Menggapai Harapan dan Impian

harapan dan impianSering Saya berpikir, bahwa selama ini Saya masih sering stuck dalam menjalani hidup ini. Saya masih belum bisa untuk meraih apa yang selama ini Saya harapkan. Yeah, Saya gak munafik. Dalam artian bahwa dalam hati kecil Saya masih mengharapkan ada setitik dari bagian dunia ini yang ingin Saya raih. You know what? Mungkin sebuah pekerjaan yang menjadi hobi Saya, bisa menghasilkan income buat Saya dan Saya pun bisa hidup bahagia.

Sebenarnya Saya bisa aja menyebutkan detail dari kata β€˜dunia’ itu. Mungkin itu sebuah rumah mungil yang di depannya ada halaman yang luas dan ditanami oleh pepohonan yang rindang dan kebun bunga. Atau juga mungkin sebuah mobil van yang sedikit gede untuk bisa mengangkut keluarga Saya jalan-jalan. Dan mungkin sebuah buku tabungan dengan saldo yang cukup lumayan untuk masa depan Saya dan keluarga.

small beautiful house

Ah koq cuman segitu doang sih? Gak minta yang lebih mewah gitu?

Sebenernya Saya pengen yang lebih dari itu. Tapi yakinlah, semua contoh detail yang Saya sebutin juga udah cukup bagi Saya. Prinsip Saya sih walaupun hidup sederhana, asalkan hidup Saya bahagia, hati Saya tenang dan Saya bisa kumpul terus sama keluarga Saya. Gak terkesan muluk-muluk kan?

Sebenernya kalau kita mau sedikit merenung. Mungkin kita pun akan sadar, bahwa hidup di dunia ini gak akan selamanya. Iya kan? Lalu, mau kemana setelah kita mati? Yakin gak sih kita akan pulang dan kembali kepada Sang Pencipta kita?

Nah, seringnya Saya juga berpikir seperti itu. Bahwa Saya memang gak ingin mengharapkan sesuatu yang lebih dari apa yang mampu Saya lakukan buat hidup Saya. Saya hanya ingin enjoy dalam menikmati hidup dan bersyukur atas apa yang telah Allah berikan buat Saya. Toh, akhirnya Saya akan kembali dan gak akan membawa semua yang ada di dunia ini dalam kehidupan Saya yang selanjutnya.

Tapi memang dunia juga perlu agar Saya bisa tetap survive dalam menjalani banyak fase dalam kehidupan ini. Saya harus sekolah, kuliah, bekerja, menikah, punya anak dan tetap menjalani semua ini hingga akhirnya Saya tua dan menemui ajal Saya. Hanya orang bodoh saja yang lari dari hidup dan mencoba bunuh diri untuk mengakhiri hidup.

Akhirnya Saya berharap. Semoga kehidupan Saya bisa lebih baik lagi. Saya optimis bahwa Saya bisa. Walaupun ujung-ujungnya kuasa Allah juga yang menentukan, tapi semangat SayaΒ  akan terus berkobar. Ada banyak mimpi yang belum Saya raih.. Ada banyak harapan yang belum Saya capai.. Insya Allah Aamiin..

9 Replies to “Menggapai Harapan dan Impian”

  1. Harapan dan impian dalam hidup itu menurut saya sangat penting, dan semua butuh keyakinan bahwa harapan dan impian itu bakal terwujud.
    Butuh usaha dan kerja keras untuk dapat mewujudkan harapan dan mimpi-mimpi. πŸ™‚

    Salam

    1. yup bener sekali mas.. orang yang bodoh kalau dia gak punya satupun cita-cita.. cita-cita sebagai acuan kita untuk bergerak di dunia ini πŸ™‚

  2. Saya jg sering berfikir stuck in the moment mas…

    Tp biasanya saya prgi jalan2 aj..biar bisa liat dunia luar yg mungkin lebih buruk dari yg kita rasakan.. *cerita πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *