.

Istri pun dulu suka ngelesin anak-anak di kontrakan, berharap satu saat pun bisa membuka peluang untuk buka lembaga pendidikan dan bimbingan belajar. Istriku pun ingin sekali buka warung kecil-kecilan di kontrakan,yang walaupun sepi karena pinggir kebon istriku tetep maksa pengen jualan :D

pasar tegal gubug cirebon

Dan kini istriku jualan baju lagi. Kemarin saya anter dia ke pasar Tegal Gubug, dimana pasar tersebut menjual pakaian dan macam-macam yang lainnya yang konon katanya harganya murah-murah dan bagus untuk dijual kembali. Akhirnya jam setengah 6 kita berangkat dan menitipkan dulu Arfa di rumah mertua. Setelah itu saya dan istri langsung pergi ke pasar untuk belanja. Habis makan nasi jamblang istriku pun berkeliling, namun dia tidak mau kalau ditemeni saya karena katanya dia tidak bisa bereksplorasi jika saya temani dan saya suka mengeluh kalau ikut dia berkeliling.

mamam belanja di tegal gubug

Akhirnya saya pun nongkrong di tempat parkiran sambil lihat hiruk pikuk di pasar tersebut. Hampir 1 jam lebih saya menunggu, dan karena saya suami setia saya tunggu istri saya tanpa sedikitpun melirik ke arah istri orang :D Dan akhirnya setelah istri selesai belanja, saya langsung antar istri pulang ke rumah orangtuanya dan saya tinggalkan dia bersama Arfa karena tanggal 12 Maret 2013 adalah tanggal merah dan dia libur, sementara saya tidak libur dan kembali ke Cirebon.

Demikianlah kisah istriku seorang pebisnis. Saya berdo’a semoga istriku sukses dalam bisnisnya dan saya juga bisnis dalam ngeblognya heheh. Aaamiin.

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

papapz

Kang Ian a.k.a Papap Arfa. Bekerja sebagai Manager Station Radio Kita FM Cirebon, merangkap sebagai penyiar juga. Bercita-cita ingin menjadi pelopor blogger yang mewakili kalangan suami dan ayah.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *