8

Ibu Hamil Memang Labil

ibu hamil yang labilKetika istri saya mengandung Arfa, saya punya banyak cerita baik suka ataupun duka menjadi suami yang harus ngadepin ibu hamil. Terkhusus ketika ngadepin istri di saat-saat awal kehamilannya. Waktu itu, sebulan sebelum istri saya dinyatakan positif “hamil”, istri curhat sama saya bahwa dia sudah telat haidhnya. Waktu itu saya seneng banget, tapi saya bilang sama istri untuk nunggu lagi seminggu. Nah, kalau sudah seminggu baru deh kita cek pake test pack. Akhirnya seminggu pun berlalu, karena istri masih belum juga haidh akhirnya sebelum pulang ke kontrakan, kita pun mampir ke apotek untuk beli test pack.


Kalau pake test pack kan harus pagi-pagi ya setelah bangun tidur. Makanya sebelum sholat shubuh, saya dan istri sudah bangun. Istri pun langsung ke toilet dan nyemplungin ujung test pack ke dalam air pipisnya hehe. Setelah diangkat eh garisnya langsung dua. Itu tandanya positif kan? kita pun langsung berpelukan bahagia sambil mengucapkan Alhamdulillah..

positif test pack

Tapi kebahagiaan ini gak berlangsung lama, karena istri langsung kena efek ngidam yaitu mulai tidak stabilnya kondisi fisik istri disertai munculnya berbagai macam keinginan yang harus segera dipenuhi. Memang semua ini normal ya dialami oleh setiap ibu hamil, tapi waktu itu di trimester awal kondisi istri sangat lemah banget, makan susah, terus frekuensi mual sama muntahnya sering banget hingga tingkat hyper emesis yang menyebabkan pingsan dan dirawat di rumah sakit.

Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum ibu menjadi buruk. (Sarwono Prawirohardjo, Ilmu Kebidanan, 1999).

suami siagaGimana repotnya saya waktu itu sendirian mengurus istri yang lagi hamil, apalagi istri kan harus ngajar juga. Tapi saya berusaha untuk gak pernah mengeluh bahkan sering nasihatin istri supaya sabar sampai lahirnya Arfa. Kan saya pengen jadi suami siaga.

Suami SIAGA adalah kondisi kesiagaan suami dalam upaya memberikan pertolongan dalam merencanakan dan menghadapi kehamilan, persalinan dan nifas  terhadap istrinya. (http://www.menegpp.go.id)

ibu hamil labilTapi walau gitu, sering juga sih saya mengkel sama istri. Apalagi kalau udah capek-capek mengurus istri tapi dianya malah marahin saya. Selain kondisi fisik yang labil, ternyata kondisi psikis ibu hami juga labil ya? Hampir tiap hari marah-marah gak jelas dan hanya karena masalah sepele. Hiks..  jadi akhirnya kaya anak kecil kalau dipikir-pikir hehe. Habis saya juga suka ikut emosian, gak bisa sabar terus :D

Hmm, beginilah kalau pasangan muda seperti kami menjalani bahtera rumah tangga. Apalagi kita memang jauh dari orang tua dan berusaha untuk mandiri. Tapi yang pasti, walaupun suka ribut-ribut kecil, kita tetap saling menyayangi koq. Kan memang begitu seharusnya ^^ Alhamdulillah akhirnya masa kehamilan itu udah lewat. Arfa udah 1 tahun lebih. Pengennya sih istri hamil lagi hehe. Ngarep anak kedua nanti cewek :D Aamiin..

Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Yahoo Bookmark

papapz

Kang Ian a.k.a Papap Arfa. Bekerja sebagai Manager Station Radio Kita FM Cirebon, merangkap sebagai penyiar juga. Bercita-cita ingin menjadi pelopor blogger yang mewakili kalangan suami dan ayah.

8 Comments

  1. wah so sweet nya mas… :-)
    kalau boleh saya tahu mas nikahnya umur berapa?

    semoga arfa cepet ddpet adik ya hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *